Minggu, 08 April 2018

Apa Yang Tubuh Saya Butuhkan Selama Ngegym

"Being healthy and fit isn't a fad or trend, instead it's a lifestyle."

Sudah 3 bulan ini gue menerapkan pola hidup sehat. Alasan pertama karena tahun kemarin gue dua kali kena tifoid, kedua demi body goals. Huum, agak receh sih alasan keduanya. But hey, itu justru dorongan terkuat sampai gue mau berolahraga dan jaga pola makan.

Flashback ke belakang sebenarnya gue sudah menerapkan pola hidup sehat sejak anak kedua lahir di 2011. Gue dulu rutin Food Combining dan emang berasa efeknya ke tubuh. 

Tapi mengatur pola makan saja tidak cukup. 2016 akhir gue mulai rutin ngegym. Tapi karena drop kena tifoid sampai 2x akhirnya rutinitas ngegym selama 5 bulan terhenti. Dan mendadak pola makan gue berubah jadi eating disorder. I eat anything without a doubt. The result, badan gue jadi membengkak. 

Sempat syok, karena perubahannya drastis sekali. Bulan Juni berat badan masih kisaran 50-an kilo, di Agustus naik jadi 60-an kilo. Daebak! 

Akhirnya sejak akhir 2017 kembali menyatukan niat. Harus kembali ke gym dan atur lagi pola makannya. Kan malu banyak baju sudah mulai sesak. Apalagi saat duduk eh ketahan perutnya karena buncit banget kayak hamil 6 bulan. 

Sekarang di bulan April ini, kurang lebih sudah 4 bulan rutin ngegym. Trus makanannya juga dijaga dengan makin perbanyak sayuran dan protein. Karena gue berniat bentuk body, pola makan food combining sedikit harus melenceng. Gue juga butuh nasi sebagai karbo biar otot di beberapa bagian tubuh bisa terbentuk. 


Selain harus rutin asup karbo, sayuran, buah, dan protein, susu juga penting. Apalagi susu segar.

Kenapa harus minum susu segar? 

  1. Membentuk Otot

Kalau buat gue untuk membantu pembentukan otot. Protein dalam susu segar cukup tinggi dan cocok diminum jika ingin membentuk otot. Juga meningkatkan berat badan secara alami kalau niat ingin membesarkan badan. 

  1. Nutrisi Tinggi

Beberapa nutrisi yang terkandung dalam susu segar adalah protein, vitamin D, kalsium, vitamin B12, vitamin A, fosfor, riboflavin, dan niacin.

  1. Menghaluskan Kulit

Buat mba-mba, buibuk, tante-tante yang ingin mendapatkan kulit halus secara alami, coba konsumsi susu segar setiap hari. Kesehatan dan kecantikan kulit akan diperoleh secara alami dari dalam.

  1. Melancarkan Pencernaan

Mengonsumsi susu segar bisa menjadi obat pencahar alami yang tokcer buat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit atau susah buang air besar.

Nah, pemilihan susu ini agak tricky. Sebagai yang doyan angkat beban dan butuh ngebentuk otot, ada susu tertentu yang perlu dikonsumsi. Tapi gue juga gak mau sembarang mengonsumsi susu tanpa kandungan yang jelas. 

Gue lebih suka memilih susu segar karena selain aman susu segar juga banyak manfaatnya. Favorit gue belakangan adalah Hometown. Sudah pernah dengar tentang susu ini belum? Kalau belum kalian harus coba. 



Hometown ini susu murni yang langsung diperah dan dipasteurisasi, tidak ada tambahan apa pun, baik pemanis ataupun pengawet, pure susu murni. Makanya rasanya tidak semanis susu kemasan, agak creamy karena memang susu murni segar. 

Kenapa memilih Hometown? Karena susu ini mampu memberikan semua manfaat yang dibutuhkan tubuh gue. Gak cuma itu, anak-anak gue suka banget. Baru dibuka eh langsung dihabisin sama mereka. 


Untuk penyimpanan Hometown ini sebaiknya disimpan dalam keadaan dingin (0-4C). Trus tanggal expired date hanya berlaku selama kemasan belum dibuka. Kalau kemasannya masih segel, bisa bertahan sekitar 7 hari di kulkas dan setelah kemasan dibuka hanya bisa bertahan selama maksimal 3 hari. Jadi, kalau sudah dibuka segera dihabiskan ya, agar kandungan nutrisi dan manfaat yang didapat bisa maksimal.

Gimana, ada yang tertarik buat ngikutin pola hidup sehat gue? 



Jumat, 06 April 2018

Survei Suka-suka (Part 2)

Disclaimer; konten di post ini berlabel NSFW. Kalau masih anggap bahasan sex tabu mending tyda usah dibaca. Ehe he...

Sebelum mulai, gue dulu pernah post juga tulisan soal survei mini perihal dunia ranjang ini. Tadinya emang buat riset cerpen/novel tapi gue dasarnya belum nyaman menulis fiksi berlabel dewasa plus esek-eseknya. Jadinya gue post aja di blog.


Enggak ada nama atau ciri-ciri narasumber yang terekspos sejauh ini. Trus mereka juga dengan consent, setuju gue publikasikan di blog. Penting sih buat disclaimer karena takut diserang SJW. 

Boleh kita mulai bahasannya?

Bermula dari Twitter. 

Jadi tiap Kamis biasanya gue bikin thread mitologi/memetwit/atau suka-sukalah, pokoknya ngebacot aja. Trus semalam, gue bikin polling pada mau dibikin thread apaan. Pilihannya cuma memetwit sama gibah. Paling gede prosentasenya yang milih gibah. 


DASAR JAMAAH LAMTUR SEMUA! 

Sesuai hasil polling akhirnya gue nge-thread


...memetwit. #insertmemekagaknyambunganjing

Saat lagi bikin thread ada reply masuk dan berharap kalau gue bahas mesum aja. Duh, default gue emang selalu ke sana ya. Maklum... *benerin lingerie*

Akhirnya jadi kepikiran. Bahas apaan yak? Trus bersamaan juga di Twitter si @BanyuSadewa bahas soal anal seks bagi perempuan. Cuss ke akunnya kalau kepo thread-nya bagaimana. Lumayan buat nambah referensi seks. Kali mau dipraktikkan, yes

Nah, gue jadi tertarik juga bahas ini juga. Kagak kreatif amat, mba. Etapi gue pingin tahu dari sisi laki dan pere, sama apa kagak visi misinya. Anjir, visi misi, mau buka sekolahan mba?

So I give them some questions. Sama sih semua pertanyaannya buat cowok dan cewek. 


1. Lebih suka sex biasa atau doyan explore saat dengan pasangan?

Rata-rata menjawab doyan explore.
Ini agak tricky sih. Karena di pertanyaan selanjutnya bertolak belakang.

2. Pernah oral/anal?

Semua pernah oral. Anal yang belum pernah.

3. Sering oral/anal? 

Semua sering oral.

4. Kenapa mau mengoral atau menganal pasangan?

Mostly bilang karena ingin pasangannya orgasme juga. It takes two to tango. Kalau mau enaknya sendiri mah masturbasi aja. 

5. Pernah threesome atau orgy?

Belum pernah. Ada dua yang sudah pernah threesome. 

6. Tertarik untuk threesome or orgy?

50% bilang tertarik. 

7. Punya fantasy guy/girl? (Spill the name)

Semua punya. Yang bikin syok, 50% narasumber laki fantasinya ke gue. Serius. Andai bisa sertakan ss di sini. Tapi kan gue udah janji gak bakal bocorin apa-apa termasuk isi convo. Selain gue, nama yang lain variatif. Dari ipar sendiri sampai artis/musisi.
Trus dibalikin deh pertanyaannya ke gue. 

So here's my answers:

1. Maunya explore juga tapi apa daya kebanyakan yang sesuai standar MSI aja.

2. Pernah kalau oral mah. Anal yang kagak.

3. Sering juga kalau oral. 

4. Karena emang foreplay-nya ke situ selalu.

5. Belum.

6. Mau banget. #eh

7. Khusus gue gak mau sebut nama deh. Ada kakak kelas di SMP dan adek kelas di SMA kalau ndak salah. Wkwk.

Nah, kira-kira segitu aja dulu bahasan kali ini. Entar malam gue bakal bikin thread lagi di Twitter. Sila pantengin kalau ada yang suka baca blog gue ini sekaligus follower di akun @naztaaa


Sekian dan trims~ 

Rabu, 04 April 2018

Mimpi-mimpi Sebelum 40 Tahun

Happy birthday, self


Aneh gak sih ngucapin ke diri sendiri? Hahaha. Rasanya sih enggak. Karena enggak perlu nunggu orang lain ngucapin untuk merasa spesial, no? Did I sound like a feminism? 

Hari ini gue tepat berusia 34 tahun. Dulu waktu masih pakai seragam putih biru dan putih abu-abu, umur 30-an itu rasanya sudah tua banget. Giliran gue yang ada di posisi ini, ya ternyata biasa aja. Malah masih denial kalau sudah kepala 3. Forever young always in my blood. Hahaha. 

Kalau sekarang 34, di tahun 2024 gue bakal nginjak umur 40. Etapi kalau Tuhan berkenan sih. Maksudnya masih dikasih umur, karena kan kita enggak tahu. Hari ini masih nulis ini dengan harapan dan doa, besok tahu-tahu sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Who knows?

Sebelum 40 tahun, banyak yang pingin gue raih sebenarnya. Tapi bicara soal harapan, to be honest I dont have any. Lulus sekolah gue bahkan bingung harus milih jurusan apa saat kuliah? Harus jadi apa selesai kuliah? Lalu jadi apa setelahnya?

Di 2009, saat gue melahirkan anak pertama, for the first time gue baru tahu apa mimpi gue. I wanna be a writer. A great writer like J. K. Rowling. 

Dari situ pelan-pelan gue mulai mewujudkan apa yang menjadi mimpi gue ini. Sejak 2010, gue mulai menulis. Karena kalau bermimpi jadi penulis tapi enggak nulis ya sama aja boong. 

Pelan-pelan pula tulisan-tulisan gue mulai dibukukan dan diapresiasi. Terbaru, buku debut gue berjudul Seira dan Legenda Toar Lumimuut bakal terbit tahun ini. Tadinya berharap bulan ini biar bisa jadi kado bagi diri sendiri, tapi sabar aja karena yang penting bakal terbit. 

Sebelum 40 tahun juga tentu saja gue pingin karya-karya gue semakin banyak beredar. Alasan gue menulis, salah satunya karena ingin memperkenalkan budaya dari daerah gue. Salah duanya ya karena ingin menjadi penulis terkenal. 

Tapi apalah gunanya jadi penulis femes tapi enggak punya asuransi. Zaman sekarang, di mana hidup serba cepat dan berkembang pesat. Punya ketenaran dan uang banyak juga percuma kalau tidak diolah dengan benar. 

Asuransi menjadi salah satu impian yang harus diwujudkan. Sudah punya, tapi baru asuransi kesehatan. Maunya memiliki beberapa jenis asuransi lagi demi masa depan. Misalnya asuransi pendidikan dan kecelakaan. Like I said before, kita enggak akan tahu apa yang bakal terjadi besok. Lagipula memilih asuransi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri atau keluarga. Menurut gue asuransi adalah investasi terbaik dengan banyak manfaat. 

Nah, pas nyari-nyari mana aja asuransi yang cocok. Gue naksir sama penawaran dari Commowealth Life. Salah satu programnya, gue banget tuh. Investra Link namanya. 

Jadi Investra Link ini program yang memadukan asuransi jiwa plus investasi secara fleksibel. 

Keunggulan Investra Link Prosper : ·

1. 100% Premi dialokasikan untuk investasi sejak tahun pertama Polis.

2. 50% Uang Pertanggungan akan dibayarkan lebih awal apabila Tertanggung menderita Penyakit Yang Tidak Tersembuhkan (Terminal Illness).

3. Tersedia berbagai pilihan perlindungan tambahan untuk penyakit kritis dan pembebasan Premi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Udahlah ditanggung secara jiwa raga eh bisa diputar jadi investasi pula. Sungguh jodoh sekali sama gue yang kepingin jadi penulis femes dan kaya raya sebelum usia 40 tahun trus duitnya enggak habis-habis kayak Bu Dendy tapi kesejahteraan diri juga terjamin. 


Tolong aminnya yorobun. Kan kalau diriku tajir melintir dan sehat walafiat terus, klean bakal gue sawer. Mau makan di mana? Nyoh! Mau beli apa? Nyoh! Mau pakai asuransi apa? Nyoh! Semua gue kasih. 

Kalau klean, apa saja mimpi sebelum 40 tahun, gaes? 












Minggu, 25 Maret 2018

Di Hari Air Sedunia 2018


Source: AquaLestari

Air mengalir sampai jauh - sepenggal lirik dari Gesang ini ada benarnya tapi juga yang harus ditambahkan, yaitu air itu juga bergerak. Tidak hanya mengalir dari tempat tinggi ke rendah seterusnya. Pada suatu masa air akan berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. 

Misalnya yang terjadi di Cape Town, Afrika Selatan. Kota metropolitan berpenduduk empat juta jiwa itu semakin dekat pada Day Zero atau Hari Nol akibat kekeringan selama bertahun-tahun. Dikenal sebagai kota pelabuhan, tapi nyatanya kekurangan air bersih. Penduduk di Cape Town, harus membayar mahal untuk setiap tetes air yang ingin mereka dapatkan. 

Beda kasus dengan yang terjadi di Gunung Kidul, saat sumber air mendadak muncul sampai menggenangi kawasan hutan seluas sekitar 30 hektar. 

Apa sebenarnya yang terjadi? 

Pada hakikatnya, sebagian besar bumi terdiri dari air. Tapi hanya 1% air ada di permukaan sisanya adalah air laut. Sekitar 3% adalah air tawar yang bisa digunakan langsung oleh semua makhluk hidup dan 20% merupakan air serapan yang masih perlu diolah sebelum bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari. 

Tahukah kalian kalau jumlah air tanah akan tetap sama; tidak bertambah apalagi berkurang. 

Lalu mengapa di Cape Town bisa mengalami kekeringan sedangkan di Gunung Kidul tiba-tiba bisa muncul sumber air baru? 

Jawabannya sudah gue paparin di atas, karena air itu bergerak. Ini bukan kata gue ya, tapi kata Pak Karyanto Wibowo selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia yang juga diamini oleh Dr. Ir. Nana Arifjaya, MSi yang adalah seorang dosen dan peneliti di Fakultas Kehutanan IPB. 

Kebetulan gue mendapat kesempatan bertemu dengan bapak-bapak yang sangat paham urusan air itu di Hari Air Sedunia atau World Water Day yang selalu dirayakan setiap tanggal 22 Maret. Oh, yang mengundang adalah Danone - Aqua. Gue dan para bloger lainnya serta rekan-rekan media, berkesempatan ber-Bincang Air di pabrik Aqua yang ada di Babakan Pari, Sukabumi. 

Alasannya sederhana, Danone - Aqua ingin mengajak berbagai pihak untuk sama-sama belajar bagaimana memberikan solusi terhadap pelestarian air. 

Hadir juga Pak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia. Kata beliau, air memiliki peranan penting untuk kehidupan makhluk hidup dan karenanya Danone - Aqua selalu berupaya untuk turut menjaga kelestarian air dan lingkungan.


Ajakan positif ini tentu saja terasa menampar, karena Indonesia sebagai negara dua musim airnya masih melimpah ruah. Masih jauh untuk sampai pada Day Zero seperti di Cape Town. Tapi, banyak masyarakat kita selalu lupa untuk menjaga kelestarian air. Masih suka membuang sampah sembarangan, masih suka mencemari air dengan bahan kimia, bahkan masih suka menebang pohon seenaknya tanpa ada kesadaran menanam kembali. Tanpa sadar, masyarakatnya sendiri yang malah bikin negerinya mencapai Day Zero dengan cepat. 

Danone - Aqua tidak hanya sekadar memikirkan usaha bisnis saja, tapi juga peduli pada alam. Mereka sudah melakukan upaya dengan memanfaatkan solusi ilmiah yang digabung dengan pembangunan infrastruktur dengan tujuan konservasi (grey infrastructure) di daerah Mekarsari, Sukabumi.


Danone - Aqua bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) IPB Bogor dalam mengembangkan permodelan Soil Water Analysis Tools (SWAT) di Hulu Sub DAS Cicatih, Mekarsari, Sukabumi. 

SWAT atau juga dikenal sebagai piranti analisis air dan tanah memiliki banyak manfaat, di antaranya membangun strategi perencanaan konservasi yang efektif. Dengan SWAT, dapat melakukan penanaman pohon dan konservasi sipil teknis yang tepat sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Selain itu, dapat juga menghitung dampak dari upaya/praktik pengelolaan lahan, seperti menghitung tingkat resapan air ke dalam tanah, pengendapan tanah hingga penggunaan kimia dari praktik pertanian. Lebih jauh, SWAT juga bermanfaat untuk memprediksi rasio timbulnya bencana alam, jelas Pak Karyanto Wibowo. 


Beberapa contoh konservasi yang sudah dilakukan Danone - Aqua di wilayah Mekarsari dan Babakan Pari, di antaranya:
  1. Penanaman 580.000 pohon yang tersebar di delapan desa.
  2. Pembuatan kolam resapan air (Water Pond).
  3. Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH).
  4. Pembuatan DAM resapan air
  5. Pembuatan 40 sumur resapan. 

Kami mendapat kesempatan melihat sendiri Water Pond dan PAH yang ada di Desa Pesawahan. Di mana air hujan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di mushola, madrasah, sekolah, atau di rumah-rumah warga. Para warga sendiri merasakan sendiri manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari mereka. 

water Pond

PAH 

Sumur Resapan Inovatif

Danone - Aqua berkomitmen untuk terus meningkatkan program konservasi agar dapat bermanfaat untuk pelestarian air dan lingkungan serta berguna bagi masyrakat sekitar. 

Danone - Aqua sudah memberikan contoh kebaikan yang patut ditiru. Lalu kita sebagai masyarakat, sudahkah ikut melakukan kebaikan? 

Satu kebaikan sederhana saja seperti membiasakan membuang sampah pada tempatnya cukup untuk membuktikan kalau kita ikut peduli bukan hanya pada lingkungan sendiri tapi juga sekitar. Siapa tahu dengan membiasakan itu di diri sendiri atau di keluarga bisa menularkan pada orang lain. Karena kebaikan itu menular. Teruskan, jangan berhenti di kamu. 

Facebook: Aqua Lestari
Twitter: @Aqua_Lestari
Instagram: @AquaLestari

Kamis, 08 Maret 2018

5 Akun Instagram Perempuan yang Doyan Olahraga Versi Gue

Holaaa...

Sepagi ini gue sudah di gym. Bertemu kembali dengan seperangkat alat berat macam barbel, dumbbell, curl bar, bench, dsb. Tentunya setelah anak dan suami berangkat menggapai aktivitas harian mereka setiap weekdays.

Sudah 2 bulan ini gue rutin workout di gym. Dengan jadwal 5 days/week dan durasi 1-2 jam. Sudah ada hasil? Uhm, secara tak kasat mata sih belum tapi secara ragawi ya gue bisa merasakan sendiri kalau gue semakin setrong.

Setrong dalam artian badan gue terasa bugar, gak malas-malasan, dan lebih padat. Walau berat badan gue saat ini masih stuck di angka 60 kg tapi sebagian lemak sudah mulai berubah menjadi otot.

Wait...

Di postingan ini belum mau bahas my gym journey, karena yang mau gue bahas di sini adalah orang-orang yang secara tidak langsung ikut memotivasi gue agar mau menerapkan gaya hidup sehat dengan cara rutin berolahraga.

Salah satu hal positif media sosial adalah inspirasi dan energi positif yang dibagikan seseorang kepada orang lain (follower-nya). Di Instagram hampir 60% following gue adalah para pencinta olahraga, baik yang suka ngegym, yoga atau home workout, baik lokal maupun orang bule.

Kali ini gue mau berbagi 5 akun pencinta fitness lokal yang gue follow karena kebiasaan, gaya hidup, dan vibe positifnya. Yang kesemuanya adalah perempuan.

1. Adinda Sukardi (@saktidin)


Gue follow beliau secara kebetulan karena postingan saat dia lagi workout nongol di explore. Tadinya ngira kalau dia bukan orang Indonesia karena kepsyennya selalu berbahasa Inggris. Tahunya asli cewek Indonesia yang sangat badass. She really gives a good vibes. Dari pola makan sampai training workout-nya. Sila dicek isi feed-nya yang sungguh membuat diri ini serasa menjadi sisa jelantah dari tahu bulat digoreng dadakan.

2. Nadira Diva Vitani (@petitedivaa)


Sama kayak akun mbak @saktidin, akun Diva juga nongol di explore. Well, semua yang gue rekomendasikan memang pada nongol di explore karena gue lebih suka buka explore ketimbang home timeline. Kalau @saktidin isinya bermacam training ala Ninja Warrior, maka @petitedivaa berisi home workout yang mudah diikuti sehingga gak ada lagi alasan bilang gak bisa olahraga karena gak bisa ke gym. @petitedivaa juga mengajarkan kalau konsistensi adalah kunci dan bukan terbentuk sekejap mata.

3. Vanessa Budihardja (@chillibean)


Nike trainer, ACE personal trainer, salah satu coach di @empirefitclub, kurang lebih begitu data diri Vanessa di bionya. Gue baru follow dia kemarin karena lihat dia foto bareng @saktidin. Karena dia seorang personal trainer dan coach tentu saja gak usah diragukan lagi caranya berolahraga itu kayak gimana.

4. Meike Weldhery (@meikeweldhery)


Mbak Meike adalah contoh buibuk zaman now. Meski sudah beranak dua tapi body-nya gak kalah sama body anak perawan. Konsistensinya latihan di gym berbuah hasil yang bikin iri perempuan lain. Termasuk gue. Makanya gue follow demi tahu latihan apa saja yang Mbak Meike lakukan.

5. Fit4l5 (@fit4l5)



Anu, gue gak tahu sapip nama mbaknya karena gak dicantumin di akunnya. Tapi ini bukan akun anonim sih. Hhhhh. Hasil sekrol feed mbaknya, gue jadi tahu kalau namanya Jane. Oke, Mbak Jane ini representasi gaya hidup sehat ala sosialita. Jadi kalau mau tahu gimana pola hidup para orang tajir, intip aja feed Mbak Jane. Yang bikin gue follow tentu saja karena otot lengannya yang daebak sekali.

Nah, itu deh segelintir orang-orang yang bikin rasa malas gue lenyap dan membakar niat agar mau konsisten berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat setiap hari. Ada lagi para fitness babe dari luar yang sama kerennya dan bikin iri maksimal karena body goal mereka. Tapi nanti aja gue bahasnya.

Kalau kalian rutin olahraga gak? Atau adakah orang-orang yang menginspirasi sampai membuat kalian termotivasi juga? Kalau ada tolong berbagi di kolom komentar, ya.

Jumat, 02 Maret 2018

Di Balik Logo dan Slogan Baru So Good


Beberapa waktu lalu sempat viral masalah gizi buruk di Asmat, Papua. Asmat menjadi salah satu contoh kejadian luar biasa sampai-sampai membuat miris siapa saja yang melihat.

Sebenarnya gizi buruk bukan hanya terjadi di Asmat saja melainkan di berbagai wilayah di Indonesia. Ini adalah masalah menahun yang tak kunjung selesai. Setiap tahun ada peningkatan proporsi di daerah-daerah yang warganya mengalami gizi buruk.

Pemerintah tentu saja sudah mengambil langkah-langkah pencegahan, dari menurunkan tenaga kesehatan sampai melakukan pencegahan, pengobatan, dan pemberiam makanan tambahan. Apakah ini cukup dan mampu mengurangi masalah? Tentu saja tidak.

Bagi gue pribadi, ini masalah sistematik yang sedikit ribet. Butuh usaha dan kerja keras serta kesadaran dari masyarakat jika ingin terbebas dari masalah besar ini.

Pemenuhan gizi ini memang bukan semua-semua harus ditujukan kepada pemerintah. Apa yang sudah terjadi seharusnya bisa membuat banyak pihak sadar. Gue sendiri masih harus membenahi peer dalam rumah tangga sendiri. Masih terus bertanya, apakah gue termasuk seorang ibu yang sudah memenuhi kebutuhan gizi pada piring keluarga gue atau belum? 

Karena keluarga tentu saja menjadi garda pertama untuk memulai langkah ini. Apa yang disediakan dan dimakan di atas meja makan suatu keluarga adalah penentunya.

Kemudian muncul pihak-pihak lain yang belakangan mulai peduli juga dengan masalah gizi di Indonesia ini. Karena jika hanya pemerintah dan keluarga yang bersinergi belumlah cukup.

Salah satunya adalah produsen frozen food yang sudah sangat terkenal di Indonesia, yaitu So Good. Pada tanggal 27 Februari kemarin, mengutip pernyataan Soegiono selaku Head of Marketing and New Business Development dari PT So Good Food, "So Good selalu ingin memberikan yang terbaik khususnya dalam memberikan solusi protein berkualitas untuk membangun dan memenuhi gizi bangsa."


Pernyataan ini tentu saja dibarengi dengan program-program yang ikut disosialisasikan kepada masyarakat, yaitu imbauan hidup sehat dengan gizi seimbang berkualitas. Untuk menjalankan visi misi ini, So Good bekerja sama dengan Japfa Foundation yang memiliki fokus mengangkat pentingnya nutrisi bangsa dengan menjalankan program-program Peningkatan Gizi dan Kesehatan Dasar.

Hadir pula pada kesempatan kemarin Andi Prasetyo selaku Head of Japfa Foundation dan Maria Harfanti sebagai Duta Gizi Japfa Foundation. Mereka sama-sama mendorong agar generasi muda mau untuk menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi gizi seimbang setiap hari.


Tentu saja ketika membahas masalah gizi tanpa pakarnya, ilmu yang didapat menjadi tidak valid. Karena itu ikut hadir pakar gizi Prof Hardiansyah MS PhD yang menjabat sebagai Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia. Prof Hardiansyah menjelaskan banyak hal perihal pentingnya protein hewani untuk organ tubuh, apa saja manfaat protein, sampai tips pemilihan produk mengandung protein yang baik.

So Good sendiri sebagai produsen frozen food berkomitmen menghadirkan produk-produk yang mengandung protein hewani baik dan berkualitas yang praktis dan lezat. Kemarin selain pembahasan gizi di Indonesia, So Good sekaligus meluncurkan logo dan slogan baru.

Logo lama So Good berbentuk kotak degan sentuhan biru tua dan hijau yang berubah menjadi logo baru tanpa perubahan sama sekali. Logo lama dipertajam dengan lingkaran warna emas. Kemudian antara lingkaran emas dan logo kotak So Good terdapat latar berwarna hijau. Lingkaran emas berarti trust sedangkan latar hijau bermakna fresh and natural.

So Good selalu ingin menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen serta ingin memberikan pembaharuan yang segar dan dinamis untuk setiap inovasi. Pada setiap kemasan So Good yang baru mulai ada product story atau cerita produk yang menjelaskan manfaat produk bagi keluarga di Indonesia.

Selain logo, slogan So Good diubah dari So Good is Very Good menjadi Lebih Baik So Good. Slogan ini diharapkan mampu mencerminkan kebaikan dan kelezatan protein hewani dari setiap produk So Good.

So Good telah memproduksi beragam produk praktis siap saji sejak tahun 2000. Ada 2 varian, So Good Siap Olah dan So Good Siap Masak.

Untuk produk So Good Siap Olah yaitu ayam potong, sudah menggunakan teknologi IQF (Individual Quick Frozen) yaitu proses pembekuan dalam waktu 45 menit pada suhu -35°C sehingga mengunci 4 kualitas; segar, gizi, rasa, dan bersih. Karena itu jangan takut dengan produk So Good Siap Olah karena kesegarannya terjamin.

Pada produk So Good Siap Masak, semua telah melewati proses pemasakan pada suhu 170°C selama tidak kurang dari 3 menit yang langsung dibekukan cepat untuk menjamin kesegaran, kelezatan, dan nutrisi daging olahan.

Gue dan keluarga termasuk pemakan setia produk So Good, karena selain rasa gue mencari kualitas yang baik. Dari pihak So Good menyatakan kalau seluruh produk So Good dibuat dari daging pilihan yang tanpa suntik hormon, bebas formalin, dan tanpa bahan pengawet. Produknya diolah secara higienis dengan proses pengolahan modern dan pengawasan mutu yang ketat. Maria Harfanti sebagai Duta Gizi turut mengiyakan perihal ini karena dia sendiri sudah berkunjung ke pabrik So Good yang ada di Cikupa, Banten.

Mari sama-sama memerangi gizi buruk yang sudah menjadi masalah menahun di negara kita yang tercinta ini. Mari mulai memberikan nutrisi yang baik dan gizi seimbang di piring anggota keluarga kita masing-masing. Mari bangun negeri dimulai dari diri sendiri.