Kamis, 18 Januari 2018

Tanah Leluhur itu Bernama Siau


Salah satu wishlist gue tahun ini yaitu ingin menginjak kaki ke tanah leluhur gue. Tanah leluhur yang juga tanah keluarga dari almarhum papa.

Adalah Siau, sebuah pusat pemerintahan dari Kabupaten Sitaro ini menyimpan banyak sekali keindahan. Tidak hanya tentang sejarahnya tapi juga alamnya.

Apa saja yang bisa dilihat di Siau? Banyak. Walau gue belum pernah datang ke Siau, tapi sudah lama sekali tahu banyak hal tentang Siau dari mulut ke mulut. Mari berkenalan lebih dekat dengan salah satu pulau yang ada di daerah Sulawesi Utara ini.

Pertama-tama mari melihat Gunung Karangetang, salah satu gunung volcano paling aktif di Sulawesi Utara yang berdiri kokoh dan dianggap sebagai simbol keberuntungan sekaligus sumber bencana. 

Karangetang dari Desa Ulu

The Real Volcano, itu sebutan Karangetang yang adalah ikon dari Pulau Siau. Menjulang setinggi 1820 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan sudah sering sekali meletus tidak membuat penduduknya takut. Malah di salah satu sisi gunung, di tebing-tebing batu gunungnya menempel rumah-rumah penduduk. 

Tepi pantai Ulu
Siau adalah pulau yang dikeliling pantai-pantai berpasir hitam dan putih yang masih perawan. Salah satunya Pulau Mahoro. Pulau eksotis tak berpenghuni yang terletak di Siau Timur Selatan. Pulau Mahoro termasuk dalam pulau-pulau kecil nan cantik yang ada di Cluster Buhias. Saking indahnya pulau ini sampai dijadikan lokasi syuting variety show dari Korea, Law of the Jungle.

Pulau Mahoro (source: alidesta.wordpress.com)
Tahun lalu karena kedatangan para idol dan artis Korea, penduduk Pulau Siau mendadak heboh. Dermaga penuh sesak padahal mereka gak tahu siapa artis yang datang. Tahunya pokoknya artis dari Korea.

Pulau Mahoro (source: alidesta.wordpress.com)
Di kaki Gunung Karangetang ada pantai air panas. Pantai kok berair panas? Karena letaknya di kaki gunung itulah sehingga sepanjang garis pantai airnya terasa panas. Namanya Pantai Temboko Lehi. Pantai ini disebut sebagai satu-satunya pantai air panas di Indonesia.

Temboko Lehi (source: indonesiatravelle.blogspot.com)

Pantai Temboko Lehi (source: indonesiatravelle.blogspot.com)
Karangetang, Pulau Mahoro dan Pantai Temboko Lehi. Ini baru 3 keindahan yang disuguhkan oleh Siau. Masih ada Danau Kapeta, Pemandian Bidadari, Pulau Lanage, Beong, Buise, Pantai Taman Laut Balirangen, Pantai Kalihiang, Pantai Tanganga, Pantai Pulau Kahepa, dan Pantai Manupitaeng.

Pantai Manupitaeng (source: gittawaloni.blogspot.com)
Pantai Tanganga (source: gittawaloni.blogspot.com)
Melihat pantai-pantai cantik di Siau akan membuat kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena masih mau menyisakan surga kecil untuk dinikmati manusia fana.

Siau juga memiliki cerita tentang seorang panglima angkatan laut yang sangat hebat bernama Hengkeng U Naung. Pahlawan asal Desa Timeno ini terkenal karena kehebatannya memimpin pasukannya dalam menjaga perbatasan dan mengusir para perompak. Sikap patriotismenya sangat dipuja. Loyal dan patuh layaknya seorang prajurit Jepang.

Berbicara soal Jepang, salah seorang teman gue sekarang menetap di sana. Teman yang gue kenal sejak masa kuliah dulu. Teman yang gue kira tidak akan cocok untuk survive di negeri orang karena anaknya terlalu ayu dan kalem.

Nyatanya gue salah. Dia bisa bertahan dan hidup selama lima tahun di sana dan baik-baik saja. Dia sering menampilkan Jepang dalam kehidupan sehari-harinya di media sosialnya. Nama anak-anaknya bahkan diberi nama dari beberapa karakter anime yang biasa gue tonton di tv, kayak Hinata dari Naruto dan Himawari dari Crayon Sinchan.

Katanya kalau gue ada kesempatan datang ke Jepang, jangan lupa untuk mampir ke tempatnya. Banyak tempat yang bakal dia ajak untuk berkunjung, tempat-tempat yang masih belum mainstream. Soal eksistensi di media sosial juga jangan takut katanya, ada rental wifi Jepang yang bisa membantu gue tetap eksis saat berada di Jepang.

Teman gue termasuk pengguna rental modem Jepang ini ketika dia sedang ditugaskan dari kantornya. Katanya rental modem wifi Jepang ini sangat memudahkan urusan pekerjaannya dan termasuk murah. Satu hari paket Japan unlimited-nya hanya 55rb aja.

Duh, jadinya gue harus ke mana dulu, nih. Ke Siau atau ke Jepang? Apa dua-duanya aja gue masukin dalam wishlist tahun ini? Tolong aminnya sodara-sodara.






Sabtu, 13 Januari 2018

6 Months Body Goal

Source image: @kaliburns's IG. 

Hubungan gue dengan dengan nge-gym ibarat love and hate relationship. I've been doing this almost 2 years and always ended up at square one.

Sebelum memutuskan untuk nge-gym gue tadinya rutin latihan outdoor yang semuanya adalah cardio (jogging, squat, HIIT) di sekitaran perumahan tempat tinggal gue. Kurang lebih ini gue lakuin selama 3 bulan. Ini sekitaran tahun 2016. 

Ada hasil?

Ya masa sudah rutin 5/7 days training trus gak ada hasilnya. Ada dong.

Ketahuan hasilnya saat harus nemenin anak kedua belajar naik sepeda. She's 4 yo waktu itu. Gue gak ngosan-ngosan pas ngejar dia muter-muter kompleks bahkan cenderung santai tanpa merasa kelelahan walau anaknya main hampir selama satu jam. FYI, anak gue sudah dua dan yang paling gede sekarang sudah 9 tahun, jadi fisik tidak setangguh sebelum punya anak.

3 bulan cardio ini membuat fisik jadi lebih strong, napas lebih panjang, dan tubuh lebih sekel. Walau perubahan secara kasat mata gak banyak ngaruh. Maksudnya, orang-orang cenderung menganggap kalau kurus itu hasil akhir dari berolahraga atau diet. Padahal fuck the scale.

Loh, kenapa?

Dear ladies, skala timbangan hanyalah angka asalkan kita fokusnya mau olahraga apa. Kalau pengin timbangan turun tergantung asupan kalori dan latihan apa yang dilakukan. Cardio adalah latihan paling pas untuk menurunkan berat badan dan semua yang melekat di badan, mau dada sama pantat juga. Itu konsekuensinya.

Tapi kalau kalian tipe yang masa bodo sama timbangan, lebih milih agar tubuh jadi bugar dan sekel. Maka latihannya adalah untuk mengubah lemak menjadi otot. Secara otomatis ikut mengubah massa tubuh menjadi lebih berat. Hasil timbangan bisa tetap seperti sebelum berolahraga atau diet, atau bahkan bisa bertambah tapi tubuh jadi kencang dan berotot.

Tapi berolahraga atau diet trus timbangan tetap kan percuma dong?

Ehm, anu, motivasi berolahraga atau diet kalau ujungnya cuma nyari kurus ya mending jangan deh. Berolahraga pada dasarnya dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan diet sendiri sampai sekarang banyak yang salah kaprah menganggap diet artinya gak makan. Lah mati dong kalau gak makan.

Diet dalam bahasa Yunani berarti cara hidup. Diet adalah jenis asupan makanan yang dikonsumsi seseorang. Jenis asupan ini diatur ukuran, porsi serta kandungan gizinya. Jadi yang bilang diet berarti mengurangi makan ya salah besar.

Diet dan olahraga yang benar adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Gak asal kurus aja.

Gue sendiri tadinya terbawa dengan pola pikir seperti ini, "diet ah biar kurus", "jogging ah biar kurus". Kurus tapi penyakitan kan jadinya percuma.

Setelah sadar dan mulai menerapkan pola makan yang gue rasa cocok dengan metabolisme gue, berikutnya gue mulai memilih untuk nge-gym.

Kenapa gak latihan cardio lagi?

Karena motivasi gue berubah. Selain sehat gue pengin punya body goal kayak insta babes yang demen nge-gym semisal beberapa yang gue follow di IG; @krissycela, @bribaebee, @melissamolinaro, @lianev, dan masih banyak lagi.

Secara genetik bentuk tubuh gue standar banget dengan pantat yang agak tepos. Apalagi saat rutin cardio toket gue ikutan menyusut. Sudah kicik makin mengecil pula. Apa yang mau dipegang pas mesra-mesraan sama suami nanti? Haruskah kusamarkan dengan balon air? 

Makanya gue pengin punya pantat bahenol tapi dada tetap kencang. Sekencang wajah Om John Travoltta abis suntik botox.

Kalau ini pure keinginan daging sih. I mean, look at them. Look at Kaliburns's body yang gue jadiin foto utama. Damn, she's hot. Gue sebagai perempuan aja ngeces ngeliatnya apalagi laki, yekan? Laki sendiri ya, bukan laki orang. Kalau masih single bisa bebas tebar pesona ke laki mana aja, asal tetap bukan laki orang.

Ya, goal tiap orang-orang beda-beda. Ada yang mau kurus aja. Ada yang pengin kenceng aja. Ada yang pengin kurus karena makan hati ditinggal pacar. Bebas. Kalau gue penginnya punya abs, lengan kecil, dan pantat bahenol. Kayak Kim K dong? Ew, jauh-jauh deh dari failed ass itu. Udahlah pelsong pantatnya, jele pula bentukannya. Booty kenceng itu earned not given. Ya walau kecanggihan plastic surgery sekarang ngeri, dengan metode brazilian ass di dokter bedah kecantikan ternama di Amriki, pantat bisa sesesekel yang rajin squat.

Tapi gue milih cara konvensional. Squat dan weightlifting like a beast. Karena mau plastic surgery sobat miskin kayak gue manalah mampu. Kecuali gue punya sugah daddy. *install ulang seeking arrangement* #ehgimana

Karena body goal ini, gue harus mematenkannya di resolusi 2018 ini. Harus. Kudu. Jadi. Karena tahun lalu saat rutin nge-gym gue malah drop akibat tifoid. Jadilah 4 bulan rutin nge-gym terbuang percuma karena setelah sembuh tifoid gue mengalami eating disorder. Eat like a pig like no tomorrow. Serius. Makanya berat gue tadinya 52 melonjak jadi 65. Just in 7 months. Huahahaha.

September 2016

November 2017

Sekarang, mumpung baru awal tahun, baru bulan Januari pun. Body goal ini harus terlaksana. Gue mulai rutin nge-gym lagi sejak seminggu lalu. Jadwalnya 5/7 days at gym.

Sudah ada hasil?

Well, foto gak bisa bohong.

Kiri: November 2017. Kanan Januari 2018. Satu minggu ngegym. 

Sesuai judul, gue jadinya mau menantang diri selama 6 bulan ini. Bisa gak gue mencapai body goal yang gue inginkan? Kalau hasilnya sesuai target, gue bakal rutin berbagi tips dan trik selama nge-gym. Doakan keinginan daging ini berhasil ya, yorobun
                                                                                                   

Minggu, 07 Januari 2018

Ketemu G-Dragon di ICE



Memulai postingan di 2018 dengan throwback ke bulan September 2017. Tadinya gak ada ide mau bahas apaan, trus kemarin gue buka album Picasa dan nemu foto-foto dan video lama yang udah kehapus di hp. Salah satunya foto pas nonton konser di ICE. Mumpung ingat, sekarang aja gue cerita keseruan nonton konsernya.

Jadi ceritanya sejak tahun 2016 akhir gue naksir berat sama yang namanya G-Dragon. Bagi yang gak tahu, dese leader dari kpop grup bernama Big Bang.

Gue denger lagu Big Bang sebenarnya udah cukup lama, dari tahun 2013-2014 tapi ngehnya baru 2016 kemarin. Kenapa? Ya namanya juga cinta, suka denial dulu baru ngaku suka.


Tadinya gue anggap ini grup norak banget, yo maklum, gue anak 90-an yang masa remajanya dilewati dengan fangirling para boyband-boyband macam BSB, Take That, Boyzone, 911, etc. Jadi pas ngeliat kpop grup masih suka ngebandingin gitu. Apalagi penampilan mereka di Fantastic Baby khususnya GD kok nganu amat. Itu ngapa poni lemparnya sepanjang dosa?

Ini rambut apa kain pel? 
Pada bulan Agustus 2016 gue denger lagu comeback Big Bang yang judulnya Bang Bang Bang. Pas didenger, kok lama-lama enak ya? Pas ngeliat satu persatu personelnya eh gue langsung kepincut sama si GD. Yasalam ini makhluk songong banget tapi kok cakep? Semacam minta disayang banget. Begitulah awal mula gue jatuh cinta sama pemilik nama asli Kwon Ji yong ini.

Rantai aku juga,  Bang.  Rantai dan cambuki aku.  
Saking sukanya gue menghabiskan kuota berpuluh-puluh giga gue cuma buat stalking sns-nya, nonton semua video jadul mereka, nonton reaksi, nonton apa aja yang isinya ada si yayang. (((YAYANG))).

Salah satu efek ngebiasin idol tuh pasti ada fase cemburu butanya. Denger gosip dia sama siapa bawaannya mau marah-marah. Apalagi para shipper macam Daragon sama Gtae. Kzl bat 


(lah, gak nyadar apa ya kalo udah punya laki?) (untung Paksu orangnya santai kayak di pantai).

Karena laki gue juga gak masalahin hobi baru bininya (yang demen ngintilin berita si GD). Paksu ngejanjiin gue boleh nonton konsernya kalo GD datang ke Indonesia (ini mah sambil gue ancem sebenarnya) (wkwk).

Tadinya pas tahu GD ngeluarin album solo comeback, agak hopeless kalo dese bakal konser dimari. Secara pas keluarin list negara yang bakal didatangin, Indonesia belum nongol. Ternyata masuk batch 2.

Tanggal 3 September akhirnya datang. Rasanya gak percaya, bias yang sering gue liat di internet eh bakal gue liat langsung. Norak gue maksimal banget. Semua teman yang kenal dan tahu gue ngefans GD sampai pada nyelamatin gitu. Maklum ini ibadah kpop pertama gue jadi excited banget.

Tadinya juga agak drama, karena budget yang udah gue siapin buat beli tiket kepake. Gue cranky ke Paksu karena dia penyebabnya. Hahaha. Udah misuh-misuh, ngambek, ini itu, karena gue maunya beli tiket VIP. Sampai harinya tiket belum kebeli. Untungnya kalo beli pas udah hari H tiketnya pada banting harga. Gue dapat cuma 500rb dong.

Karena baru pertama kali nonton konser, gue agak-agak canggung. Apalagi kebanyakan yang gue temuin dan ngantri bareng masih pada abege. Pasti ada yabg mikir, "Ngapain ada emak-emak nyasar di sini? Beli sayur mah pagi buk di pasar bukan di ICE."

Antrian di pintu depan
Gue datang masih siang, sekitaran jam setengah 2. Konser dimulai jam 19.00. Tapi karena degdegser gak sabar pengin liat abang bias waktu segitu mah gak berasa. Enaknya lagi gue dapat teman yang sebenarnya selama diajak ngobrol gue iya iya aja saking gak ngerti banget soal dunia kpop. Kalo obrolan bahas kdrama baru deh gue nyambung.


Pas udah disuruh masuk sesuai tiket masuk, gue ambil Cat 4 btw biar bisa duduk. Karena ingat pengalaman yang pada cerita soal nonton konser kpop di sini trus beli VIP gak enak banget. Apalagi ingat fisik yang udah jompo.


Konser diawali dengan pemutaran MV GD dari album lamanya sampai yang MOTTE. Semua pada sing along, lah artisnya aja belum nongol. Tapi itu udah bikin gue makin gak sabaran buat ngeliat langsung orangnya.


Yang bikin gue naksir GD karena dia tuh kalo di panggung badass banget. Diem aja gayanya udah swag apalagi pas dia gerak. Tapi kalo di reality show atau acara apalah gitu orangnya pemalu banget. Personanya beda antara pas dia jadi GD sama Kwon Ji yong.

Siapa yang gak naksir makhluk sekiyowo ini? 
Karena ini konser perdana gue kesannya sih cukup puas. Apalagi yang ditonton ultimate bias (karena gue ngefans BTS juga). Yang ganggu adalah sound-nya yang menurut gue suaranya kelewat pecah. Tapi soal performance, juwaralah si GD ini.

I'm kneeling before the supreme leader
Disuguhi penampilan 2,5 jam kayak gak berasa. Tahu-tahu aja abis. Mana gue kebanyakan mesti liat dia di big screen aja. Monang akutu pas dia turun dari stage trus jalan ke penonton VIP. Langsung nyesel kenapa gak ambil yang VIP. Hahaha.

Akhirnya harus pisah. Untuk yang sering dengar dan baca di medsos gak enaknya nonton konser kpop di Indonesia, pengalaman nonton kemarin bikin gue senang. Gak ada masalah di antrian, gak kena pelecehan, atau masalah gimmick bagi para VIP. Aman dan tentram.


Semoga ke depannya gak bakal kacau lagi kalo ada grup kpop yang mau bikin fan meeting atau konser dimari. Malu jadi tuan rumah yang norak dan banyak masalahnya. Mending gak usah diundang kalo ujungnya kacau. Yekan.

Yak, sampai di sini aja ceritanya. Harapan gue bisa nonton konser BTS karena kemarin batal nonton. Bisa nonton konser Big Bang juga yang entah kapan karena GD udah mo wamil tahun ini. Dan bisa kejar konser di Korea langsung. Amin. Mohon doanya yorobun.

Jumat, 29 Desember 2017

Menghabiskan Malam Natal di Grand Zuri BSD


Tak ada yang lebih menyenangkan di saat hari Natal bisa berkumpul bersama keluarga. Sayangnya pas harinya tiba gue gak bisa pulang kampung dan suami harus ke luar kota. Ucapkan selamat tinggal pada kumpul keluarga.

Ya sudahlah ya, dari pada kuciwa sendiri mending pakai Plan B. Staycation aja di hotel. Yekan. Lagian ngenes amat kalo malam Natal gak ke mana-mana. Jadilah pada tanggal 24 siang gue dan dua krucil check in ke Grand Zuri BSD yang jaraknya kebetulan gak begitu jauh dari tempat tinggal gue.

Bagi gue yang terbiasa merayakan Natal secara festive di kota kelahiran saat merantau menjadi jarang menikmati karena euforianya berbeda.

Memasuki lobi hotel gue langsung disambut para musisi yang membawakan lagu bertema Hawaii. Di tengah ruangan berdiri pohon terang berwarna putih yang dihiasi bola-bola dan lampu kerlap kerlip. Istimewanya pohon terang ini dibuatnya dari sedotan. Selain kreatif ini salah satu cara mengurangi sampah sedotan juga, sih. Trus ada bintang raksasa yang bertengger di puncaknya sebagai pemanis. Belum lagi mistletoe dan hiasan Natal lainnya. Suasana hotel langsung bikin gue terdisorientasi pada perayaan Natal di kampung halaman.


Kedatangan gue disambut baik dari pihak hotel. Hari itu harusnya gue ketemu Mbak Nena, tapi karena beliau belum datang jadinya salah satu Duty Manager yang bertugas saat itu yang mengajak berkeliling. Diajak muter dulu biar kenal hotelnya kayak apa. Kan, gak kenal maka gak sayang. #eaa

Anak-anak gue tentunya langsung excited pas diajak melihat pool yang ada di lantai 3. Sedangkan gue sendiri bahagia pas tahu ada sauna. Letaknya dekat dengan kolam renang. Satu ruangan dengan area gym. Abis itu diajak melihat Zuri Terrace yang dipergunakan sebagai arena playground. Krucil pada senang bener pas nyobain main trampolin di sini.

Sauna yang buka sampai pukul 21.00
Usai berkeliling gue diberi kunci kamar yang lokasinya di lantai 3 juga. Ihiy, dekat banget kalo ke lokasi yang gue incar.

Karena sedang musim liburan hotelnya lagi penuh. Gue dapat kamar yang tempat tidurnya double bed. Well, gak keberatan sih karena kamarnya nyaman dan cukup luas. Krucil pada senang pas masuk. Mana ada layanan tv kabel dan wifi yang kencang. Duh, keinginan buat berenang sama sauna mendadak bisa terlupakan, nih.


Tapi yang namanya anak-anak, manalah lupa kalo udah dijanjiin berenang sore. Pasti ditagih mulu kayak debt collector. Jadilah sore itu langsung berenang yang ternyata pool-nya rame. Ya menurut ngana, ini musim liburan jadi yang nginap bukan gue dan krucil doang.


Selesai berenang gue dan krucil istirahat sebentar di kamar sebelum turun untuk makan malam. Pukul 18.30 kami ke lobi, ke restorannya yang bernama Cerenti. Yasalam, gue hampir kalap di sini karena makanannya banyak banget. Yang juara tentu saja signature dish yang spesial. Karena malam Natal, Grand Zuri BSD menghadirkan kalkun sebagai menu utamanya.

Ngeces gak lo liat beginian? 

...yang sayangnya gak sempat gue cobain karena kalkunnya dilewatin dan udah telanjur ambil makanan lain sampai sepiring penuh. Perut gue udah gak sanggup. Monang akutu~ 

Dessert-nya juga pada juara. Gue nyobain blueberry cheesecake, strawberry mouse, dan oreo cheesecake. Krucil pada senang makan pie tart.



Pas lagi menikmati makan malam, ada Santa Claus yang datang bagi-bagiin kado buat anak-anak. Krucil pada senang terima kadonya. Lalu ada mbak-mbak yang bawain cookies dan cokelat juga. Udah gak tahu deh perut gue udah modelan kek gimana. Kembali ke kamar tinggal tidur pulas.


Besok paginya dua krucil nagih buat berenang lagi. Tapi sebelumnya kami sarapan dulu. Menu sarapan juga sangat variatif. Ada banyak pilihan yang banyak disukai anak-anak gue. 

Usai berenang dua krucil ikut cooking class yang lokasinya di lobi juga. Si kakak dan adek senang banget menghias cookies mereka dengan butter cream warna-warni dan crumble yang disediakan pihak hotel.




Pukul 11 siang gue siap-siap check out. Tapi sebelum pulang dikasih buah tangan dari hotel. Dapat hampers berisi kue kering, gift bentuk bantal, dan voucher makan di restorannya. Tak lupa ada kartu ucapan Selamat Natal dari pihak hotel. Terharu banget, ih.

Hampers, gift, dan voucher. Plus hadiah dari Santa buat si adek.
Walau cuma nginap semalam tapi dari awal datang, pelayanan, makanan dan suasananya menyenangkan sekali. Salah satu pengalaman yang berkesan di 2017 ini.

Merry Christmas, yorobun.
Buat yang kepengin nyobain nginap di sini. Hotel ini letaknya di Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot 6, BSD City. Lokasinya dekat banget dari Ocean Park dan Teraskota. Gak bakal nyasar karena lokasinya gampang dicari. 

Terima kasih Grand Zuri BSD. Kapan-kapan mau staycation lagi di sini. Worth any peny. 

Pose apalah apalah di Zuri Terrace.


Selasa, 26 Desember 2017

Resolusi di Shio Anjing Bumi


Saat menulis ini tahun 2017 tersisa 4 hari lagi. Shio ayam api sebentar lagi akan berganti menjadi shio anjing bumi.

Dalam peruntungan di ramalan Tahun Baru China ini, shio gue (tikus kayu) mendapatkan ramalan yang menarik. Tahun 2018 akan menjadi tahun bagi pemilik shio tikus untuk fokus menekuni hobi dan mewujudkan keinginan-keinginannya.

Hmm. Ok! 

Pada hakekatnya, hampir setiap tahun gue mempunyai resolusi. Dan hampir setiap tahun pula resolusi gue hanyalah repetisi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sedikit flashback ke belakang ke tahun 2016. Ini menjadi tahun terberat bagi gue dan keluarga kecil gue. Di tahun ini gue patah arang. Persoalan datangnya beruntun dan menyapu kehidupan gue bak gelombang tsunami.

Baca: FY, 2016

Segala mimpi dan tetek bengek yang gue rencanain di tahun ini kandas. Resolusi? Apa itu resolusi?

Sampai di pertengahan tahun 2017 hidup gue nelangsa banget. Hanya saja pencitraan gue di medsos emang terlihat selow dan hepi-hepi aja. Bagi gue medsos emang gak ada porsi untuk umbar masalah. Cukup posting aja yang hepi-hepi biar menularkan hal baik ke orang lain. Padahal di balik itu gue putus asa banget.


Masuk ke bulan Juli di 2017. Laun, segala yang mendera gue di 2016 mulai terselesaikan. Mimpi-mimpi gue satu persatu terwujud. Mulai dari dinobatkannya gue menjadi salah satu pemenang proyek menulis novel dari penerbit terbesar di Indonesia. Sampai gue bisa menginjakkan kaki di salah satu kota di Jawa Tengah.

5 pemenang #GWP3

Ada begitu banyak kenangan, pengalaman, dan mimpi yang terwujud di 2017. Artinya ada harapan baru untuk membuat resolusi. Tadinya gue udah skeptis karena segala resolusi yang gue rencanain gak pernah berakhir mulus. Sebagian malah gue udah lupa apa aja resolusinya. Tahun 2017 membuka jalan agar gue tetap percaya dan menjalankam mimpi gue.

Jadi, inilah beberapa resolusi yang gue harapkan di 2018. Semoga anjing bumi bersikap loyal dan ramah pada gue nantinya.


1. Workout
Ini top of the list banget karena selama 2 tahun ini gue ke gym dan belum konsisten. Kalo pas rajin bisa rutin dan konsisten atur pola makan dan ngitungin kalori. Pas kendor, yasalam aja. Ini penting karena gue belakangan gampang sakit. 

2. Belajar Hangul dan Visiting Korea
Sebagai pencinta Kpop dan Kdrama, gue pengin pemahaman bahasa Korea gak sebatas, Annyeong Haseyo dan Gamsahamnida doang. I want more. Dari belajar, siapa tahu ada jalan bisa nginjak langsung ke negeri ginseng ini. Who knows?

3. Perencanaan Keuangan yang Baik
Karena gue belakangan udah punya penghasilan sendiri dari hasil ngeblog, gue pengin bikin tabungan khusus. Selama ini hasilnya masih nebeng di norek biasa yang akhirnya gak nyadar kalo udah habis percuma.

4. Menjaga Kesehatan Sendiri dan Keluarga
Ibu sehat artinya keluarga sehat.Gue sendiri di 2 tahun kemarin suka kumat penyakit tifoidnya. Kalo sudah begitu banyak hal bisa berantakan. Anak bisa gak sekolah. Suami bisa gak kerja. Rumah berantakan. Makin sakitlah guenya.

Salah satu upaya tentu saja selain mengatur pola makan, berolahraga, gue juga mesti menyediakan multivitamin bagi keluarga gue. Sakit tifoid itu gak enak. Gue bakal terkapar berhari-hari tanpa bisa berbuat banyak. Beruntung gue selalu sedia Theragran MVitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. 


Multivitamin yang diproduksi Taisho Pharmaceutical Indonesia ini benar-benar memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral gue pada masa penyembuhan setelah sakit. Karena sakit jangan lama-lama. Cukup dikonsumsi 1 tablet sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Suami gue juga suka.

5. Love Yourself, Love Myself
Pada akhirnya, ketika semua resolusi tak terwujud jangan menyalahkan diri sendiri. Jangan kayak gue yang pernah patah arang. Setiap manusia yang hidup akan terus bergumul dengan masalah dan persoalan. Jadi selama masih diberi napas kehidupan sama Sang Pencipta, hadapi semuanya sebaik-baiknya.

Itu kira-kira resolusi gue untuk tahun depan. Kalo kalian?

Jangan lupa minum multivitamin agar tubuh tetap fit ya. Dan mari ucapkan selamat datang pada tahun 2018. 

Shio anjing bumi, be nice please!

*) Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan

Dalam kurun 3 tahun ini keluarga gue cukup sering bolak-balik ke rumah sakit, khususnya kedua anak gue. Pasalnya si adek 2 kali harus diopname dan itu hanya selisih satu tahun. Lalu di tahun berikutnya harus menjalani pengobatan selama kurang lebih 6 bulan. Bukan hanya untuk si adek tapi juga si kakak.


Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan setiap tahun untuk pengobatannya. Gue bersyukur ada asuransi dari perusahaan suami yang bisa menanggung beban finansial itu. Jadi kami tinggal datang memeriksakan diri di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan perusahaan suami selama bertahun-tahun tanpa perlu memusingkan beban biayanya.

Bagi gue yang sebenarnya rada anti jika ditawarkan asuransi dari berbagai pihak, hal ini membuka mata. Sedikitnya juga sudah mulai membuat gue sadar kalo asuransi jiwa itu penting. Apalagi asuransi kesehatan. Karena kita tak pernah bisa menebak kapan akan mendapat musibah atau sakit yang tiba-tiba. Belum lagi tidak ada dana darurat untuk kesehatan.

Sungguh tak terbayangkan jika saat si adek masuk rumah sakit lalu gue gak punya uang sepeser pun. Mungkin akan menjadi kasus seperti kasus yang viralkemarin tentang kematian bayi yang ditolak di salah satu rumah sakit itu. Aduh, amit-amit.

Perkembangan asuransi kesehatan sendiri belakangan ini cukup meningkat dan berkembang dengan baik. Saat si adek akan check out dari rumah sakit, ada beberapa pasien yang mengurus check out dengan jaminan asuransi juga. Artinya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai jaminan perlindungan semakin meningkat.

Di dalam perkembangannya, perusahaan-perusahaan asuransi juga ikut berinovasi. Semakin tinggi permintaan dan gaya hidup, semakin variatif produk yang dikeluarkan. Produk-produk asuransi ini bisa dipilih dan digunakan sesuai dengan kebutuhan nasabah yang bersangkutan.

Salah satu asuransi kesehatan yang sangat berkembang adalah Prudential.

prudential.com


PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)  pada tanggal 16 November kemarin meluncurkan layanan PRU Medical Network di Jakarta, yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudential Indonesia dalam mendapatkan perlindungan rawat inap.

Layanan PRU Medical Network hadir dengan berbagai keunggulan.

  1. Kemudahan administrasi di rumah sakit dengan adanya layanan Pru Hospital Line dan staf PRU Medical Network dari Prudential.
  2. Jaminan ketersediaan kamar rawat inap. Di mana pasien berhak untuk mendapat fasilitas peningkatan kelas kamar rawat inap apabila kelas kamar yang sudah ditentukan tidak tersedia, dan pasien cukup membayar sesuai dengan harga kamar awal.
  3. Fasilitas tambahan untuk keluarga yang menunggu, seperti bantal, boneka, atau voucher makan.
Jaringan Prudential sendiri tersedia di 42 rumah sakit yang dikelola oleh Siloam,  Mayapada,  Mitra Keluarga,  dan Royal Taruma yang tersebar di seluruh Indonesia.  

Terbentuknya PRU Medical Network tentu saja untuk memberikan layanan eksklusif bagi para nasabah Prudential Indonesia  dari sejak mereka masuk, selama mendapatkan perawatan hingga keluar dari rumah sakit. 

PRU Medical Network diperkuat juga oleh beberapa layanan Prudential yang sudah lebih dulu hadir,  yaitu PRU Hospital Friend dan PRU Hospital Line. 

Layanan-layanan yang diberikan oleh Prudential Indonesia yang variatif juga membuat masyarakat mendapatkan dukungan dalam berbagai bentuk perlindungan atas berbagai risiko dan juga kerugian yang bisa saja menimpa mereka sewaktu-waktu.

Karena ketika kepercayaan masyarakat terhadap sebuah produk telah tercipta, maka akan semakin mudah untuk mengembangkan dan melakukan penjualan produk tersebut. Apalagi jika produk yang disediakan memberikan jaminan dan keuntungan bagi masyarakat.

Gak usah mikir-mikir soal penggunaan asuransi kesehatan, karena ada banyak risiko yang bisa menimpa kita di masa mendatang. Yang harus dipikirkan adalah, apakah kita siap menghadapi risiko itu seandainya tak memiliki jaminan perlindungan?

Sudahkah memilih Prudential? 

Rabu, 20 Desember 2017

Dukung Para Penyandang Disabilitas di APG 2018


Umur emang gak bisa bohong. Gue ngikutin acara selama seharian aja besoknya badan langsung meriang. Dan ini bukan kali pertama terjadi.

Ceritanya di hari Sabtu gue mesti pergi ke dua acara berbeda dari pagi sampai tengah malam. Belum lagi gue mesti membawa dua krucil yang emang gak bisa ditinggal karena gak ada yang ngejagain.

Bisa dibayangin gak kerepotan gue? Bawa anak dan tas segambreng trus pas di acara dapat doorprize gede yang harus gue tenteng ke acara berikutnya.

Pas udah di acara kedua eh krucilnya ketiduran. Lengkaplah penderitaan sebagai mamak-mamak yang berdaya tahan tubuh manula ini.

Ajaibnya, besoknya masih bisa datang ke Summarecon Mall Serpong buat hadir di acara Sosialisasi Asian Para Games 2018 yang berlangsung di 16 kota di Indonesia. Entah kekuatan dari mana, tuh. Hahaha.


Ngomong-ngomong, salah seorang teman di WAG komen soal postingan IG gue hari itu, "Itu typo ya? Kok ada kata para-nya?". Dikiranya gue salah nulis di kepsyen IG.

Mungkin sama halnya kayak teman gue, banyak yang anggap gue typo juga nulis Asian Para Games 2018 atau bahkan gak tahu. Padahal ini emang beneran ada. Asian Para Games ini adalah ajang olahraga empat tahunan khusus untuk para penyandang disabilitas.

Acara ini sudah dihelat sejak tahun 2010 dan diadakan pertama kali di Guangzhou, China.

Tahun 2018 Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Jakarta akan menjadi lokasi penyelenggaraannya. Ada sekitar 3000 atlet penyandang disabilitas yang akan datang dari 43 negara di Asia. Sebanyak 18 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan akan dilagakan.

Asian Para Games (APG) 2018 ini akan berlangsung sejak tanggal 6-13 Oktober tahun depan. Dengan mengambil tema The Inspiring Spirit and Energy of Asia.

Karena masih banyak yang belum tahu tentang Asian Para Games ini, apalagi banyak yang tahu 2018 itu akan dihelat juga Asian Games di Indonesia yaitu di Jakarta dan Palembang. Makanya perlu sosialisasi agar informasi bisa menyebar ke masyarakat. Gue sebagai bloger juga sangat senang bisa terlibat untuk menyampaikan informasi ini. Biar masyarakat kita bisa ikut menyaksikan serta mengapresiasi dan mendukung para atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga di ajang olahraga empat tahunan ini.

Para Blogger Tangsel
Sosialisasi awal dilakukan di 20 titik di 16 kota. SMS dipilih sebagai salah satu titik di Tangerang. Sebagai yang berdomisili di Tangerang gue tentu saja senang bisa ambil bagian untuk membantu sosialisasi APG 2018. Lupakan dulu soal badan meriang. Hahaha. Karena dukungan secara morel itu sungguh berpengaruh.

Ratri Dwifajar sebagai perwakilan INAPGOC (Indonesia Asian Para Games Organizing Comitee)  memberikan penjelasan tentang APG 2018
Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih menyelenggarakan Asian Para Games. APG diharapkan bisa meninggalkan warisan fisik dan non fisik bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumunya dan para penyandang disabilitas pada khususnya. Biar gak ada lagi diskriminasi kalo olahraga itu hanya streotipe khusus yang bertubuh lengkap saja. Mereka dengan segala kekurangan juga bisa membuktikan kalo disabilitas bukan penghambat.

Untuk tahapan persiapan saat ini tengah berlangsung perbaikan fasilitas olahraga dan asrama para atlet. Mari kita dukung para atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga di Asian Para Games 2018 nanti. Tak lupa menyebarkan semangat kalo kita semua sama. Jangan ada lagi diskriminasi.

Dua krucil ikut mendukung APG 2018 dengan gaya fusion mereka.  

Salam olahraga!