Sunday, October 4, 2020

Jaga Imun Anak Dengan Nutrisi Seimbang



Selama pandemi ini apakah ibu-ibu sudah pada stres? Semoga nggak ya, stres bisa memicu menurunnya tingkat imunitas tubuh. Kalau ibu-ibu pada stres, dampaknya bisa satu keluarga yang kena. 


Anak apalagi. 


Kondisi seperti itu akan memengaruhi pola makan anak. Padahal ya, asupan nutrisi yang baik adalah sumber pertahanan imun. Apalagi di masa seperti sekarang ini. Untuk itu, perlunya orang tua memantau mood anak dengan baik sambil ikut mengelola stresnya sendiri.


Kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi jika pemenuhan makro nutrisi dan mikro nutrisi terpenuhi. Sayangnya, tidak mudah membuat anak memakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi. 


Anak-anak saya sendiri sejujurnya kebutuhan nutrisinya belum sesuai dengan pemenuhan makro dan mikro nutrisi. Si kakak suka aneka ragam protein hewani dan sedikit sayuran. Sementara si adik, lebih suka protein hewani yang hanya berasal dari telur atau ayam yang digoreng saja. Belum lagi kebiasaan ngemil keduanya. Untungnya mereka berdua masih diimbangi dengan aktivitas di luar rumah yang cukup menguras tenaga. Tapi asupan gizi tidak seimbang takutnya memengaruhi tumbuh kembang anak-anak saya menjadi tidak optimal.


Kata Pak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia, selama masa berkegiatan di rumah, orang tua memiliki peran penuh dalam mengawasi tumbuh kembang anak agar optimal. Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia memberikan edukasi untuk orang tua mengenai cara membiasakan anak untuk menerapkan gizi seimbang selama di rumah saja. 


Sementarakatadr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis, gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya untuk memenuhi berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.Untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal, pastikan sebanyak 12 hingga 15 persen dari porsi makanan hariannya merupakan sumber protein. 


Anak-anak saya memang doyan sekali protein. Di mana protein ini berguna untuk membantu pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan tubuh anak. Sayangnya, kebutuhan nutrisi lainnya mereka masih pemilih. 


Padahal momen selama di rumah saja ini merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan anak pada gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan panduan “Isi Piringku”. 


Memang ya, urusan ngasih makan keluarga ini selalu menjadi dilema terbesar para ibu rumah tangga. Sini ayuk kita pelukn, buibuk. 


Kalau menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi, stres berkepanjangan yang tidak diolah dengan baik dapat memengaruhi perilaku makan anak di rumah. Anak stres, imunitas turun. Padahal asupan nutrisi adalah sumber pertahanan imun untuk saat ini. 


Salah satu cara mengatasi rasa bosan adalah berinteraksi yang menyenangkan bersama anggota keluarga. 


Ibu-ibu suka melibatkan anak nggak? 


Kalau saya sih, si adik senang banget ngeliatin kalau saya lagi menumis atau oseng. Rasa penasaran itu lama-lama membuat dia tertarik untuk ikut serta. Ternyata itu bisa menjadi alternatif kegiatan menyenangkan yang juga edukatif. 


MenurutSoraya Larasati, situasi saat ini membuatnya khawatir si Kecil akan bosan dengan menu makanan sehat di rumah. “Saya belajar untuk kreatif dalam menyajikan makanan maupun menyiapkan berbagai kegiatan agar anak tidak bosan di rumah saja.“


Berat memang ya tugas dan tanggung jawab di rumah ditambah situasi selama masa pandemi ini. Tapi mari sama-sama yakin, pandemi ini akan segera berlalu. 


Yok bisa yok, buibuk! 





1 comment:

  1. Semangat mbak.. kadang perlu pamer foto masakan biar semangat hihi

    ReplyDelete