Sunday, March 25, 2018

Di Hari Air Sedunia 2018


Source: AquaLestari

Air mengalir sampai jauh - sepenggal lirik dari Gesang ini ada benarnya tapi juga yang harus ditambahkan, yaitu air itu juga bergerak. Tidak hanya mengalir dari tempat tinggi ke rendah seterusnya. Pada suatu masa air akan berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. 

Misalnya yang terjadi di Cape Town, Afrika Selatan. Kota metropolitan berpenduduk empat juta jiwa itu semakin dekat pada Day Zero atau Hari Nol akibat kekeringan selama bertahun-tahun. Dikenal sebagai kota pelabuhan, tapi nyatanya kekurangan air bersih. Penduduk di Cape Town, harus membayar mahal untuk setiap tetes air yang ingin mereka dapatkan. 

Beda kasus dengan yang terjadi di Gunung Kidul, saat sumber air mendadak muncul sampai menggenangi kawasan hutan seluas sekitar 30 hektar. 

Apa sebenarnya yang terjadi? 

Pada hakikatnya, sebagian besar bumi terdiri dari air. Tapi hanya 1% air ada di permukaan sisanya adalah air laut. Sekitar 3% adalah air tawar yang bisa digunakan langsung oleh semua makhluk hidup dan 20% merupakan air serapan yang masih perlu diolah sebelum bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari. 

Tahukah kalian kalau jumlah air tanah akan tetap sama; tidak bertambah apalagi berkurang. 

Lalu mengapa di Cape Town bisa mengalami kekeringan sedangkan di Gunung Kidul tiba-tiba bisa muncul sumber air baru? 

Jawabannya sudah gue paparin di atas, karena air itu bergerak. Ini bukan kata gue ya, tapi kata Pak Karyanto Wibowo selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia yang juga diamini oleh Dr. Ir. Nana Arifjaya, MSi yang adalah seorang dosen dan peneliti di Fakultas Kehutanan IPB. 

Kebetulan gue mendapat kesempatan bertemu dengan bapak-bapak yang sangat paham urusan air itu di Hari Air Sedunia atau World Water Day yang selalu dirayakan setiap tanggal 22 Maret. Oh, yang mengundang adalah Danone - Aqua. Gue dan para bloger lainnya serta rekan-rekan media, berkesempatan ber-Bincang Air di pabrik Aqua yang ada di Babakan Pari, Sukabumi. 

Alasannya sederhana, Danone - Aqua ingin mengajak berbagai pihak untuk sama-sama belajar bagaimana memberikan solusi terhadap pelestarian air. 

Hadir juga Pak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia. Kata beliau, air memiliki peranan penting untuk kehidupan makhluk hidup dan karenanya Danone - Aqua selalu berupaya untuk turut menjaga kelestarian air dan lingkungan.


Ajakan positif ini tentu saja terasa menampar, karena Indonesia sebagai negara dua musim airnya masih melimpah ruah. Masih jauh untuk sampai pada Day Zero seperti di Cape Town. Tapi, banyak masyarakat kita selalu lupa untuk menjaga kelestarian air. Masih suka membuang sampah sembarangan, masih suka mencemari air dengan bahan kimia, bahkan masih suka menebang pohon seenaknya tanpa ada kesadaran menanam kembali. Tanpa sadar, masyarakatnya sendiri yang malah bikin negerinya mencapai Day Zero dengan cepat. 

Danone - Aqua tidak hanya sekadar memikirkan usaha bisnis saja, tapi juga peduli pada alam. Mereka sudah melakukan upaya dengan memanfaatkan solusi ilmiah yang digabung dengan pembangunan infrastruktur dengan tujuan konservasi (grey infrastructure) di daerah Mekarsari, Sukabumi.


Danone - Aqua bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) IPB Bogor dalam mengembangkan permodelan Soil Water Analysis Tools (SWAT) di Hulu Sub DAS Cicatih, Mekarsari, Sukabumi. 

SWAT atau juga dikenal sebagai piranti analisis air dan tanah memiliki banyak manfaat, di antaranya membangun strategi perencanaan konservasi yang efektif. Dengan SWAT, dapat melakukan penanaman pohon dan konservasi sipil teknis yang tepat sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Selain itu, dapat juga menghitung dampak dari upaya/praktik pengelolaan lahan, seperti menghitung tingkat resapan air ke dalam tanah, pengendapan tanah hingga penggunaan kimia dari praktik pertanian. Lebih jauh, SWAT juga bermanfaat untuk memprediksi rasio timbulnya bencana alam, jelas Pak Karyanto Wibowo. 


Beberapa contoh konservasi yang sudah dilakukan Danone - Aqua di wilayah Mekarsari dan Babakan Pari, di antaranya:
  1. Penanaman 580.000 pohon yang tersebar di delapan desa.
  2. Pembuatan kolam resapan air (Water Pond).
  3. Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH).
  4. Pembuatan DAM resapan air
  5. Pembuatan 40 sumur resapan. 

Kami mendapat kesempatan melihat sendiri Water Pond dan PAH yang ada di Desa Pesawahan. Di mana air hujan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di mushola, madrasah, sekolah, atau di rumah-rumah warga. Para warga sendiri merasakan sendiri manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari mereka. 

water Pond

PAH 

Sumur Resapan Inovatif

Danone - Aqua berkomitmen untuk terus meningkatkan program konservasi agar dapat bermanfaat untuk pelestarian air dan lingkungan serta berguna bagi masyrakat sekitar. 

Danone - Aqua sudah memberikan contoh kebaikan yang patut ditiru. Lalu kita sebagai masyarakat, sudahkah ikut melakukan kebaikan? 

Satu kebaikan sederhana saja seperti membiasakan membuang sampah pada tempatnya cukup untuk membuktikan kalau kita ikut peduli bukan hanya pada lingkungan sendiri tapi juga sekitar. Siapa tahu dengan membiasakan itu di diri sendiri atau di keluarga bisa menularkan pada orang lain. Karena kebaikan itu menular. Teruskan, jangan berhenti di kamu. 

Facebook: Aqua Lestari
Twitter: @Aqua_Lestari
Instagram: @AquaLestari

Thursday, March 8, 2018

5 Akun Instagram Perempuan yang Doyan Olahraga Versi Gue

Holaaa...

Sepagi ini gue sudah di gym. Bertemu kembali dengan seperangkat alat berat macam barbel, dumbbell, curl bar, bench, dsb. Tentunya setelah anak dan suami berangkat menggapai aktivitas harian mereka setiap weekdays.

Sudah 2 bulan ini gue rutin workout di gym. Dengan jadwal 5 days/week dan durasi 1-2 jam. Sudah ada hasil? Uhm, secara tak kasat mata sih belum tapi secara ragawi ya gue bisa merasakan sendiri kalau gue semakin setrong.

Setrong dalam artian badan gue terasa bugar, gak malas-malasan, dan lebih padat. Walau berat badan gue saat ini masih stuck di angka 60 kg tapi sebagian lemak sudah mulai berubah menjadi otot.

Wait...

Di postingan ini belum mau bahas my gym journey, karena yang mau gue bahas di sini adalah orang-orang yang secara tidak langsung ikut memotivasi gue agar mau menerapkan gaya hidup sehat dengan cara rutin berolahraga.

Salah satu hal positif media sosial adalah inspirasi dan energi positif yang dibagikan seseorang kepada orang lain (follower-nya). Di Instagram hampir 60% following gue adalah para pencinta olahraga, baik yang suka ngegym, yoga atau home workout, baik lokal maupun orang bule.

Kali ini gue mau berbagi 5 akun pencinta fitness lokal yang gue follow karena kebiasaan, gaya hidup, dan vibe positifnya. Yang kesemuanya adalah perempuan.

1. Adinda Sukardi (@saktidin)


Gue follow beliau secara kebetulan karena postingan saat dia lagi workout nongol di explore. Tadinya ngira kalau dia bukan orang Indonesia karena kepsyennya selalu berbahasa Inggris. Tahunya asli cewek Indonesia yang sangat badass. She really gives a good vibes. Dari pola makan sampai training workout-nya. Sila dicek isi feed-nya yang sungguh membuat diri ini serasa menjadi sisa jelantah dari tahu bulat digoreng dadakan.

2. Nadira Diva Vitani (@petitedivaa)


Sama kayak akun mbak @saktidin, akun Diva juga nongol di explore. Well, semua yang gue rekomendasikan memang pada nongol di explore karena gue lebih suka buka explore ketimbang home timeline. Kalau @saktidin isinya bermacam training ala Ninja Warrior, maka @petitedivaa berisi home workout yang mudah diikuti sehingga gak ada lagi alasan bilang gak bisa olahraga karena gak bisa ke gym. @petitedivaa juga mengajarkan kalau konsistensi adalah kunci dan bukan terbentuk sekejap mata.

3. Vanessa Budihardja (@chillibean)


Nike trainer, ACE personal trainer, salah satu coach di @empirefitclub, kurang lebih begitu data diri Vanessa di bionya. Gue baru follow dia kemarin karena lihat dia foto bareng @saktidin. Karena dia seorang personal trainer dan coach tentu saja gak usah diragukan lagi caranya berolahraga itu kayak gimana.

4. Meike Weldhery (@meikeweldhery)


Mbak Meike adalah contoh buibuk zaman now. Meski sudah beranak dua tapi body-nya gak kalah sama body anak perawan. Konsistensinya latihan di gym berbuah hasil yang bikin iri perempuan lain. Termasuk gue. Makanya gue follow demi tahu latihan apa saja yang Mbak Meike lakukan.

5. Fit4l5 (@fit4l5)



Anu, gue gak tahu sapip nama mbaknya karena gak dicantumin di akunnya. Tapi ini bukan akun anonim sih. Hhhhh. Hasil sekrol feed mbaknya, gue jadi tahu kalau namanya Jane. Oke, Mbak Jane ini representasi gaya hidup sehat ala sosialita. Jadi kalau mau tahu gimana pola hidup para orang tajir, intip aja feed Mbak Jane. Yang bikin gue follow tentu saja karena otot lengannya yang daebak sekali.

Nah, itu deh segelintir orang-orang yang bikin rasa malas gue lenyap dan membakar niat agar mau konsisten berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat setiap hari. Ada lagi para fitness babe dari luar yang sama kerennya dan bikin iri maksimal karena body goal mereka. Tapi nanti aja gue bahasnya.

Kalau kalian rutin olahraga gak? Atau adakah orang-orang yang menginspirasi sampai membuat kalian termotivasi juga? Kalau ada tolong berbagi di kolom komentar, ya.

Friday, March 2, 2018

Di Balik Logo dan Slogan Baru So Good


Beberapa waktu lalu sempat viral masalah gizi buruk di Asmat, Papua. Asmat menjadi salah satu contoh kejadian luar biasa sampai-sampai membuat miris siapa saja yang melihat.

Sebenarnya gizi buruk bukan hanya terjadi di Asmat saja melainkan di berbagai wilayah di Indonesia. Ini adalah masalah menahun yang tak kunjung selesai. Setiap tahun ada peningkatan proporsi di daerah-daerah yang warganya mengalami gizi buruk.

Pemerintah tentu saja sudah mengambil langkah-langkah pencegahan, dari menurunkan tenaga kesehatan sampai melakukan pencegahan, pengobatan, dan pemberiam makanan tambahan. Apakah ini cukup dan mampu mengurangi masalah? Tentu saja tidak.

Bagi gue pribadi, ini masalah sistematik yang sedikit ribet. Butuh usaha dan kerja keras serta kesadaran dari masyarakat jika ingin terbebas dari masalah besar ini.

Pemenuhan gizi ini memang bukan semua-semua harus ditujukan kepada pemerintah. Apa yang sudah terjadi seharusnya bisa membuat banyak pihak sadar. Gue sendiri masih harus membenahi peer dalam rumah tangga sendiri. Masih terus bertanya, apakah gue termasuk seorang ibu yang sudah memenuhi kebutuhan gizi pada piring keluarga gue atau belum? 

Karena keluarga tentu saja menjadi garda pertama untuk memulai langkah ini. Apa yang disediakan dan dimakan di atas meja makan suatu keluarga adalah penentunya.

Kemudian muncul pihak-pihak lain yang belakangan mulai peduli juga dengan masalah gizi di Indonesia ini. Karena jika hanya pemerintah dan keluarga yang bersinergi belumlah cukup.

Salah satunya adalah produsen frozen food yang sudah sangat terkenal di Indonesia, yaitu So Good. Pada tanggal 27 Februari kemarin, mengutip pernyataan Soegiono selaku Head of Marketing and New Business Development dari PT So Good Food, "So Good selalu ingin memberikan yang terbaik khususnya dalam memberikan solusi protein berkualitas untuk membangun dan memenuhi gizi bangsa."


Pernyataan ini tentu saja dibarengi dengan program-program yang ikut disosialisasikan kepada masyarakat, yaitu imbauan hidup sehat dengan gizi seimbang berkualitas. Untuk menjalankan visi misi ini, So Good bekerja sama dengan Japfa Foundation yang memiliki fokus mengangkat pentingnya nutrisi bangsa dengan menjalankan program-program Peningkatan Gizi dan Kesehatan Dasar.

Hadir pula pada kesempatan kemarin Andi Prasetyo selaku Head of Japfa Foundation dan Maria Harfanti sebagai Duta Gizi Japfa Foundation. Mereka sama-sama mendorong agar generasi muda mau untuk menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi gizi seimbang setiap hari.


Tentu saja ketika membahas masalah gizi tanpa pakarnya, ilmu yang didapat menjadi tidak valid. Karena itu ikut hadir pakar gizi Prof Hardiansyah MS PhD yang menjabat sebagai Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia. Prof Hardiansyah menjelaskan banyak hal perihal pentingnya protein hewani untuk organ tubuh, apa saja manfaat protein, sampai tips pemilihan produk mengandung protein yang baik.

So Good sendiri sebagai produsen frozen food berkomitmen menghadirkan produk-produk yang mengandung protein hewani baik dan berkualitas yang praktis dan lezat. Kemarin selain pembahasan gizi di Indonesia, So Good sekaligus meluncurkan logo dan slogan baru.

Logo lama So Good berbentuk kotak degan sentuhan biru tua dan hijau yang berubah menjadi logo baru tanpa perubahan sama sekali. Logo lama dipertajam dengan lingkaran warna emas. Kemudian antara lingkaran emas dan logo kotak So Good terdapat latar berwarna hijau. Lingkaran emas berarti trust sedangkan latar hijau bermakna fresh and natural.

So Good selalu ingin menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen serta ingin memberikan pembaharuan yang segar dan dinamis untuk setiap inovasi. Pada setiap kemasan So Good yang baru mulai ada product story atau cerita produk yang menjelaskan manfaat produk bagi keluarga di Indonesia.

Selain logo, slogan So Good diubah dari So Good is Very Good menjadi Lebih Baik So Good. Slogan ini diharapkan mampu mencerminkan kebaikan dan kelezatan protein hewani dari setiap produk So Good.

So Good telah memproduksi beragam produk praktis siap saji sejak tahun 2000. Ada 2 varian, So Good Siap Olah dan So Good Siap Masak.

Untuk produk So Good Siap Olah yaitu ayam potong, sudah menggunakan teknologi IQF (Individual Quick Frozen) yaitu proses pembekuan dalam waktu 45 menit pada suhu -35°C sehingga mengunci 4 kualitas; segar, gizi, rasa, dan bersih. Karena itu jangan takut dengan produk So Good Siap Olah karena kesegarannya terjamin.

Pada produk So Good Siap Masak, semua telah melewati proses pemasakan pada suhu 170°C selama tidak kurang dari 3 menit yang langsung dibekukan cepat untuk menjamin kesegaran, kelezatan, dan nutrisi daging olahan.

Gue dan keluarga termasuk pemakan setia produk So Good, karena selain rasa gue mencari kualitas yang baik. Dari pihak So Good menyatakan kalau seluruh produk So Good dibuat dari daging pilihan yang tanpa suntik hormon, bebas formalin, dan tanpa bahan pengawet. Produknya diolah secara higienis dengan proses pengolahan modern dan pengawasan mutu yang ketat. Maria Harfanti sebagai Duta Gizi turut mengiyakan perihal ini karena dia sendiri sudah berkunjung ke pabrik So Good yang ada di Cikupa, Banten.

Mari sama-sama memerangi gizi buruk yang sudah menjadi masalah menahun di negara kita yang tercinta ini. Mari mulai memberikan nutrisi yang baik dan gizi seimbang di piring anggota keluarga kita masing-masing. Mari bangun negeri dimulai dari diri sendiri.