Wednesday, December 23, 2020

Perempuan dan Digitalisasi UMKM




Siapa yang ketika tahu 2020 akan tiba punya segudang resolusi yang dengan optimis bisa terwujud? Apalagi iming-iming ramalan cinta dan keuangan sangat baik di tahun elemen tikus logam ini. 


Saya salah satunya.


Saya punya beberapa resolusi di akhir tahun 2019 karena saya yakin 2020 is my year. Saya benar-benar seoptimis itu sampai akhirnya awal tahun 2020 dibuka dengan banjir hebat se-Jabodetabek. Akhir bulan Januari malah virus outbreak di Wuhan dan pada bulan ketiga sampai juga di negara kita. Dari situ, semua resolusi patah arang. 


Tahu-tahu sekarang sudah mau tiba di penghujung tahun. Baru kali ini saya melewati satu tahun yang terasa sangat lama dan berat. 


Di media sosial saya banyak sekali cuitan yang bergema tentang betapa 2020 meluluhlantakkan semua. Beberapa teman-teman mengeluhkan pekerjaan dan usaha mereka yang bangkrut. Tidak terkecuali para pelaku UMKM. 


UMKM jauh sebelum masa pandemi sudah menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat. Karena paling gampang diimplementasikan bagi siapa saja. Biasanya para ibu rumah tangga yang bergerak di bidang ini. Sebagai bentuk membantu perekonomian keluarga. 


Persentase pelaku usaha perempuan melalui UMKM di Indonesia mencapai 21%, sedangkan rata-rata secara global 8%. Data BPS tahun 2018 UMKM yang dikelola perempuan di Indonesia 64,5% dari total 37 juta UMKM.


Danone ikut memberdayakan UMKM perempuan melalui gerakan ekonomi. Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan bahwa Danone Indonesia memiliki program pemberdayaan perempuan dalam pembinaan UMKM yaitu pemenuhan hidrasi dan nutrisi. Ada AQUA Home Service (AHS) dan Warung Anak Sehat (WAS).


Di masa pandemi ini, 50% UMKM menutup usahanya selama pandemi. 88% UMKM tidak lagi memiliki simpanan, tapi kegiatan belanja online masyarakat meningkat sampai 400% akibat mereka membatasi pergi keluar rumah.


Menurut Jonatan End, Digital and Growth Consultant, kegiatan konsumtif seharusnya bisa diubah menjadi kegiatan produktif. Artinya di masa sekarang ini di mana semua serba digital dan instan, yang demen membeli bisa mengubah mindset menjadi seorang penjual karena peluangnya sangat besar. 


175.4  juta dari 272.1 juta penduduk adalah pengguna internet, 59% di antaranya adalah pengguna media sosial yang pemakaiannya rata rata 3 jam 26 menit perharinya. 64% nya memakai internet dengan durasi 7 jam 59 menit. Dengan kondisi seperti ini seharusnya mampu mempergunakan media sosial sebagai bentuk promosi usaha. 


Digital marketing itu penting karena memperluas jangkauan bisnis ke pasar yang lebih luas. Digital marketing selain lewat situs, juga dapat memanfaatkan marketplace, media sosial, bahkan fitur chat seperti WA.


Danone Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia meyelenggarakan program Women Will untuk memberikan dukungan kepada 700-an perempuan untuk meningkatkan usaha UMKM-nya. Selain itu perempuan juga diajarkan apa itu literasi digital sehingga dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar memperluas usaha yang sedang dikerjakan.


Jadi, kalian memilih tetap konsumtif apa mau menjadi produktif? 

Sunday, December 20, 2020

Peluncuran GESID untuk Remaja Indonesia




Kedua anak saya sudah memasuki masa remaja. Mereka termasuk kelompok penduduk yang jumlahnya cukup besar. Remaja adalah mereka yang berusia 10-24. Di Indonesia penduduk dengan usia tersebut ada 61.484.630 jiwa atau setara dengan 25.63% (BPS, SUPAS 2015). 15-20 tahun mendatang mereka inilah penduduk usia produktif yang akan mendominasi.  


Di usia remaja seperti inilah justru muncul berbagai permasalahan, salah satunya permasalahan gizi pada remaja. Permasalahan gizi yang dihadapi mulai dari; anemia, malnutrisi, body image, perilaku makan yang salah, isi piringku sampai ke pendidikan karakter.


Karena itu penting edukasi gizi dan kesehatan untuk remaja. Maraknya media sosial dengan gambaran dunia dan diri yang sempurna tentu saja memberi efek yang berlebih, khususnya bagi para remaja. 


Sebagai orang tua saya kadang suka berdecak kagum setiap kali membuka Instagram yang muncul adalah remaja-remaja yang cantik dan rupawan. Nggak ada yang jelek. Sampai proporsi tubuh pun tampak sempurna. Seolah-olah saat mereka menginjak usia pubertas langsung glow up. Padahal semua pasti butuh proses. Tapi proses itu ditiadakan sehingga yang tampak adalah kesempurnaan sejak lahir. 


Coba bayangkan efek ini pada anak-anak remaja lain yang tidak mengalami hal serupa. Body imagepada dunia media sosial terbentuk sebagai gambaran yang sempurna tanpa cacat. Bahwa menjadi remaja menarik itu harus cantik rupawan bak remaja Instagram. 


Karena ingin mendapatkan tubuh yang sempurna ujungnya membawa remaja pada perilaku makan yang salah. Berakibat anemia dan malnutrisi. Buruknya bisa menjadi eating disorder.


Danone menginisiasi peluncuran GESID, program yang dirancang sedemikian rupa supaya remaja SMP –SMA memahami kebutuhan gizi.


Kegiatan ini menghadirkan para narasumber; Drg. Kartini Rustandi, M.Kes (Sesditjen Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI), 

Prof. Dr. Ir. Sri Anna Maryati, Msi (Ketua Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB), 

Vera Galuh Sugijanto (VP General Secretary Danone Indonesia), 

Karyanto Wibowo (Sustainable Development Director Danone Indonesia) dan 

Sharla Martiza (Pemenang The Voice Kid 2017, Siswi SMA).


Program yang dibangun bersama FEMA IPB ini memberikan edukasi gizi dan kesehatan kepada sebanyak mungkin remaja usia SMP-SMA dengan meluncurkan edukasi berupa Buku Panduan GESID(Generasi Sehat Indonesia). Panduan Gesid ini dilengkapi dengan modul interaktif sederhana untuk memudahkan dalam mengedukasi remaja.


Prof Dr ir Ujang Sumarwan mewakili sambutan Rektor IPB, Prof Dr Arif Satira mengatakan bahwa GESID sebagai salah satu kegiatan guna mencapai Sustainable Development Goal (SDG). Di mana pencapaian SDG bukan saja tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat.


Drg. Kartini Rustandi, M. Kes, menjelaskan bahwa 1 dari 4 remaja mengalami stunting, sementara 1 dari 7 mengalami kelebihan berat badan. Stunting sendiri sudah menjadi permasalahan bertahun-tahun dan sampai sekarang terus dikampanyekan. Masalah lain yang adalah tingginya tingkat kekurangan zat gizi mikro sehingga menyebabkan anemia. 


Buku Panduan GESID sudah diuji ke 5 SMA dan 5 SMP melibatkan 20 guru pendamping dan 60 siswa yang dipilih menjadi Duta GESID. 


Panduan GESID mencakup 3 modul yang berisi; 


Aku Peduli- menyiapkan remaja untuk mengenali tubuhnya, mulai dari ciri-ciri pubertas, merawat kesehatan reproduksi, hingga tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 


Aku Sehat- memberikan remaja pemahaman mengenai peranan gizi bagi kesehatan dan kualitas hidup, serta gizi seimbang. 


Aku Bertanggung Jawab - mengajak remaja memahami permasalahan sosial seperti pernikahan dini dan dampaknya.


Problematika sebagai orang tua itu bukan hanya sekadar punya anak saja tapi bagaimana mengurus dari lahir sampai mereka tumbuh dan berdaya sendiri. Semakin berat di masa serba digital dan instan seperti sekarang ini apalagi usia remaja adalah usia krusial. Dengan adanya program edukasi dan gizi dari pihak-pihak seperti Danone ini tentulah sangat bermanfaat sekali. 


Semoga program GESID ini makin meluas dan memberikan dampak yang baik bagi para remaja di Indonesia.  




Friday, December 18, 2020

3 Keunggulan OPPO A9 2020 dari Sisi Visual yang Cocok dengan Generasi Z


Kesuksesan OPPO dengan produk Reno Series membuatnya semakin PD dengan mengeluarkan seri midrange. OPPO A9 2020 ini menawarkan fitur dan performa kelas atas yang patut diperhatikan. Seri terbaik di kelasnya ini punya harga yang cukup terjangkau, yaitu pada kisaran Rp 3,9 juta.


Hadir dengan fitur kamera yang ciamik, desain mewah, dan baterai yang tahan lama seakan menjawab kebutuhan para generasi Z yang dinamis. Nah, apa saja yang harus kamu tahu tentang kelebihan dari OPPO A9 ini? Simak ulasannya berikut ini!



1. Desain

Desain yang cukup mewah dihadirkan untuk masuk pangsa pasar yang lebih tinggi di kelas midrange. Tercatat ada sepuluh tahun seri A ini masuk di Indonesia, kini OPPO A9 dengan sematan 2020 di belakangnya seakan ingin menunjukkan bahwa ponsel ini akan bertahan lama dengan tampilan yang sangat berkelas.


Dua pilihan dalam warna gradasi marine green dan space purple membuatnya tampil menawan. Signature di bagian belakangnya begitu kuat, dengan fitur sidik jari yang pipih, dengan balutan bezel tipis.


Pada bagian samping terdapat navigasi standar berupa power, dan volume. Sedangkan di bagian bawah terdapat beberapa port, seperti USB dan audio. USB port menggunakan type c yang mendukung fast charging ala VOOC.


2. Display

Bagian ini bakal memuaskan penggunanya karena memiliki luas layar yang cukup besar, yaitu 6,5 inci. Bagi kamu yang suka menonton video, urusan visual ini tidak akan membuat kamu kecewa. Besarnya layar adalah 82,5% dari bodi ponsel, sehingga hanya menyisakan sedikit bezel di berbagai sisi.


Kamera bagian depan terdapat fitur waterdrop khas OPPOPilihan touchscreen sangat nyaman dipakai untuk indoor maupun outdoor, dengan resolusi HD.


Fitur lain di bagian layar ini adalah sunlight screen dan blue shield. Efek yang dihasilkan berbeda sesuai dengan penggunaan. Dimana sunlight screen akan memberikan kenyamanan saat penggunaan di outdoor, sedangkan blue shield akan melindungi mata saat berada di cahaya yang redup.


3. Kamera

Persaingan untuk kamera memang sangat sengit dari masing-masing produsen smartphone. Tak terkecuali dengan OPPO A9 2020 ini yang tidak hanya memberikan fitur lensa bokeh saja. Dilengkapi juga lensa ultra wide dan makro. Kamu akan merasakan kamera dengan resolusi hhingga 48 MP yang pastinya punya kualitas tinggi.


Adanya multi kamera ini mampu dioptimalkan fungsinya hingga menjadi salah satu keunggulan dari smartphone terbaru 2020 ini. Dimana dengan sistem yang terus dikembangkan, hingga mampu membuat multi kamera itu bisa menghasilkan kualitas gambar layaknya fotografer profesional.


Kamu bisa memotret dengan berbagai macam tehnik yang berbeda. Mulai dari trik memfoto dengan obyek yang dekat, jauh, makro, landscape, cahay redup, kecepatan tinggi, dan lain sebagainya.


Meski dibilang punya 4 kamera, namun kamu pasti akan terkecoh karena hanya ada tiga lensa yang terlihat. Ternyata satunya lagi terletak di bawah lampu flash yang letaknya tak simetris.

Kemampuan dari kamera tipe ini berbeda-beda, dimulai dari kamera utama sebesar 48 MP, ultrawide 8 MP, Mono lens 2 MP, dan sensor bokeh sebesar 2 MP. Dengan sistem AI yang sangat canggih, keempatnya mampu dikombinasikan dengan menghasilkan foto terbaik.


Bagian depan kemampuan kameranya sebsar 16 MP. Meski masih sama dengan seri sebelumnya, namun dukungan AI akan membuat hasil selfie-mu layaknya model majalah.


Untuk video, kamu bisa merekam dengan kualitas gambar 4K pada 30 fps. Ditambah lagi gyro-EIS yang akan membuat hasil shoot video tetap stabil.


Kelebihan OPPO A9 2020 dalam fitur visual ini sudah mampu menunjukkan bahwa smartphone ini sangat layak dipilih. Belum lagi membicarakan performanya dengan dukungan RAM 8 GB, dan internalnya mencapai 128 GB. Jadi, tentukan pilihanmu sekarang juga untuk hp berkelas ini.