Friday, December 29, 2017

Menghabiskan Malam Natal di Grand Zuri BSD


Tak ada yang lebih menyenangkan di saat hari Natal bisa berkumpul bersama keluarga. Sayangnya pas harinya tiba gue gak bisa pulang kampung dan suami harus ke luar kota. Ucapkan selamat tinggal pada kumpul keluarga.

Ya sudahlah ya, dari pada kuciwa sendiri mending pakai Plan B. Staycation aja di hotel. Yekan. Lagian ngenes amat kalo malam Natal gak ke mana-mana. Jadilah pada tanggal 24 siang gue dan dua krucil check in ke Grand Zuri BSD yang jaraknya kebetulan gak begitu jauh dari tempat tinggal gue.

Bagi gue yang terbiasa merayakan Natal secara festive di kota kelahiran saat merantau menjadi jarang menikmati karena euforianya berbeda.

Memasuki lobi hotel gue langsung disambut para musisi yang membawakan lagu bertema Hawaii. Di tengah ruangan berdiri pohon terang berwarna putih yang dihiasi bola-bola dan lampu kerlap kerlip. Istimewanya pohon terang ini dibuatnya dari sedotan. Selain kreatif ini salah satu cara mengurangi sampah sedotan juga, sih. Trus ada bintang raksasa yang bertengger di puncaknya sebagai pemanis. Belum lagi mistletoe dan hiasan Natal lainnya. Suasana hotel langsung bikin gue terdisorientasi pada perayaan Natal di kampung halaman.


Kedatangan gue disambut baik dari pihak hotel. Hari itu harusnya gue ketemu Mbak Nena, tapi karena beliau belum datang jadinya salah satu Duty Manager yang bertugas saat itu yang mengajak berkeliling. Diajak muter dulu biar kenal hotelnya kayak apa. Kan, gak kenal maka gak sayang. #eaa

Anak-anak gue tentunya langsung excited pas diajak melihat pool yang ada di lantai 3. Sedangkan gue sendiri bahagia pas tahu ada sauna. Letaknya dekat dengan kolam renang. Satu ruangan dengan area gym. Abis itu diajak melihat Zuri Terrace yang dipergunakan sebagai arena playground. Krucil pada senang bener pas nyobain main trampolin di sini.

Sauna yang buka sampai pukul 21.00
Usai berkeliling gue diberi kunci kamar yang lokasinya di lantai 3 juga. Ihiy, dekat banget kalo ke lokasi yang gue incar.

Karena sedang musim liburan hotelnya lagi penuh. Gue dapat kamar yang tempat tidurnya double bed. Well, gak keberatan sih karena kamarnya nyaman dan cukup luas. Krucil pada senang pas masuk. Mana ada layanan tv kabel dan wifi yang kencang. Duh, keinginan buat berenang sama sauna mendadak bisa terlupakan, nih.


Tapi yang namanya anak-anak, manalah lupa kalo udah dijanjiin berenang sore. Pasti ditagih mulu kayak debt collector. Jadilah sore itu langsung berenang yang ternyata pool-nya rame. Ya menurut ngana, ini musim liburan jadi yang nginap bukan gue dan krucil doang.


Selesai berenang gue dan krucil istirahat sebentar di kamar sebelum turun untuk makan malam. Pukul 18.30 kami ke lobi, ke restorannya yang bernama Cerenti. Yasalam, gue hampir kalap di sini karena makanannya banyak banget. Yang juara tentu saja signature dish yang spesial. Karena malam Natal, Grand Zuri BSD menghadirkan kalkun sebagai menu utamanya.

Ngeces gak lo liat beginian? 

...yang sayangnya gak sempat gue cobain karena kalkunnya dilewatin dan udah telanjur ambil makanan lain sampai sepiring penuh. Perut gue udah gak sanggup. Monang akutu~ 

Dessert-nya juga pada juara. Gue nyobain blueberry cheesecake, strawberry mouse, dan oreo cheesecake. Krucil pada senang makan pie tart.



Pas lagi menikmati makan malam, ada Santa Claus yang datang bagi-bagiin kado buat anak-anak. Krucil pada senang terima kadonya. Lalu ada mbak-mbak yang bawain cookies dan cokelat juga. Udah gak tahu deh perut gue udah modelan kek gimana. Kembali ke kamar tinggal tidur pulas.


Besok paginya dua krucil nagih buat berenang lagi. Tapi sebelumnya kami sarapan dulu. Menu sarapan juga sangat variatif. Ada banyak pilihan yang banyak disukai anak-anak gue. 

Usai berenang dua krucil ikut cooking class yang lokasinya di lobi juga. Si kakak dan adek senang banget menghias cookies mereka dengan butter cream warna-warni dan crumble yang disediakan pihak hotel.




Pukul 11 siang gue siap-siap check out. Tapi sebelum pulang dikasih buah tangan dari hotel. Dapat hampers berisi kue kering, gift bentuk bantal, dan voucher makan di restorannya. Tak lupa ada kartu ucapan Selamat Natal dari pihak hotel. Terharu banget, ih.

Hampers, gift, dan voucher. Plus hadiah dari Santa buat si adek.
Walau cuma nginap semalam tapi dari awal datang, pelayanan, makanan dan suasananya menyenangkan sekali. Salah satu pengalaman yang berkesan di 2017 ini.

Merry Christmas, yorobun.
Buat yang kepengin nyobain nginap di sini. Hotel ini letaknya di Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk Blok CBD Lot 6, BSD City. Lokasinya dekat banget dari Ocean Park dan Teraskota. Gak bakal nyasar karena lokasinya gampang dicari. 

Terima kasih Grand Zuri BSD. Kapan-kapan mau staycation lagi di sini. Worth any peny. 

Pose apalah apalah di Zuri Terrace.


Tuesday, December 26, 2017

Resolusi di Shio Anjing Bumi


Saat menulis ini tahun 2017 tersisa 4 hari lagi. Shio ayam api sebentar lagi akan berganti menjadi shio anjing bumi.

Dalam peruntungan di ramalan Tahun Baru China ini, shio gue (tikus kayu) mendapatkan ramalan yang menarik. Tahun 2018 akan menjadi tahun bagi pemilik shio tikus untuk fokus menekuni hobi dan mewujudkan keinginan-keinginannya.

Hmm. Ok! 

Pada hakekatnya, hampir setiap tahun gue mempunyai resolusi. Dan hampir setiap tahun pula resolusi gue hanyalah repetisi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sedikit flashback ke belakang ke tahun 2016. Ini menjadi tahun terberat bagi gue dan keluarga kecil gue. Di tahun ini gue patah arang. Persoalan datangnya beruntun dan menyapu kehidupan gue bak gelombang tsunami.

Baca: FY, 2016

Segala mimpi dan tetek bengek yang gue rencanain di tahun ini kandas. Resolusi? Apa itu resolusi?

Sampai di pertengahan tahun 2017 hidup gue nelangsa banget. Hanya saja pencitraan gue di medsos emang terlihat selow dan hepi-hepi aja. Bagi gue medsos emang gak ada porsi untuk umbar masalah. Cukup posting aja yang hepi-hepi biar menularkan hal baik ke orang lain. Padahal di balik itu gue putus asa banget.


Masuk ke bulan Juli di 2017. Laun, segala yang mendera gue di 2016 mulai terselesaikan. Mimpi-mimpi gue satu persatu terwujud. Mulai dari dinobatkannya gue menjadi salah satu pemenang proyek menulis novel dari penerbit terbesar di Indonesia. Sampai gue bisa menginjakkan kaki di salah satu kota di Jawa Tengah.

5 pemenang #GWP3

Ada begitu banyak kenangan, pengalaman, dan mimpi yang terwujud di 2017. Artinya ada harapan baru untuk membuat resolusi. Tadinya gue udah skeptis karena segala resolusi yang gue rencanain gak pernah berakhir mulus. Sebagian malah gue udah lupa apa aja resolusinya. Tahun 2017 membuka jalan agar gue tetap percaya dan menjalankam mimpi gue.

Jadi, inilah beberapa resolusi yang gue harapkan di 2018. Semoga anjing bumi bersikap loyal dan ramah pada gue nantinya.


1. Workout
Ini top of the list banget karena selama 2 tahun ini gue ke gym dan belum konsisten. Kalo pas rajin bisa rutin dan konsisten atur pola makan dan ngitungin kalori. Pas kendor, yasalam aja. Ini penting karena gue belakangan gampang sakit. 

2. Belajar Hangul dan Visiting Korea
Sebagai pencinta Kpop dan Kdrama, gue pengin pemahaman bahasa Korea gak sebatas, Annyeong Haseyo dan Gamsahamnida doang. I want more. Dari belajar, siapa tahu ada jalan bisa nginjak langsung ke negeri ginseng ini. Who knows?

3. Perencanaan Keuangan yang Baik
Karena gue belakangan udah punya penghasilan sendiri dari hasil ngeblog, gue pengin bikin tabungan khusus. Selama ini hasilnya masih nebeng di norek biasa yang akhirnya gak nyadar kalo udah habis percuma.

4. Menjaga Kesehatan Sendiri dan Keluarga
Ibu sehat artinya keluarga sehat.Gue sendiri di 2 tahun kemarin suka kumat penyakit tifoidnya. Kalo sudah begitu banyak hal bisa berantakan. Anak bisa gak sekolah. Suami bisa gak kerja. Rumah berantakan. Makin sakitlah guenya.

Salah satu upaya tentu saja selain mengatur pola makan, berolahraga, gue juga mesti menyediakan multivitamin bagi keluarga gue. Sakit tifoid itu gak enak. Gue bakal terkapar berhari-hari tanpa bisa berbuat banyak. Beruntung gue selalu sedia Theragran MVitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. 


Multivitamin yang diproduksi Taisho Pharmaceutical Indonesia ini benar-benar memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral gue pada masa penyembuhan setelah sakit. Karena sakit jangan lama-lama. Cukup dikonsumsi 1 tablet sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Suami gue juga suka.

5. Love Yourself, Love Myself
Pada akhirnya, ketika semua resolusi tak terwujud jangan menyalahkan diri sendiri. Jangan kayak gue yang pernah patah arang. Setiap manusia yang hidup akan terus bergumul dengan masalah dan persoalan. Jadi selama masih diberi napas kehidupan sama Sang Pencipta, hadapi semuanya sebaik-baiknya.

Itu kira-kira resolusi gue untuk tahun depan. Kalo kalian?

Jangan lupa minum multivitamin agar tubuh tetap fit ya. Dan mari ucapkan selamat datang pada tahun 2018. 

Shio anjing bumi, be nice please!

*) Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan

Dalam kurun 3 tahun ini keluarga gue cukup sering bolak-balik ke rumah sakit, khususnya kedua anak gue. Pasalnya si adek 2 kali harus diopname dan itu hanya selisih satu tahun. Lalu di tahun berikutnya harus menjalani pengobatan selama kurang lebih 6 bulan. Bukan hanya untuk si adek tapi juga si kakak.


Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan setiap tahun untuk pengobatannya. Gue bersyukur ada asuransi dari perusahaan suami yang bisa menanggung beban finansial itu. Jadi kami tinggal datang memeriksakan diri di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan perusahaan suami selama bertahun-tahun tanpa perlu memusingkan beban biayanya.

Bagi gue yang sebenarnya rada anti jika ditawarkan asuransi dari berbagai pihak, hal ini membuka mata. Sedikitnya juga sudah mulai membuat gue sadar kalo asuransi jiwa itu penting. Apalagi asuransi kesehatan. Karena kita tak pernah bisa menebak kapan akan mendapat musibah atau sakit yang tiba-tiba. Belum lagi tidak ada dana darurat untuk kesehatan.

Sungguh tak terbayangkan jika saat si adek masuk rumah sakit lalu gue gak punya uang sepeser pun. Mungkin akan menjadi kasus seperti kasus yang viralkemarin tentang kematian bayi yang ditolak di salah satu rumah sakit itu. Aduh, amit-amit.

Perkembangan asuransi kesehatan sendiri belakangan ini cukup meningkat dan berkembang dengan baik. Saat si adek akan check out dari rumah sakit, ada beberapa pasien yang mengurus check out dengan jaminan asuransi juga. Artinya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai jaminan perlindungan semakin meningkat.

Di dalam perkembangannya, perusahaan-perusahaan asuransi juga ikut berinovasi. Semakin tinggi permintaan dan gaya hidup, semakin variatif produk yang dikeluarkan. Produk-produk asuransi ini bisa dipilih dan digunakan sesuai dengan kebutuhan nasabah yang bersangkutan.

Salah satu asuransi kesehatan yang sangat berkembang adalah Prudential.

prudential.com


PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)  pada tanggal 16 November kemarin meluncurkan layanan PRU Medical Network di Jakarta, yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudential Indonesia dalam mendapatkan perlindungan rawat inap.

Layanan PRU Medical Network hadir dengan berbagai keunggulan.

  1. Kemudahan administrasi di rumah sakit dengan adanya layanan Pru Hospital Line dan staf PRU Medical Network dari Prudential.
  2. Jaminan ketersediaan kamar rawat inap. Di mana pasien berhak untuk mendapat fasilitas peningkatan kelas kamar rawat inap apabila kelas kamar yang sudah ditentukan tidak tersedia, dan pasien cukup membayar sesuai dengan harga kamar awal.
  3. Fasilitas tambahan untuk keluarga yang menunggu, seperti bantal, boneka, atau voucher makan.
Jaringan Prudential sendiri tersedia di 42 rumah sakit yang dikelola oleh Siloam,  Mayapada,  Mitra Keluarga,  dan Royal Taruma yang tersebar di seluruh Indonesia.  

Terbentuknya PRU Medical Network tentu saja untuk memberikan layanan eksklusif bagi para nasabah Prudential Indonesia  dari sejak mereka masuk, selama mendapatkan perawatan hingga keluar dari rumah sakit. 

PRU Medical Network diperkuat juga oleh beberapa layanan Prudential yang sudah lebih dulu hadir,  yaitu PRU Hospital Friend dan PRU Hospital Line. 

Layanan-layanan yang diberikan oleh Prudential Indonesia yang variatif juga membuat masyarakat mendapatkan dukungan dalam berbagai bentuk perlindungan atas berbagai risiko dan juga kerugian yang bisa saja menimpa mereka sewaktu-waktu.

Karena ketika kepercayaan masyarakat terhadap sebuah produk telah tercipta, maka akan semakin mudah untuk mengembangkan dan melakukan penjualan produk tersebut. Apalagi jika produk yang disediakan memberikan jaminan dan keuntungan bagi masyarakat.

Gak usah mikir-mikir soal penggunaan asuransi kesehatan, karena ada banyak risiko yang bisa menimpa kita di masa mendatang. Yang harus dipikirkan adalah, apakah kita siap menghadapi risiko itu seandainya tak memiliki jaminan perlindungan?

Sudahkah memilih Prudential? 

Wednesday, December 20, 2017

Dukung Para Penyandang Disabilitas di APG 2018


Umur emang gak bisa bohong. Gue ngikutin acara selama seharian aja besoknya badan langsung meriang. Dan ini bukan kali pertama terjadi.

Ceritanya di hari Sabtu gue mesti pergi ke dua acara berbeda dari pagi sampai tengah malam. Belum lagi gue mesti membawa dua krucil yang emang gak bisa ditinggal karena gak ada yang ngejagain.

Bisa dibayangin gak kerepotan gue? Bawa anak dan tas segambreng trus pas di acara dapat doorprize gede yang harus gue tenteng ke acara berikutnya.

Pas udah di acara kedua eh krucilnya ketiduran. Lengkaplah penderitaan sebagai mamak-mamak yang berdaya tahan tubuh manula ini.

Ajaibnya, besoknya masih bisa datang ke Summarecon Mall Serpong buat hadir di acara Sosialisasi Asian Para Games 2018 yang berlangsung di 16 kota di Indonesia. Entah kekuatan dari mana, tuh. Hahaha.


Ngomong-ngomong, salah seorang teman di WAG komen soal postingan IG gue hari itu, "Itu typo ya? Kok ada kata para-nya?". Dikiranya gue salah nulis di kepsyen IG.

Mungkin sama halnya kayak teman gue, banyak yang anggap gue typo juga nulis Asian Para Games 2018 atau bahkan gak tahu. Padahal ini emang beneran ada. Asian Para Games ini adalah ajang olahraga empat tahunan khusus untuk para penyandang disabilitas.

Acara ini sudah dihelat sejak tahun 2010 dan diadakan pertama kali di Guangzhou, China.

Tahun 2018 Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Jakarta akan menjadi lokasi penyelenggaraannya. Ada sekitar 3000 atlet penyandang disabilitas yang akan datang dari 43 negara di Asia. Sebanyak 18 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan akan dilagakan.

Asian Para Games (APG) 2018 ini akan berlangsung sejak tanggal 6-13 Oktober tahun depan. Dengan mengambil tema The Inspiring Spirit and Energy of Asia.

Karena masih banyak yang belum tahu tentang Asian Para Games ini, apalagi banyak yang tahu 2018 itu akan dihelat juga Asian Games di Indonesia yaitu di Jakarta dan Palembang. Makanya perlu sosialisasi agar informasi bisa menyebar ke masyarakat. Gue sebagai bloger juga sangat senang bisa terlibat untuk menyampaikan informasi ini. Biar masyarakat kita bisa ikut menyaksikan serta mengapresiasi dan mendukung para atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga di ajang olahraga empat tahunan ini.

Para Blogger Tangsel
Sosialisasi awal dilakukan di 20 titik di 16 kota. SMS dipilih sebagai salah satu titik di Tangerang. Sebagai yang berdomisili di Tangerang gue tentu saja senang bisa ambil bagian untuk membantu sosialisasi APG 2018. Lupakan dulu soal badan meriang. Hahaha. Karena dukungan secara morel itu sungguh berpengaruh.

Ratri Dwifajar sebagai perwakilan INAPGOC (Indonesia Asian Para Games Organizing Comitee)  memberikan penjelasan tentang APG 2018
Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih menyelenggarakan Asian Para Games. APG diharapkan bisa meninggalkan warisan fisik dan non fisik bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumunya dan para penyandang disabilitas pada khususnya. Biar gak ada lagi diskriminasi kalo olahraga itu hanya streotipe khusus yang bertubuh lengkap saja. Mereka dengan segala kekurangan juga bisa membuktikan kalo disabilitas bukan penghambat.

Untuk tahapan persiapan saat ini tengah berlangsung perbaikan fasilitas olahraga dan asrama para atlet. Mari kita dukung para atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga di Asian Para Games 2018 nanti. Tak lupa menyebarkan semangat kalo kita semua sama. Jangan ada lagi diskriminasi.

Dua krucil ikut mendukung APG 2018 dengan gaya fusion mereka.  

Salam olahraga!

Mengenal Bali Lewat Budayanya



Suatu waktu gue bermimpi akan menginjak Jogja. Sebuah keinginan kecil yang sekali dua kali gue ucap dalam hati tanpa berharap lebih.

Katanya ucapan bahkan keinginan terkecil sekali pun adalah doa. Ya, benar adanya. Beberapa waktu yang lalu gue akhirnya bisa ke Jogja dengan cara yang gak gue duga sama sekali. Benar-benar di luar ekspektasi. Tapi akhirnya satu mimpi lunas sudah.

Mimpi Receh itu Bernama Jogja

Serupa dengan Jogja, gue punya mimpi yang sama dengan Bali. Bahkan jauh sebelum berharap bisa menginjak Jogja, Bali sudah lebih dulu gue patri dalam hati.

Sering sekali gue berucap, suatu hari gue bakal ke Bali bagaimana pun caranya ketika ada foto-foto teman yang sedang liburan atau artikel tentang Bali bertebaran di linimasa media sosial gue. Cepat-cepat gue amini dalam hati. Kali aja semesta membuka jalan. Beberapa artikel bahkan gue favoritin agar suatu waktu berguna saat gue bisa ke Bali.

Yang entah kapan...

Kalo ditanya kenapa gue kepengin banget ke Bali, mungkin alasannya karena gue cinta kebudayaan bangsa ini.

Sejak merantau gue baru bisa menghargai kebudayaan daerah sendiri. Buat gue, budaya adalah cerminan bangsa dan juga diri kita sendiri. Sebagaimana budaya mengajarkan keberagaman dan keunikan, budaya juga membentuk manusia-manusianya. Walau gak semua manusia terbentuk untuk menghargai budayanya.

Mungkin saking cintanya dengan budaya, gue jatuh cinta dengan kota-kota yang memegang erat kebudayaannya. Mungkin itu juga alasan kenapa gue jatuh cinta dengan Bali walau hanya mengetahuinya lewat berita dan foto. Karena akar budaya di Bali masih sangat kental walau daerah tersebut terbuka dengan modernisasi.

Jika ditanya ke mana gue akan pergi saat berada di Bali, gue sudah menyediakan beberapa list-nya.

1. Bali Art Centre

Gue pengin ke Perpustakaan Widya Kusuma, di mana tersimpan buku buku tentang sejarah Bali. Karena membaca sejarah membuat kita mengenal lebih intim suatu tempat atau daerah.

Apalagi di lokasi Bali Art Centre ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi sekaligus.

  • Komplek bangunan suci meliputi: Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan, dll.
  • Komplek bangunan setengah ramai meliputi: Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan tempat ini merupakan aula tempat pameran seni Bali.
  • Komplek bangunan ramai meliputi: Panggung Terbuka Ardha Candra dan Panggung tertutup Ksirarnawa (keduanya berada di selatan Sungai).

Source: balihaven.com

2. Pura Besakih

Besakih berasal dari kata Basuki yang artinya selamat. Pura ini menjadi awal mula penyebaran agama Hindu di Bali.

Mengenal lebih dekat tempat yang dianggap keramat tentulah menghadirkan sensasi tersendiri. Alasan ini yang membuat gue kepengin mendatangi Pura Besakih. Biar bisa melihat lebih dekat bagaimana pura yang disusun atas dasar keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam ini masih tetap berdiri kokoh sejak masa purbakala.

Source: villabali.com

3. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Untuk menyaksikan berbagai pertunjukan dan kegiatan kesenian, kebudayaan serta pameran dalam satu area, Taman Budaya GWK ini tempatnya. Karena siapa bilang kesenian tradisional dan modern tak bisa menyatu.

Amphitheatrenya saja memiliki kapasitas 800 tempat duduk dengan tatanan akustik kelas satu. Bisa puas menyaksikan pagelaran seni budayanya jika datang beramai-ramai.

Source: fourlook.com

4. Pura Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu ini adalah satu dari enam pura yang keramat di Bali, khususnya bagi umat Hindu.

Melihat Tari Kecak di Uluwatu adalah salah satu wishlist gue.

Source: bali.com 

5. Pura Ulun Danu

Pura ini dibangun untuk khusus untuk dewi air, Ida Batari Dewi. Sudah ada sejak zaman megalitikum yang dipergunakan untuk acara-acara ritual.

Pura yang dibangun untuk dewi air, sounds legit.

Source: bali.com

Lima tempat itu menjadi tempat yang gue idam-idamkan untuk didatangi terlebih dahulu jika kelak berjodoh dengan Bali. Walau kepenginnya pergi ke semua sudut di Bali, cuma ya ingat fisik yang kayaknya udah gak muda lagi (baca: jompo).

Bagi gue belajar mencintai bangsa sendiri dimulai dengan mencintai kebudayaannya terlebih dahulu.

Tapi tentu saja kalo ke Bali, gak hanya datang untuk menikmati seni dan budaya saja. Bali itu setali tiga uang dengan pantai-pantainya yang cantik. Belum ke Bali kalo gak berkunjung ke pantainya juga.

Pantai yang pengin gue datangi itu surga kecil bernama Nusa Penida.

Source: balifunky.com
Walau belum sepopuler Nusa Lembongan, Nusa Penida menawarkan kecantikan duniawi yang sulit buat ditolak. Beberapa spotnya bak surga tersembunyi semisal, Pantai Klingking, Raja Lima, Angel's Billabong, dan Broken Beach.

Dan kalo sudah di Bali biar budget bisa dipakai puas-puasin untuk menjelajah Pulau Dewata, kita bisa loh memilih penginapan berbudget rendah tapi gak murahan. Bisa hemat tapi bisa nyenyak juga pas beristirahat.

Karena gue punya teman dan saudara di Sanur, kalo nginap akan memilih di Reddoorz @Batu Sanur biar lebih dekat bersilahturahmi.

Tempat tidurnya gede dan fasilitasnya lengkap. Gak rugi apalagi di daerah Sanur yang emang lokasi  yang sering dikunjungi wisatawan.


Trus lokasi Reddoorz ini dekat dengan beragam pusat wisata, perbelanjaan dan hiburan utama.  Semisal Waroeng Madu Sedana (600m), Restoran Natrabu (1.8km), Massimo Italian Restaurant (2.3km), Pantai Batu Jimbar (2.5km), Bali Beach Golf Course (2.4km), Pantai Mertasari (4km), dan Pantai Sanur (2.6km).

Guest house ini juga cukup lengkap, ada area parkir mobil, dapur, penyimpanan bagasi, kulkas, front desk 24 jam, dsb. Cocok untuk pasangan, backpacker atau keluarga yang ingin berlibur menikmati tahun baru.






Kalo pesan sekarang lagi diskon, loh. Jadi lebih hemat lagi.


Karena Bali adalah paket lengkap, sungguh berharap bisa menjejak dan bercerita banyak jika ada jodoh ke sana.

Monday, December 4, 2017

Anak-anak yang Kuat dari Dalam

Apa sih anak-anak yang kuat dari dalam? Anak-anak berkekuatan super kah?


Oh, bukan. Anak-anak yang kuat dari dalam maksudnya anak-anak yang selalu mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gizi alami. Karena nutrisi alami berperan penting bagi tumbuh kembang anak.

Kita tahu kan kalo sistem pencernaan itu fondasi bagi sistem imun yang kuat yang penting untuk menjaga agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Sebenarnya ngomongin nutrisi bagi anak agak gampang-gampang susah, sih. Apalagi sebagai buibuk yang harus menjaga asupan makanan dan minuman yang harus dikonsumsi sekeluarga. Kadang dilema juga kalo ngasih makan anak yang rada picky eater.


Kedua anak gue masih termasuk picky eater, yang kadang harus ngambek dulu baru mau makan. Atau harus minta makanan yang dimau baru lahap makannya. Jadinya pemberian asupan makanan yang harusnya meliputi beragam jenis nutrisi seperti makronutrien dan mikronutrien tidak terpenuhi.

Banyak mungkin buibuk di luaran sana yang mengalami dilema yang sama kayak gue ini. Yang anaknya cuma mau makan karbo sama protein aja tanpa mau makan sayur. Atau mungkin ada yang sebaliknya, anaknya cuma mau makan karbo dan sayuran tapi alergi protein.

Padahal nutrisi-nutrisi itu diperlukan anak dalam masa tumbuh kembangnya. Nutrisi tersebut perlu dicerna dan diserap oleh saluran pencernaan anak agar manfaatnya dapat dirasakan oleh organ-organ tubuh yang membutuhkan. Biar anaknya tumbuh kuat, cerdas, dan sehat.

Tapi apa sih maksudnya makanan dan minuman yang mengandung nutrisi dalam keadaan alami? Makan sayur mentah gitu kayak hewan pemamah rumput?

Tentu saja bukan, dong. Maksudnya adalah makanan dan minuman yang nutrisinya terjaga. Ini dilihat dari proses pengolahannya.

Biasanya kita sebagai buibuk senang mengolah makanan secara salah iya, kan? Hayok ngaku. Gue sendiri masih kayak gini, nih. Kemarin pas dikasih tahu sama salah satu narasumber di Mums Blogger Gathering bareng Friso langsung merasa tercyduk.


Mengolah makanan secara salah tuh maksudnya kayak gini. Biasanya cara praktis buat menyajikan makanan ke orang rumah khususnya anak pasti apa-apa serba digoreng. Iya kan? Kan? Kan? Udah jangan malu buat ngaku. Padahal protein hewani itu gak boleh terlalu lama mengalami proses pemanasan, apalagi kalo deep fried. Karena nutrisinya akan hilang. Ya buat apa makan kalo nutrisi yang harusnya diserap tubuh udah gak ada?

Protein hewani emang paling tricky cara pengolahannya. Digoreng kering nutrisinya otomatis hilang, dimasak setengah matang takutnya bakteri di daging belum mati. Kita malah jadi sakit kalo makan makanan yang belum matang sempurna.

Sayuran juga gak boleh dimasak terlalu lama. Apalagi dipanaskan secara berulang-ulang. Well, semua makanan yang dipanaskan secara berulang kali emang gak baik bagi tubuh. Makanan cukup dimasak untuk sekali makan saja. Tapi mungkin gak berlaku buat beberapa makanan, yang makin dipanasin makin endeus? Hahaha.

Lalu bagaimana dengan susu? Pemilihan susu untuk dikonsumsi anak juga kadang menjadi dilema besar para buibuk. Gue ingat saat anak pertama harus mengonsumsi sufor karena gue gagal ASI. Mencari susu yang baik untuknya itu harus mengalami pergantian beberapa merek dulu. Stres banget karena anak harus mengalami alergi dan diare terlebih dahulu sebelum ketemu susu yang cocok untuknya. Udah kayak nyari jodoh, aja. Perasaan dulu pas ketemu jodoh gak seribet ini. #eaaa


Di usia dini susu memang menjadi asupan nutrisi yang sering dipilih. Susu yang baik adalah susu yang kandungan proteinnya utuh dan tidak rusak.



Friso menjadi salah satu susu yang membantu anak-anak untuk menjadi kuat dari dalam di masa tumbuh kembangnya. Karena Friso diolah dengan konsep Nature Science yang artinya seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan pakan ternak untuk sapi hingga proses akhir benar-benar diperhatikan oleh FrieslandCampina.


Dalam konsep pengolahan susunya, Friso menerapkan metode single process yaitu mengolah bahan baku susu segar sampai menjadi produk akhir hanya dalam satu kali proses pemanasan saja. Hal ini untuk menjaga agar nutrisi alami yang terkandung di dalam susu tetap terjaga.


Selain itu Friso juga menggunakan teknologi Locknutri yang menjaga kualitas protein dalam susu agar mudah dicerna dan diserap oleh anak. Friso juga difortifikasi dengan berbagai vitamin dan mineral.


Dengan keistimewaan ini, Friso dapat membantu agar anak bisa kuat dari dalam sehingga bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal.

Kalo kepengin dapetin info lengkap tentang Friso, bisa lewat situs dan media sosialnya.

Website : www.friso.co.id
Facebook : Friso Indonesia
Instagram : @FrisoPopUpPlay
Twitter : @Friso_ID

Sudahkah buibuk memberikan nutrisi alami bagi anaknya agar kuat dari dalam?

Sunday, December 3, 2017

Waspada Diabetes, Karena Siapa Saja Bisa Kena.

Kira-kira sebulan yang lalu bapak gembala di gereja gue mengalami kecelakaan kecil yang berdampak cukup besar. Tadinya dia dan istrinya sedang mengunjungi keluarga mereka yang lokasinya berada tak jauh dari rumah. Apesnya saat dia hendak memeriksa bagian samping mobil yang dia parkir, sebuah pagar besi yang diletakkan begitu saja di dinding samping rumah tetangga jatuh menimpanya. Pagar besi itu seketika mengenai kakinya yang mengakibatkan tulangnya patah.

Gue sempat dikirimi foto pasca kejadian dan bergidik saat melihat tampilan tulang berwarna putih mencuat dari kakinya. Melihat aja bikin gue bergidik horor apalagi yang merasakan secara langsung, ya.

Tapi ujian yang dialami bapak gembala gue ternyata gak berakhir sampai di situ. Sebelum operasi, dia harus menjalani serangkaian tes. Dari hasil yang keluar ketahuan kalo gula darah bapak gembala tinggi. Jadinya operasi harus ditangguhkan sementara sampai gula darahnya normal.

Pasca operasi bapak gembala gue harus selalu berada di tempat tidur dan menggunakan kursi roda jika harus check up rutin di rumah sakit. Setiap hari juga harus suntik insulin untuk mengontrol gula darahnya.

Seram juga ya saat tahu kalo kita menderita suatu penyakit justru di saat tertimpa suatu musibah.

Kata Ibu Menkes, Nila F. Moeloek saat menghadiri Simposium Hari Diabetes Sedunia pada hari Rabu tanggal 29 November kemarin, diabetes adalah induk dari segala penyakit tidak menular. Aduh, kok ngeri sih.


Epidemi dari dari diabetes dari tahun ke tahun meningkat. Di tahun 2017 ini berkisar 10,3 juta penderita diabetes di Indonesia. Masyarakat diminta waspada karena diabetes menjadi penyakit yang menyebabkan kematian nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan jantung dan nomor 9 di dunia.

Ibu Nila juga mengingatkan masyarakat agar sering beraktivitas fisik mulai dari dini dan jangan lupa mengonsumsi buah dan sayur secara rutin. Karena pada hakekatnya Indonesia adalah negara tropis yang subur dan kaya akan beragam buah-buahan dan sayuran.

Pada kenyataannya, 2/3 dari orang Indonesia tidak tahu kalo dirinya sakit. 75% penderita diabetes saja tidak menyadari soal penyakitnya. Salah satunya adalah bapak gembala gue.


Tapi yang menjadi tantangan di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan, tenaga medis, dan masih sedikit yang mendapat perawatan memadai. Mungkin dengan alasan seperti ini banyak yang malas memeriksakan dirinya.

Kemenkes RI sendiri telah menggalakkan program rutin POSBINDU PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) di berbagai daerah. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti diabetes.


Selain POSBINDU ada beberapa program kesehatan lain yang diadakan oleh Kemenkes RI, seperti GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), PANDU (Pelayanan Terpadu), dan CERDIK. Tujuannya adalah mengajak masyarakat untuk lebih aware dengan kesehatan diri sendiri sejak dini.

CERDIK adalah singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat, Istirahat cukup, Kelola stres. Cek kesehatan berkala dapat dilakukan di Puskesmas terdekat.


Dalam kesempatan kemarin, hadir pula Perdana Menteri Denmark, Lark Rasmussen. Ini menjadi kali pertama PM Denmark menginjakkan kaki ke negara kita ini.

Pemerintah Indonesia dan Denmark, serta pihak swasta dalam Hari Diabetes Sedunia ini berupaya melakukan kerjasama untuk mengendalikan diabetes.


Bayangkan saja setiap tahun berapa banyak rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengobati penyakit katastropik. Dalam setahun bisa sampe bermilyar-milyar. Padahal duit segitu mah kalo dialihkan untuk hal lain bisa lebih menyehatkan masyarakatnya.


Karena itu demi mewujudkan Program Indonesia Sehat, mari sedini mungkin mulai aware dengan diri sendiri dan keluarga masing-masing. Jangan hanya berharap terus sama pemerintah. Apalagi kan kalo sakit yang nanggung pasti diri sendiri bukan bareng-bareng. Makanya mari mencegah karena itu lebih baik daripada mengobati.

Dari pihak keluarga gue sendiri, diabetes bukanlah penyakit asing. Mama dari mama gue meninggal karena sakit diabetes yang dideritanya selama bertahun-tahun.

Karena gue tahu diabetes juga bisa menurun karena faktor turunan, sudah sejak 7 tahun lalu gue melakukan pola hidup sehat. Mulai dari tidak merokok (dasarnya suami dan gue bukan perokok), rajin berolahraga setiap hari, serta rutin mengonsumsi buah dan sayur. Sayangnya belum terbiasa untuk cek kesehatan secara berkala. Segera akan melakukan itu untuk ikut mewujudkan Program Indonesia Sehat.


Kalo kamu?