Monday, July 15, 2019

Nutrisi bagi Anak dengan Kanker


Beberapa tahun lalu saat anak saya menderita radang paru, itu sudah cukup membuat saya merasa gagal sebagai orang tua. Si adek harus rawat opname selama seminggu kemudian harus bolak-balik ambil obat ke rumah sakit setiap bulan selama 6 bulan. Yang makin bikin drama, si kakak juga kena. Malah pencetusnya menurut si dokter justru berasal dari si kakak. Perbedaan daya tahan tubuh yang membuat si kakak lebih kuat makanya nggak harus di-opname, hanya perlu minum obat juga selama 6 bulan.


Belakangan sejak saya mulai memperhatikan kesehatan secara lebih dalam, apalagi tentang asupan nutrisi. Kalau dikilas balik ke belakangan, mungkin faktor kenapa si adek lebih rentan sakit sampai harus di-opname 2x, itu karena masalah nutrisi juga. Si adek memang lebih picky eater ketimbang kakaknya yang pelahap segala.

Asupan nutrisi seimbang bagi anak-anak memang rada-rada kompleks bagi para orang tua. Agar pemenuhan makro dan mikro nutrisi bisa terpenuhi, kadang orang tua harus pintar-pintar puter otak. Memasak dalam sehari bisa berapa kali biar si kecil mau makan. Saya termasuk yang struggle juga di bagian pemberian makanan ini.

Di Indonesia sendiri, kondisi malnutrisi menjadi topik yang selalu diperbincangkan, khususnya masalah stunting dan obesitas. Ya karena itu, masalah asupan pada anak itu menjadi tantangan tersendiri bukan hanya bagi orang tua tapi juga bagi sekitarnya.

Di hari Sabtu kemarin saya mendapat kesempatan untuk hadir lagi di acara Danone yang bekerja sama dengan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Kalau belum tahu, yayasan yang diketuai Steny Agustaf ini adalah organisasi non profit yang peduli akan isu-isu kanker pada anak di Indonesia.


Dilema pemenuhan nutrisi seimbang tentu saja berlaku juga bagi anak-anak dengan penyakit tidak menular. Di Indonesia, setiap tahun ada sekitar 5000 kasus anak-anak yang terkena kanker. Saat ini ada sekitar 60% pasien anak dengan kanker yang mengalami malnutrisi. Ini tergantung dari tipe kanker, jenis terapi, dan metode pengukuran.

Kanker sendiri terbagi dua; liquid cancer dan solid cancer. Kasus anak dengan kanker yang paling sering di Indonesia adalah leukimia yang adalah liquid cancer dan; retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma maligna, karsinoma, dan nasofaring yang adalah solid cancer.      

Menurut data, prosentase kesembuhan anak dengan kanker setiap tahunnya adalah sebesar 84%. Ini saja dianggap masih belum cukup. Penatalaksanaan medis pada anak dengan kanker diharapkan bisa lebih agresif lagi, menurut dr. Mururul Aisyi, Sp.A(K).

Hal-hal yang mungkin orang tua perlu tahu, semua benjolan adalah tumor sedangkan tumor ganas itu lah yang disebut dengan kanker.

Dokter Ais juga memberi tahu apa saja gejala yang harus diketahui ketika anak menderita kanker, semisal leukimia. Ketika anak kelihatan pucat, panas dan mengalami pendarahan, ini harus diwaspadai. Tanda-tanda ini disebabkan karena hemoglobin, leukosit, dan trombosit turun akibat desakan dari sel kanker.

Kenapa terjadi malnutrisi pada anak dengan kanker? Beberapa penyebabnya karena masalah psikologis, terapi, efek dari tumor, dan juga metabolisme si anak. Tapi anak-anak dengan kanker bukan hanya bisa mengalami malnutrisi tapi juga kegemukan, terutama pada pasien leukimia dan tumor otak. Dampaknya, anak dengan kanker akan sulit mendapatkan perawatan yang maksimal ketika mengalami malnutrisi atau obesitas.

Untuk itu, menurut dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A, orang tua harus sering ukur dan rimbang anak agar bisa ketahuan anaknya mengalami gizi buruk atau sudah kegemukan. Untuk perawatan anak dengan berat badan kurang: dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berdensitas kalori tinggi. Sementara pada anak dengan berat badan berlebih harus dipantau berat badannya tanpa harus diet karena anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan, kecuali ketika anak sudah menunjukkan tanda-tanda semisal diabetes naik atau kolesterol naik. Peran dari status nutrisi sendiri berdampak pada respon dari terapi yang diberikan, kualitas hidup, hingga biaya pelayanan kesehatan. Jika status gizi anak dengan kanker adalah normal maka peluang sembuhnya lebih besar.


Yang mengagumkan juga dari acara kemarin, karena ada banyak anak-anak dengan kanker yang hadir, puluhan karyawan dari Danone juga turut berpartisipasi sebagai volunteer yang dipandu oleh komunitas Kelas Gambar hingga berpartisipasi dalam kegiatan mendongeng.

Danone Indonesia melalui Nutrisi untuk Bangsa dan Yayasan Pita Kuning berharap seluruh kegiatan pada hari itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang bagi anak-anak, termasuk juga pada anak dengan kanker.  


Thursday, July 4, 2019

Cat Tembok Premium Supersilk Anti Noda dari Avian


Rasa-rasanya kebiasaan anak-anak coret-coret tembok itu sudah umum ya.  Maksud gue, bukan hanya anak gue aja. Kalau sudah ngobrol sama teman atau ibu-ibu tetangga lain, keluhan seputar anak pasti problematikanya mirip-mirip. Salah satunya ya kebiasaan corat-coret tembok. Bagi gue sebenarnya nggak masalah, tinggal dicat ulang. Nah, yang suka cranky biasanya suami. Kalau dia marah, yang kena semprot itu gue. Ingin rasanya resign jadi ibu rumah tangga kalau sudah cekcok masalah sepele begitu. Hahaha. Ya kan dikata sebagai ibu nggak pernah menasehati anaknya apa gimana. Sudah sering diingetin anaknya tapi tetap diulang juga sama mereka. Huft. #eh #kokbablascurcol

Jangan sedih sekelas BCL juga dilemanya sama kok kayak gue. Katanya anak satu-satunya juga demen banget coret-coret tembok. Memang sih, kita nggak boleh membatasi kreativitas anak. Apalagi yang hobinya gambar.

credit: avian brands' instagram

Anak kedua gue misalnya, dia senang sekali menggambar sejak masih toddler. Sewaktu di TK saja pernah berapa kali ikut lomba menggambar dan mewarnai sampai bisa membawa pulang juara dan piala. Ini mungkin yang jadi alasan gue nggak permasalahin anak gue coret-coret tembok.

Untungnya memasuki usia sekolah dasar, kedua anak gue sudah bisa mengerti kalau tembok bukan media untuk menggambar. Mereka gue bebasin minta beli buku gambar atau kertas untuk menggambar. Hasil dari kreativitas mereka tersebut nantinya tinggal ditempel di dinding atau di mana saja yang mereka suka.



Dilema tembok kotor sebenarnya bukan hanya dari coret-coret anak saja. Rumah kotor itu bisa tiap hari dan datang dari mana aja. Dari ruang tamu, dapur, sampai kamar nggak bakal lolos. Di ruang tamu misalnya; anak gue kalau nggak coret-coret tembok, pas lagi main trus tangannya lagi kotor eh tahu-tahu udah ditempelin ke tembok. Kalau di dapur, noda minyak dari masakan pasti nyiprat ke tembok. Di kamar ya kalau bukan upil, pasti darah nyamuk yang ditepok. Ada-ada aja emang. Pusing hambatu~  

Nah, di zaman serba digital, bukan hanya teknologi gadget saja yang berkembang dan berevolusi. Kebutuhan cat tembok juga makin berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia millenial yang ingin serba instan dan praktis. Avian Brands hadir dengan produk cat premium yang dalam sekali bilas bisa langsung bersih.

Gue sudah nyobain sendiri melalui wall experience yang ada saat Avian Brands launching produk cat tembok terbaru mereka di Ramayana Terrace, Lobby Hotel Kempinski, Jakarta pada tanggal 30 Juni 2019 kemarin. Tembok yang sudah dilapisi Cat Tembok Supersilk Anti Noda dari Avian dipersilakan untuk dikotori dengan stabilo, pensil warna, krayon, dsb. Tinggal semprot pakai air eh langsung luntur dong. Diusap pakai spons, noda yang nempel langsung hilang. Daebak!


Nggak heran kenapa BCL mau menjadi brand ambassador untuk produk ini, karena emang sesuai sama kebutuhan beliau yang juga masih punya anak kecil yang hobi gambar. Gue juga sudah nggak pusing lagi kalau misalnya area interior dalam rumah terkena noda di tembok, tinggal cat ulang pakai Cat Tembok Supersilk Anti Noda dari Avian. Jenis-jenis noda semisal noda dari alam (debu, tanah), noda kuliner (cipratan minuman, saos, kecap, minyak), sampai noda kreativitas (pensil, krayon, kapur) bisa dengan mudah dibersihkan.


Kenapa cat tembok premium dari Avian ini istimewa dan berbeda dari produk cat tembok lain yang menawarkan janji serupa?

Karena Cat Tembok Supersilk Anti Noda ini menggunakan teknologi efek daun talas. Produk ini memiliki sifat hidrofobik yang bisa menolak semua noda yang menempel di permukaan cat tanpa merusak permukaan cat tersebut. Oh, yang paling utama bagi gue sih harus ramah lingkungan. Produk cat tembok ini sudah bersertifikasi ramah lingkungan “Singapore’s Green Label”.

Kalau BCL aja nggak ragu buat pakai cat tembok ini, kenapa kita yang rakjel nggak mau cobain juga, yekan? Sekali pakai bisa tahan sampai bertahun-tahun. Menurut gue nggak apa cat tembok rumah sedikit mahal jika hasilnya bisa awet dan tahan lama. Lebih hemat banget justru ketimbang beli cat biasa yang murah tapi mudah kotor sehingga dalam setahun harus berkali-kali dilakukan pengecatan. Rugi tsaayyyy!






Tuesday, May 28, 2019

GO-MASSAGE Is Life

Pukul 04.30 suami membangunkan gue. Sudah hari Senin. Lagi. Hari-hari berlalu tanpa gue sadari. Perasaan senja baru saja turun eh tahu-tahu sudah pagi lagi. Subuh itu, suami berniat berangkat ke Jepara karena ada kerjaan dari kantor. Sebulan lamanya. SEBULAN! (harus banget kepslok). Perasaan gue? Biasa aja. Anak-anak gue juga biasa aja. Kami sudah sering ditinggal begini sejak anak pertama belum genap berusia setahun. Hati gue udah tertempa dengan baik. Anak-anak gue juga. Nggak pernah ada drama kalau papanya berangkat anak nangis mewek minta jangan pergi. Mereka sudah tahu, papanya pergi untuk kerja. 

Palingan yang akan drama setelah suami nggak ada itu gue. Ngeluh badan pegel misalnya.
Sejak aktif nge-gym gue sering ngalamin sore muscle. Otot kram. Ini after effect dari latihan angkat beban. Biasanya ini gue rasakan setelah latihan upper body yang memang jarang gue lakuin karena lebih suka latihan lower body/leg. Kebiasaan buruk gue, hanya gue diamkan saja. Padahal bagian pundak selalu terasa kaku.   

Kalau diingat sudah lama sekali gue nggak di-massage. Terakhir itu saat anak kedua berumur 6 bulan atau 1 tahun, gue lupa. 

Keinginan di-massage ini sudah ada dari hari sebelum suami mau pergi. Tadinya berencana ke spa bareng sama suami tapi segala kesibukan dan persiapan dia berangkat bikin rencana bubar jalan. Katanya, gue pergi aja sendiri. Sayangnya guenyaterlalu mager untuk ke luar rumah. Salon terdekat hanya berjarak 1km, tapi ya namanya malas ya malas banget. 

Di Minggu malam gue coba-coba buka aplikasi GO-LIFE. Sudah punya aplikasi GO-JEK sejak lama tapi gue belum pernah nyobain GO-LIFE. Iya, seaneh itu. Karena gue mikir belum perlu banget. Kalau perlu nyalon, salonnya dekat. Kalau pengin beres rumah, tiap hari juga gue beresin rumah, kalau pengin dandan, gue sudah bisa dikit-dikit. 

Pada akhirnya gue butuh juga layanannya karena badan sudah sangat pegel sementara diri terlalu malas untuk ke mana-mana. Pesannya lah gue layanan di GO-MASSAGE.

First impression; setelah memilih jam, hari, jenis kelamin terapis, jasa pelayanan, eh... PENYEDIA JASA TIDAK DITEMUKAN.




Sudah gue lakukan pemesanan berulang-ulang, bahkan gonta ganti hari dan jam eh nggak ada yang terima. *cries in any language*

Sampai akhirnya ada terapis yang terima di hari Senin jam 10.00. Hooray!



Baru juga dijadwalkan eh mbak terapisnya langsung WhatsApp buat mastiin kalau besok gue benar-benar bisa. Gue iyain tentu saja. Masa gue yang tentuin orderan trus nggak jadi. 

Lalu hari itu setelah suami berangkat dan anak-anak ke sekolah, segala pekerjaan rumah gue sudah beres, pukul 09.43 terapis dari GO-MASSAGE yang gue pesan datang. Dia tiba diantar motor. Rupanya itu suaminya. Gue baru tahu waktu lihat di riwayat pesanan kalau keterangannya, terapisnya bakal didampingi. Ini maksudnya diantar sama saudara atau suami sendiri. 

Namanya Mbak Indra Lestari. Orangnya sedikit canggung dan malu. Tapi ketika gue bilang santai aja, dengan sigap dia langsung mengeluarkan segala keperluan untuk memijat. Oh iya, gue memesan layanan Body Massage dan Totok Wajah dengan durasi 90 menit. 



Mbak Lestari, begitu gue manggil dia, membuka jaket yang dia kenakan sehingga memperlihatkan seragam kerja yang di bagian dada sebelah kiri bertuliskan, GO-MASSAGE. Dia menaruh alas berupa kain sarung di tempat tidur dan meminta gue untuk melepas pakaian. Ya kan mau dipijat sebadan-badan, manalah mungkin pakai baju. 

Hanya ada gue dan Mbak Lestari saja. Suaminya yang mengantar sudah langsung pergi, katanya ingin mencuci motor dan akan kembali untuk menjemput. 

Mbak Lestari sedikit pendiam tapi sopan. Dia meminta izin terlebih dahulu sebelum memulai memijat bagian kaki dengan minyak. Dari kaki naik ke badan lalu ke tangan dan pundak. Sesekali gue ajak ngobrol. Bertanya kapan dia mulai bekerja menjadi terapis. Sudah hampir 2 tahun ini, katanya. Suaminya pun seorang terapis di GO-MASSAGE selain menjadi driver GO-JEK. Dalam sehari dia bisa mendapat 5x orderan, hanya saja katanya, di awal bulan puasa itu sangat sepi. Terkadang hanya 1 orderan, terkadang tidak ada sama sekali.

Mbak Lestari sengaja memilih customer perempuan saja dalam melayani. Kemudian dia bablas curhat soal customeryang kadang iseng memesan dengan iming-iming akan memberikan biaya tambahan dengan harapan ada layanan lebih. Tentu saja Mbak Lestari menolak. Dia sedikit gusar ketika menceritakan itu. Gue sedikitnya bisa mengerti perasaannya tapi nggak ngerti dengan tipe orang-orang macam begitu. 

Mbak Lestari memijat seluruh badan gue selama satu jam lebih. Setelah selesai, dia mulai melakukan totok wajah selama 15 menit. Badan gue langsung berasa ringan, apalagi kekuatan pijatan Mbak Lestari pas banget. Gue hampir tertidur sebenarnya pas lagi dipijat itu, tapi nggak enak jadinya maksa diri agar tetap sadar. Hahaha.

Untuk layanan selama 90 menit yang bikin gue jadi makin mager ke luar rumah karena badan terasa ringan dan enak. Gue hanya perlu membayar sebesar Rp130.000 saja. Hanya order lewat GO-LIFE, nunggu di rumah, terapis datang, dilayani dengan baik dan puas, harga segitu ya worth it banget.

Oh iya, review GO-MASSAGE ini benar-benar apa yang gue rasakan sendiriSebuah layanan pijat panggilan praktis dengan hasil memuaskan. Setidaknya untuk kali pertama gue coba sih begitu. Tapi gue yakin semua terapis yang ada di GO-MASSAGE sudah profesional. Mereka sudah dilatih selama 6 bulan dulu secara intens sebelum akhirnya bisa melayani customer dengan baik

Tapi ingat, pijat panggilan ke rumah atau kantor ini bukan pijat plus plus. Tolong dipahami kalau semua terapisnya melakukan untuk kerja yang halal, semisal Mbak Lestari ini. Jangan menjadi manusia yang tidak bisa menahan nafsu dengan otak yang hanya berisi selangkangan saja.

Kalau kalian berminat mencoba pijat panggilan ini, unduh dulu aplikasi GO-LIFE. Nanti kalau mau, gue ada kode referral yang bisa dipakai biar dapat diskonan juga ketika memakai layanan di GO-LIFE. Karena diskonan is lyfe~ 

Pakai kode referral ini ya biar bisa lebih hemat lagi. Hanya berlaku sampai tanggal 10 Juni 2019. Buru.


Sunday, May 19, 2019

Puasa dan Diet Puasa



Di bulan Ramadan ini menjalani puasa adalah kewajiban. Banyak yang mempergunakan momen ini untuk mengubah gaya hidup sekaligus menurunkan berat badan. Inilah yang menjadi ide dasar dari intermittent fasting atau diet puasa yang belakangan makin ngehits di antara para penikmat gaya hidup sehat.

Gue termasuk yang belakangan mulai menjalankan intermittent fasting atau diet puasa ini walau masih belum konsisten. Tujuannya sih karena ada goal yang harus gue kejar tahun ini. Kita memang harus punya target ketika ingin mencapai sesuatu.  

Tapi apa yang membedakan puasa dan diet puasa?

1.      Definisi
Jika puasa adalah kondisi tidak makan selama 14-16 jam selama satu bulan. Maka intermittent fasting atau diet puasa adalah pola makan yang memiliki siklus antara puasa dan makan dalam periode tertentu.

2.       Boleh dan tidak boleh
Dalam berpuasa selama 14-16 jam tidak dianjurkan untuk makan dan minum. Dalam diet puasa, minuman seperti air putih, kopi, dan minuman rendah kalori masih bisa dikonsumsi selama masa puasa.

3.       Respon otak
Saat menjalankan puasa di bulan Ramadan, otak akan merespon ini bukan sebagai keterpaksaan karena dilakukan dengan perlahan, teratur dan berkelanjutan. Saat kita diet puasa, otak terkadang akan mengenali ini sebagai diet sehingga bisa berefek pada metabolisme tubuh.

4.       Terbatas
Dalam menjalankan puasa di bulan Ramadan hampir semua orang bisa melakukannya selama kuat untuk menjalani. Diet puasa tidak dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki penyakit dengan faktor risiko, semisal diabetes atau jantung.

5.       Benefit
Berpuasa secara biasa maupun diet puasa sama-sama bisa membantu menurunkan berat badan. Dalam berpuasa atau diet puasa pembatasan asupan kalori dan konsumsi makanan sehat di jam makan dipastikan bisa menurunkan berat badan secara signifikan. 

Nah, puasa di bulan Ramadan ternyata sangat banyak manfaatnya. Tapi jika sedang tidak berpuasa, tidak ada salahnya menjalani diet puasa. Karena manfaat dari berpuasa dan diet puasa sama-sama bisa membantu menurunkan berat badan, memperbaiki metabolisme tubuh, dan bahkan mampu memperpanjang usia.      






Thursday, May 16, 2019

Aneka Resep Sarapan Praktis dengan Selai Kacang


Biasanya gue selalu sarapan buah sampai jelang makan siang. Kebiasaan sarapan buah ini sudah gue praktikkan sejak tahun 2012. Perut lebih ringan dan nggak begah ketika sarapan buah. Tapi berhubung jam ngegym biasanya selalu pagi, jadinya asupan dari buah tidak cukup menjadi pre-workout meal. Alternatif sarapan akhirnya berubah haluan. Gue butuh makro nutrisi untuk memulai hari sebelum ke gym. Ada sih yang memilih tidak sarapan sebelum ngegym sementara gue nggak bisa. Harus sarapan dulu. Ini buat nambah energi karena gue selalu angkat beban.

Hasil browsing dan lirik-lirik resep dari para fitness babe di Instagram, akhirnya gue bisa bikin variasi sarapan yang beda-beda tiap hari sekaligus menjadi pre-workout meal gue.

Dalam pengaplikasian sarapan, gue selalu menaruh selai kacang 1-2 sendok.



Biar apa?

Ya biar enak.

Etapi, selai kacangnya bikin sendiri bukan yang dijual di supermarket.

Kenapa?

Karena kacang tanah ini sehat asal tidak ada tambahan seperti gula, garam, minyak sayur atau lemak trans seperti produk olahan selai kacang pada umumnya.

Jangan gampang percaya kalau kacang tanah bisa memicu penyakit ini lah itu lah. Semua tergantung dari cara mengolah makanan tersebut. Kalau kacang tanahnya digoreng pakai minyak yang banyak tentu saja menjadi tidak sehat. Gue selalu membeli kacang kupas lalu gue sangrai di wajan kemudian baru gue blender sampai menjadi selai kacang.

Nah, ada 3 resep favorit gue untuk sarapan atau sebagai pre-workout meal:

1. Pancake Oat Pisang dan Apel


Pancake oat ini bahannya mudah dan lebih sehat; 3 scoop instan oat, setengah botol susu kedelai ikutan kecil, 1 butir telur, dan 2 scoop tepung pisang. Blender semua bahan lalu masak.
Setelah selesai tambahkan potongan buah pisang,apel dan selai kacang.

2. Yoghurt Buah


2 sendok plain yoghurt, potongan buah naga, strawberry, blueberry dan selai kacang.

3. Roti Gandum Buah


Panggang roti gandum, olesi selai kacang, tambahkan potongan pisang dan blueberry.

Semua makanan di atas praktis dan mudah. Rata-rata berkisar 400-500 kalori dan kenyang tahan lama. Rasanya? Ya nggak usah ditanya, enak banget. Kata siapa kalau yang demen ngegym dan diet makanannya harus tidak enak.        

Wednesday, May 15, 2019

Jenis-jenis Puasa yang Bisa Menurunkan Berat Badan


Di beberapa agama puasa itu suatu keharusan, di agama gue sih bukan paksaan. Kalau memang mau berpuasa ya monggo. Hanya saja gue jarang sekali mempraktikkannya. Kalau dihitung baru 3-4x gue berpuasa seumur hidup ini. Itu pun dengan ogah-ogahan. Salut dengan teman-teman muslim yang bisa tahan berpuasa selama satu bulan. Gue sehari aja bisa cranky karena tipikal yang tidak terbiasa menahan lapar.

Belakangan sejak rajin nge-gym, gue jadi banyak belajar bagaimana agar rutinitas atau gaya hidup gue ini punya dampak yang lebih baik bagi tubuh. Mengubah gaya hidup tidak semudah hanya mengubah pola makan semata. Mengubah gaya hidup berarti belajar lagi dari nol. Ini yang kurang dipahami banyak orang. Knowledge before diet. Harus punya ilmu sebelum melakukan diet. Ya wajar, pengertian diet sendiri sudah salah kaprah sejak lama.

Dalam proses belajar agar memiliki tubuh ideal ini salah satu proses yang gue dapat adalah berpuasa atau intermittent fasting. Sejak beberapa waktu ini dalam intermittent fasting ini sedang ngehits. Salah satu penyebabnya tentu saja karena bisa menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme tubuh dan bahkan bisa memperpanjang umur.

Nggak heran sih dengan semua persepsi tentang intermittent fasting ini, beneran bisa efektif kalau emang diterapkan dengan baik. Hanya perlu digarisbawahi, tidak semua cocok bagi tiap individu. Misalnya cocok di gue ya belum tentu cocok di suami gue. Pun dengan segala macam klaim diet masa kini yang makin beragam. Tidak semua orang bisa mengikutinya. Pada hakikatnya sih, masing-masing harus mengenal dahulu tubuhnya sendiri. Kalau asal ikut-ikutan saja ya bisa bahaya bagi kesehatan sendiri.


Dari hasil baca-baca, ada 6 cara populer untuk melakukan intermittent fasting

1. Metode 16/8

Metode 16/8 ini adalah metode berpuasa selama 14-16 jam sehari dengan membatasi “jam makan” harian menjadi 8-10 jam. Di dalam “jam makan” kita bisa makan 2-3 jenis makanan secara bertahap.

Metode ini sih dikenal dengan sebutan Leangains Protocol yang dipopulerkan oleh salah seorang ahli fitness bernama Martin Berkhan.

Jadi metode ini sesederhana; selesai makan malam ya udah nggak boleh makan lagi sampai besok siang. Misalnya, kalau selesai makan malam pukul 8 malam jadi kita baru bisa makan jam 12 siang keesokan harinya. Yang harus skip sarapan cem gue pasti berat sih. Karena gue terbiasa sarapan untuk memulai hari kalau nggak bisa uring-uringan.

Karena ini metodenya puasa makanan, tentu saja minum masih dianjurkan. Di antara jam puasa tersebut kita masih bisa minum air atau kopi untuk mengurangi level lapar. Tapi kalau sudah terbiasa puasa pasti nggak masalah.

Terus ya, kalau sudah berbuka jangan berbuka langsung dengan junk food atau makanan manis. Ini sama aja boong ceritanya. Kalau memang niatnya mau memperbaiki metabolisme dan goal pengin menurunkan berat badan, nutrisi yang diasup harus makanan sehat.

2. Metode 5:2 Diet

Metode ini artinya, makan normal selama 5 hari lalu dalam 2 hari mengurangi asupan kalori harian sebanyak 500-600 kalori/hari. Diet ini disebut Fast Diet dan dipopulerkan oleh jurnalis Inggris dan seorang dokter bernama Michael Mosley. Pemotongan 500 kalori ini berlaku untuk perempuan dan 600 kalori untuk laki-laki.

Belum ada studi teruji sih mengenai metode diet ini, tapi layak dicoba.

3. Metode Puasa Seharian Penuh

Metode ini dipopulerkan oleh ahli fitness Brad Pilon dan cukup populer beberapa tahun ini.

Jadi kita dianjurkan untuk puasa selama 24 jam dalam satu hari dimulai dari makan malam dan berbuka pada makan malam di keesokan harinya. Atau kalau mau pilih puasanya dimulai setelah sarapan atau makan siang juga tidak masalah asal dilakukan selama 24 jam. Hasilnya tetap akan sama.

Sama seperti metode di 16/8; air, kopi, dan minuman tanpa kalori diperkenankan asal jangan makanan padat.

Yang jadi masalah, tidak semua orang bisa melakukan puasa selama 24 jam. Mungkin bisa dicoba layaknya puasa yang sering dilakukan umat muslim terlebih dahulu, dimulai dari sahur lalu selesai pada jam berbuka. Kalau sudah terbiasa baru ditingkatkan menjadi 24 jam. Ini cukup dilakukan seminggu sekali saja.  

4. Metode Hari Pengganti

Metode ini memiliki banyak versi, salah satunya dengan hanya mengonsumsi kalori harian sebesar 500 kalori saja saat sedang berpuasa. Tentu saja ini tidak dianjurkan bagi pemula karena akan merasa sangat kelaparan sehingga tidak nyaman bagi tubuh sendiri dan tidak cocok dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.

5. Metode Warrior Diet

Kalau metode ini kabarnya dipopulerkan oleh ahli fitness bernama Ori Hofmekler.

Warrior diet menganjurkan untuk makan kecil semisal buah atau sayur sepanjang siang, kemudian makan besar saat makan malam. Jadi semacam “fast” di siang hari dan “feast” di malam hari dengan durasi “jam makan” hanya 4 jam.

Warrior diet ini rada mirip sama paleo diet sih, yang membiasakan untuk makan whole foods.

6. Metode Secara Spontan Hindari Makan

Nah loh, metode macam apa ini?

Dasarnya sih kita nggak perlu repot ngikutin semua pola atau metode berpuasa yang ada. Metode ini secara simpel bilang, kalau lagi nggak kepengin makan atau malas buat masak ya udah nggak usah makan. Jadi ketika kita lagi malas buat sarapan, ya udah nanti aja makan saat makan siang atau malam. Atau kalau lagi bepergian trus susah nemu makanan yang cocok, ya udah puasa aja dulu.

Tapi pastikan semua makanan yang diasup selama intermittent fasting ini makanan sehat. Percuma bikin goal mau turun berat badan tapi pas berbuka eh makannya gorengan, kolak, nasi padang, atau indomie. Pecuma, Munaroh. Yatapi pengertian makanan sehat ini juga beragam sih, nggak semua yang terlihat atau digadang sehat itu sehat. Ngerti nggak sih? Mungkin gue bahas lain kali.

Karena sekarang lagi bulan puasa, ini saat yang tepat buat praktik dan mengejar target buat bisa singset di 2019.

Sebagai motivasi kalian...

Gue pernah menggendats di 2017 ke 62kg lalu rutin ngegym sejak 2018 sampai sekarang.


Selamat puasa ya teman-teman.
  

BERTEMU AVENGERS DI MRT



Euforia Avengers: End Game ini ya, bahkan sampai minggu ketiga antusiasme yang mau nonton nggak berkurang. Gue termasuk yang nonton sekali aja sudah cukup, nggak perlu nonton kali kedua atau ketiga walau suka banget dengan film atau ceritanya. Sebagai Marvel fangirl sejak zaman X-Men nongol di bioskop tahun  2000, tentu saja gue sudah ngikutin semua film Marvel tanpa satu pun terlewat. Cuma ya itu, males aja dibahas karena gue bukan penggemar yang suka ngasih review. Yang penting gue menikmati filmnya, cukup sudah.

Energi yang sama gue lihat ketika MRT launching. Antusiasme masyarakat yang mau nyobain luar biasa sekali. Gue butuh sekitar beberapa minggu berlalu baru berniat nyobain. Itu pun secara dadakan karena kebetulan suami pas lagi ada di rumah.


Tadinya di hari Sabtu tanggal 4 Mei itu kami nggak ada rencana ke mana-mana, tapi ketika gue bilang gimana kalau kita cobain naik MRT eh suami langsung iyain. Buru-buru pada mandi semuanya buat siap-siap. Biasanya yang tanpa perencanaan emang langsung terlaksana ketimbang direncanakan dari jauh hari.

Kami memarkir kendaraan di Stasiun Cisauk, kemudian naik KRL ke arah Kebayoran. Dari sana naik ojol menuju Stasiun Lebak Bulus. Padahal stasiun MRT terdekat dari Kebayoran itu Blok A, tapi kami memilih ke Lebak Bulus. Karena berempat; gue, suami, dan dua anak saat naik ojol terpisah. Suami sama si adek, gue sama si kakak. Karena pergi secara terpisah gue dan suami sedikit miskomunikasi soal lokasi menunggu, jadi ketemunya langsung di dekat loket MRT.  

Di sinilah gue ketemu para Avengers

...dalam bentuk iklan gede di salah satu sudut stasiun. Ehe he he. #KrikKrik #DuaJangkrikSalingNungging



Well, gue nggak perlu ceritain proses pembelian tiket dan sebagainya karena kurang lebih sudah pada tahu kan ya? Yekan? Sama aja kayak mau naik KRL, beli tiket di loket kalau nggak ada kartu e-money/flazz/dsb. Yang jadi pembeda mungkin bagian naik ke MRT-nya. Ketika pintu otomatis terbuka penumpang MRT lebih patuh dan nggak barbar kek penumpang KRL apalagi cem gerbong perempuan. Tidak begitu, Maemunah. Penumpang MRT dengan teratur berdiri di sisi kiri atau kanan membiarkan penumpang dari dalam turun dulu baru pada masuk. At least itu yang gue alami kemarin.


First impression gue, nyaman dan dingin banget. Penumpang yang naik rute Lebak Bulus ke Bundaran HI kemarin itu cukup ramai tapi AC-nya dingin sekali. Biasanya kan kalau padat udara ikut engap, kemarin itu enggak. Perjalanan dari Lebak Bulus ke Bundaran HI juga sesuai estimasi waktu yang ada, 30 menit.


Setibanya di stasiun akhir gue agak sedikit bingung waktu mau balikin kartu MRT-nya. Gue udah antri cukup lama di salah satu loket tahunya antrian pengembalian kartu itu ada baris sendiri. Dari stasiun kami jalan kaki ke GI buat nyari makan trus balik pulang lewat Stasiun Tanahabang.

Pengalaman pertama naik MRT bagi gue cukup berkesan sembari gue mengingat-ingat lokasi mana aja paling dekat dan gampang kalau-kalau nanti gue ada undangan event dekat stasiun MRT.
    


Saturday, April 6, 2019

Buibuk dan Harga Teman

Ketika lu berkarya dan menjadikan karya lu komersil, berat rasanya jika karya yang lu buat itu kemudian dihargai dengan harga teman. Konsep harga teman sendiri masih terdengar nggak enak di telinga, apalagi bagi gue yang sudah menulis buku dan menerbitkannya. Embel-embel pertemanan dibawa-bawa agar teman itu sendiri bisa membeli dengan harga murah. Padahal sebagai teman harusnya mendukung karya teman bukan dengan meminta percuma atau diskonan.

Kalau karya memang sedikit rancu jika membahas tentang harga teman, lain soal jika ini berhubungan dengan belanja. Siapa sih yang tidak mau belanja di mall atau supermarket dengan harga murah meriah banget. Apalagi buibuk.



Kabarnya tipe buibuk yang demen belanja itu ada tiga:  
1.      Sadis
Buibuk yang suka diskon. Apalagi kalau diskonannya gede.

2.      Julit
Buibuk yang juara pelitnya.  Diirit-irit banget apa yang mau dikeluarin.

3.      Baper
Banyak perhitungan. Apa-apa harus diperhitungkan dulu sebelum mulai belanja.

Duh, agak ribet ya. Gue kayaknya belum masuk tiga kategori tersebut. Eh, sadis deh kayaknya walau nggak pernah sadis-sadis banget, karena kalau sudah suka sama barang pasti tetap dibeli seberapa pun harganya.

Bagi buibuk yang masuk di tiga kategori di atas, cocok nih kalau belanja ke Giant Indonesia. Di sana ada #HargaTemanGiant. Di mana produk dijual dengan harga di bawah harga normal bahkan bisa sampai 32%. Produk-produk yang termasuk di dalamnya bahkan bisa lebih murah dari harga promosi. Ini berlaku bukan hanya 1-2 produk saja tapi ada ratusan produk. Keblinger pasti kalau belanja di sana.


Apalagi kemarin saat #PeluncuranHargaTeman ada semacam shopping race. 20 peserta dimodali dengan voucher belanja sebesar Rp100.000. Mungkin sudah tahu apalagi buibuk, nominal segitu bisa dapat berapa sih kalau belanja di supermarket. Tapi ketika peserta diharuskan belanja dengan mencari produk yang ada #HargaTemanGiant, produk yang didapat itu variatif. Bisa 7-10 produk yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama seminggu atau lebih. Itu mah termasuk superhemat banget. 

#HargaTemanGiant pertama kali dimulai pada Agustus tahun 2018. Namun berbeda dengan periode sebelumnya, kali ini para pelanggan yang mau berbelanja bisa mengecek produk yang termasuk di #HargaTemanGiant melalui e-mailer. Caranya adalah dengan scan QR code yang tertera di mailer Giant.


Produk-produk yang ditawarkan pada bulan Maret 2019 kali ini juga mengalami penurunan harga yang signifikan. Selisih harga normal ke #HargaTemanGiant bahkan bisa sampai 6rb. Goks. Itu banyak, loh.  


Nah, mumpung sekarang masih awal bulan. Isi dompet dan ATM masih banyak, mending mulai nyetok kebutuhan isi rumah. Mana sebentar lagi sudah mau bulan Ramadan, gpp mulai nyetok dari sekarang. Ya kan hitung-hitung mumpung di Giant lagi ada #HargaTemanGiant. Serbu!



  

Tuesday, March 19, 2019

Orphan Food yang Tidak Terkover JKN


Pada suatu hari tertentu saat dua krucil berantem gue akan memisahkan mereka berdua. Tapi namanya anak berantem pasti nggak puas, mereka akan kembali berdekatan hanya untuk berantem lagi. Apalagi anak gue yang kecil yang nggak mau kalah argumen. Sama kayak mamanya. Hehe. Akhirnya gue akan menjewer kuping keduanya biar bisa diam. Yamaap, sudah gue kasih warning sampai 3x tapi tidak direspon jadinya harus dijewer biar dengar.

Biar tidak diprotes, gue jewer sebatas pegang di kuping aja tanpa membuat rasa sakit.  

Kadang hanya karena hal kecil seperti ini gue bisa emosi ke anak. Jadi ikutan marah-marah padahal masalahnya bisa diselesaikan dengan bicara baik-baik. Kadang ketika mood gue lagi baik, mereka berdua mau baikan hanya dengan bicara saja nggak pakai jewer. Maaf, memang sebagai ortu gue masih banyak kurangnya. Jadi saat gue nggak bisa ajak mereka ngobrol, malah ngejewer. Ya begitulah gue, dengan dua anak sehat dan normal yang Tuhan titipin ke gue masih nggak bisa terkontrol emosi gue.

Lalu, pada suatu kesempatan gue harus hadir di acara bertema kesehatan dalam rangka Hari Penyakit Langka Sedunia. Bekerja sama antara Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Human Genetic Research Cluster IMERI FK Universitas Indonesia. Sudah ramai saat gue datang. Di salah satu sudut ruangan, seorang ibu muda sedang mengatur letak anaknya yang ada di dalam stroller. Ibu muda itu memakai masker, mungkin untuk alasan higienis. Dia memperlakukan anaknya dengan lembut dan telaten. Dalam sekilas saja gue tahu ibu muda itu salah satu bintang tamu yang diundang di acara hari itu. Gue tahu karena memang cukup update soal dunia selebritas. Dulu ibu muda ini sangat terkenal dan sering banget wara wiri di layar kaca mau pun layar lebar. Lalu pemberitaan tentang ibu muda ini berangsur meredup seiring dirinya menikah dan kini mempunyai empat orang anak.

joanna alexandra

dok: refika z. artari
Gue yang menyaksikan itu hanya bisa terpekur. Sedikit malu kalau ingat perlakuan gue ke anak sendiri. Di samping gue ada dua teman blogger lainnya yang ikut terkesima melihat pemandangan yang ada di depan mata kami. Tentu saja kami salut karena ibu muda itu bisa memperlihatkan sisi keibuannya yang kuat dan tangguh. Tidak semua bisa dipercayakan menjadi orang tua yang baik dan sayang kepada anaknya. Tidak sedikit yang menyerah ketika diberi anak yang sehat tapi disia-siakan. Sedangkan ibu muda ini diberikan kesempatan merawat anak dengan penyakit langka, semua dilakukannya dengan cinta. Karena jika gue yang berada di posisi itu pasti tidak kuat. Pasti.

Anak kedua gue pernah 2x diopname di RS selama seminggu akibat flek di paru-parunya.  Itu saja sudah membuat gue merasa bersalah dan menjadi ibu paling tidak berguna di dunia. Merawat anak sakit selama seminggu hampir membuat gue menyerah. Karena semua gue urusin sendiri tanpa ada bantuan orang lain. Mengurus satu anak sehat dan satunya lagi sakit itu tidak mudah. Berat. Menguras emosi dan energi.

Kebayang nggak perjuangan si ibu muda? Dia memiliki empat anak dan anak bungsunya didiagnosis memiliki penyakit langka.

Hidup terkadang mengajarkan kita untuk banyak banyak bersyukur dan tidak membanding bandingkan. Karena setiap manusia punya masalah dengan porsi masing-masing.

Selain ibu muda itu, hadir pula para orang tua lainnya. Datang membawa buah hati yang mereka kasihi yang juga memiliki penyakit langka. Datang dari berbagai daerah dengan berbagai latar belakang.  

Saat ini kalau kalian belum tahu, ada sekitar 6000-8000 jenis penyakit langka yang telah dikenali dan dihadapi oleh 350 juta orang di dunia. Sebanyak 75% dari pasien langka adalah anak-anak. Bahkan 30% pasien merupakan anak-anak di bawah usia 5 tahun dan hanya sekitar 5% pasien yang mendapatkan penanganan yang memadai.

5% itu sedikit sekali. Mereka yang datang membawa anak mereka hari itu termasuk di 5% itu. Karena sudah bisa mendapatkan penanganan. Sudah bisa tahu anak mereka sebenarnya menderita penyakit apa lewat screening hasil lab.

80% penyakit langka disebabkan karena kelainan genetik. Itu bisa diketahui jika dilakukan newborn screening. Sedangkan di Indonesia bayi bayi baru lahir banyak yang tidak dilakukan screening. Sehingga kebanyakan baru bisa tahu anaknya memiliki penyakit ketika semua sudah terlambat.

Ya di Indonesia saja dokter anak ahli yang concern dengan masalah penyakit langka ini baru 22 orang. Tersebar di seluruh Indonesia, yang sayangnya hanya ada dari Sumatera sampai Makassar. Indonesia bagian Timur semisal Papua belum ada. Mereka pun harus tetap berkoordinasi di Jakarta untuk penanganan kasus yang serius.  

Salah satu ibu yang datang membawa anaknya bercerita kalau anaknya kebetulan lahir di Jepang. Dengan teknologi dan perawatan di RS Tokyo saat itu, dalam 12 hari usai kelahiran sudah diagnosis menderita  phenylketonuria PKU. Kondisi di mana tubuh tidak bisa mengurai asam amino fenilalanin, yaitu salah satu bahan baku untuk pembentukan protein tubuh. Karena sudah ketahuan sejak awal sehingga sedikitnya memudahkan orang tua untuk bisa mengurus anaknya. Tapi tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena anak mereka harus diet protein dengan mengonsumsi makanan-makanan impor.

ibu dengan anak yang menderita PKU
Anak tersebut lahir dan tumbuh dengan baik, bahkan berprestasi. Pemenuhan nutrisi pada masa krusial tumbuh kembangnya, yaitu 1000 HPK, membantu anak tumbuh dan berkembang dengan baik dan terhindar dari kondisi malnutrisi , termasuk stunting.

Pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan adalah fondasi awal untuk pertumbuhan yang baik. Baik bagi anak yang sehat mau pun yang memiliki penyakit langka sekali pun.

“Sama seperti anak lainnya, anak dengan penyakit langka juga membutuhkan pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan masing-masing. Walau memiliki penyakit langka, bukan berarti kondisi kognitif anak dinomorduakan,” kata DR. Dr. Damayanti Rusli Syarif, SpA(K).  

Kebutuhan orphan food untuk pemenuhan nutrisi anak-anak berpenyakit langka untuk sehari-harinya sayangnya sampai saat ini belum ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena tidak tercatat dalam Formularium Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Padahal spesifikasi, peruntukkan, dan distribusinya sudah diatur dalam peraturan BPOM.

Dari beberapa yang hadir, ada yang bapaknya hanya bekerja sebagai driver ojol. Sedangkan pemenuhan kebutuhan makanan anaknya yang menderita MPS tingkat 2 pengeluaran biaya setahun bisa mencapai milyaran rupiah.BPJS tidak bisa menanggung itu semua. Kebayang bagaimana perjuangan dari orang tua anak tersebut? Mereka ingin anaknya walau sakit langka sekali pun, bisa tetap tumbuh dengan sehat. Tidak peduli harus jungkir balik cari biaya.

Pemerintah ngapain aja sih?

Rasanya pengin ngomel begitu mendengar perjuangan para dokter anak agar orphan food dimasukkan dalam JKN sudah sejak bertahun-tahun lalu tapi tidak ada respon positif dari pemerintah.  
Padahal harapan semua pihak, termasuk dokter Damayanti, anak-anak yang berpenyakit langka diharapkan bisa hidup bukan sekadar hidup saja tapi ada manfaatnya bukan untuk orang lain tapi bagi dirinya sendiri.