Sunday, July 3, 2022

Kesiapan OYPMK dan Disabilitas Bekerja dan Berdaya di Sektor Formal

Tanggal 30 Juni 2022 kemarin, saya mengikuti bincang dari Ruang Publik KBR yang mengangkat tema Rehabilitas Sosial yang Terintegrasi dalam membentuk OYPMK dan Disabilitas Siap Bekerja dan Berdaya


Sampai saat ini sejujurnya saya belum pernah bertemu dengan penderita kusta atau OYPMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta). Cuma seringkali mendengar stigma dan pelabelan yang tidak baik bagi para penderitanya. Apalagi kecacatan penderita kusta seringkali tampak menyeramkan bagi sebagian orang, sehingga muncul perasaan takut berlebihan terhadap kusta. Jadinya, meskipun penderita kusta telah sembuh secara medis, predikat kusta tetap melekat pada diri mereka seumur hidup. 

Pelabelan ini pastinya menimbulkan permasalahan psikologis bagi OYPMK. Siapa sih yang mau dihakimi karena penampilan atau penyakit yang diderita? Rasa-rasanya nggak ada yang mau. Hanya saja, stigma-stigma yang berkembang justru membuat OYPMK menjadi takut, kecewa, depresi, tidak percaya diri, malu, merasa diri tidak berharga, tidak berguna, dan khawatir. 

Indonesia adalah penyumbang penderita kusta nomor 3 terbesar di dunia, setelah India dan Brasil. Tahun 2012 dilaporkan ada 18.994 penderita kusta baru di Indonesia. 11,2% penderita ditemukan sudah pada cacat yang kelihatan. Sedangkan 11,5% di antaranya adalah anak-anak.

Sampai saat ini orang yang mengalami kusta atau OYPMK dan juga penyandang disabilitas mengalami berbagai kesulitan ketika harus berbaur ke masyarakat. 

Salah satu dampaknya, OYPMK dan disabilitas kesulitan mendapat pekerjaan. Mereka dianggap kelompok yang tidak produktif dan tidak memiliki kemampuan yang layak. Perusahaan dianggap bisa mengalami kerugian materiel dalam menyediakan aksesibilitas bagi OYPMK dan penyandang disabilitas. 

Ini tentu saja menjadi persoalan pelik yang harus dicari jalan keluarnya. Karena selayaknya manusia lainnya, OYPMK dan penyandang disabilitas berhak mendapat perlakuan yang sama di tengah masyarakat. 

Kira-kira apa upaya pemerintah dalam hal ini Kemensos dan sektor swasta dalam mendukung terwujudnya akses pekerjaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas? 

Ada 2 narasumber yang hadir dalam bincang Ruang Publik KBR kemarin. Ada Ibu Sumiatun, S.Sos, M.Si selaku Direktorat Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos dan juga Tety Sianipar selaku Direktur Program Kerjabilitas

Mengapa permasalahan akses pekerjaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas masih terus terjadi dan apa faktor penyebabnya? 

Menurut Ibu Sumiatun banyak paradigma undang-undang yang sudah bergeser. Dulu isunya hanya satu sektor sosial sekarang sudah multisektor dan lintas sektor. Sehingga sudah bukan lagi tanggung jawab dinas sosial tapi juga tanggung jawab lintas kementerian. 

Ada 26 hak disabilitas yang harus dipenuhi salah satunya hak untuk bekerja. Di Kemensos ada program namanya program asistensi rehabilitasi sosial, di mana program ini memberdayakan penyandang disabilitas dalam penanganan dan permasalahan.

Kemensos juga melakukan pelatihan-pelatihan. Ada pelatihan proposional, misalnya pelatihan pembuatan motor roda tiga yang diproduksi sendiri. Kemensos juga bekerja sama dengan BLK setempat. Peserta penyandang disabilitas yang sudah dilatih selama sebulan akhirnya bisa bekerja secara mandiri. 

Apa yang melatarbelakangi Program Kerjabilitas? 

Kerjabilitas adalah inisiatif yang dimunculkan oleh Lembaga Saujana untuk membantu teman-teman penyandang disabilitas masuk ke sektor formal dengan memanfaatkan teknologi. Harapannya agar bisa menjangkau lebih banyak dan menekan biaya. 

Yang melatarbelakangi adalah di tahun 2014, Tety Sianipar bersama 2 founder lain berpikir kalau penyandang disabilitas selalu terlibat di sektor non formal. Penyandang disabilitas memilih itu karena itu opsi satu-satunya. Dari asas keadilan tentu saja itu tidak adil karena penyandang disabilitas memiliki hak yang sama. 

Banyak penyandang disabilitas yang tidak hanya lulusan SMA saja tapi juga perguruan tinggi. Kenapa dengan ilmu yang mereka peroleh mereka tidak bisa bekerja di sektor formal? Kerjabilitas hadir untuk membantu penyandang disabilitas yang punya kompetensi, skill, dan niat untuk bekerja. 

Menurut Tety Sianipar, ketika penyandang disabilitas masuk ke perusahaan tantangan besarnya ada di stigma masyarakat. Di Kerjabilitas ada Disability Employment Training (DET), memberikan pemahaman dan etika interaksi disabilitas di perusahaan-perusahaan. Berdasarkan penelitian, ketika penyandang disabilitas masuk ke dalam dunia kerja tingkat produktivitas naik dan memberikan engagement yang baik ke perusahaan. 

Bincang Ruang Publik KBR ini memberikan insight baru bagi orang awam seperti saya yang lingkungannya belum pernah beririsan dengan OYPMK sebelumnya. Dari sini kita belajar bagaimana seharusnya kita sebagai bagian dari masyarakat tidak lagi memberikan stigma kepada OYPMK dan penyandang disabilitas sebagai masyarakat kelas 2 yang tidak bisa berkontribusi di sektor formal. 

Ke depannya, semoga OYPMK dan penyandang disabilitas semakin bisa diterima bekerja dengan bebas di perusahaan-perusahaan sektor formal dan mendapat hak yang sesuai. Tidak ada diskriminasi dan perbedaan karena sama-sama manusia. 






Friday, July 1, 2022

Kesiapan Orang Tua dalam Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi

Beberapa minggu lalu, anak-anak saya baru saja menerima rapor. Keduanya menerima hasil yang baik. Bagi saya sih asal mereka bisa mengikuti pelajaran yang diberikan dan berperilaku baik selama di kelas, itu sudah cukup. 

Lalu di grup kelas ada pengumuman kalau di tahun ajaran berikutnya, semua murid sudah harus PTM 100%. Si kakak selama beberapa bulan kemarin sudah uji coba PTM 100%, sementara adiknya masih hybrid. Saya sih tidak begitu khawatir karena selama pandemi mereka berdua cukup disiplin dalam bermasker dan rutin cuci tangan. Ke sekolah juga demikian. Apalagi mereka berdua sudah vaksin dosis ke-2. 

Menyiapkan anak kembali ke rutinitas mula-mula sebelum pandemi bagi sebagian orang tua mungkin agak berat atau repot. Pada hari Selasa, 28 Juni 2022, Danone Indonesia mengadakan acara #bicaragizi tentang Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi. Beberapa narasumber diundang untuk berbagi kiat bagaimana orang tua bisa mempersiapkan si kecil memasuki masa transisi ini. 


Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Kelurga Nasional 2022, pentingnya memperhatikan tumbuh kembang dan perkembangan anak usia dini dalam masa transisi dan pentingnya pola asuh orang tua. Perkembangan emosional merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Hal itu membantu orang tua dalam menstimulasi dan memonitor perkembangan yang baik di masa pandemi ini. 

2 tahun terakhir ini bagi anak balita lebih sering bersama keluarga. Anak-anak terbiasa dengan makanan yang disiapkan keluarga dan keseharian selalu bersama keluarga. Tapi di masa transisi ini mereka mulai keluar rumah lagi. Pastinya banyak hal yang berubah. Nah, apa sih masalah kesehatan yang dapat memengaruhi emosi, mental, dan perkembangan pada anak. Apalagi kita tahu anak usia dini rentan karena selama ini bergantung pada orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. 

Orang tua perlu memastikan kesiapan anak dalam beradaptasi dalam masa transisi ini agar tumbuh kembang tidak terganggu, perkembangan sosial emosional juga harus dipantau dan dimaksimalkan agar tumbuh menjadi anak yang hebat. 

Danone Indonesia sebagai perusahaan family friendly menganggap aspek pengasuhan orang tua dalam pertumbuhan anak sangat penting. Banyak program di Danone yang difasilitasi agar para orang tua dan si kecil tumbuh optimal. Misalnya ada pemberian cuti 6 bulan bagi para ibu dan 10 hari bagi ayah. Program ini sudah berlangsung 5 tahun. Lalu Danone juga memfasilitasi forum-forum untuk saling bertukar pikiran dan memberikan edukasi seperti #bicaragizi. Berharap masyarakat akan menyadari pentingnya kolaborasi orang tua dalam memberikan stimulus yang tepat agar mencapai aspek sosial emosional pada anak.

Kira-kira solusi apa yang bisa dilakukan ortu dalam masa transisi ini secara optimal berkembang sesuai milestone? 

Menurut dr. Irma Ardiana, MAPS - Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, dipastikan dengan siklus dari keluarga sendiri. Swmua itu dipersiapkan sejak masih remaja. Terutama dalam hal kesehatan biologisnya. 

BKKBN juga memastikan program penyiapan kehidupan berkeluarga sejak remaja, disebut dengan trias; tidak free sex, tidak menikah dini, dan menjauhi seks menyimpang. 

Mengusung konsep 8 fungsi keluarga. Dimulai dari balita, remaja dan lansia. Karena diyakini keluarga adalah tempat pertama dan terutama, dalam hal pendidikan maupun pengasuhan. 

8 fungsi keluarga yang dirumuskan BKKBN adalah: fungsi Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan. 

Membentuk sebuah keluarga harus memahami dulu peran yang dijalankan sebagai ayah, ibu, suami dan istri lalu berlanjut ke balita melalui program 1000HPK. 

Sosial emosional anak apa yang harus diperhatikan? 

Kata Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp. A(K), MPH - Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, bicara sosial emosional banyak aspek yang harus diperhatikan karena bukan hanya satu faktor yang berperan tapi multifaktor. 

Bicara tentang anak pasti berbicara tentang perkembangan otaknya. Paling kompleks terjadi di usia 2 tahun. Fungsi melihat dan mendengar sebelum anak lahir. Bahasa juga berperan pada peran emosional. Di bawah 5 tahun peer social skills sudah berkembang dengan pesat. Apa yang diambil otak sangat cepat. Otak dan saluran cerna saling berkesinambungan. 

3 hal utama yang berkaitan dalam tumbuh kembang anak: 

- perkembangan sosial emosional

- kecerdasan otak

- sistem pencernaan yang sehat

Ada Cici Desri - Founder Joyfulparenting101, ikut berbagi tip tentang bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan ekspresi dari anak. Cici dan suami selalu berkomunikasi dua arah dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk berpendapat atau berekspresi. Selain melibatkan ayah, ibu, serta menyertakan anak, keluarga Cici juga melibatkan pihak lain untuk membantu kontrol sosialiasi anak selama di luar rumah. 

Dari semua tip para narasumber, pentingnya pola asuh kolaboratif diterapkan ke anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Terutama menyiapkan anak dalam memasuki masa transisi nanti. 




Tuesday, June 28, 2022

Di Amartha dengan 100rb Saja Kita Sudah Bisa Impact Investing

Beberapa bulan lalu sepupu saya mengirim WA yang isinya tentang penyalahgunaan data pribadinya akibat pinjaman online. Sepupu saya kala itu sedang hamil besar dan tinggal menunggu hari kelahiran. Dengan tingkat kehamilan yang tidak mudah karena berapa kali saya baca statusnya harus bed rest di rumah sakit. Kebayang kan stressnya. Hamil besar, rentan keguguran, trus diteror debt collector dari aplikasi pinjaman online

Saya dua kali diundang ke event launching fintech yang concern ke bidang pendidikan dan financial planner. Semua punya misi dan visi yang sama, sebagai jembatan membantu mereka yang membutuhkan dengan spesifikasi tertentu. Tujuannya utamanya sangat baik dengan aturan yang aman. Sudah terdaftar resmi pula di OJK. 

Masalahnya pinjol ilegal yang belum terdaftar menjamur bak cendawan di musim penghujan. Semua karena ada pasarnya. Tahu kalau beberapa masyarakat memang butuh duit cepat apa pun caranya. Cara-cara kotor pun dilakukan, menyebar info dan iklan di media sosial sambil menyertakan link phising. Akhirnya kita jadi sering mendengar cerita orang-orang terjebak pinjol dari beberapa aplikasi ilegal dan mengalami teror selama berbulan-bulan. Sampai sekarang. 

Dunia fintech akhirnya identik dengan hal-hal yang merugikan masyarakat. Padahal masyarakatnya sendiri yang kurang literasi ketika membuka atau mendaftar ke aplikasi tertentu. 

Tanggal 25 Juni 2022 kemarin, saya diundang ke acara launching aplikasi Amartha. 

Apalagi ini? Pinjol kah? 

Amartha adalah aplikasi yang mengutamakan kesetaraan gender. Menjembatani investor dengan para pelaku UMKM agar mendapat kesempatan membuka usaha. Melalui definisi ini saja kita sudah tahu kalau ini bukan aplikasi fintech yang menawarkan uang kaget. Sudah pasti telah terdaftar di OJK. 

Amartha adalah peer to peer microfinance marketplace fintech. Yang pendanaan atau pemberian pinjaman ada di sektor mikro. Amartha hadir karena tahu banyak pelaku usaha mikro di daerah, khususnya perempuan, kesulitan untuk mengajukan dana usaha lewat bank konvensional. 

Iya, Amartha memang sangat concern dengan pelaku usaha perempuan di daerah. Amartha tahu, banyak perempuan tangguh yang harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Terutama di masa pandemi ini. 

Apa bedanya Amartha dengan aplikasi fintech lain yang menawarkan jasa serupa? Di Amartha ada value lebih yang dipegang investor karena pendanaannya bisa memberikan dampak lebih kepada rakyat kecil dan lingkungan, terutama kepada pelaku usaha kecil. Jadi ketika kita ikut terlibat di Amartha sebagai investor, kita bukan hanya mendapat keuntungan dari return modal tapi bisa berdampak bagi orang lain. 

Istilah kecenya adalah impact investing. Keren banget kan. Hanya berinvestasi lewat aplikasi Amartha saja kita sudah membantu banyak pelaku usaha kecil. 

Di event kemarin, salah satu narasumbernya adalah Anisa Aprilia - CFP (Certified Financial Planner)

Anisa menjelaskan banyak hal tentang apa saja yang harus kita lakukan ketika ingin berinvestasi. Ada beberapa ragam instrumen investasi:

- Deposito

- Obligasi

- Saham

- Emas

- Reksadana

- Fintech P2P lending

Iya, sekarang fintech p2p lending termasuk instrumen investasi. Semakin berkembangnya dunia digital, semakin berkembang pula cara manusia melakukan berbagai transaksi keuangan. Tapi disarankan bagi yang belum mengerti pelajari dulu instrumennya agar tidak terjebak dan mengalami kerugian karena kurangnya literasi keuangan. 

Mbak Rezky Warni selaku AVP Marketing Amartha menjabarkan lebih detail lagi bagaimana Amartha yang sudah berdiri sejak tahun 2010 sebagai microfinance yang bermisi menghubungkan pelaku usaha mikro dengan pemodal secara online.

Bagaimana banyaknya pengusaha mikro yang sulit mendapatkan modal usaha akibat keterbatasan jaminan, fluktuasi pendapatan, dan ketiadaan sejarah kredit. Dengan teknologi yang tepat dan mengangkat semangat gotong royong di kampung, Amartha percaya mereka dapat menjadi penerima pinjaman yang berkualitas. 

Semangat gotong royong yang dipakai adalah tanggung renteng. Karena orang-orang di daerah masih hidup dan tinggal secara sosial dengan tetangganya. Sehingga dapat membentuk majelis bersama beberapa orang di sekitar rumahnya. Jadi ketika salah satu peminjam tidak dapat membayar pada bulan tertentu, anggota majelis lain mampu untuk menanggung terlebih dahulu. Peminjam akan mengembalikan rente yang dipinjam di bulan selanjutnya. 

Di Amartha juga ada profil dan rating para borrower. Investor dapat memilih untuk menginvestasikan dananya berdasarkan profil dan rating tersebut. Semakin baik rating, semakin lancar juga dana yang dikembalikan. Kerennya, karena ini adalah marketplace, investor bisa bebas memilih memberikan pendanaan kepada pelaku usaha kecil siapa saja. Bahkan bisa berinvetasi ke lebih dari satu orang. Modal dana yang bisa diberikan dimulai dari Rp.100.000. 

Selain lewat aplikasi kita bisa membuka situs Amartha untuk informasi lebih akurat. Selain itu ada blog Money+. Ini adalah majalah daring yang dikelola Amartha, yang mengangkat berbagai macam topik. Mulai dari keuangan millenial, gaya hidup, teknologi dan berita start up, sampai karir dan berbagai macam tips. 

Money+ juga memiliki fitur untuk subscriber mengikuti kuis bulanan dan mendapatkan hadiah menarik. Kita juga berkesempatan untuk mengirimkan artikel ke Money+. Bagi yang artikelnya ditayangkan mendapat beberapa keuntungan, selain dibayar juga berkesempatan ikut field trip gratis ke desa Amartha. Mupeng kan. 

Gimana? Kalian sudah tertarik untuk mencoba berinvestasi di P2P lending seperti Amartha ini? Menurut saya sih worth it. Dengan 100rb saja kita sudah bisa membantu satu pelaku usaha kecil. Jangan dulu mikirin balik modalnya, pikir saja dulu dampak yang sudah kita beri bagi orang lain. Sesederhana itu. 







Thursday, June 16, 2022

Zombie, Gym dan Wangi Korean Strawberry

Tadi pagi agak kaget pas buka Youtube trus nongol rekomendasi announcement All of Us are Dead Season 2

Wow. 

Sebagai yang ngikutin Season 1 tentu saja excited sekali dengar kabar ini. Apalagi film zombie adalah satu satu genre kesukaan saya. Saya sudah menyukai genre ini dari zaman 28 Days Later, Dawn of the Dead, Shaun of the Dead, Zombieland, World War Z, serial The Walking Dead, film horor komedi Jepang yang terbaik sekali One Cut of the Dead sampai ke era serial korea, Kingdom. Paling baru tentu saja All of Us are Dead. 

Yang jadi pertanyaan, gimana mereka nyuci bajunya ya? Kan saat syuting semua pakaian belepotan banget. Dicuci lagi apa langsung dibakar ya outfit-nya? #kepikiran

Saya sering nge-gym, keringatan dikit baju langsung bau padahal sebelum dipakai masih bau pewangi pakaian. Ini keringat saya yang bikin bau apa pewanginya yang gampang hilang baunya ketika tercampur keringat ya? Problematika ibu-ibu rumah tangga banget. 

Beberapa waktu lalu saat lagi buka e-commerce saya ngeliat Molto varian terbaru. Molto Korean Strawberry namanya. Pewangi pakaian yang memberikan 7x perlindungan lebih wangi. Huwow. 

Karena wanginya manis dan menyegarkan kayak bau Strawberry Korea yang ginuk-ginuk itu, katanya ampuh menghalau 7 macam bau membandel seperti; keringat, apak, polusi, bawang, amis, asap dan bau badan. 

Mungkin alasan pakaian saya cepat berbau ya karena varian pelembut or pewangi pakaian yang saya pakai nggak se-strong Molto Korean Strawberry dalam menghalau bau. Ya namanya juga nyari-nyari rekomendasi pewangi pakaian yang tokcer. Kalau Molto Korean Strawberry ini terbukti ampuh di pakaian nge-gym saya pasti juga cocok banget sebagai pewangi pakaian untuk bayi/anak atau pun keluarga. 

Demam Kpop dan Kdrama memang terbukti bikin banyak yang jatuh hati dengan produk-produk dari Korea. Netizen dengan gercep pasti tertarik mencoba. Misal kayak Molto dengan varian baru ini, pewangi pakaian Korea yang wangi strawberry. Buah strawberry dari Korea sendiri salah satu komoditas unggul karena ukuran dan rasanya manis. Di supermarket besar harganya saja kisaran ratusan ribu hanya untuk berapa buah. 

Menurut saya sih langkah yang tepat juga dijadikan wewangian. Dari dulu kan rasa strawberry selalu menarik selera banyak orang, dari muda sampai tua. Anak-anak kecil apalagi senang sekali dengan rasa strawberry di camilan mereka. 

Ah, selain Molto ternyata ada beberapa produk keluaran terbaru dari Unilever yang beraroma Korean Strawberry juga.



Ada Superpell Korean Strawberry dengan teknologi power clean yang bikin lantai kinclong dan higienis, tahan sampai 8 jam, dan tentu saja beraroma kemewahan Korean Strawberry. 

Lalu ada Sunlight Extra Korean Strawberry. Siapa sih yang nggak pakai Sunlight di rumah buat cuci piring. Kayaknya kebanyakan pakai kan. Wangi sunlight biasa dan keampuhannya membersihkan piring kotor sudah teruji apalagi dengan varian baru ini. Tahu-tahu kelar cuci piring, piringnya dijilat karena bau strawberry. 

Terakhir ada Rinso Korean Strawberry Powder 700 G. Yang mempunyai 8 keunggulan:

1. Hilangkan bau tak sedap & bau apek pada pakaian 

2. Hilangkan noda hanya 1x kucek

3. Jaga warna pakaian tetap cemerlang

4. Surfaktan mudah terurai 

5. Mengandung ekstra pelembut, membuat serat kain lembut & halus 6. Lembut & tidak panas di tangan

7. Wangi Molto tahan lama hingga 21 hari

8. 99.99% efektif bunuh bakteri dan virus

Produk-produk di atas bisa kalian beli secara online di: E-commerce (Tokopedia, JD.ID) & Supermarket terdekat. 

Kalau semua kebutuhan dapur wanginya Korean Strawberry pasti #wanginyabikinjatuhcinta. Kayak cinta tak berbalas kita ke oppa-oppa Korea. 










Wednesday, June 15, 2022

Fitur Terbaru MiAccount Memanjakan Nasabah Manulife

Beberapa waktu lalu saya sempat nonton video TikTok yang di-share di Twitter. Kurang lebih sih videonya tentang orang Amerika yang udah tinggal di Indonesia dan kaget dengan kecanggihan mesin ATM di sini. Di Amerika mau buka rekening butuh waktu 2 minggu, mau transfer atau cairin duit apa-apa mesti pakai cek. Bahkan, mesin ATM-nya jauh dari kata layak. Di salah satu akun diaspora yang udah lama tinggal di Amerika, dia nunjukin foto betapa jelek, lusuh, terbuka dan nggak amannya ATM di sana. Nggak ada tuh bilik atau ruang ATM yang bersih dan ber-AC.

Bayangin, kita selalu kiblatnya ke negara maju ternyata urusan perbankan, negara kita jauh lebih praktis. Bisa transfer sesuka hati dari ATM maupun dari aplikasi mobile banking di ponsel. Apa-apa tinggal pencet aja.

Satu Kendali dari Ujung Jari

Iya, kecanggihan dunia digitalisasi membuat segala kendali layaknya ada di ujung jari kita. Perkembangan ini mendorong Manulife Indonesia menghadirkan pembaharuan bagi platform digital MiAccount.

Kalian sudah tahu belum MiAccount ini?

Belum?

Saya juga sih, makanya Kamis kemarin sempat ikut keriaan gathering dari Manulife Indonesia. Di event ini, Manulife berusaha meningkatkan layanan digital untuk nasabah melalui kemitraan bersama Halodoc.


Ada beberapa fitur baru yang diperkenalkan di MiAccount, di antaranya:

• Layanan kesehatan untuk nasabah Manulife semakin terintegrasi dengan fitur telehealth

• 45% nasabah asuransi kesehatan Manulife sudah terdaftar pada aplikasi Halodoc

• Wajah baru MiAccount memungkinkan nasabah kelola polis melalui satu kendali di ujung jari

Dalam MiAccount ini memudahkan nasabah dalam mengelola polis mulai dari:

- Update data kontak (nomor HP, Email, Alamat)

- Perubahan alokasi dana investasi

- Pembayaran premi lanjutan secara online

- Melihat informasi seperti nilai polis, besaran manfaat, penerima manfaat dan lain-lain


Jadi nggak ada lagi itu kerepotan ngurus polis trus mesti datangi kantor layanan Manulife atau nguber-nguber ke agen. Lewat MiAccount ini semua dipermudah. Semua dapat diakses melalui mi-account.manulife.co.id.

Yang menarik juga adalah kerjasama Manulife dengan Halodoc. Kemitraan yang terbentuk dari November 2021 ini penggunanya terus meningkat. Halodoc dan Manulife memungkinkan nasabah asuransi kesehatan Manulife Indonesia untuk menikmati berbagai kemudahan melalui aplikasi Halodoc yang dapat diunduh baik di App Store maupun Google Play Store seperti;

• Proses cepat dan nyaman, sejalan dengan situasi industri layanan kesehatan saat ini yang didukung oleh perkembangan teknologi yang pesat, termasuk akses layanan telehealth:

E-Card (kartu digital) asuransi kesehatan

• Membuat janji temu rawat jalan secara online pada rumah sakit dan klinik rekanan

Halodoc melalui aplikasi Halodoc dan melakukan konsultasi online

• Menampilkan limit terkini dan ringkasan manfaat dari manfaat rawat jalan

Kenapa Manulife Indonesia memilih Halodoc sebagai partner? Karena Halodoc mempunyai kapabilitas sebagai Third Party Administration (TPA) yang memiliki jaringan dan rekanan yang luas.


Namun tetap saja pasti ada yang mengalami kendala dalam membuka MiAccount ini. Dari pihak Manulife Indonesia menyarankan nasabah bisa bertanya ke customer service. Atau bertanya langsung melalui agennya. Semua akan dibantu secara kompeten.

Kekhawatiran lain, dengan banyaknya kasus data diretas belakangan ini. Manulife Indonesia tentu saja ketika membuat MiAccount sudah melewati risk management dan trial and error test. Ada beberapa langkah untuk menjaga keamanannya di aplikasi MiAccount:

1. Mengizinkan hanya pemegang polis yang bisa mengakses akunnya.

2. Ketika nasabah bertransaksi akan di-push dengan OTP.

Peluncuran platform digital MiAccount mencerminkan preferensi terhadap kanal digital yang terus menguat di Indonesia. Bagi Manulife Indonesia, inovasi dan transformasi senantiasa merupakan prioritas utama yang selaras dengan misi memudahkan dan membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Saat ini, Manulife memberikan perlindungan kepada 2 juta nasabah di seluruh Indonesia. Apakah kalian termasuk salah satu nasabahnya?


Tuesday, March 15, 2022

Pentingnya Pemenuhan Hak Perempuan dari Perusahaan



Beberapa hari yang lalu sempat baca keluhan seorang ibu di Twitter yang mampir ke salah satu stasiun untuk menyusui namun ternyata ruang laktasi di stasiun tersebut digembok. Si ibu disuruh petugas untuk pindah menyusui di pos kesehatan tapi malah bau asap rokok dan sudah ditongkrongi beberapa orang tidak berkepentingan. Akhirnya si ibu memilih naik KRL lagi dan pindah ke stasiun lain agar bisa mampir ke pos kesehatannya untuk menyusui bayinya.

Serepot inilah kehidupan perempuan ketika diperhadapkan dengan kegiatan mengurus anak apalagi yang masih infant atau balita.

Sementara menurut data sensus penduduk 2021, sekitar 49,5% dari total penduduk Indonesia adalah perempuan, 32%-nya adalah anak-anak. Kenyataannya kelompok perempuan dan anak justru masuk ke kelompok yang rentan. Perempuan Indonesia masih menerima diskriminasi dan stigmatisasi. Banyak hak-hak perempuan apalagi perempuan bekerja yang belum terpenuhi.

Pada tanggal 8 Maret 2022 bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia atau #WomenInternationalDay2022, Danone mengadakan webinar dengan tema Perusahaan Ramah Keluarga: Dukung Ibu Siapkan Generasi Maju, yang bertujuan mendukung berbagai kebijakan yang ramah pada perempuan dan peduli pada anak di dunia kerja.

Data Sakernas 2021, tingkat kontribusi perempuan di dunia kerja masih relatif rendah dan belum optimal. Sekitar 54%, dibanding laki-laki yang sudah 84-85%. Sementara dalam urusan pekerjaan domestik sebanyak 37% perempuan bekerja mengurus rumah tangga sedangkan laki-laki hanya 3,3% saja, kata Indra Gunawan selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA.

Berbagai kesenjangan tingkat partisipasi angkatan kerja ini tentu saja berpengaruh pada perempuan yang bekerja sekaligus harus mengurus pekerjaan domestik. Kebayang nggak sih, capek kerja pulang rumah masih harus beberes dan memasak juga untuk keluarga? Belum lagi di tempat kerja ternyata lingkungan kerjanya nggak suportif dan menyediakan ruang lingkup yang aman dan nyaman.

Berbagai kebijakan yang sudah disusun oleh Kemen PPPA adalah penyediaan sarana prasarana yang responsif gender dan peduli anak di tempat kerja sebagai bentuk pemenuhan hak pekerja perempuan dalam meningkatkan produktivitas kerjanya:

- penyediaan ruang asi
- tempat penitipan anak
- fasilitas pelayanan kesehatan
- mendorong rumah perlindungan pekerja perempuan di kawasan industri bagi perempuan yang mengalami kekerasan

Kebijakan-kebijakan perusahaan yang ramah keluarga apalagi yang memenuhi hak-hak perempuan perempuan sangat dibutuhkan. Salah satu perusahaan yang memenuhi kebijakan dan hak-hak tersebut salah satunya adalah Danone Indonesia.

Danone Indonesia, sudah melaksanakan kebijakan ramah gender dan memenuhi hak perempuan sudah berlangsung 5 tahun dari sisi internal dan eksternal. Danone Indonesia, Perusahaan Ramah Keluarga yang Siap 24 Jam menjadi Partner Ibu Wujudkan Generasi Maju.

Di sisi internal ada:

- Kebijakan dan Fasilitas: Cuti Hamil 6 bulan berbayar untuk ibu, 10 hari cuti untuk ayah dan ruang laktasi.
- Jam kerja yang fleksibel.
- Pemantauan status gizi anak karyawan di periode 1.000 HPK si kecil.
- Ruang laktasi
- Asuransi Kesehatan

Danone Indonesia juga memulai program DANISA (Danone Indonesia Meng-ASI-hi) yaitu pendampingan karyawan perempuan dalam pemberian ASI eksklusif dan dilanjutkan hingga usia dua tahun, kata Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia.

Sementara di sisi eksternal adanya kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menyiapkan generasi maju. Kegiatan-kegiatan seperti; Bicara Gizi, Isi Piringku, Warung Anak Sehat, Rumah Bunda Sehat, Rumah Tempe, AQUA Home Service, dan Recycle Business Unit (RBU).

Salah satu cara Danone Indonesia mendukung keluarga Indonesia dalam menyiapkan generasi maju adalah dengan menyiapkan Layanan Careline. Layanan ini memberikan pelayanan maksimal selama 24/7, melayani keluarga Indonesia melalui yang bebas pulsa di 0-800-1-360-360 dan juga layanan multi-channel pertama, bisa melalui WA, FB maupun IG.

Di Hari Perempuan Internasional, Danone Indonesia Penuhi Hak-hak Perempuan dan Siaga 24 dengan Layanan Careline yang hadir untuk memberikan akses kesehatan ibu dan anak dan siap menjadi partner untuk layanan konsultasi. Layanan Careline ini terdiri dari para profesional, seperti kebidanan, keperawatan, nutrisionis, tumbuh kembang prasekolah dan ilmu kesehatan lainnya. Mereka Siap Wujudkan Generasi Maju, Danone Indonesia Hadir 24 Jam Menjadi Partner Ibu di Seluruh Indonesia melayani konsultasi, keluh kesah orang tua, khususnya keluhan para ibu untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal dari awal kehidupan.










Saturday, March 5, 2022

Under Eyes Saya Berkurang Karena Pond's Triple Glow Serum

Saya termasuk late bloomer. Kalau yang lain puberty hit sejak umur 20-an, saya baru merasa diri saya enak dilihat ketika saya sudah berumur 30-an. Mungkin sekitar umur 35 tahun. 

Yang bikin saya nggak pede mungkin karena sejak saya remaja saya sudah punya under eyes, well, hollow eyes sih lebih tepatnya. Area di bawah mata saya terlalu masuk ke dalam jadinya muka saya terlihat jauh lebih dewasa dari umur aslinya. Ini kurang lebih karena genetik, sih. 

Muka saya nggak pernah kusam, karena urusan skincare sebenarnya saya sudah aware sejak masa sekolah. Pernah melewati namanya terjebak produk krim muka abal-abal karena ngeliat muka teman saya yang kinclong banget. Tapi urusan warna muka dan kulit jatuhnya kontras, kayak zebra.

Semasa kuliah saya juga rutin bersihin wajah walau pemakaian produk wajah belum se-hype dan seberagam sekarang. Dulu tahunya bersihin muka aja lalu pakai pelembab. Belum ada namanya sheet mask, serum, essence, retinol, dan sebangsanya. 

Memasuki usia 30-an saya baru paham tentang berbagai fungsi skincare. Nggak semua bisa dicampur dalam satu pemakaian. Semisal; retinol nggak boleh dibarengi dengan AHA/BHA atau retinol dengan Vitamin C. Risikonya bisa membuat kulit kemerahan, mengelupas, hingga iritasi. Muka bukannya glowing malah suffering

Apalagi memasuki umur 30-an, perempuan suka insecure dengan penampilan kulit wajah. Ada kerut halus sedikit aja langsung panik. Banyak yang belum siap untuk aging, termasuk saya. Makanya penggunaan berbagai macam produk skincare penting untuk memperlambat penuaan. Tapi kalau memilih produk salah juga apes. 

Pemakaian Vitamin C awalnya bukan prioritas saya di produk skincare yang saya beli. Saya lebih mengandalkan sheet mask dan retinol. Padahal produk berbahan Vitamic C sangat baik untuk membantu menghilangkan flek hitam di wajah. Semakin sering terpapar matahari biasanya menyebabkan flek hitam muncul. 

Saya butuh memilih dan memilah dulu produk Vitamin C yang cocok bagi wajah saya. Semasa saya kuliah, saya punya pengalaman menggunakan salah satu produk skincare yang mengandung Vitamin C, alhasil muka saya menjadi iritasi. Karena alasan ini saya menghindari produk berbahan Vitamin C. 

Semenjak pemakaian produk skincare semakin hype, variannya juga semakin variatif. Saya mulai mencoba memakai produk berbahan Vitamin C. Beberapa waktu lalu saat serum dan sheet mask saya habis, saya ingat di Indomaret dekat rumah biasanya di rak perawatan tubuh dan wajah suka ada produk-produk yang harganya available. Di jejeran rak sheet mask, saya menemukan Pond's Triple Glow Serum bentuk sachet. Ada juga Pond's Triple Glow Serum Mask. Saya sih sudah menggunakan brand ini sejak saya masih sekolah. Saya suka produk pembersih wajahnya, cocok di kulit normal saya. 

Biasanya kalau ngeliat varian baru, saya suka googling dulu. Nyari tahu apa kelebihannya, kalau oke baru beli. Pond's Triple Glow Serum dan Pond's Triple Glow Serum Mask ternyata punya kandungan konsentrat 60x lebih efektif dari Vitamin C. Membuat kulit wajah jadi lebih sehat, cerah dan lembut. 

Saya sih suka tanpa ekspektasi kalau beli produk. Kalau cocok hayuk dibeli lagi, kalau nggak ya terpaksa ganti lain. Walau kulit saya terbilang nggak banyak rewelnya tapi saya selalu memberikan produk yang bagus. Bagus pun nggak selalu mahal. Skincare saya selama ini harganya semua masih sangat terjangkau isi dompet. Jarang banget pakai produk high end

Dibekali hasil googling dan baca review, saya akhirnya membeli kedua produk ini. Harapannya sih nggak banyak, cocok aja di wajah. Soalnya saya termasuk yang nggak paham kenapa banyak perempuan maunya membeli produk dengan alasan pengin kulitnya jadi putih. Kenapa bukan cerah? Lebih masuk akal mencerahkan daripada memutihkan. Apalagi kita terlahir sebagai penduduk daerah tropis, masa mengharap kulit seputih salju. Iklim dan genetik itu ikut berperan membentuk pigmentasi kulit. Kalau bukan keturunan ras asiatic mongoloid atau ras kaukasoid trus maunya warna kulit putih mayat kan aneh. 

Gimmick marketing di media sangat berperan besar membangun image gatekeeping seperti ini; perempuan cantik itu harus putih. Padahal semua jenis kulit itu cantik apalagi yang dirawat. 

Pulang ke rumah jadilah saya memakai produk yang saya beli. Biasanya saya memakainya siang karena malam saya kadang pakai retinol. Selama beberapa hari pemakaian agak surprised dengan hasilnya. Kulit wajah saya lebih plumpy dan... under eyes saya terlihat lebih samar. Huhuhu, mau nangis rasanya. 

Left: before
Right: after

Mungkin alasan kenapa Pond's Triple Glow Serum dan Pond's Triple Glow Serum Mask beneran efektif di wajah saya, karena konsentratnya mengandung serum pencerah yang menggabungkan 3 kekuatan terbaik: 

-Gluta-Boost-C: mengandung glutathione, antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Formula unik Gluta-Boost-C efektif menyamarkan flek hitam, untuk wajah tampak cerah dan warna kulit merata.

-Vitamin B3+:  menyamarkan pori untuk wajah tampak mulus. 

-Hyaluronic Acid: menyerap mendalam ke setiap lapisan epidermis kulit untuk wajah tampak lembap berkilau. 

Sekarang berharap produknya bisa tetap awet di wajah saya. Selain harganya terjangkau isi dompet, Pond's Triple Glow Serum ada kemasan sachet yang praktis dibawa ke mana-mana. 










Monday, January 24, 2022

Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan Kawanua

Bulan yang paling dinanti bagi sebagian orang itu mungkin bulan Desember. Apalagi bagi Masyarakat Manado. Bulan Desember di sana cukup unik dan menarik karena masyarakatnya merayakan Natal lebih dahulu dibandingkan dengan kebanyakan orang. Gaung dan pesona Natal sudah terasa sejak memasuki bulan berawalan -ber. Kemudian makin kental ketika tanggal berganti menjadi tanggal 1 Desember. Ibadah Natal akan dilakukan di gereja-gereja, rumah-rumah bahkan tempat umum yang puncaknya diperingati pada tanggal 25 Desember. 

Berakhir sampai di situ? 

Tentu saja tidak. Biasanya bagi masyarakat yang merantau atau umumnya disebut kawanua, perayaan Natal bahkan bisa dilakukan sampai pada awal bulan Januari sekaligus digabung dengan perayaan Tahun Baru sekaligus perayaan tutup tahun atau disebut Kuncian atau Kunci Taon.

Tradisi Kunci Taon di Manado dilakukan dengan berbagai festival; baik dari Minahasa atau juga Sangihe. Umumnya dikenal dengan Festival Figura dan Tulude. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan pawai keliling menggunakan berbagai kostum menarik atau ritual adat. Tujuan tradisi ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan di sepanjang tahun yang telah dilewati sehingga dengan selamat lalu sekiranya boleh menapaki lagi perjalanan hidup di tahun yang baru. 

Memasuki tahun 2022 ini, Kerukunan Keluarga Kawanua ikut melaksanakan Perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taon secara bersamaan pada Jumat, 21 Januari 2022 kemarin. Acara dilakukan secara online melalui beberapa platform selama 3 jam 30 menit. Ada ribuan diaspora Kawanua dari banyak negara yang mengikuti ibadah perayaan ini. Dibuktikan dari jumlah viewer pada 3 platform media sosial; Facebook (2,9K views), YouTube (2,1K views), dan Instagram.

Tentu saja para diaspora Kawanua sangat mengapresiasi ibadah ini walau dilakukan secara online mengingat kondisi pandemi yang sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun ini. Apalagi di awal ibadah menghadirkan alat musik tradisional kolintang yang dimainkan oleh Pinontoan Bersaudara. Belum lagi penampilan dari Putri Bilanova, Randy Lapian, dan penyanyi jazz legendaris Ermy Kullit yang melantukan lagu-lagu Natal. MC acara malam itu adalah Marthen Kandouw dan Lois Merry Tangel, Putri Pariwisata 2016.

Hanya dalam waktu 11 hari para panitia bekerjasama agar bisa mencapai kesuksesan acara Perayaan Natal Kawanua 2021, Tahun Baru 2022, dan Kunci Taon kali ini.

Dalam sambutannya, Nova Sumolang selaku Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia acara yang telah memberikan kontribusi dari awal persiapan hingga hari pelaksanaan.

Ibadah Perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taon dari KKK ini mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan Kawanua” berdasarkan 1 Petrus 1: 22. 

Bagi yang ketinggalan keseruan Perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taon yang diadakan KKK langsung saja meluncur ke Youtube

Semoga di tahun ini segala doa-doa baik terwujud.