Wednesday, December 23, 2020

Perempuan dan Digitalisasi UMKM




Siapa yang ketika tahu 2020 akan tiba punya segudang resolusi yang dengan optimis bisa terwujud? Apalagi iming-iming ramalan cinta dan keuangan sangat baik di tahun elemen tikus logam ini. 


Saya salah satunya.


Saya punya beberapa resolusi di akhir tahun 2019 karena saya yakin 2020 is my year. Saya benar-benar seoptimis itu sampai akhirnya awal tahun 2020 dibuka dengan banjir hebat se-Jabodetabek. Akhir bulan Januari malah virus outbreak di Wuhan dan pada bulan ketiga sampai juga di negara kita. Dari situ, semua resolusi patah arang. 


Tahu-tahu sekarang sudah mau tiba di penghujung tahun. Baru kali ini saya melewati satu tahun yang terasa sangat lama dan berat. 


Di media sosial saya banyak sekali cuitan yang bergema tentang betapa 2020 meluluhlantakkan semua. Beberapa teman-teman mengeluhkan pekerjaan dan usaha mereka yang bangkrut. Tidak terkecuali para pelaku UMKM. 


UMKM jauh sebelum masa pandemi sudah menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat. Karena paling gampang diimplementasikan bagi siapa saja. Biasanya para ibu rumah tangga yang bergerak di bidang ini. Sebagai bentuk membantu perekonomian keluarga. 


Persentase pelaku usaha perempuan melalui UMKM di Indonesia mencapai 21%, sedangkan rata-rata secara global 8%. Data BPS tahun 2018 UMKM yang dikelola perempuan di Indonesia 64,5% dari total 37 juta UMKM.


Danone ikut memberdayakan UMKM perempuan melalui gerakan ekonomi. Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan bahwa Danone Indonesia memiliki program pemberdayaan perempuan dalam pembinaan UMKM yaitu pemenuhan hidrasi dan nutrisi. Ada AQUA Home Service (AHS) dan Warung Anak Sehat (WAS).


Di masa pandemi ini, 50% UMKM menutup usahanya selama pandemi. 88% UMKM tidak lagi memiliki simpanan, tapi kegiatan belanja online masyarakat meningkat sampai 400% akibat mereka membatasi pergi keluar rumah.


Menurut Jonatan End, Digital and Growth Consultant, kegiatan konsumtif seharusnya bisa diubah menjadi kegiatan produktif. Artinya di masa sekarang ini di mana semua serba digital dan instan, yang demen membeli bisa mengubah mindset menjadi seorang penjual karena peluangnya sangat besar. 


175.4  juta dari 272.1 juta penduduk adalah pengguna internet, 59% di antaranya adalah pengguna media sosial yang pemakaiannya rata rata 3 jam 26 menit perharinya. 64% nya memakai internet dengan durasi 7 jam 59 menit. Dengan kondisi seperti ini seharusnya mampu mempergunakan media sosial sebagai bentuk promosi usaha. 


Digital marketing itu penting karena memperluas jangkauan bisnis ke pasar yang lebih luas. Digital marketing selain lewat situs, juga dapat memanfaatkan marketplace, media sosial, bahkan fitur chat seperti WA.


Danone Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia meyelenggarakan program Women Will untuk memberikan dukungan kepada 700-an perempuan untuk meningkatkan usaha UMKM-nya. Selain itu perempuan juga diajarkan apa itu literasi digital sehingga dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar memperluas usaha yang sedang dikerjakan.


Jadi, kalian memilih tetap konsumtif apa mau menjadi produktif? 

Sunday, December 20, 2020

Peluncuran GESID untuk Remaja Indonesia




Kedua anak saya sudah memasuki masa remaja. Mereka termasuk kelompok penduduk yang jumlahnya cukup besar. Remaja adalah mereka yang berusia 10-24. Di Indonesia penduduk dengan usia tersebut ada 61.484.630 jiwa atau setara dengan 25.63% (BPS, SUPAS 2015). 15-20 tahun mendatang mereka inilah penduduk usia produktif yang akan mendominasi.  


Di usia remaja seperti inilah justru muncul berbagai permasalahan, salah satunya permasalahan gizi pada remaja. Permasalahan gizi yang dihadapi mulai dari; anemia, malnutrisi, body image, perilaku makan yang salah, isi piringku sampai ke pendidikan karakter.


Karena itu penting edukasi gizi dan kesehatan untuk remaja. Maraknya media sosial dengan gambaran dunia dan diri yang sempurna tentu saja memberi efek yang berlebih, khususnya bagi para remaja. 


Sebagai orang tua saya kadang suka berdecak kagum setiap kali membuka Instagram yang muncul adalah remaja-remaja yang cantik dan rupawan. Nggak ada yang jelek. Sampai proporsi tubuh pun tampak sempurna. Seolah-olah saat mereka menginjak usia pubertas langsung glow up. Padahal semua pasti butuh proses. Tapi proses itu ditiadakan sehingga yang tampak adalah kesempurnaan sejak lahir. 


Coba bayangkan efek ini pada anak-anak remaja lain yang tidak mengalami hal serupa. Body imagepada dunia media sosial terbentuk sebagai gambaran yang sempurna tanpa cacat. Bahwa menjadi remaja menarik itu harus cantik rupawan bak remaja Instagram. 


Karena ingin mendapatkan tubuh yang sempurna ujungnya membawa remaja pada perilaku makan yang salah. Berakibat anemia dan malnutrisi. Buruknya bisa menjadi eating disorder.


Danone menginisiasi peluncuran GESID, program yang dirancang sedemikian rupa supaya remaja SMP –SMA memahami kebutuhan gizi.


Kegiatan ini menghadirkan para narasumber; Drg. Kartini Rustandi, M.Kes (Sesditjen Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI), 

Prof. Dr. Ir. Sri Anna Maryati, Msi (Ketua Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB), 

Vera Galuh Sugijanto (VP General Secretary Danone Indonesia), 

Karyanto Wibowo (Sustainable Development Director Danone Indonesia) dan 

Sharla Martiza (Pemenang The Voice Kid 2017, Siswi SMA).


Program yang dibangun bersama FEMA IPB ini memberikan edukasi gizi dan kesehatan kepada sebanyak mungkin remaja usia SMP-SMA dengan meluncurkan edukasi berupa Buku Panduan GESID(Generasi Sehat Indonesia). Panduan Gesid ini dilengkapi dengan modul interaktif sederhana untuk memudahkan dalam mengedukasi remaja.


Prof Dr ir Ujang Sumarwan mewakili sambutan Rektor IPB, Prof Dr Arif Satira mengatakan bahwa GESID sebagai salah satu kegiatan guna mencapai Sustainable Development Goal (SDG). Di mana pencapaian SDG bukan saja tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat.


Drg. Kartini Rustandi, M. Kes, menjelaskan bahwa 1 dari 4 remaja mengalami stunting, sementara 1 dari 7 mengalami kelebihan berat badan. Stunting sendiri sudah menjadi permasalahan bertahun-tahun dan sampai sekarang terus dikampanyekan. Masalah lain yang adalah tingginya tingkat kekurangan zat gizi mikro sehingga menyebabkan anemia. 


Buku Panduan GESID sudah diuji ke 5 SMA dan 5 SMP melibatkan 20 guru pendamping dan 60 siswa yang dipilih menjadi Duta GESID. 


Panduan GESID mencakup 3 modul yang berisi; 


Aku Peduli- menyiapkan remaja untuk mengenali tubuhnya, mulai dari ciri-ciri pubertas, merawat kesehatan reproduksi, hingga tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 


Aku Sehat- memberikan remaja pemahaman mengenai peranan gizi bagi kesehatan dan kualitas hidup, serta gizi seimbang. 


Aku Bertanggung Jawab - mengajak remaja memahami permasalahan sosial seperti pernikahan dini dan dampaknya.


Problematika sebagai orang tua itu bukan hanya sekadar punya anak saja tapi bagaimana mengurus dari lahir sampai mereka tumbuh dan berdaya sendiri. Semakin berat di masa serba digital dan instan seperti sekarang ini apalagi usia remaja adalah usia krusial. Dengan adanya program edukasi dan gizi dari pihak-pihak seperti Danone ini tentulah sangat bermanfaat sekali. 


Semoga program GESID ini makin meluas dan memberikan dampak yang baik bagi para remaja di Indonesia.  




Friday, December 18, 2020

3 Keunggulan OPPO A9 2020 dari Sisi Visual yang Cocok dengan Generasi Z


Kesuksesan OPPO dengan produk Reno Series membuatnya semakin PD dengan mengeluarkan seri midrange. OPPO A9 2020 ini menawarkan fitur dan performa kelas atas yang patut diperhatikan. Seri terbaik di kelasnya ini punya harga yang cukup terjangkau, yaitu pada kisaran Rp 3,9 juta.


Hadir dengan fitur kamera yang ciamik, desain mewah, dan baterai yang tahan lama seakan menjawab kebutuhan para generasi Z yang dinamis. Nah, apa saja yang harus kamu tahu tentang kelebihan dari OPPO A9 ini? Simak ulasannya berikut ini!



1. Desain

Desain yang cukup mewah dihadirkan untuk masuk pangsa pasar yang lebih tinggi di kelas midrange. Tercatat ada sepuluh tahun seri A ini masuk di Indonesia, kini OPPO A9 dengan sematan 2020 di belakangnya seakan ingin menunjukkan bahwa ponsel ini akan bertahan lama dengan tampilan yang sangat berkelas.


Dua pilihan dalam warna gradasi marine green dan space purple membuatnya tampil menawan. Signature di bagian belakangnya begitu kuat, dengan fitur sidik jari yang pipih, dengan balutan bezel tipis.


Pada bagian samping terdapat navigasi standar berupa power, dan volume. Sedangkan di bagian bawah terdapat beberapa port, seperti USB dan audio. USB port menggunakan type c yang mendukung fast charging ala VOOC.


2. Display

Bagian ini bakal memuaskan penggunanya karena memiliki luas layar yang cukup besar, yaitu 6,5 inci. Bagi kamu yang suka menonton video, urusan visual ini tidak akan membuat kamu kecewa. Besarnya layar adalah 82,5% dari bodi ponsel, sehingga hanya menyisakan sedikit bezel di berbagai sisi.


Kamera bagian depan terdapat fitur waterdrop khas OPPOPilihan touchscreen sangat nyaman dipakai untuk indoor maupun outdoor, dengan resolusi HD.


Fitur lain di bagian layar ini adalah sunlight screen dan blue shield. Efek yang dihasilkan berbeda sesuai dengan penggunaan. Dimana sunlight screen akan memberikan kenyamanan saat penggunaan di outdoor, sedangkan blue shield akan melindungi mata saat berada di cahaya yang redup.


3. Kamera

Persaingan untuk kamera memang sangat sengit dari masing-masing produsen smartphone. Tak terkecuali dengan OPPO A9 2020 ini yang tidak hanya memberikan fitur lensa bokeh saja. Dilengkapi juga lensa ultra wide dan makro. Kamu akan merasakan kamera dengan resolusi hhingga 48 MP yang pastinya punya kualitas tinggi.


Adanya multi kamera ini mampu dioptimalkan fungsinya hingga menjadi salah satu keunggulan dari smartphone terbaru 2020 ini. Dimana dengan sistem yang terus dikembangkan, hingga mampu membuat multi kamera itu bisa menghasilkan kualitas gambar layaknya fotografer profesional.


Kamu bisa memotret dengan berbagai macam tehnik yang berbeda. Mulai dari trik memfoto dengan obyek yang dekat, jauh, makro, landscape, cahay redup, kecepatan tinggi, dan lain sebagainya.


Meski dibilang punya 4 kamera, namun kamu pasti akan terkecoh karena hanya ada tiga lensa yang terlihat. Ternyata satunya lagi terletak di bawah lampu flash yang letaknya tak simetris.

Kemampuan dari kamera tipe ini berbeda-beda, dimulai dari kamera utama sebesar 48 MP, ultrawide 8 MP, Mono lens 2 MP, dan sensor bokeh sebesar 2 MP. Dengan sistem AI yang sangat canggih, keempatnya mampu dikombinasikan dengan menghasilkan foto terbaik.


Bagian depan kemampuan kameranya sebsar 16 MP. Meski masih sama dengan seri sebelumnya, namun dukungan AI akan membuat hasil selfie-mu layaknya model majalah.


Untuk video, kamu bisa merekam dengan kualitas gambar 4K pada 30 fps. Ditambah lagi gyro-EIS yang akan membuat hasil shoot video tetap stabil.


Kelebihan OPPO A9 2020 dalam fitur visual ini sudah mampu menunjukkan bahwa smartphone ini sangat layak dipilih. Belum lagi membicarakan performanya dengan dukungan RAM 8 GB, dan internalnya mencapai 128 GB. Jadi, tentukan pilihanmu sekarang juga untuk hp berkelas ini.

Sunday, October 4, 2020

Jaga Imun Anak Dengan Nutrisi Seimbang



Selama pandemi ini apakah ibu-ibu sudah pada stres? Semoga nggak ya, stres bisa memicu menurunnya tingkat imunitas tubuh. Kalau ibu-ibu pada stres, dampaknya bisa satu keluarga yang kena. 


Anak apalagi. 


Kondisi seperti itu akan memengaruhi pola makan anak. Padahal ya, asupan nutrisi yang baik adalah sumber pertahanan imun. Apalagi di masa seperti sekarang ini. Untuk itu, perlunya orang tua memantau mood anak dengan baik sambil ikut mengelola stresnya sendiri.


Kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi jika pemenuhan makro nutrisi dan mikro nutrisi terpenuhi. Sayangnya, tidak mudah membuat anak memakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi. 


Anak-anak saya sendiri sejujurnya kebutuhan nutrisinya belum sesuai dengan pemenuhan makro dan mikro nutrisi. Si kakak suka aneka ragam protein hewani dan sedikit sayuran. Sementara si adik, lebih suka protein hewani yang hanya berasal dari telur atau ayam yang digoreng saja. Belum lagi kebiasaan ngemil keduanya. Untungnya mereka berdua masih diimbangi dengan aktivitas di luar rumah yang cukup menguras tenaga. Tapi asupan gizi tidak seimbang takutnya memengaruhi tumbuh kembang anak-anak saya menjadi tidak optimal.


Kata Pak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia, selama masa berkegiatan di rumah, orang tua memiliki peran penuh dalam mengawasi tumbuh kembang anak agar optimal. Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia memberikan edukasi untuk orang tua mengenai cara membiasakan anak untuk menerapkan gizi seimbang selama di rumah saja. 


Sementarakatadr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis, gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya untuk memenuhi berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.Untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal, pastikan sebanyak 12 hingga 15 persen dari porsi makanan hariannya merupakan sumber protein. 


Anak-anak saya memang doyan sekali protein. Di mana protein ini berguna untuk membantu pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan tubuh anak. Sayangnya, kebutuhan nutrisi lainnya mereka masih pemilih. 


Padahal momen selama di rumah saja ini merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan anak pada gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan panduan “Isi Piringku”. 


Memang ya, urusan ngasih makan keluarga ini selalu menjadi dilema terbesar para ibu rumah tangga. Sini ayuk kita pelukn, buibuk. 


Kalau menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi, stres berkepanjangan yang tidak diolah dengan baik dapat memengaruhi perilaku makan anak di rumah. Anak stres, imunitas turun. Padahal asupan nutrisi adalah sumber pertahanan imun untuk saat ini. 


Salah satu cara mengatasi rasa bosan adalah berinteraksi yang menyenangkan bersama anggota keluarga. 


Ibu-ibu suka melibatkan anak nggak? 


Kalau saya sih, si adik senang banget ngeliatin kalau saya lagi menumis atau oseng. Rasa penasaran itu lama-lama membuat dia tertarik untuk ikut serta. Ternyata itu bisa menjadi alternatif kegiatan menyenangkan yang juga edukatif. 


MenurutSoraya Larasati, situasi saat ini membuatnya khawatir si Kecil akan bosan dengan menu makanan sehat di rumah. “Saya belajar untuk kreatif dalam menyajikan makanan maupun menyiapkan berbagai kegiatan agar anak tidak bosan di rumah saja.“


Berat memang ya tugas dan tanggung jawab di rumah ditambah situasi selama masa pandemi ini. Tapi mari sama-sama yakin, pandemi ini akan segera berlalu. 


Yok bisa yok, buibuk! 





Saturday, June 27, 2020

Mendeteksi Alergi si Kecil Sejak Dini



Selama ini saya pikir saya tidak mempunyai alergi sampai ketika saya membersihkan rumah dan bersin tanpa henti seharian. Saya pikir juga ini hal umum karena semua orang nggak suka debu. Nyatanya saat saya punya anak, anak pertama saya selalu bersin-bersin setiap kali dia bangun tidur. 

Oke, ini alergi.

Oke, alergi ternyata diturunkan.

Setiap tahunnya penderita alergi itu meningkat. Dari data WHO,  penduduk dunia yang mengalami alergi berkisar 30-40%. Sebagian besar menderita alergi makanan, sekitar 550 juta orang dari total populasi penduduk di dunia. Rata-rata pemicu alergi adalah susu sapi, telur, dan seafood. Jika tidak diatasi alergi bisa meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung, khususnya bagi anak-anak. 

Apa Itu Alergi?

Alergi adalah disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga bagi orang tua.

Pekan Alergi Dunia

Pekan Alergi Dunia akan diadakan pada tanggal 28 Juni – 4 Juli 2020. Tujuannya untuk memberitahukan kepada dunia bahwa perlu ada kepedulian tentang masalah alergi. 

Sebagai wujud dukungan terhadap Pekan Alergi Dunia Danone Specialized Nutrition menyebarkan edukasi tentang pentingnya deteksi dini risiko alergi pada anak dan metode pengelolaan nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak.

Salah satunya wujud dengan sosialisasi dan edukasi tentang alergi yaitu acara webinar yang diselenggarakan Danone pada Kamis, 25 Juni 2020. Pada seminar Bicara Gizi, para narasumber yaitu Arif Mujahidin, Corporate Communication DirectorDanone Indonesia, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi, dan Chacha Thaib, ibu yang memiliki anak dengan alergi.

Menurut Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes, anak dengan alergi dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Bahkan bisa diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga dan pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik.

ASI (Air Susu Ibu) digabung dengan nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan system imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendudkung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi.

Dampak dari alergi di anak bisa berefek ke keluarga dan lingkungan sekitar. Dampak alergi ini di anak juga ngaruhnya ke kesehatan, gangguan tumbuh kembang, sampai psikologis bahkan masalah ekonomi. 

Menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi. Dari hasil penelitian anak dengan alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan konsentrasi, gangguan data ingat, hiperaktif, kesulitan bicara, dan ada juga yang mudah lemas. Orang tua juga dapat mengalami masalah kecemasan berlebihan hingga depresi. Untuk itu, jika terjadi reaksi alergi pada anak sebaiknya orang tua jangan cepat panik. Diusahakan si kecil tetap tenang dan segera lakukan tindakan penyebab alergi langsung ke ahlinya. 

Dampak alergi ke masalah ekonomi adalah keluarga harus menanggung biaya pengobatan dan biaya tidak langsung seperti biaya transportasi, pemotongan gaji karena sering ijin atau malah sering absen bekerja, dan sebagainya.  Misalnya Chacha Thaib, ibu dengan anak alergi. Dia mendapatkan beban ekonomi yang cukup besar karena masalah tersebut. Selain itu si anak jadi pilih-pilih makanan karena takut.

Orang tua yang memiliki riwayat alergi ada baiknya mulai melakukan pencegahan secara dini. Salah satu cara praktis tinggal akses Allergy Risk Screener by Nutriclub yang beralamat di sini.Toolsini mampu membantu mendeteksi risiko alergi ke anak-anak dan membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini. Hayuk dicoba bapak ibu. 

Karena penting sekali mendeteksi alergi si kecil sejak dini. 


Wednesday, June 17, 2020

Ibadah Paskah, Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta Saat Pandemi Bersama KKK



Pertengahan tahun 2020 Kerukunan Keluarga Kawanua kembali menggelar rangkaian acara dan ibadah dalam rangka memperingati hari ulang tahun KKK yang ke-47 tahun. Dimulai dari  webinar, penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah di Jakarta, aksi sosial dan juga ibadah Peringatan Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus dan Pantekosta. Ibadah yang dilangsungkan secara live dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2020.

Suatu organisasi bisa berdiri dan bertahan selama 47 tahun tentu saja bukan perkara mudah. Menyatukan banyak isi kepala dan tetap bisa eksis merangkul banyak pihak dibutuhkan kerjasama dan kekeluargaan yang erat. KKK sendiri benar-benar mewujudkan slogan kebanggaan warga Kawanua, “Sitou Timou Tumou Tou”. Sejak berdiri sampai sekarang KKK pasti sudah banyak memanusiakan manusia-manusia lain, terkhusus warga Kawanua. Yang sekarang berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH.

Di HUT ke 47, KKK mendapat ucapan selamat dari berbagai pihak dan tokoh-tokoh besar Kawanua. Dari kalangan TNI-Polri ada Marsma TNI Ronny Moningka, ST, MM (Komandan Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru), Irjen Pol Dr. Petrus Golose (Kapolda Bali), Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, MM (Kapolda Sulut), serta Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE.

Aksi bansos yang dilakukan pada tanggal 6 Juni 2020 menjadi contoh kecil dan cerminan KKK sebagai wadah yang mempersatukan dan juga membuktikan falsafah dan kearifan lokal yang dimiliki setiap Kawanua, masawang-sawangan (saling menolong) dan matombo-tomboloan (saling menopang) walau semua sudah berada dirantau. KKK memberikan bantuan bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19 yang ada di Jakarta. Dengan menggunakan tagline #KKKTurnBackCovid19 mendapat dukungan dari seluruh warga Kawanua baik yang ada di Jakarta, seluruh Indonesia bahkan yang ada di luar negeri. Dukungan berupa promosi acara dan juga bantuan yang diterima secara mapalus. Ini menjadi bentuk kegiatan pertama kali di mana semua Kawanua di seluruh dunia ikut terlibat dalam bantuan sosial.

Di peringatan ibadah Paskah, Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta yang dilaksanakan tanpa jemaat. Para peserta bisa ikut melalui media sosial seperti Youtube, Facebook dan Instagram. Yang hadir ada Ketua Umum KKK, Dr. Ronny Sompie, pendeta Jeffrey W Ch. Sompotan, S.Th, serta beberapa pengurus dan panitia. Ibadah ini sendiri diadakan di gedung GPIB Jemaat Paulus di Jakarta Pusat. Ibadah dimulai pada pukul 17.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 15 ribu peserta yang berlangsung hampir selama 2 jam.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dr. Ronny Sompie sangat mengapresiasi kinerja panitia dan suksesnya pelaksanaan kegiatan yang diadakan. Beliau juga menyampaikan legalitas tentang KKK sebagai organisasi berbadan hukum yang diakui resmi oleh pemerintah dan tercatat di Kementerian Hukum dan HAM sejak tahun 2014. Untuk logo organisasi pun sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.  

Lewat ibadah yang serba terbatas akibat pandemi ini, tidak mengurangi rasa antusiasme peserta yang ikut secara virtual. DPP dan DPC di seluruh Indonesia ikut berpartisipasi dalam mengirimkan nyanyian virtual. DPP menyanyikan lagu Opo Wananatase sementara DPC membawakan lagu Oh Minahasa. Yang menarik juga saat prosesi penyalaan lilin. Karena protap Covid-19 tidak diperbolehkan meniup sehingga lilin yang ada dimatikan menggunakan kipas angin. Sungguh pandemi ini membuat segala sesuatu serba berubah.

Namun suasana haru tiba-tiba saja datang ketika kabar duka datang di hari itu. Ibunda dari Ketua Umum KKK, Juliana Punggu Sompie Dungus meninggal dunia. Seluruh peserta, pengurus dan panitia, ikut mengucapkan belasungkawanya bagi keluarga yang ditinggalkan. Apa yang Tuhan buat baik adanya walau kadang manusia tidak pernah bisa menebak kapan kematian akan datang menghampirinya.

Kiranya Kerukunan Keluarga Kawanua bisa terus menjadi berkat bagi siapa, kapan dan di mana pun. Tidak pernah juga meninggalkan semangat Minahasa. Tetap saling bantu dan salin tolong menolong.    
  


Sunday, May 10, 2020

#DiRumahAja Sambil Berdonasi



Siapa yang kesal karena semalam banyak banget yang datang ke salah satu gerai makanan siap saji di Sarinah karena kabarnya mau ditutup selamanya? Aturan PSBB hanya sebatas aturan nggak penting. Hanya karena meromantisasi kenangan mereka sampai berkerumun di sana dan mengabaikan kesehatan bersama. Padahal banyak yang sudah berkorban nggak ke mana-mana, literally 2 bulan lebih hanya di rumah aja. Saya salah satunya.

Efek penyebaran Covid-19 ini udah kayak film sci-fi yang nggak pernah kita duga. Berawal dari satu kota yang kena, berikutnya satu dunia langsung luluh lantak. Semua itu dalam kurun 3 bulan sejak penyebarannya. Secara nalar dirasa nggak masuk akal tapi beneran kejadian. Sayangnya di kondisi kayak begini superhero dari Marvel Universe or DC Universe nggak muncul. Superhero sesungguhnya adalah para tenaga kesehatan yang bekerja mati-matian bahkan yang beneran kehilangan nyawa karena menjadi penjaga di garda terdepan masalah kesehatan ini. Yang bebal justru sebagian masyarakat yang masih menganggap penyebaran virus Covid-19 sebagai hal sepele bahkan konspirasi elit global.

Banyak sekali yang terkena imbasnya. Dari kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, sampai tutup usaha. Semua terasa berat. Semakin berat karena sekarang adalah bulan puasa. Bulan suci Ramadan yang dipercaya bisa membawa berkah bagi setiap umat Islam. Ujian puasa menjadi semakin double akibat pandemi ini.

Tapi di tengah pandemi ini, banyak juga pihak yang masih mau peduli dan berbagi dengan sesamanya. Dalam kondisi seperti sekarang ini, segala penerapan dari mata pelajaran PKn sepatutnya diberlakukan. Saling bantu dan tolong menolong tanpa melihat siapa yang dibantu atau ditolong. FWD Life ikut melakukan kampanye pencegahan harus tetap berjalan dengan tetap di rumah aja. FWD Life mengajak kita semua melalui Kolaborasi untuk Berbagi lewat #BerbagiBarengFWD. Kita diajak ikut berdonasi kalori melalui tantangan workout setiap minggunya. Tinggal daftar dan ikuti weekly challenge-nya di bit.ly/berbagibarengFWD. Biaya pendaftaran akan dikonversi langsung menjadi donasi untuk adik-adik di SOS Children’s Village. Bonusnya kita akan mendapatkan free jersey dari FWD Life di akhir periode kampanye.       

Pada hari Rabu, 6 Mei 2020, FWD Life live Instagram berkolaborasi dengan Gofit mengajak para follower ngabuburit sambil bakar kalori. Ada Zee Zee Shahab sebagai host sekaligus health influencer dan Sistya Windasari sebagai instruktur. Sambil ngobrol tentang cara berdonasi, Mbak Sistya mengajak para follower untuk ikut berolahraga dengan gerakan-gerakan ringan tapi bikin tubuh mengeluarkan banyak keringat. Satu jam ngabuburit yang berfaedah.


Tanggal 8 Mei 2020, FWD Life kembali mengajak untuk berpartisipasi di Zoom. Masih ada Zee Zee Shahab dan Sistya Windasari juga. Selain itu ada Evelyn Simanjutak sebagai Head of Bancassurance Business at FWD Life Indonesia dan Luthfi Moch. Zaky sebagai Corporate Partnerships at SOS Children’s Villages Indonesia. Mbak Sistya berbagi tips tentang cara hidup sehat, mulai dari olahraga praktis selama puasa sampai makanan yang dimakan saat berbuka. Ibu Evelyn juga ikut berbagi cara dia menjaga healthy lifestyle selama pandemi.


Sistya Windasari

Luthfi Moch. Zaky

Evelyn Simanjuntak

Dari Kolaborasi untuk Berbagi ini, diharapkan para peserta yang ikut bisa membantu menciptakan senyum bagi adik-adik di SOS Children’s Villages. Karena lebih dari 5.500 anak asuh dari 2.400 keluarga berada di desa SOS. Mereka tersebar di seluruh Indonesia yang sangat rentan terdampak pandemi ini. Makanya melalui #BerbagiBarengFWD ini sama-sama mau merangkul kerjasama berbagai pihak agar mau berbagi dengan yang lain.



Monday, February 3, 2020

Natal dan Kunci Taong 2019 Bersama KKK



11 tahun merantau dan tinggal di Tangerang, selama itu saya belum pernah hadir di acara kerukunan yang berasal dari daerah kelahiran saya sendiri, Sulawesi Utara. Bukan karena malas bersosialisasi, hanya saja semakin ke sini prioritas dalam bersosial memang saya kurangi. I think I turn myself from an extrovert into ambivert.

Sampai akhirnya saya pergi ke acara Natal dan Kunci Taong 2019 yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Kawanua. Bagi yang belum tahu, kawanua sebutan bagi sesama warga yang berasal dari Sulawesi Utara. Hadirlah saya di sana, tanggal 1 Februari 2020.




Loh, kok merayakan Natal di awal tahun 2020? Ya karena penyelenggaraannya dibarengi dengan penutupan tahun 2019. Ini sudah menjadi kebiasaan dari masyarakat Sulawesi Utara, baik yang berasal dari suku Minahasa mau pun Sangihe. Kebiasaan tutup tahun sebelumnya memang selalu diadakan di awal tahun berikutnya. Jika di Minahasa disebut Kuncikan maka di Sanger disebut Tulude. Sama-sama prosesnya untuk menutup tahun lalu dan berharap bisa berjalan di tahun yang baru dengan penyertaan Yang Maha Kuasa.

Mungkin karena apa-apa semua selalu disyukuri, masyarakat Sulawesi Utara lekat citranya sebagai masyarakat hedonisme. Senang berpesta dan hura-hura. Menurut saya, we’re just living our best lifes sambil mengucap syukur kepada Sang Pencipta. Nothing’s wrong with that. Selama konsepnya masih mengarah ke hal yang baik kenapa harus dipermasalahkan? 

Acara Natal dan juga Kunci Taong ini ternyata secara umum sudah dilaksanakan sejak lama. Sebuah kegiatan mandatory turun temurun dari para pendiri dan anggota KKK. Agendanya memang pada saat Natal tapi kemudian dirangkaikan dengan Tahun Baru. Acara yang digagas ini tentu saja diharapkan menjadi wadah tolong-menolong bagi semua masyarakat Sulawesi Utara yang ada di perantauan bahkan juga bagi orang lain. Harapannya tentu saja agar masyarakat kawanua bisa menjadi sesuatu bagi bangsa Indonesia.

Tokoh-tokoh kawanua yang hadir hari itu juga terdiri dari para senior KKK bahkan juga tonaas. Ada Theo Sambuaga, AA Mangindaan, Brigadir Marsekal Muda Ronald Kasenda, dan lain sebagainya. Turut hadir juga Ketua Umum KKK, Ronny F. Sompie, didampingi Wakil Ketua KKK, Winston Tommy Watuliu dan Nova Rumondor selaku Bendahara Panitia Natal dan Kunci Taong 2019. Selain tokoh-tokoh besar tersebut para artis dan talent dari kawanua juga turut serta. Semua hadir untuk meneruskan tradisi sejak dulu kala.


Tema yang dipilih adalah “Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang” didasari atas filosofi masyarakat kawanua sebagai masyarakat perantau. Ada baiknya tidak hanya menjadi berkat di tanah kelahiran tapi juga di tanah rantau. 

Yang saya perhatikan, undangan yang hadir bukan hanya masyarakat kawanua saja tapi juga lintas agama dan komunitas. Saat saya tiba di MGK mall saya berpapasan dengan beberapa kelompok tunarungu. Kami berada dalam satu lift. Hanya saja saya terlebih dahulu harus ke ruangan VIP sementara mereka langsung masuk ke ballroom.

Hal yang mungkin terasa aneh bagi saya adalah saat saya tiba di dalam ballroom dan semua berbahasa Manado. Selama ini saya hanya menggunakan bahasa Manado bersama suami di rumah atau ketika main ke rumah gembala gereja. Tapi benar-benar berada satu ruangan dan 90% semua berbahasa Manado rasanya sureal. It feels like you are home but you are not.



Soal konsep acaranya juga. Sejak awal dimulai euforia dan kebanggaan akan Sulawesi Utara begitu kental terasa. Okay, now it really feels like home. I almost cried di bagian para penari masamper muncul dari bagian belakang kemudian berjalan maju sampai ke atas panggung sambil menyanyikan lagu “Bersyukurlah”

I was raised with this tradition since a kid. Warga Bitung yang kebanyakan para masyarakat Nusa Utara dan keluarga saya juga berasal dari sana, terbiasa dengan masamper dalam setiap acaranya. Jadi wajar kalau melihat penampilan apik para penari masamper di atas panggung membuat saya sentimental. 

Walau pun acaranya ngaret dari jadwal yang disebarkan, over all semua yang tergabung di dalam acara hari itu; mulai dari panggung, musik, konsep, sampai para pengisi acara benar-benar tampil totalitas. Kapasitas gedung yang bisa diisi oleh 5000 orang hampir penuh sesak.  

Semoga kedepannya Kerukunan Keluarga Kawanua menjadi wadah yang semakin solid dan terus bersinergi memberikan yang terbaik. Bukan hanya menjadi contoh baik di dalam kerukunan tersebut tapi juga antar kerukunan yang lain. 

Karena masyarakat kawanua adalah masyarakat “sitou timou tumou tou”