Tuesday, March 15, 2022

Pentingnya Pemenuhan Hak Perempuan dari Perusahaan



Beberapa hari yang lalu sempat baca keluhan seorang ibu di Twitter yang mampir ke salah satu stasiun untuk menyusui namun ternyata ruang laktasi di stasiun tersebut digembok. Si ibu disuruh petugas untuk pindah menyusui di pos kesehatan tapi malah bau asap rokok dan sudah ditongkrongi beberapa orang tidak berkepentingan. Akhirnya si ibu memilih naik KRL lagi dan pindah ke stasiun lain agar bisa mampir ke pos kesehatannya untuk menyusui bayinya.

Serepot inilah kehidupan perempuan ketika diperhadapkan dengan kegiatan mengurus anak apalagi yang masih infant atau balita.

Sementara menurut data sensus penduduk 2021, sekitar 49,5% dari total penduduk Indonesia adalah perempuan, 32%-nya adalah anak-anak. Kenyataannya kelompok perempuan dan anak justru masuk ke kelompok yang rentan. Perempuan Indonesia masih menerima diskriminasi dan stigmatisasi. Banyak hak-hak perempuan apalagi perempuan bekerja yang belum terpenuhi.

Pada tanggal 8 Maret 2022 bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia atau #WomenInternationalDay2022, Danone mengadakan webinar dengan tema Perusahaan Ramah Keluarga: Dukung Ibu Siapkan Generasi Maju, yang bertujuan mendukung berbagai kebijakan yang ramah pada perempuan dan peduli pada anak di dunia kerja.

Data Sakernas 2021, tingkat kontribusi perempuan di dunia kerja masih relatif rendah dan belum optimal. Sekitar 54%, dibanding laki-laki yang sudah 84-85%. Sementara dalam urusan pekerjaan domestik sebanyak 37% perempuan bekerja mengurus rumah tangga sedangkan laki-laki hanya 3,3% saja, kata Indra Gunawan selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA.

Berbagai kesenjangan tingkat partisipasi angkatan kerja ini tentu saja berpengaruh pada perempuan yang bekerja sekaligus harus mengurus pekerjaan domestik. Kebayang nggak sih, capek kerja pulang rumah masih harus beberes dan memasak juga untuk keluarga? Belum lagi di tempat kerja ternyata lingkungan kerjanya nggak suportif dan menyediakan ruang lingkup yang aman dan nyaman.

Berbagai kebijakan yang sudah disusun oleh Kemen PPPA adalah penyediaan sarana prasarana yang responsif gender dan peduli anak di tempat kerja sebagai bentuk pemenuhan hak pekerja perempuan dalam meningkatkan produktivitas kerjanya:

- penyediaan ruang asi
- tempat penitipan anak
- fasilitas pelayanan kesehatan
- mendorong rumah perlindungan pekerja perempuan di kawasan industri bagi perempuan yang mengalami kekerasan

Kebijakan-kebijakan perusahaan yang ramah keluarga apalagi yang memenuhi hak-hak perempuan perempuan sangat dibutuhkan. Salah satu perusahaan yang memenuhi kebijakan dan hak-hak tersebut salah satunya adalah Danone Indonesia.

Danone Indonesia, sudah melaksanakan kebijakan ramah gender dan memenuhi hak perempuan sudah berlangsung 5 tahun dari sisi internal dan eksternal. Danone Indonesia, Perusahaan Ramah Keluarga yang Siap 24 Jam menjadi Partner Ibu Wujudkan Generasi Maju.

Di sisi internal ada:

- Kebijakan dan Fasilitas: Cuti Hamil 6 bulan berbayar untuk ibu, 10 hari cuti untuk ayah dan ruang laktasi.
- Jam kerja yang fleksibel.
- Pemantauan status gizi anak karyawan di periode 1.000 HPK si kecil.
- Ruang laktasi
- Asuransi Kesehatan

Danone Indonesia juga memulai program DANISA (Danone Indonesia Meng-ASI-hi) yaitu pendampingan karyawan perempuan dalam pemberian ASI eksklusif dan dilanjutkan hingga usia dua tahun, kata Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia.

Sementara di sisi eksternal adanya kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menyiapkan generasi maju. Kegiatan-kegiatan seperti; Bicara Gizi, Isi Piringku, Warung Anak Sehat, Rumah Bunda Sehat, Rumah Tempe, AQUA Home Service, dan Recycle Business Unit (RBU).

Salah satu cara Danone Indonesia mendukung keluarga Indonesia dalam menyiapkan generasi maju adalah dengan menyiapkan Layanan Careline. Layanan ini memberikan pelayanan maksimal selama 24/7, melayani keluarga Indonesia melalui yang bebas pulsa di 0-800-1-360-360 dan juga layanan multi-channel pertama, bisa melalui WA, FB maupun IG.

Di Hari Perempuan Internasional, Danone Indonesia Penuhi Hak-hak Perempuan dan Siaga 24 dengan Layanan Careline yang hadir untuk memberikan akses kesehatan ibu dan anak dan siap menjadi partner untuk layanan konsultasi. Layanan Careline ini terdiri dari para profesional, seperti kebidanan, keperawatan, nutrisionis, tumbuh kembang prasekolah dan ilmu kesehatan lainnya. Mereka Siap Wujudkan Generasi Maju, Danone Indonesia Hadir 24 Jam Menjadi Partner Ibu di Seluruh Indonesia melayani konsultasi, keluh kesah orang tua, khususnya keluhan para ibu untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal dari awal kehidupan.










Saturday, March 5, 2022

Under Eyes Saya Berkurang Karena Pond's Triple Glow Serum

Saya termasuk late bloomer. Kalau yang lain puberty hit sejak umur 20-an, saya baru merasa diri saya enak dilihat ketika saya sudah berumur 30-an. Mungkin sekitar umur 35 tahun. 

Yang bikin saya nggak pede mungkin karena sejak saya remaja saya sudah punya under eyes, well, hollow eyes sih lebih tepatnya. Area di bawah mata saya terlalu masuk ke dalam jadinya muka saya terlihat jauh lebih dewasa dari umur aslinya. Ini kurang lebih karena genetik, sih. 

Muka saya nggak pernah kusam, karena urusan skincare sebenarnya saya sudah aware sejak masa sekolah. Pernah melewati namanya terjebak produk krim muka abal-abal karena ngeliat muka teman saya yang kinclong banget. Tapi urusan warna muka dan kulit jatuhnya kontras, kayak zebra.

Semasa kuliah saya juga rutin bersihin wajah walau pemakaian produk wajah belum se-hype dan seberagam sekarang. Dulu tahunya bersihin muka aja lalu pakai pelembab. Belum ada namanya sheet mask, serum, essence, retinol, dan sebangsanya. 

Memasuki usia 30-an saya baru paham tentang berbagai fungsi skincare. Nggak semua bisa dicampur dalam satu pemakaian. Semisal; retinol nggak boleh dibarengi dengan AHA/BHA atau retinol dengan Vitamin C. Risikonya bisa membuat kulit kemerahan, mengelupas, hingga iritasi. Muka bukannya glowing malah suffering

Apalagi memasuki umur 30-an, perempuan suka insecure dengan penampilan kulit wajah. Ada kerut halus sedikit aja langsung panik. Banyak yang belum siap untuk aging, termasuk saya. Makanya penggunaan berbagai macam produk skincare penting untuk memperlambat penuaan. Tapi kalau memilih produk salah juga apes. 

Pemakaian Vitamin C awalnya bukan prioritas saya di produk skincare yang saya beli. Saya lebih mengandalkan sheet mask dan retinol. Padahal produk berbahan Vitamic C sangat baik untuk membantu menghilangkan flek hitam di wajah. Semakin sering terpapar matahari biasanya menyebabkan flek hitam muncul. 

Saya butuh memilih dan memilah dulu produk Vitamin C yang cocok bagi wajah saya. Semasa saya kuliah, saya punya pengalaman menggunakan salah satu produk skincare yang mengandung Vitamin C, alhasil muka saya menjadi iritasi. Karena alasan ini saya menghindari produk berbahan Vitamin C. 

Semenjak pemakaian produk skincare semakin hype, variannya juga semakin variatif. Saya mulai mencoba memakai produk berbahan Vitamin C. Beberapa waktu lalu saat serum dan sheet mask saya habis, saya ingat di Indomaret dekat rumah biasanya di rak perawatan tubuh dan wajah suka ada produk-produk yang harganya available. Di jejeran rak sheet mask, saya menemukan Pond's Triple Glow Serum bentuk sachet. Ada juga Pond's Triple Glow Serum Mask. Saya sih sudah menggunakan brand ini sejak saya masih sekolah. Saya suka produk pembersih wajahnya, cocok di kulit normal saya. 

Biasanya kalau ngeliat varian baru, saya suka googling dulu. Nyari tahu apa kelebihannya, kalau oke baru beli. Pond's Triple Glow Serum dan Pond's Triple Glow Serum Mask ternyata punya kandungan konsentrat 60x lebih efektif dari Vitamin C. Membuat kulit wajah jadi lebih sehat, cerah dan lembut. 

Saya sih suka tanpa ekspektasi kalau beli produk. Kalau cocok hayuk dibeli lagi, kalau nggak ya terpaksa ganti lain. Walau kulit saya terbilang nggak banyak rewelnya tapi saya selalu memberikan produk yang bagus. Bagus pun nggak selalu mahal. Skincare saya selama ini harganya semua masih sangat terjangkau isi dompet. Jarang banget pakai produk high end

Dibekali hasil googling dan baca review, saya akhirnya membeli kedua produk ini. Harapannya sih nggak banyak, cocok aja di wajah. Soalnya saya termasuk yang nggak paham kenapa banyak perempuan maunya membeli produk dengan alasan pengin kulitnya jadi putih. Kenapa bukan cerah? Lebih masuk akal mencerahkan daripada memutihkan. Apalagi kita terlahir sebagai penduduk daerah tropis, masa mengharap kulit seputih salju. Iklim dan genetik itu ikut berperan membentuk pigmentasi kulit. Kalau bukan keturunan ras asiatic mongoloid atau ras kaukasoid trus maunya warna kulit putih mayat kan aneh. 

Gimmick marketing di media sangat berperan besar membangun image gatekeeping seperti ini; perempuan cantik itu harus putih. Padahal semua jenis kulit itu cantik apalagi yang dirawat. 

Pulang ke rumah jadilah saya memakai produk yang saya beli. Biasanya saya memakainya siang karena malam saya kadang pakai retinol. Selama beberapa hari pemakaian agak surprised dengan hasilnya. Kulit wajah saya lebih plumpy dan... under eyes saya terlihat lebih samar. Huhuhu, mau nangis rasanya. 

Left: before
Right: after

Mungkin alasan kenapa Pond's Triple Glow Serum dan Pond's Triple Glow Serum Mask beneran efektif di wajah saya, karena konsentratnya mengandung serum pencerah yang menggabungkan 3 kekuatan terbaik: 

-Gluta-Boost-C: mengandung glutathione, antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Formula unik Gluta-Boost-C efektif menyamarkan flek hitam, untuk wajah tampak cerah dan warna kulit merata.

-Vitamin B3+:  menyamarkan pori untuk wajah tampak mulus. 

-Hyaluronic Acid: menyerap mendalam ke setiap lapisan epidermis kulit untuk wajah tampak lembap berkilau. 

Sekarang berharap produknya bisa tetap awet di wajah saya. Selain harganya terjangkau isi dompet, Pond's Triple Glow Serum ada kemasan sachet yang praktis dibawa ke mana-mana.