Tuesday, November 23, 2021

Upaya Penanganan Bagi Ibu dan Anak Preterm


Dalam satu tahun tuh peringatan hari ternyata banyak banget ya. Semisal tanggal 17 November itu diperingati sebagai Hari Prematur Sedunia. Tepat di hari itu juga, saya mengikuti webinar Bicara Gizi yang diadakan Danone Specialized Nutrition Indonesia mengangkat tema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur.

Yang menarik adalah, salah satu narasumber; dokter Rima Irwinda mengganti penggunaan kata prematur dengan kata preterm. Alasannya berdasarkan maturitasnya. 

Diagnosis prematuritas dapat dilakukan secara prenatal ataupun setelah bayi lahir dengan menilai usia gestasi bayi. Untuk menentukan usia gestasi yang akurat dengan menilai maturitas fisik dan neuromuskularitas bayi. 

Ada 3 karakteristik faktor risiko yang berpotensi menyebabkan kelahiran preterm, yaitu karakteristik ibu, karakteristik nutrisi, dan karakteristik kehamilan.

Karakteristik ibu ini terkait usia, kebiasaan merokok, dan kondisi psikologis ibu. Karakteristik nutrisi terkait indeks massa tubuh, kenaikan berat badan selama kehamilan, kebiasaan makan, kebiasaan minum kopi, dan konsumsi suplementasi. Sedangkan karakteristik kehamilan meliputi riwayat persalinan, riwayat memiliki anak kembar, masalah kesehatan selama kehamilan, dan riwayat pemeriksaan USG.

Sementara itu ada dua hal yang memengaruhi risiko komplikasi kesehatan pada bayi prematur; 

- usia bayi yang muda ketika lahir

- berat badan bayi yang ringan ketika lahir

Untuk usia bayi prematur sendiri, ada tiga kategori:

- Moderate to late preterm yaitu kelahiran bayi di usia 32 minggu sampai kurang dari usia 37 minggu. 

- Very preterm yakni bayi prematur yang lahir di usia 28 minggu sampai kurang dari 32 minggu usia kelahiran bayinya. 

- Extremely preterm adalah usia kurang dari 28 minggu. 

Dokter Putri Maharani sebagai Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi menjelaskan kesulitan utama dalam kasus prematur ialah perawatan anak lahir prematur. Banyak kasus kematian neonatal karena prematuritas, asfiksia dan juga infeksi. Anak lahir prematur mempunyai kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim akibat ketidakmatangan sistem organ tubuhnya. Upaya untuk meminimalkan dampak negatif selama perawatan adalah menjaga agar BBLR berada dalam kondisi yang optimal untuk tumbuh dan berkembang, salah satunya dengan menerapkan developmental care.

Beberapa development care yang disediakan: 

- NICU Gentle Care

- Covering Incubator

- Nesting

- ASI/ASIP ditambah fortifikasi (sesuai indikasi)

- Kangaroo Mother Care

Edukasi persalinan preterm penting diberikan kepada ibu hamil mengenai etiologi, faktor risiko, komplikasi dan gejala yang akan dirasakan saat persalinan terjadi. 

Upaya pencegahan persalinan preterm harus dilakukan:

- saat ibu merencanakan untuk hamil

- adanya konseling yang sangat penting untuk ibu dan keluarga dengan faktor risiko atau memiliki riwayat persalinan preterm sebelumnya. 

- perlunya manajemen waktu untuk meninjau riwayat klinis, data laboratorium dan kondisi patologi pasien sebelum membuat keputusan untuk kembali hamil.




Monday, November 15, 2021

Pentingnya Olahraga, Nutrisi dan Kesehatan Mental

 


Tadi buka Twitter dan menemukan tubir tentang postingan video pamer tubuh Mbak Nora, istrinya Jrx, di antara sekian banyak tubir di linimasa platform berlogo burung tersebut.

Apa yang salah di postingan Nora? NGGAK ADA!

Netijen aja yang nyari-nyari perkara. Ke-trigger dengan postingan yang dirasa tidak sefrekuensi dengan dirinya. Padahal postingan di media sosial itu semudah kita melihat secara biasa saja apa yang selewat di linimasa atau cuitan dari akun yang kita ikuti.

Anehnya beberapa tahun belakangan ini--makin menjadi semasa pandemi ini, orang-orang semakin reaktif hanya untuk satu atau dua kalimat harmless dari sebuah akun. Kalimat dan fotonya tidak merugikan siapa-siapa yang emosi malah netijen.

Semasa pandemi kayaknya netijen waktu luangnya hanya dipergunakan untuk ribut saja. Padahal dengan energi sebesar itu bisa dialokasikan ke olahraga.

Saya percaya orang yang berolahraga secara rutin akan memengaruhi mental dan jiwanya menjadi lebih positif. Karena energi yang dikeluarkan untuk angkat beban 80-100kg di gym bagi saya cukup untuk menguras energi secara fisik tapi membuat jiwa saya tenang.

Selaras dengan ini IziHealth bekerja sama dengan Pulih@thepeak mengajak netijen untuk mengenali kondisi fisik dan jiwa juga. Di hari Jumat kemarin saya ikutan webinar dalam rangka Hari Kesehatan Nasional dengan tema: "Mengenal Lebih Dalam Mens Sana in Corpore Sano". Ada Christian Adhi Putra selaku Head of Operational IziHealth, Dra. Diah Artarini dari Pulih@thepeak, dan Anggina Salamah seorang ahli nutrisi.

Secara garis besar Anggina menjelaskan pentingnya asupan nutrisi lewat makronutrisi dan mikronutrisi. Sampai di sini saya paham kenapa netijen sering banget emosi terhadap postingan orang lain. Karena kekurangan karbohidrat! Nggak ada glukosa yang bisa dipecah dan disebar ke otak. Lagian sudah 2021 orang-orang awam yang mengaku-ngaku diet masih saja gatekeeping terhadap karbohidrat. Sedangkan karbohidrat itu makronutrisi penting bagi tubuh. Manusia membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi untuk berkegiatan sehari-hari.

Karbohidrat itu penting. Dalam berolahraga mau menurunkan berat badan bukan karbohidrat yang diputus tapi kalori harian dikurangi. Mau menaikkan berat badan juga kalorinya yang dinaikkan bukan hanya semata karbohidrat diperbanyak.

Berolahraga dan mengatur asupan nutrisi harian itu memang tidak semudah mendengar atau melihat postingan para influencer di media sosial. Praktiknya justru sangat berat. Karena berolahraga dan makanan itu proses pembelajaran bertahun-tahun. Coba lihat fitnessgram yang body-nya lean, slim thicc, or sixpack. Itu semua berasosiasi dengan apa yang dimakan dan apa yang dilakukan.

Sementara Dra. Diah menjelaskan kalau badan sehat itu yang mengukur diri kita sendiri. Sejauh mana kita mengenal diri kita, jiwa kita, dengan itu kita bisa merawat diri kita dengan baik.

Dra. Diah juga menyebutkan pentingnya berolahraga di usia dewasa karena benefit-nya banyak, selain bisa bikin awet muda, hormon endorfin yang dikeluarkan bisa membuat diri semakin percaya diri.


Saya sendiri goal jangka panjang rutin berolahraga itu agar tidak merepotkan keluarga terdekat di saat tua nanti. Ini andaikan dikasih umur panjang sama Sang Pencipta. Jangka pendeknya sih receh, pengin dipuji "you're hot!" as the biggest complementary ever.

Bahas soal kesehatan mental tadinya saya belum bisa membedakan apa itu psikolog dan psikiater. Saya pikir ini dua terminologi yang sama. Ternyata berbeda. Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan jiwa sedangkan psikologi adalah ilmu non-kedokteran yang mempelajari perilaku dan perasaan seseorang. Pendeknya; psikiater adalah dokter, psikolog bukan.

Yayasan Pulih@thepeak sendiri adalah kewirausahaan sosial yang sudah berdiri sejak tahun 2014 yang menyediakan layanan konseling dan program pemberdayaan bagi perempuan, remaja dan keluarga yang sudah lama juga bekerjasama dengan IziHealth.

Klean bisa juga, lo, konsultasi kesehatan. Saya tahu pasti mikirnya kalau ke psikolog or psikiater pasti mahal. Saya sering baca ini di media sosial dan menemukan juga variasi jawaban yang semuanya bilang harganya terjangkau. Bahkan ada yang bisa diakses dengan penggunaan BPJS juga. Nggak perlu takut juga dengan stigma kalau ke psikolog atau psikiater artinya gila. Penyakit mental nggak sebatas cap masyarakat awam. Kalau memang diri kita merasa butuh bantuan nggak ada salahnya meminta pertolongan ahlinya. 

Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Omongan netijen mah di-mute dan anggap angin lalu.

Tuesday, November 2, 2021

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Persalinan Sesar

Salah seorang teman SMA saya ketika ditanya kepengin punya anak lagi dengan lugas langsung menjawab TIDAK! Dia termasuk perempuan yang menghadapi proses persalinan cukup traumatis. Harus melewati fase belasan jam kontraksi dengan harapan akan melahirkan secara pervaginam. Sayangnya ketika memasuki pembukaan serviks bayinya terjepit di leher rahim karena panggulnya kecil. Prosedur berikut yang dilakukan adalah ekstraksi vakum. Ada tiga orang suster mendorong di bagian perut saat dia mengejan sementara dokter dan suster lainnya siaga dengan vakum ekstraktor. Nihil. Bayi tetap susah keluar. Mau tak mau prosedur seksio sesaria dijalankan. Bayinya lahir dengan selamat, semua keluarganya bahagia tapi memori itu meninggalkan guncangan ke teman saya.

Kebayang nggak sih proses letih dan sakitnya persalinan teman saya itu lalu orang lain dengan seenaknya menyeletuk:
- "Anaknya udah gede, kasih dong adik biar nggak sendirian."
- "Baru cowok nih cari lagi dong cewek biar sepasang."
... dan banyak lagi bacotan basa-basi orang lain yang notabene nggak punya kontribusi apa-apa di hidup teman saya.

Sementara pengalaman melahirkan dua anak saya sendiri termasuk persalinan normal yang lumrah. Kontraksi belasan jam lalu anak lahir. Anak kedua pun begitu walau harus diinduksi karena sudah berapa jam jalur serviks masih stuck di bukaan 2. Puji Tuhan lahir dengan aman tanpa rasa trauma.

Lucunya proses persalinan belakangan ini dianggap sebagai sebuah kompetisi. Banyak jempol warrior di media sosial masih aja mempermasalahkan pilihan persalinan seorang perempuan. Sesama perempuan pula yang berkompetisi. Melahirkan secara pervaginam dianggap lebih superior dan natural ketimbang c-section. Padahal menjadi seorang ibu apa pun prosesnya ya tetap seorang ibu.

Melahirkan secara sesar pasti dilakukan karena banyak pertimbangan atau melihat risiko, bukan karena alasan-alasan nggak masuk akal macam "biar vaginanya tetap rapet". Tahu nggak sih, risiko kematian persalinan sesar itu lebih tinggi daripada persalinan normal. Sekitar 13:100.0000.

Persalinan sesar memiliki banyak efek: pendarahan, infeksi bekas operasi, luka organ di sekitarnya, hernia, komplikasi akibat anestesi, perlekatan setelah operasi, insisional, depresi post natal, bekuan darah yang menyumbat paru, dan untuk bayi berisiko kesulitan bernapas sementara pada neonatus.

Berdasarkan data WHO, 1 dari 5 wanita di dunia melahirkan secara sesar di dunia. Sementara prevalensi kelahiran secara sesar di Indonesia kurang dari 10%. Secara global, angka kelahiran sesar dari tahun ke tahun tidak mengalami penurunan tapi cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Danone mengadakan webinar Bicara Gizi pada hari Rabu, 27 Oktober 2021, dengan tema “Tes Potensi Caesar dan Intervensi Tepat agar Anak Miliki Daya Tahan Tubuh Kuat” yang menghadirkan pembicara ahli di bidangnya terutama yang berhubungan dengan persiapan persalinan pada ibu hamil.


Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K) sebagai pembicara di awal webinar menjelaskan bahwa persalinan sesar adalah metode kelahiran bayi yang dikeluarkan melalui insisi/sayatan perut ibu. Proses persalinan sesar membutuhkan waktu sekitar 40-50 menit, namun jika kasusnya lebih sulit maka akan membutuhkan waktu lebih lama.

Dokter Rima juga menjelaskan perbedaan tentang proses persalinan pervaginam dan persalinan sesar. Persalinan normal memiliki keuntungan:
- bayi dan ibu bisa langsung skin to skin dan inisiasi menyusui dini (IMD) lebih lama
- proses penyembuhan persalinan lebih cepat
- pendarahan lebih sedikit
- persalinan berikutnya akan lebih cepat dengan risiko lebih rendah

Proses persalinan normal selalu menjadi prioritas pertama namun apabila ada masalah atau memiliki risiko tinggi pada saat kehamilan maka persalinan sesar yang akan menjadi pilihan utama.

Proses persalinan sesar dapat dilakukan dengan banyak pertimbangan medis:
- panggul tidak cukup besar untuk dilewati kepala janin
- mengalami preeklamsia atau hipertensi dalam kehamilan dengan risiko tinggi
- memiliki infeksi akut genital (herpes), HIV dan berisiko menularkan ke bayinya
- pernah sesar pada kelahiran sebelumnya lebih dari 2 kali
- kehamilan kembar
- gagal induksi setelah stimulasi
- adanya robekan di rahim ibu pada saat bayi belum dikeluarkan
- adanya kasus gawat janin, dengan berat lebih dari 4000 gram, atau letak lintang/presentasi bokong
- adanya kelainan tali pusat/prolaps atau kelainan plasenta (plasenta previa/akreta -plasenta menutupi jalan lahir, solusio plasenta)

See, banyak banget risiko yang akan dialami. Proses persalinan itu mau apa pun caranya ya risikonya sama aja. Sama-sama sakit juga. Dengan memilih melahirkan secara sesar otomatis harus memikirkan perkembangan sistem imun terutama peran mikrobiota usus. Dr. Molly Oktarina, Sp.A(K) mengingatkan bahwa dalam perkembangan anak terdapat periode emas yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Pada 1000HPK terjadi percepatan pertumbuhan sel-sel badan yang akan menentukan status gizi anak, sel-sel otak dan sel-sel imun/daya tahan tubuh. Ini tentu saja wajib diperhatikan selama proses kehamilan.

Dokter Molly menjelaskan tentang faktor yang memengaruhi perkembangan sistem imun pada 1000HPK dimulai sejak masa kehamilan yang meliputi status gizi ibu, ibu merokok atau tidak, mengkonsumsi minuman alkohol, serta proses kelahiran melalui metode pervaginam atau sesar.

Pusing kan mikirin kepengin punya anak tuh yang diperhatikan banyak banget bahkan sebisa mungkin direncanakan jauh-jauh sebelum masa kehamilan itu sendiri. Buat saya makanya ketika kemarin netijen ngehebohin pilihan seorang selebtwit/selebgram untuk memilih childfree terlalu nganu sekali. Bukan siapa-siapa mereka malah ngatur sama pilihan hidup orang lain.  Emang bacot netijen suka ngadi-ngadi.

Bagi buibuk yang sedang dalam masa kehamilan kalau dan lagi melakukan persiapan persalinan. Bisa ikutan akses Tes Potensi Caesar di https://www.nutriclub.co.id/siap-lewati-caesar/tes-potensi-caesar

Isi data pribadi, umur kehamilan dan terakhir haid. Jawab pertanyaan tentang status gizi ibu hamil dan catatan medis operasi berhubungan rahim, dalam dua menit hasilnya akan membantu buibuk yang lagi hamil dalam mempersiapkan persalinan.

Sehat-sehat terus ya bagi yang lagi dalam masa kehamilan. Lancar jaya sampai proses persalinan. Sehat-sehat ibu dan bayinya.











Tuesday, July 6, 2021

Sinergi Danone-AQUA dan PT Veolia Indonesia Dalam Usaha Daur Ulang






"Where in the world can you go anymore and not found plastic?" 


Jleb! 


Itu ucapan salah satu peneliti di film dokumenter Plastic Ocean keluaran tahun 2016. 


Membayangkan itu aja saya pusing. Artinya ke mana kita pergi sampah plastik itu ada di mana-mana. Mau di dasar laut mau pun di puncak gunung. Ibaratnya bisa sembunyi kalau dikejar debt collector tapi nggak bisa sembunyi dari plastik. Lah wong ada di mana-mana. 


Lain lagi ketika nonton Pulau Plastik yang baru aja rilis bulan April kemarin. Kata salah satu relawan di film tersebut, sampah plastik yang ditemukan di pinggir pantai banyak yang beredar dari tahun 1980-an. Tahun di mana saya baru lahir. Bayangin sampah itu kekal sampai 30-40 tahun kemudian. 


Apalagi sampah plastik itu paling susah diolah. Paling susah juga terurai dalam jangka waktu yang sangat lama. Jejak karbonnya berlimpah ruah. Khususnya dalam pemakaian air. 


Indonesia sendiri termasuk negara kedua penyumbang sampah plastik di dunia. 


KEDUA


DI DUNIA. 


Baca ini kalau nggak bikin miris ya gimana ya. 


Dengan beredarnya 5 trilyun plastik di perairan laut di dunia sudah bikin hati mencelus. Manalagi konsumsi makanan manusia paling banyak itu berasal dari laut bukan darat. Risiko terkontaminasi mikroplastik menjadi sangat besar. 


Jadi apa sih gebrakan untuk mengurangi sampah plastik ini? Digadang-gadang kan tahun 2050 sampah plastik bakal meningkat sebanyak 35%. Akibatnya mengancam ekosistem darat, air dan kesehatan manusia. 


Danone-AQUA adalah salah satu pihak swasta yang telah lama concern urusan sampah plastik. Program daur ulang plastik di Danone-AQUA sudah dimulai tahun 1993 dengan nama PEDULI. Lalu pada tahun 2010 ada enam unit bisnis daur ulang di Bandung, Lombok, Bali, dan Tangerang Selatan. 


Tahun 2018 untuk menekan produksi sampah melalui gerakan #BijakBerplastik. Gerakan ini melibatkan masyarakat Indonesia untuk berkontribusi yaitu melalui daur ulang dan kesadaran serta keterlibatan dalam menjaga lingkungan. 


Pada tahun 2019, Danone-AQUA juga telah meluncurkan botol air minum pertama di Indonesia yang terbuat dari 100% PET daur ulang (AQUA Life). Dengan harapan di tahun 2022 kandungan daur ulang botol plastik bisa mencapai tiga kali lipat dari yang ada saat ini. 


Yang terbaru adalah dukungan penuh Danone-AQUA terhadap PT Veolia Indonesia untuk membangun pabrik daur ulang terbesar dan termutakhir di Indonesia sejak tahun 2019. Pembangunan pabrik ini telah selesai dan mulai beroperasi sejak April 2021. 


Pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 dihadiri oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia bersama Sven Beraud-Sudreau, CEO Veolia Southeast Asia, dan Connie Ang, Presiden Direktur Danone-AQUA. Pabrik daur ulang ini diresmikan. 


Menteri Perindustrian Republik Indonesia yang secara langsung meresmikan pabrik ini. Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 7.000 meter persegi. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan adanya pabrik ini mampu mengatasi permasalaan sampah plastik di laut hingga 70% di tahun 2025.


Pabrik daur ulang dan pemrosesan botol plastik yang berlokasi di Pasuruan ini merupakan pabrik terbesar dan termutakhir di Indonesia.


Dengan program daur ulang inklusif Indonesia maka Danone-AQUA juga bekerja sama dengan pemulung dan pekerja TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce,dan Recycle). 


Ini adalah salah satu bentuk pelaksanaan komitmen Danone-AQUA terhadap lingkungan yang berfokus pada 4 pilar. Salah satunya pilar ekonomi sirkular, yaitu memulihkan jumlah plastik lebih banyak dari yang di gunakan pada tahun 2025.


Mari dukung komitmen Danone-AQUA untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah plastik. Bijak berplastik dimulai dari rumah tangga masing-masing. 

Sunday, May 9, 2021

Ajak Anak Bertanggung Jawab dengan Sampah sejak Dini




Ternyata menikah dan memiliki anak mengubah banyak hal dalam pribadi saya. Kebiasaan-kebiasaan yang tadinya tidak terlalu saya pikirkan—bahkan saya praktikkan sebelumnya. Berubah ketika saya mempunyai anak. 


Hal sesederhana membuang sampah ke tempatnya. Dulu sekali, di masa saya kecil saya diajarkan di rumah bahkan di sekolah mengenai hal dasar ini. Sayangnya tidak pada praktiknya. Saya kecil cenderung mempunyai kelakuan layaknya masyarakat umum yang masih suka melempar sisa plastik makanan atau botol minuman ke sembarang tempat. Pinggiran jalan atau got biasanya lokasi favorit untuk dilemparkan. Dulu ya ini. Dulu sekali.


Ketika umur saya bertambah, saya menjadi sadar dengan kelakuan buruk saya. Secara otomatis menaruh stigma ke diri sendiri, jika saya membuang sampah sembarangan artinya saya mempunyai andil membuat kota atau daerah saya kebanjiran. 


Hal ini akhirnya terbawa ketika saya mempunyai anak. Sedari mereka masih kecil sekali, sudah saya biasakan mereka untuk paham kalau sampah sendiri itu harus dibuang pada tempat sampah yang disediakan. Jangan dilempar ke jalan, ditinggal di atas meja makan di mal atau diselipin di suatu tempat yang tidak krusial agar tak ketahuan. Kalau pun belum menemukan tempat sampah, mereka akan menitipkan kepada saya sampai akhirnya bertemu dengan tong sampah. 


Hal dasar ini memang baiknya dibentuk dari rumah. Di sekolah memang diajarkan juga tapi praktiknya anak meniru kebiasaan orang tuanya. Monkey see monkey do. Risiko ketika menjadi orang tua ya itu, bertanggung jawab terhadap apa yang akan dilakukan dan diperbuat sehingga anak menirunya dengan baik. 


Selama masa pandemi ini, kesibukan anak saya selain belajar kebanyakan diisi juga dengan bermain. Lalu kemarin excited sekali ketika tahu Danone AQUA dan sekolah.mu—sebuah wadah edukasi digital, saling berkolaborasi untuk meluncurkan modul digital pembelajaran interaktif “Sampahku, Tanggung Jawabku”. Program ini sekaligus menjadi program lanjutan dari komitmen bijak berplastik AQUA pada pilar edukasi.


Di Twitter saya, salah satu akun sempat membahas tentang seberapa banyak kira-kira sampai rumah tangga yang dihasilkan per keluarga. Keluarga dia aja dalam sebulan mencapai 91kg. 91kg hanya untuk satu keluarga. Saya sendiri nggak berani ngitung sampah bulanan keluarga kami berapa. 


Program “Sampahku, Tanggung Jawabku” ini mengajak anak belajar bertanggung jawab akan lingkungan dengan cara mudah dan menarik. Program yang menyasar anak PAUD dan SD ini dikemas untuk memudahkan orang tua dan anak agar bisa mengakses serta mengunduh materi dengan cara yang mudah. Proses pembelajarannya juga disampaikan juga disesuaikan dengan kebutuhan anak PAUD dan SD.


Peluncuran modul interaktif anak ini dilakukan pada Kamis, 6 Mei 2021 dengan menghadirkan narasumber, seperti:


  • Intan Kartika, selaku Brand Director AQUA
  • Ratih Anggraeni, selaku Head of Climate and Water Stewardship Danone-Indonesia
  • Najeela Shihab, selaku founder Sekolah.mu
  • Jumeri, S.TP., M,Si, selaku perwakilan dari Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah


Program ini bisa diakses secara gratis selamanya. Sudah ribuan pengguna di program PAUD dan SD dengan ulasan yang bermanfaat. 


Buat buibuk seperti saya yang punya anak, keponakan, atau keluarga di umur 4-12 tahun, yuk ajak nyobain program dari AQUA dan Sekolah.mu ini. Mengisi pembelajaran jarak jauh sekaligus menerapkan edukasi dasar yang dengan cara menarik kepada anak di usia dini. 


Daftar link PAUD:  modul Sampahku Tanggung Jawabku 

Dan daftar link SD: modul Sampahku Tanggung Jawabku 

Thursday, April 15, 2021

5 Tips Memakai Sepatu yang Aman dan Nyaman

Credit: https://twitter.com/1ndigogo


Ketika memakai sepatu, tidak sedikit orang merasa tidak nyaman. Ada beberapa alasan mengapa orang-orang tidak nyaman memakai sepatu. Ada saja karena sepatu terlalu sempit atau terlalu longgar. Apa pun alasan yang membuat Anda tidak nyaman memakai sepatu, semuanya tidak menyenangkan. Maka untuk mengatasi masalah tersebut, berikut ini adalah beberapa tip memakai sepatu yang nyaman dan aman untuk Anda.


1. Regangkan sepatu baru Anda

Salah satu cara yang umum tetapi tidak banyak diketahui orang ketika memakai sepatu baru adalah meregangkannya. Regangkan dan longgarkan sepatu baru Anda untuk mencegah rasa sakit ketika dipakai. Cara ini juga dapat membuat kaki Anda tidak lecet. Adapun cara untuk melonggarkan sepatu baru adalah siapkan tas plastik. Isilah tas plastik dengan air. Lalu masukkan sepatu ke dalam tas plastik yang telah terisi air tersebut. Simpanlah ke dalam lemari es selama satu malam. Kemudian ambil kembali. Nah, cara ini akan membuat sepatu melonggar.


2. Pakai kaus kaki

Kaus kaki memiliki fungsi yang baik ketika Anda memakai sepatu. Kaus kaki tidak hanya sebagai aksesori. Ada fungsi penting di baliknya. Beberapa orang tidak suka memakai kaus kaki ketika memakai sepatu padahal kaus kaki sangat berguna. Kaus kaki dapat melindungi kaki Anda dari lecet dan gesekan saat memakai sepatu. Selain itu, kaus kaki juga membuat sepatu tidak kelonggaran. Dengan ini, Anda bisa memakai sepatu dengan nyaman. Tetapi perlu diingat, gunakanlah kaus kaki berbahan tebal dan tidak licin untuk mendapatkan kenyamanan yang tepat.


3. Amplas bagian bawah sepatu baru

Ketidaknyamanan memakai sepatu biasanya berasal dari sepatu baru. Cara untuk mengatasi ketidaknyamanan ini bisa dengan mengamplas bagian bawah sepatu. Kenapa begitu? Anda bisa mudah tergelincir dengan sepatu baru, lo. Dan cara yang bisa digunakan untuk mengurangi itu adalah mengamplas bagian bawah sepatu. Sepatu baru biasanya kilap dan licin. Nah, menggosoknya dengan amplas akan membantu alas sepatu sedikit kasar dan membuat Anda tidak mudah tergelincir.


4. Beli sepatu di waktu sore

Mungkin ini terdengar sedikit aneh, tetapi ada ada baiknya Anda melakukan tip ini. Percaya atau tidak, kaki Anda akan terlihat membengkak karena aktivitas yang dilakukan sepanjang hari. Jadi ketika Anda ingin membeli sepatu, ada baiknya dilakukan pada sore atau malam ini. Ini adalah waktu yang tepat karena kaki Anda sedang dalam kondisi tidak lelah. Dengan begini, Anda akan mendapatkan ukuran sepatu yang pas dan nyaman. Tip ini perlu Anda coba. Tip ini semakin mudah dilakukan mengingat kini banyak pasar sore bermunculan.


5. Gunakan kantung teh untuk hilangkan bau

Rasa nyaman ketika memakai sepatu tidak hanya karena kaki Anda pas ketika masuk ke dalamnya. Ada hal lain yang bisa memengaruhi kenyamanan Anda ketika memakai sepatu, yaitu bau sepatu. Terkadang sepatu menimbulkan bau tidak sedap, terutama sepatu olahraga. Untuk menghilangkan bau ini, Anda bisa mencoba untuk menggunakan kantung teh. Letakkan kantung teh ke dalam sepatu dan biarkan selama satu malam. Kantung teh akan menyerap bau yang ada di dalam sepatu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, Anda bisa menambahkan baking soda ke dalamnya.


Nah, demikian itu adalah beberapa tip yang bisa Anda terapkan agar nyaman ketika memakai sepatu. Dengan cara itu, Anda tidak perlu lagi merasa sakit dan tidak nyaman ketika memakai sepatu.

Wednesday, March 3, 2021

Pentingnya Edukasi Gizi Sejak Dini



Beberapa hari lalu pas buka Twitter langsung disuguhi dengan keributan soal diet salah satu selebritas Indonesia. Diklaim dengan diet tersebut dia bisa menurunkan berat badan sebanyak 25kg. Tadinya si selebritas share tentang rutinitas dia rajin jalan kaki 45 menit sebagai bagian dari proses penurunan berat badannya. 


Di sini masih masuk akal sampai akhirnya dia ngeluarin buku yang isinya tentang asupan makanan dia secara keseharian yang kalau ditotal nggak sampai 500kalori/hari. Belum lagi klaim dia nggak makan sayur. Pertama karena dia memang dasarnya nggak suka, lalu yang jadi masalah ketika dalam kutipan dia bilang sayur menghambat penurunan berat badan karena makanan berserat mengganggu bakteri baik dalam tubuh. 


Pantas saja para ahli gizi dan nutrisi meradang. Konsep dari mana yang bisa-bisanya bilang sayuran justru mengganggu? Sayur itu selain penting sebagai serat juga mengandung klorofil, lutein, zeaxanthin, kalsium, folat, vitamin C, dan beta karoten. Yang tentu saja dibutuhkan tubuh untuk membentuk imunitas bahkan memperbaiki sel-sel dalam tubuh. 


Masalah tentang buku diet ini makin ramai sih. Puncaknya sudah sejak 1-2 hari lalu dan mungkin masih akan memanas beberapa hari ke depan.


Saya sebagai netijen tentu lebih setuju dengan statemen para ahli gizi dan nutrisi termasuk beberapa influencer di Instagram yang ikut bersuara. I mean, sebagai orang awam, kita sedari kecil dibiasakan orang tua untuk selalu makan sayur. Masa hanya karena ingin mencapai bentuk tubuh secara ideal tapi mengabaikan kebutuhan harian yang penting? 


Kebayang nggak sih usaha para ahli gizi dan nutrisi yang sudah mengedukasi sana sini tapi netijen dan masyarakat lebih percaya kepada diet ekstrim ala ala selebritas yang efek jangka panjangnya bisa membahayakan hidup sendiri. 


Apalagi yang bakal tersihir dengan iming-iming kurus instan ini para remaja dan ibu-ibu yang insekyur dengan tubuhnya sendiri. Lalu abai dengan masalah kesehatannya di waktu yang akan datang. Semacam siklus setan yang muter-muter di situ aja. 


Sama kayak kasus stunting di Indonesia, muter-muter di situ aja dari ibu hamil yang malnutrisi - bayi malnutrisi - remaja malnutrisi. Akhirnya generasi kita nggak bisa berkembang karena pemahaman dasar soal gizi yang baik aja nggak tahu. Lebih suka dibodohi dengan gimmick marketing yang pseudo


Kebayang nggak sih para remaja yang terpengaruh dan menganggap makan yang benar itu hanya di bawah 500kalori/hari dan nggak usah makan sayur lalu ketika mereka beranjak dewasa, hamil, lalu melahirkan, generasi apa yang bakal berkembang? 


Hari Jumat, 26 Februari 2021, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Danone Indonesia dan IPB University mengadakan webinar secara online dengan tema “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini” dengan pembicara profesional:

  • Dr. Rr Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA menjabat sebagai Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan
  • Ir. Harris Iskandar, Ph.D, Widya Prada Ahli Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
  • Vera Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia
  • Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSI, Ahli Gizi dan ketua Tim Ahli Pengembang Modul “|Isi Piringku|
  • Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Devolepment Danone Indonesia
  • Lisnawati, S.Pd, Guru PAUD


Dokter Dhian bilang kalau permasalahan gizi di Indonesia harus mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Indonesia. Anak itu merupakan investasi sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan gizinya sejak lahir, bahkan sejak dari kandungan. Nah lo, kebayang nggak kalau kecukupan gizi diri sendiri aja nggak diperhatikan trus menurun ke anak?


Apalagi masalah gizi pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, terutama di usia 4-6 tahun. Masalah kekurangan gizi pada anak di masa pertumbuhan ini tentu saja berdampak besar pada imunitas, meningkatnya risiko penyakit infeksi, pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal, daya saing rendah serta produktivitas rendah. 


Melalui program Isi Piringku, diharapkan dapat mengedukasi serta memberi informasi seputar gizi seimbang kepada orang tua, dan guru TK tentang makanan pokok, protein hewani dan nabati, buah dan sayuran bagi anak-anak.