Monday, April 30, 2018

Eksplorasi Pangan di Kota Semarang Semarak Semanak


"You are what you eat."


Yak, geser ke kiri semua.
Tagline ini belakangan makin marak di penggiat hidup sehat. Gue juga sudah mulai menerapkannya sejak tahun 2011 walau belum diterapin secara maksimal. Ya namanya juga masih manusia. Keinginan daging masih lekat, yekan. YOLO kalau kata netijen, You Only Live Once.

Apa yang kita makan memang sangat berpengaruh dan menentukan diri kita sendiri. Berpengaruhnya tentu saja di kesehatan. 

Kenapa berpengaruh di kesehatan? Ya klean pikir saja, penyakit tidak menular yang sekarang makin beragam itu emang dari mana? Tetes kinderjoy. Ya dari makanan, cyin. Selain karena faktor keturunan juga tentunya.
Sebut saja diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru-paru. Menurut data WHO tahun 2012, penyakit tidak menular bertanggung jawab atas 68% kematian secara global. Ngeri gak, tuh? Ya kalau kagak ngeri mungkin ngana termasuk manusia siap mati kapan saja. 

Makanan tentu saja memiliki hubungan erat dengan berbagai jenis penyakit tidak menular tersebut. Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita secara rutin dan selama bertahun-tahun ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan. 

Kok bisa?

Ya coba dipikir aja, setiap hari makannya apa aja? Kalau hanya mau gorengan terus atau jajan junk food setiap minggu dikira enggak ada efek? 

Diabetes bisa terjadi karena tubuh sudah tidak merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Penyakit ini juga disebabkan oleh kelainan reaksi kimia dari asupan yang kita makan sehingga metabolisme tubuh terganggu. 

Itu satu contoh saja penyakit tidak menular yang termasuk penyebab kematian tertinggi juga di dunia. 

Kembali ke soal makanan. Kira-kira asupan makanan apa yang tepat? 

Beberapa kali gue datang ke event dan bahasan tentang pangan lokal selalu dikemukakan. Klean tahu tidak kalau negeri kita ini kaya sekali akan sumber makanan yang bermanfaat dan menyehatkan bagi tubuh. 

Sumber protein yang baik misalnya. Orang-orang selalu menganggap ikan salmon sebagai ikan kaya asam lemak omega-3, asam eicosapentaenic (EPA), dan asam docosahexaenoic. Padahal ini ikan impor. Indonesia punya ikan kembung yang manfaatnya setara dengan ikan salmon. Bahkan sebenarnya jauh lebih baik. 

Source: solutif.com
Atau dari kalsium. Orang-orang tahunya susu sapi sebagai sumber kalsium utama. Padahal sayuran menghasilkan kalsium juga. Daun kelor misalnya, kalsiumnya empat kali lebih banyak dari susu sapi. Daun ini masih banyak tumbuh di sekitar tempat tinggal gue yang emang masih banyak lahan hijaunya. Kebanyakan tumbuh secara liar. 

Menurut Prof. Dr. Ir Rindit Pambayun, MP, beliau adalah Kepala Pusat Penelitian Pangan Lemlit UNSRI. Sebagian besar olahan makanan di Indonesia sudah memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi tubuh. Ikan mas arsik, bandeng presto, combro, atau sayur daun ubi tumbuk adalah jenis makanan yang memiliki gizi baik. 

See, pangan lokal kita sebenarnya lebih banyak manfaatnya ketimbang promosi makanan dari tv atau radio yang kebanyakan diproduksi negara lain demi mencari keuntungan. 

Saat gue dan tim #JelajahGiziSemarang berjalan-jalan di hari ketiga, kebetulan gue satu mobil odong-odong--eh mobil wisata perkebunan kopi--sama Prof. Ahmad. Sewaktu mobil kami berhenti karena mobil di depan juga berhenti, Prof. Ahmad turun dan memetik beberapa macam tanaman liar yang tumbuh di areal perkebunan kopi. Salah satunya adalah daun babandotan. 

Source: Pak Dadang
Daun ini permukaan sisi atasnya licin tapi bagian bawahnya berbulu. Memiliki khasiat sebagai obat luka atau untuk diabetes melitus. Tumbuhan ini tumbuh begitu saja, loh, di perkebunan kopi. Dan banyak lagi tumbuhan lainnya yang tumbuh liar di negeri kita ini. 

Panganan lokal di Indonesia ada banyak sekali dan memiliki khasiat yang bermanfaat bagi tubuh jika diolah dengan cara yang benar. Jangan malu kalau dikatakan doyan makanan lokal. Selain enak justru lebih sehat.

Nah, di #JelajahGiziSemarang kami tentu saja mencicipi berbagai macam makanan khas dari daerah tersebut. 

Apa aja yang bisa dicicipi di kota yang katanya berasal dari kisah 
pohon asem yang arang-arang ini? 

1. Lumpia Semarang


Sebelum gue berangkat ke Semarang teman gue sudah wanti-wanti buat nyicipin lumpianya. Pas banget salah satu destinasi #JelajahGiziSemarang adalah Gang Lombok. 

Lumpia di Gang Lombok ini sudah sangat terkenal karena berasal dari satu garis keturunan yang diturunkan secara generasi ke generasi. Citarasa akulturasi antara masakan Tionghoa dan Jawa. Makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, daging ayam atau udang. Kalau berkunjung ke Semarang, lumpia ini cocok juga sebagai oleh-oleh. 

2. Lontong Cap Go Meh


Selain lumpia, Lontong Cap Go Meh juga makanan yang tercipta karena akulturasi kebudayaan dari Tionghoa dan Jawa. Kandungan nutrisinya juga sudah pas, ada karbohidrat, sayuran dan protein. Gue mencicipi ini di RM. Semarang di hari pertama kedatangan #JelajahGiziSemarang.

3. Nasi Langgi



Olahan nasi dengan bahan rempah, santan, dan asam jawa ini bisa juga ditemukan di RM. Semarang. Porsi yang pas cukup mengenyangkan bagi gue. Karena sebelum makan sudah disajikan lumpia dan siomay sebagai makanan pembuka. Kemudian ada Es Cao dan Es Rujak sebagai pencuci mulut.

4. Soto Bangkong


Di hari kedua, kami menikmati Soto Bangkong. Soto dengan kuah jernih ini daging ayamnya melimpah. Disajikan bersama nasi, sate usus, sate kerang, bakwan dan tempe goreng. 

5. Babat Gongso


Ada dua jenis babat yang disajikan, nasi babat biasa atau nasi goreng babat. Gue kebetulan gak sempat menyicipi karena telanjur memesan nasi pecel yang sudah membuat perut kenyang. Kan rugi sekali memesan lalu tidak dimakan. Sama saja dengan menyia-nyiakan makanan. Kami mencicipi Babat Gongso Pak Karmin yang letaknya tak jauh dari Kota Lama Semarang. 

Aduh, mendadak kangen kota Semarang Semarak Semanak. 


Ayam Missyou Semarang.  Ow~ ow~

Thursday, April 26, 2018

Jelajah Gizi dan Pangan Berkelanjutan

Kira-kira pukul 08.20 WIB pesawat dengan nuansa warna hijau yang kami tumpangi mendarat di bandar udara Ahmad Yani. 

Rombongan berkaos putih dengan lengan merah langsung disambut penjemput yang sekaligus menjadi tour guide. Kami diarahkan langsung ke sebuah bus yang sudah menunggu di luar. Pagi itu, dengan mata yang masih mengantuk perjalanan hari pertama dimulai.

Photo: @nutrisi_bangsa

Ah, gue flash back dulu ke beberapa hari sebelumnya. Tanggal 10 April gue mendapat DM dari akun @nutrisiuntukbangsa. Katanya, postingan gue untuk lomba #JelajahGiziSemarang terpilih masuk dalam 20 besar. 

Reaksi gue? Tentu saja senang. Tidak pernah mengira kalau foto makanan seadanya malah bisa terpilih menjadi salah satu finalis. Biasanya gue kalau ikut lomba post foto di Instagram pasti gak pernah menang. Apalagi harus bersaing dengan para food blogger. Peluang menang pasti tipis banget. Sedih akutu~

Setelah dikabarkan masuk 20 besar gue harus menunggu lagi sebelum dikabarin masuk menjadi 10 besar apa kagak. Sebagai yang sudah makan asam garam dunia perlombaan, gue selalu menaruh ekspektasi serendah mungkin. Gak menang yasudah layaw, yang penting sudah ikutan. 

Tapi, ibarat jodoh yang tak akan lari ke mana, ternyata memang sudah rezeki gue. Di tanggal 12 April lagi-lagi gue dapat DM dan dikabarkan kalau gue terpilih menjadi 10 peserta yang akan ikut dalam #JelajahGiziSemarang. Hooray

Ah, bagi yang belum tahu, #JelajahGizi adalah salah satu program dari Nutricia Sari Husada sejak tahun 2012. Program ini mengajak para blogger untuk mengeksplorasi uniknya keragaman kuliner nusantara sekaligus mendapat ilmu dan wawasan dari setiap perjalanan tersebut. #JelajahGiziSemarang adalah program #JelajahGizi yang keenam. 

Gue sendiri sudah ikut berpartisipasi sejak #JelajahGiziMinahasa dan #JelajahGiziMalang sayangnya belum jodoh. Baru bisa berjodoh di #JelajahGiziSemarang ini. Ini antara bebal dan gak tahu malu memang beda tipis. 

Hari menjelang siang ketika bus berhenti di sebuah rumah makan yang bertuliskan Semarang Restoran. Di depan pintu sudah ada banner #JelajahGizi yang terpasang. Dekorasi sederhana dan sedikit tua membuat rumah makan ini terasa unik. Saat kami masuk beberapa orang panitia masih sibuk mempersiapkan alat-alat. 


Sembari menunggu, para pelayan restoran mendatangi meja yang diduduki 4-5 orang. Mereka mulai menuliskan pesanan kami. Dimulai dari appetizer, makanan utama, dan dessert

Makanan pembuka diantarkan sesaat setelah Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia menyambut dan membuka agenda #JelajahGiziSemarang. Ini kali ketiga gue bertemu beliau, setelah sebelumnya sudah bertemu di acara Danone Blogger Academy dan acara Hari Air Sedunia dari Aqua Lestari di Sukabumi.  

Photo: @nutrisi_bangsa

Menurut Pak Arif, ada 3 poin utama dalam program #JelajahGiziSemarang dengan tema  Eksplorasi Pangan Berkelanjutan di Semarang:
  1. Revolusi pangan.
Konsep Pangan Berkelanjutan adalah bagaimana kita mengenali proses pengolahan makanan,  dari mana asal makanan hingga terhidang di meja. Apakah proses penanaman baik untuk kelanjutan ekosistem alam. 
  1. Dont waste food atau meninggalkan food print.
Keberlanjutan pangan juga dengan mempertimbangkan food waste,  di mana makanan yg dihasilkan tidak terbuang.  
  1. Sistem pangan berkelanjutan. 
Dan terakhir dari konsep Pangan Berkelanjutan adalah makanan yang dikonsumsi harus memberikan dampak kesehatan pada tubuh manusia.

Pak Arif berharap dalam #JelajahGiziSemarang kali ini, baik penyelenggara, panitia, maupun peserta bisa sama-sama belajar mengenai cara pengolahan, penyajian, hingga mengurangi sisa makanan. Sesuai dengan program Danone, One Planet One Earth, Pak Arif percaya bahwa kita hanya hidup satu kali dan hanya memiliki satu bumi untuk ditinggali, sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan yang akan berdampak pada kesehatan manusianya.

Bapak Drs. H. Kasturi, MM selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menjadi pembicara berikutnya. Beliau menyambut baik kegiatan ini. Karena Semarang adalah kota yang memiliki potensi pangan beragam yang tentunya juga bernutrisi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengapresiasi inisiatif Nutricia Sari Husada yang melakukan kegiatan eksplorasi pangan lokal dan mengajak konsumen agar lebih paham mengenai cara konsumsi yang tidak merugikan kesehatan dan bumi. 

Photo: @nutrisi_bangsa

Pak Kasturi juga membahas tentang asal usul Semarang. Hal yang menarik perhatian gue adalah bahasan tentang Warak Ngendog. Binatang imajiner dari Semarang. 

Sudah sejak lama gue menyukai hal-hal berbau mitologi atau cerita-cerita lokal. Indonesia kaya sekali akan mitologi seperti ini yang menjadikan tiap daerah unik. Makanya gue selalu berisik bahas soal kebudayaan daerah asal gue di medsos--selain bahasan nirfaedah tentunya. Karena kalau bukan kita yang bangga dengan kebudayaan kita dan menceritakannya, siapa lagi?

Warak Ngendog adalah hewan yang dipercaya memiliki kepala naga, berbadan unta, dan berkaki kambing. Sebuah perpaduan yang aneh, ya, namanya juga hewan mitos. Sama seperti di Mesir yang percaya dengan hewan Sphinx. 

Perpaduan Warak Ngendog yang unik ini merupakan akulturasi dari kebudayaan yang ada di Semarang, yaitu naga dari etnis Tionghoa, unta dari etnis Arab, dan kambing dari etnis Jawa. 

Warak Ngendog menggambarkan citra warga Semarang yang terbuka lurus dan berbicara apa adanya. Tak ada perbedaan antara ungkapan hati dengan ungkapan lisan. 

Akulturasi kebudayaan di Semarang bukan hanya tergambar dari hewan imajinernya saja. Masakan dan makanan yang ada di Semarang juga kebanyakan terjadi karena akulturasi tersebut. Misalnya lumpia yang gue pesan sebagai makanan pembuka. 

Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, Ms, PhD menjadi narasumber berikutnya. Profesor Ahmad sudah menjadi narasumber di #JelajahGizi sejak awal program ini diadakan. Beliau membeberkan tentang pentingnya pangan berkelanjutan, bagaimana kondisi pangan di Indonesia, dan aturan resmi mengenai pangan lokal.

Photo: @nutrisi_bangsa

Mengapa pangan berkelanjutan ini penting? Karena ada ratusan juta jiwa di dunia kekurangan gizi secara kronis. Indonesia termasuk dalam 17 negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi. Ada sekitar 37% anak Indonesia yang mengalami stunting. Ini bisa menyebabkan anak-anak gampang menderita penyakit tidak menular. Belum lagi masalah gizi buruk. Masih ingat dengan gizi buruk yang menjadi kejadian luar biasa di Asmat kemarin? Ini contoh kalau Indonesia masih harus banyak berbenah masalah SDM-nya. 

Mengapa perlu ada pangan berkelanjutan? Karena berbicara pangan harus berbicara secara keseluruhan prosesnya. Suatu makanan tidak hanya terjadi karena satu proses saja, ada banyak proses di baliknya yang menyisakan jejak pangan. 

Sebagai konsumen, penting sekali untuk berperan sebagai konsumen yang baik. Yaitu mulai sadar untuk tidak meninggalkan satu butir makanan yang dikonsumsi. 

Maksudnya setiap kali makan jangan ada yang tersisa. Banyak kan kalau pada makan di restoran, pujasera mal atau kondangan, piring-piring numpuk trus masih ada sisa nasi dan lauk. Padahal sisa makanan ini sebenarnya termasuk limbah dan penyia-nyiaan makanan. 

Di setiap agama ada ajaran mengenai cara makan ini. Di agama yang gue yakini diajarkan untuk makan secukupnya. Karena kalau terlalu sedikit pasti masih lapar dan kalau terlalu banyak pasti kenyang bego atau kadang tersisa,  maka makanlah secukupnya saja. Ini yang belakangan gue terapkan juga ke diri sendiri dan keluarga. Karena belajar dari hal kecil seperti ini sangat memengaruhi kelangsungan hidup dan alam sekitar.

Seperti kata Profesor Ahmad, duit mungkin punya Anda tapi sumber daya punya masyarakat. Mari belajar menjadi konsumen yang bijak. Karena kekuatan konsumen yang bersatu tak terkalahkan.





Tuesday, April 24, 2018

Dilema Orangtua Dalam Mengasuh Anak

Dua hari ini bekal makanan si kakak masih ada sisanya. Katanya karena dia sudah kenyang. Tapi sampai di rumah malah minta jajan yang manis-manis. Huft. Ada aja alasannya. 

Pemberian jajanan manis ini ternyata termasuk salah satu kesalahan pola asuh gizi pada anak.

Source: pixabay
Pemberian makanan manis pada anak itu kurang baik karena kebutuhan gula harian anak itu tidak boleh lebih dari 10% dari total energi yang dikonsumsinya sehari-hari. Efek makanan manis berlebih ini bisa bikin gigi rusak, obesitas, sampai anak kehilangan nafsu makan. Bukan kata gue, loh, tapi kata Badan Kesehatan Dunia. 

Selain pemberian makanan manis ini, ada 4 lagi cara pola asuh yang salah. Semisal;

Memaksa anak untuk makan

Gue termasuk selow sih, kalo anaknya minta baru gue kasih makan. Kalo enggak, ya gak dipaksa. Masalahnya ada di suami gue yang rada memaksa biar anaknya harus makan tepat waktu. Padahal anaknya baru habis makan roti atau bubur eh harus makan nasi dong. Susah emang mental orang Indonesia yang kalo gak makan nasi dianggap gak kenyang. Gara-gara ini kadang suka berantem deh gue sama paksu. Hahaha.

Trus ada MPASI sebelum 6 bulan.

Ini kejadian di anak pertama gue. Karena anak cowok jadinya dianggap lebih cepat lapar makanya di usia 4 bulan sudah disuruh makan pisang sama orang sekitar. Padahal lambung bayi usia berapa aja mau cewek apa cowok sama aja ukurannya. Salah gue, bukannya konsul ke dokter anak, iya iya aja saat disuruh. Maklum kala itu masih new mom, jadi pasrah aja sama perintah orang terdekat yang sudah makan asam garam ngurusin anak. Padahal pola asuh kayak gini ini salah dan berbahaya. 

Pemberian MPASI dini bisa mengakibatkan reaksi dan gangguan pencernaan pada anak. Bisa juga akibatnya sangat fatal. Beruntung, anak gue dulu gak kenapa-napa. 

Source: pixabay
Siapa yang suka ngasih anak makanan tidak sesuai usianya? 

Oke, kalo ini gue mengakui rada loss di sini. Kadang ngasih camilan atau makanan gak sesuai porsi. Selalu gue kasih berdasarkan porsi orang dewasa. Padahal pemberian makanan pada anak harus sesuai usianya. Misal pada balita, pemberian jus buah harusnya setengah gelas saja sehari. Gak boleh dikasih satu gelas atau lebih. Iya, walau hanya jus buah yang sekali glek habis tapi kalo diberikan berlebih pada anak yang masih balita salah juga. 

Source: pixabay
Terus, pemakaian DOT yang terlalu lama

Puji Tuhan anak gue gak suka ngempeng atau memakai dot sampai lama. Anak pertama gue yang besar karena sufor berhenti minum pakai botol sejak masih satu setengah tahun, seterusnya dia minum di gelas. 

Ada anak kenalan yang anaknya dibiasain dot trus saat dotnya diambil pelarian si anak jadinya ke jari. Sekarang anaknya sudah SMP anaknya masih suka ngemut jempol dong. 

Source: pixabay
Jadi orangtua emang banyak dilemanya. Kadang harus terbawa dengan kebiasaan-kebiasaan di sekitar yang kalo gak diikutin dianggap sok tahu, tapi kalo diikutin justru membahayakan bagi anak sendiri. Trus ketika anak jadi sakit, eh kitanya yang disindir gak bisa urus anak dengan baik. 

Dua tahun lalu anak kedua gue harus diopname di rumah sakit karena terserang virus dan ada gangguan pernapasan. Ketika gue posting di medsos, tentu saja ada komen yang menganggap gue lalai menjaga anak gue makanya bisa sakit. Ehe he. Sakit banget dikatain begitu. Sebagai seorang ibu, mana gue tega ngarep anak gue sakit. Walau mungkin masih ada pola asuh gue yang salah tapi tetap gak ada niatan agar anak sendiri sampai sakit. 

Dulu itu ketika si adek sakit, dia harus dibawa ke rumah sakit tengah malam. Mana suami saat itu sedang di luar kota. Lalu anak pertama besoknya ada ujian semester. Kebayang gak senewennya gue kayak gimana? 

Tahunya panik aja karena gak ada yang bisa ditanya-tanyai untuk masukan awal. 

Sekarang sih enak, sudah ada Halodoc. Aplikasi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan dokter. 

Pada belum tahu Halodoc

Halodoc ini membantu sekali loh, buibuk. Di aplikasi ini, ada dokter spesialis anak yang selalu siap memberikan saran dan menjawab pertanyaan seputar pengasuhan gizi anak. Kita dengan mudah bisa berbicara lewat video/voice call atau chat.


Tidak hanya dokter anak, aplikasi ini juga memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesalis mata, yang siap siaga online selama 24 jam. 

Bahkan kita bisa menggunakan fitur Pharmacy Delivery untuk membeli kebutuhan medis yang dibutuhkan selama 24 jam pula. Pesanan akan diantar dalam satu jam, dan bebas ONGKIR! Atulah, gratisan beginian selalu disukai buibuk cem gue. 

Selain itu kita juga bisa memanfaatkan fitur Labs, yaitu layanan pengecekan kesehatan yang bekerja sama dengan Prodia. Penggunaan fitur ini bisa memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau kantor, dan melakukan pengecekan darah atau urine. Sayang fitur ini jangkauannya masih seputar Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. 

Tapi untuk penggunaan fitur konsultasi atau pembelian obat, sudah tersedia di lebih dari 1000 apotek yang tersebar di 20 kota di Indonesia. 

Cukup unduh aplikasi Halodoc ini di Google Play atau App Store. Kemudian nikmati kemudahan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dengan mudah. #katadokterHalodoc #SehatLebihMudah



Halodoc
www.halodoc.com 
IG: @halodoc







Sunday, April 8, 2018

Apa Yang Tubuh Saya Butuhkan Selama Ngegym

"Being healthy and fit isn't a fad or trend, instead it's a lifestyle."

Sudah 3 bulan ini gue menerapkan pola hidup sehat. Alasan pertama karena tahun kemarin gue dua kali kena tifoid, kedua demi body goals. Huum, agak receh sih alasan keduanya. But hey, itu justru dorongan terkuat sampai gue mau berolahraga dan jaga pola makan.

Flashback ke belakang sebenarnya gue sudah menerapkan pola hidup sehat sejak anak kedua lahir di 2011. Gue dulu rutin Food Combining dan emang berasa efeknya ke tubuh. 

Tapi mengatur pola makan saja tidak cukup. 2016 akhir gue mulai rutin ngegym. Tapi karena drop kena tifoid sampai 2x akhirnya rutinitas ngegym selama 5 bulan terhenti. Dan mendadak pola makan gue berubah jadi eating disorder. I eat anything without a doubt. The result, badan gue jadi membengkak. 

Sempat syok, karena perubahannya drastis sekali. Bulan Juni berat badan masih kisaran 50-an kilo, di Agustus naik jadi 60-an kilo. Daebak! 

Akhirnya sejak akhir 2017 kembali menyatukan niat. Harus kembali ke gym dan atur lagi pola makannya. Kan malu banyak baju sudah mulai sesak. Apalagi saat duduk eh ketahan perutnya karena buncit banget kayak hamil 6 bulan. 

Sekarang di bulan April ini, kurang lebih sudah 4 bulan rutin ngegym. Trus makanannya juga dijaga dengan makin perbanyak sayuran dan protein. Karena gue berniat bentuk body, pola makan food combining sedikit harus melenceng. Gue juga butuh nasi sebagai karbo biar otot di beberapa bagian tubuh bisa terbentuk. 


Selain harus rutin asup karbo, sayuran, buah, dan protein, susu juga penting. Apalagi susu segar.

Kenapa harus minum susu segar? 

  1. Membentuk Otot

Kalau buat gue untuk membantu pembentukan otot. Protein dalam susu segar cukup tinggi dan cocok diminum jika ingin membentuk otot. Juga meningkatkan berat badan secara alami kalau niat ingin membesarkan badan. 

  1. Nutrisi Tinggi

Beberapa nutrisi yang terkandung dalam susu segar adalah protein, vitamin D, kalsium, vitamin B12, vitamin A, fosfor, riboflavin, dan niacin.

  1. Menghaluskan Kulit

Buat mba-mba, buibuk, tante-tante yang ingin mendapatkan kulit halus secara alami, coba konsumsi susu segar setiap hari. Kesehatan dan kecantikan kulit akan diperoleh secara alami dari dalam.

  1. Melancarkan Pencernaan

Mengonsumsi susu segar bisa menjadi obat pencahar alami yang tokcer buat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit atau susah buang air besar.

Nah, pemilihan susu ini agak tricky. Sebagai yang doyan angkat beban dan butuh ngebentuk otot, ada susu tertentu yang perlu dikonsumsi. Tapi gue juga gak mau sembarang mengonsumsi susu tanpa kandungan yang jelas. 

Gue lebih suka memilih susu segar karena selain aman susu segar juga banyak manfaatnya. Favorit gue belakangan adalah Hometown. Sudah pernah dengar tentang susu ini belum? Kalau belum kalian harus coba. 



Hometown ini susu murni yang langsung diperah dan dipasteurisasi, tidak ada tambahan apa pun, baik pemanis ataupun pengawet, pure susu murni. Makanya rasanya tidak semanis susu kemasan, agak creamy karena memang susu murni segar. 

Kenapa memilih Hometown? Karena susu ini mampu memberikan semua manfaat yang dibutuhkan tubuh gue. Gak cuma itu, anak-anak gue suka banget. Baru dibuka eh langsung dihabisin sama mereka. 


Untuk penyimpanan Hometown ini sebaiknya disimpan dalam keadaan dingin (0-4C). Trus tanggal expired date hanya berlaku selama kemasan belum dibuka. Kalau kemasannya masih segel, bisa bertahan sekitar 7 hari di kulkas dan setelah kemasan dibuka hanya bisa bertahan selama maksimal 3 hari. Jadi, kalau sudah dibuka segera dihabiskan ya, agar kandungan nutrisi dan manfaat yang didapat bisa maksimal.

Gimana, ada yang tertarik buat ngikutin pola hidup sehat gue?