Tuesday, July 30, 2019

Festival Literasi Sekolah 2019




Hal yang membingungkan saya adalah ramainya orang datang ke salah satu bookfair terbesar di Indonesia setiap tahunnya selama 24 jam tapi menurut survey lembaga dunia, negara kita justru rangking ke-62 dari 70 negara dalam peringkat literasi.

Seburuk itu kah minat baca penduduk kita?

Kalau berkaca dari diri sendiri mungkin iya sih. Sejak kecil saya terbiasa membaca. Almarhum papa saya setiap pulang kerja selalu membawakan saya majalah atau buku-buku cerita anak. Saya bahkan memiliki banyak sekali koleksi komik, buku cerita, majalah, tabloid, pada masanya dulu. Sebenarnya sampai sekarang pun masih sering membeli buku walau sudah tidak seberapa. Minat membaca saya menurun drastis sejak saya disibukkan dengan kegiatan ngeblog dan menghabiskan cukup banyak waktu di medsos. Ini sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan, karena membaca harusnya menjadi kebiasaan bukan paksaan.


Agak miris kalau tahu generasi sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan membuka medsos dan main game saja tapi tidak membiasakan diri untuk membaca.

Membaca sendiri memiliki banyak sekali manfaat selain memperbanyak kosakata dan pengetahuan. Dengan membaca kita bisa mendapat banyak sekali inspirasi. Kita dilatih agar bisa fokus, mampu menganalisa sampai meningkatkan kualitas memori. Hal yang tidak akan didapat jika kita kurang membaca.

Menurut saya, salah satu langkah baik yang diambil pemerintah adalah dengan mencanangkan program Gerakan Literasi Sekolah pada tahun 2015. Wujud GLS adalah membaca selain buku pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Dengan GLS diharapkan siswa terbiasa membaca dan dapat mengambil nilai-nilai dari buku yang dibaca. Saya juga menerapkan ini pada kedua anak saya sebelum mereka tidur. Satu cerita sehari dan meminta mereka menceritakan kembali dengan gaya tutur mereka masing-masing.

Karena penguatan budaya dan kebiasaan literasi yang diterapkan di sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab dari kepala sekolah dan guru, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen publik sebagai pengasuh anak dalam ruang komunal. Terutama dimulai dari keluarga masing-masing. Saya percaya, anak bertumbuh dan berkembang dengan baik itu asalnya dari keluarga sendiri. Dengan mengajarkan dan membiasakan hal-hal baik dari rumah, itu akan tertanam kepada mereka sampai besar.

Untuk mendorong tumbuh kembang kemandirian dan inovasi warga sekolah, khususnya literasi, Kemendikbud mengadakan Festival Literasi Sekolah. Agenda tahunan ini sudah memasuki tahun ketiga. FLS 2019 resmi dibuka oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy, di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud hari Jumat kemarin. Acara ini berlangsung dari tanggal 26 Juli-29 Juli 2019.  


Festival Literasi Sekolah 2019 adalah upaya dari Kemendikbud untuk meningkatkan budaya literasi, mulai dari membaca, menulis literasi terhadap IT, serta memotivasi agar gerakan literasi di sekolah dapat berjalan dengam baik dan benar.

perpustakaan mini buatan siswa asal Padang
FLS ini melibatkan 704 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB se-Indonesia yang memiliki bakat di bidang literasi. Iya, ada anak-anak berkebutuhan khusus juga yang ikut hadir dan memamerkan karya mereka.

komik buatan siswa SLB dari Jakarta

Acara FLS ini bukan hanya diadakan di Jakarta saja tapi juga di Tangerang dan Bogor dengan berbagai macam rangkaian lomba dan acara. Ada juga diskusi, pelatihan, peluncuran dan bedah buku sampai pemutaran film.   

Tahun ini FLS 2019 mengangkat tema Multiliterasi: Mengembangkan Kemandirian dan Menumbuhkan Inovasi yang kegiatannya tidak hanya terbatas pada literasi baca tulis tapi juga mencakup literasi digital, finansial, sains, numerasi serta literasi budaya dan kewargaan.

Ada banyak sekali booth dan juga inovasi-inovasi menarik yang dipamerkan selama FLS berlangsung.




Semoga acara tahunan FLS ini semakin tahun semakin banyak peminat dan bisa menularkan kebiasaan literasi pada generasi muda. Ya, sebenarnya nggak perlu menunggu pemerintah membuat acara seperti ini sih, mulai lah dengan menularkan kebiasaan membaca di keluarga sendiri.    


Friday, July 26, 2019

Multivitamin Bentuk Gummy



Ikut ngerasain nggak sih soal kualitas udara yang belakangan heboh, khususnya di Jakarta? Di salah satu situs, Jakarta bahkan masuk sebagai 2 besar dalam kualitas dan polusi kota terburuk. Duh...

Di BSD sendiri kualitas udaranya nggak jauh beda sama di Jakarta padahal masih banyak lahan hijau. Polusi emisi kendaraan dampaknya luar biasa gede sekali. Ngeri!

Semacam merasa rugi ketika saya sudah berusaha menjalani pola hidup sehat; olahraga, atur pola makan, dsb. Tapi kualitas udara jelek memberi efek buruk ke tubuh saya, khususnya kulit.

Tahu kan kalau organ paling besar dari tubuh manusia itu adalah kulit. Yang melindungi satu tubuh dari cuaca panas atau dingin. Untuk membantu merawat dan melindungi kulit kita, terutama perempuan, pasti serinng skincare-an. Sayangnya skincare itu hanya memberi nutrisi dari bagian luar saja. Sedangkan yang kita butuh, selain asupan nutrisi luar ya juga dari dalam.

Saya sudah mencoba beberapa produk multivitamin bagi kulit. Kebanyakan berupa kapsul transparan. Rasanya ya gitu aja sih, berasa kayak lagi minum obat ketika sakit.

Yang saya baru tahu, ada multivitamin baru yang bukan hanya memberi efek bagi kesehatan kulit, tapi juga bagi rambut dan kuku. Bentuknya juga menarik, ada yang serupa bibir, mahkota, atau botol cat kuku dengan tekstur kenyal macam gummy bear yang selalu dibeli anak saya ketika minta jajan di minimarket.

Rasanya juga macam-macam; stroberi, rasberi, dan blackberry.Yang demen buah jenis beri pasti suka juga dengan rasa ini.


Eh iya, nama multivitaminnya Youvit Beauti+ yang tinggi Kolin, Vitamin E, serta kaya akan Biotin.

Kira-kira apa saja sih manfaat dari ketiga vitamin di atas dan mengapa digunakan di Youvit Beauti+?

Kolin; berfungsi melindungi sel dari penuaan dini seperti kulit kering dan keriput.
Bisa didapat dari kedelai, kuaci, kembang kol, bayam, ubi bit, dan tomat.

Vitamin E; berfungsi melindungi lapisan terluar kulit dari polusi dan memproduksi minyak agar akar rambut dan kulit tetap lembap.
Sumber Vitamin E ada di biji-bijian dan avokad.

Biotin; vitamin yang terkenal sebagai vitamin yang mendukung pertumbuhan rambut.
Biotin bisa didapat di kacang merah, tempe, ikan, kiwi, nanas, brokoli, dan bokchoy.

Agak ribet ya kalau semua sumber harus dikonsumsi setiap hari. Makanya semua digabungin di Youvit Beauti+ biar tinggal dikunyah aja. Resepnya dikembangkan secara premium oleh para ahli di Singapura.

Soal kandungan gizi, tentu saja nggak perlu kuatir karena sudah sesuai dengan Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang berlaku. Karena saya suka ngegym, otomatis harus memperhatikan detail di bagian AKG ini. Untuk makro nutrisinya nggak ada masalah sama sekali. Lemak hanya 0g, Protein 0g, Karbohidrat 3g. Trus gulanya gimana? Kandungan gula hanya 2g. Itu masih jauh di bawah saran dari FDA atau AHA yaitu 52g dan 25g. Nggak perlu takut menjadi gendut hanya dengan mengonsumsi satu gummy sehari.


Youvit Beauti+ sudah bisa didapatkan di Guardian, Hero, Watsons, Giant, dan supermarket lainnya. Kalau kalian ikut membeli multivitamin ini, artinya ikut membantu 1.100 anak-anak kurang beruntung untuk menerima juga multivitamin ini.

Sejauh ini Youvit Beauti+ bekerja sama dengan Yayasan Peduli Anak dan Rumah Yatim dan  sudah mendistribusikan sebanyak 250.000 gummy. Sebuah itikad baik yang patut diapresiasi.  


Saya sudah mengonsumsi Youvit Beauti+ setiap hari demi kulit glowing, rambut bersinar, dan kuku mengilap. Kalau klean multivitamin apa yang dikonsumsi? Share dong...  

    

Wednesday, July 24, 2019

Astra Financial dan Segala Keunggulannya di GIIAS 2019



Pertama kalinya saya ke GIIAS itu tahun 2016. Senang karena event-nya dilaksanakan di ICE BSD yang hanya selemparan jaraknya dari rumah. Waktu datang ke sana saya hanya bisa melongo melihat jejeran mobil-mobil baru yang rasanya nggak ada yang jelek. Bagus semua. Ingin rasanya menjadi sekaya Om Hotman Paris dengan kekayaan “di atas langit masih ada Hotman Paris” sayangnya saya misqueen.

Tahun ini saya kembali berkesempatan hadir lagi di GIIAS 2019. Sejak launching di ICE  BSD tahun 2015, artinya ini sudah menjadi pergelaran rutin tahun keempat.


Di tahun 2018 kemarin, salah satu sponsor adalah Astra Financial. Di tahun 2019 ini, Astra Financial kembali menjadi platinum sponsor atau sponsor utama untuk pergelaran otomotif bergengsi ini. Tujuannya utama adalah untuk memajukan industrif otomotif nasional, terlebih yang berkaitan dengan layanan keuangan.

Ya kan percuma punya kendaraan, mau roda dua atau empat tapi nggak ada asuransinya.

Hari pertama pembukaan GIIAS 2019 tanggal 18 Juli kemarin sekaligus diresmikan juga booth Astra Financial yang berada di Hall 2 ICE. Undangan yang hadir selain jajaran manajemen dari Astra Financial, hadir juga Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. Selain itu, ada enam Presdir Lembaga Jasa Keuangan yang turut berpartisipasi dalam acara pembukaan tersebut.

Mbak Dian Sastro sebagai MC

Kalau itu aja sudah bikin kagum, yang datang di hari pertama juga ada Wakil Presiden RI kita, Bapak Jusuf Kalla bersama jajaran menteri, lembaga tinggi setingkat menteri, para duta besar, sampai kalangan industri otomotif nasional. Sayangnya saya hanya sempat melihat mobil RI2 saja bukan orangnya langsung. Pantes saat saya tiba ada beberapa mobil gegana juga yang disiagakan.

Kalau berbicara tentang Astra yang lebih dulu saya ingat itu tentu saja salah satu produknya, yaitu Toyota. Padahal ya, PT Astra International Tbk memiliki tujuh lini bisnis; selain Otomotif, ada Jasa Keuangan (Astra Financial), Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, Agrobisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi, dan juga Properti

Lini dari Jasa Keuangan dari Astra atau Astra Financial memiliki beragam lembaga jasa keuangan di berbagai bidang. Misalnya: Pembiayaan Otomotif, Pembiayaan Alat Berat, Perbankan, Asuransi Umum, Asuransi Jiwa, Modal Ventura, Dana Pensiun, dan Teknologi Keuangan. Dengan banyaknya ragam pilihan asuransi yang ditawarkan tersebut, kita tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan tentunya.

Astra Financial sendiri terdiri dari 11 lembaga jasa keuangan, tapi yang ikut berpartisipasi di acara GIIAS hanya 6 saja, yaitu: Astra Credit Companies (ACC), Permata Bank, FIF Group, Astra Life, Toyota Astra Financial Services (TAF), dan Asuransi Astra.

Di GIIAS 2019, ada begitu banyak program yang ditawarkan kepada pengunjung yang datang. TAF dan ACC saja menghadirkan program bunga spesial mulai dari 0% sampai hadiah langsung ketika pengunjung mengisi formulir syarat pengajuan kredit kendaraan saat itu juga. Hadiahnya bukan hanya sekadar souvenir yang dibawa pulang, dipajang trus dilupakan. Tapi yang nikin mupeng macam iPhone XS atau Apple Watch. Dengan syarat, pengajuannya sudah disetujui.

Sementara untuk pembiayaan sepeda motor, FIFGROUP juga menghadirkan program 0% juga. Bukan hanya itu, DP kendaraan bermotor mulai dari 20%, serta hemat angsuran kendaraan bisa sampai Rp3.5 juta. Aduh, siapa yang nggak mau cobak.

Dulu saya ingat sekali ketika pertama kali suami membeli motor kami menggunakan jasa FIFGROUP untuk membayar angsuran bulanan. Pembayaran cicilan sangat terjangkau, bahkan ketika kami berniat melunasi malah jadi hemat sekali karena ada potongan harga spesial kala itu.

Dari Asuransi Astra sendiri tersedia secara cuma-cuma gift set untuk pembeli asuransi Garda Oto.

Di Astra Life bahkan ada cashback program untuk pembelian asuransi jiwa individu selama GIIAS berlangsung. Ada beberapa teman saya yang langsung mendaftar saat itu. Premi mulai dari Rp350.000/bulan, tapi karena mereka mendaftar langsung di selama GIIAS, cukup membayar hanya Rp750.000/3 bulan. Jauh lebih hemat. Soal proteksi hidup memang nggak boleh ditawar-tawar sik, tinggal pintar-pintar kita aja mau megambil yang sesuai dengan kebutuhan.

Ada juga teman yang membuka rekening Permata Me di Permata Bank dengan setoran Rp0 dan hanya menerima nomor rekening saja. Sedangkan bagi yang membuka Permata Tabungan Bebas atau Kartu Kredit Astra World Permata Card selama GIIAS berlangsung akan mendapat cashback 10% setiap hari di seluruh SPBU.

Kalau kalian berkunjung ke GIIAS yang akan berlangsung kurun 18-28 Juli 2019, ada 6 booth Astra di seluruh area pameran yang bisa kalian datangi. Booth utama Astra Financial terletak di Hall 2, booth ACC dan TAF ada di Nusantara Hall, booth FIF ada di Hall 9, booth Permata Bank ada di Hall 7, booth Asuransi Astra ada di Hall 10, dan booth Astra Life ada di Hall 3. Ya hitung-hitung sekalian olahraga jalan kaki. Minimal sehari kan kita disuruh bergerak 10k langkah. Boleh lah.

Setiap booth punya hiburan dan permainan yang berbeda-beda. Di booth utama, ada program sosial I Care I Share. Di mana pengunjung diajak untuk menuliskan apa saja finansial goals mereka. Nantinya setiap goal akan dikonversi menjadi donasi. Cara mainnya juga menarik. Memakai board ketapel yang nantinya akan dilontarkan ke sebuah layar. Di layar itu lah setiap goal kita akan tercatat dan dikonversi. Tentu saja setiap booth menyediakan merchandise eksklusif dari Astra Financial.

Masih ada waktu loh kalau kalian pengin datang sekarang. Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk datang ke GIIAS dan bertandang ke booth-booth Astra.         


  

Monday, July 15, 2019

Nutrisi bagi Anak dengan Kanker


Beberapa tahun lalu saat anak saya menderita radang paru, itu sudah cukup membuat saya merasa gagal sebagai orang tua. Si adek harus rawat opname selama seminggu kemudian harus bolak-balik ambil obat ke rumah sakit setiap bulan selama 6 bulan. Yang makin bikin drama, si kakak juga kena. Malah pencetusnya menurut si dokter justru berasal dari si kakak. Perbedaan daya tahan tubuh yang membuat si kakak lebih kuat makanya nggak harus di-opname, hanya perlu minum obat juga selama 6 bulan.


Belakangan sejak saya mulai memperhatikan kesehatan secara lebih dalam, apalagi tentang asupan nutrisi. Kalau dikilas balik ke belakangan, mungkin faktor kenapa si adek lebih rentan sakit sampai harus di-opname 2x, itu karena masalah nutrisi juga. Si adek memang lebih picky eater ketimbang kakaknya yang pelahap segala.

Asupan nutrisi seimbang bagi anak-anak memang rada-rada kompleks bagi para orang tua. Agar pemenuhan makro dan mikro nutrisi bisa terpenuhi, kadang orang tua harus pintar-pintar puter otak. Memasak dalam sehari bisa berapa kali biar si kecil mau makan. Saya termasuk yang struggle juga di bagian pemberian makanan ini.

Di Indonesia sendiri, kondisi malnutrisi menjadi topik yang selalu diperbincangkan, khususnya masalah stunting dan obesitas. Ya karena itu, masalah asupan pada anak itu menjadi tantangan tersendiri bukan hanya bagi orang tua tapi juga bagi sekitarnya.

Di hari Sabtu kemarin saya mendapat kesempatan untuk hadir lagi di acara Danone yang bekerja sama dengan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Kalau belum tahu, yayasan yang diketuai Steny Agustaf ini adalah organisasi non profit yang peduli akan isu-isu kanker pada anak di Indonesia.


Dilema pemenuhan nutrisi seimbang tentu saja berlaku juga bagi anak-anak dengan penyakit tidak menular. Di Indonesia, setiap tahun ada sekitar 5000 kasus anak-anak yang terkena kanker. Saat ini ada sekitar 60% pasien anak dengan kanker yang mengalami malnutrisi. Ini tergantung dari tipe kanker, jenis terapi, dan metode pengukuran.

Kanker sendiri terbagi dua; liquid cancer dan solid cancer. Kasus anak dengan kanker yang paling sering di Indonesia adalah leukimia yang adalah liquid cancer dan; retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma maligna, karsinoma, dan nasofaring yang adalah solid cancer.      

Menurut data, prosentase kesembuhan anak dengan kanker setiap tahunnya adalah sebesar 84%. Ini saja dianggap masih belum cukup. Penatalaksanaan medis pada anak dengan kanker diharapkan bisa lebih agresif lagi, menurut dr. Mururul Aisyi, Sp.A(K).

Hal-hal yang mungkin orang tua perlu tahu, semua benjolan adalah tumor sedangkan tumor ganas itu lah yang disebut dengan kanker.

Dokter Ais juga memberi tahu apa saja gejala yang harus diketahui ketika anak menderita kanker, semisal leukimia. Ketika anak kelihatan pucat, panas dan mengalami pendarahan, ini harus diwaspadai. Tanda-tanda ini disebabkan karena hemoglobin, leukosit, dan trombosit turun akibat desakan dari sel kanker.

Kenapa terjadi malnutrisi pada anak dengan kanker? Beberapa penyebabnya karena masalah psikologis, terapi, efek dari tumor, dan juga metabolisme si anak. Tapi anak-anak dengan kanker bukan hanya bisa mengalami malnutrisi tapi juga kegemukan, terutama pada pasien leukimia dan tumor otak. Dampaknya, anak dengan kanker akan sulit mendapatkan perawatan yang maksimal ketika mengalami malnutrisi atau obesitas.

Untuk itu, menurut dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A, orang tua harus sering ukur dan rimbang anak agar bisa ketahuan anaknya mengalami gizi buruk atau sudah kegemukan. Untuk perawatan anak dengan berat badan kurang: dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berdensitas kalori tinggi. Sementara pada anak dengan berat badan berlebih harus dipantau berat badannya tanpa harus diet karena anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan, kecuali ketika anak sudah menunjukkan tanda-tanda semisal diabetes naik atau kolesterol naik. Peran dari status nutrisi sendiri berdampak pada respon dari terapi yang diberikan, kualitas hidup, hingga biaya pelayanan kesehatan. Jika status gizi anak dengan kanker adalah normal maka peluang sembuhnya lebih besar.


Yang mengagumkan juga dari acara kemarin, karena ada banyak anak-anak dengan kanker yang hadir, puluhan karyawan dari Danone juga turut berpartisipasi sebagai volunteer yang dipandu oleh komunitas Kelas Gambar hingga berpartisipasi dalam kegiatan mendongeng.

Danone Indonesia melalui Nutrisi untuk Bangsa dan Yayasan Pita Kuning berharap seluruh kegiatan pada hari itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang bagi anak-anak, termasuk juga pada anak dengan kanker.  


Thursday, July 4, 2019

Cat Tembok Premium Supersilk Anti Noda dari Avian


Rasa-rasanya kebiasaan anak-anak coret-coret tembok itu sudah umum ya.  Maksud gue, bukan hanya anak gue aja. Kalau sudah ngobrol sama teman atau ibu-ibu tetangga lain, keluhan seputar anak pasti problematikanya mirip-mirip. Salah satunya ya kebiasaan corat-coret tembok. Bagi gue sebenarnya nggak masalah, tinggal dicat ulang. Nah, yang suka cranky biasanya suami. Kalau dia marah, yang kena semprot itu gue. Ingin rasanya resign jadi ibu rumah tangga kalau sudah cekcok masalah sepele begitu. Hahaha. Ya kan dikata sebagai ibu nggak pernah menasehati anaknya apa gimana. Sudah sering diingetin anaknya tapi tetap diulang juga sama mereka. Huft. #eh #kokbablascurcol

Jangan sedih sekelas BCL juga dilemanya sama kok kayak gue. Katanya anak satu-satunya juga demen banget coret-coret tembok. Memang sih, kita nggak boleh membatasi kreativitas anak. Apalagi yang hobinya gambar.

credit: avian brands' instagram

Anak kedua gue misalnya, dia senang sekali menggambar sejak masih toddler. Sewaktu di TK saja pernah berapa kali ikut lomba menggambar dan mewarnai sampai bisa membawa pulang juara dan piala. Ini mungkin yang jadi alasan gue nggak permasalahin anak gue coret-coret tembok.

Untungnya memasuki usia sekolah dasar, kedua anak gue sudah bisa mengerti kalau tembok bukan media untuk menggambar. Mereka gue bebasin minta beli buku gambar atau kertas untuk menggambar. Hasil dari kreativitas mereka tersebut nantinya tinggal ditempel di dinding atau di mana saja yang mereka suka.



Dilema tembok kotor sebenarnya bukan hanya dari coret-coret anak saja. Rumah kotor itu bisa tiap hari dan datang dari mana aja. Dari ruang tamu, dapur, sampai kamar nggak bakal lolos. Di ruang tamu misalnya; anak gue kalau nggak coret-coret tembok, pas lagi main trus tangannya lagi kotor eh tahu-tahu udah ditempelin ke tembok. Kalau di dapur, noda minyak dari masakan pasti nyiprat ke tembok. Di kamar ya kalau bukan upil, pasti darah nyamuk yang ditepok. Ada-ada aja emang. Pusing hambatu~  

Nah, di zaman serba digital, bukan hanya teknologi gadget saja yang berkembang dan berevolusi. Kebutuhan cat tembok juga makin berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia millenial yang ingin serba instan dan praktis. Avian Brands hadir dengan produk cat premium yang dalam sekali bilas bisa langsung bersih.

Gue sudah nyobain sendiri melalui wall experience yang ada saat Avian Brands launching produk cat tembok terbaru mereka di Ramayana Terrace, Lobby Hotel Kempinski, Jakarta pada tanggal 30 Juni 2019 kemarin. Tembok yang sudah dilapisi Cat Tembok Supersilk Anti Noda dari Avian dipersilakan untuk dikotori dengan stabilo, pensil warna, krayon, dsb. Tinggal semprot pakai air eh langsung luntur dong. Diusap pakai spons, noda yang nempel langsung hilang. Daebak!


Nggak heran kenapa BCL mau menjadi brand ambassador untuk produk ini, karena emang sesuai sama kebutuhan beliau yang juga masih punya anak kecil yang hobi gambar. Gue juga sudah nggak pusing lagi kalau misalnya area interior dalam rumah terkena noda di tembok, tinggal cat ulang pakai Cat Tembok Supersilk Anti Noda dari Avian. Jenis-jenis noda semisal noda dari alam (debu, tanah), noda kuliner (cipratan minuman, saos, kecap, minyak), sampai noda kreativitas (pensil, krayon, kapur) bisa dengan mudah dibersihkan.


Kenapa cat tembok premium dari Avian ini istimewa dan berbeda dari produk cat tembok lain yang menawarkan janji serupa?

Karena Cat Tembok Supersilk Anti Noda ini menggunakan teknologi efek daun talas. Produk ini memiliki sifat hidrofobik yang bisa menolak semua noda yang menempel di permukaan cat tanpa merusak permukaan cat tersebut. Oh, yang paling utama bagi gue sih harus ramah lingkungan. Produk cat tembok ini sudah bersertifikasi ramah lingkungan “Singapore’s Green Label”.

Kalau BCL aja nggak ragu buat pakai cat tembok ini, kenapa kita yang rakjel nggak mau cobain juga, yekan? Sekali pakai bisa tahan sampai bertahun-tahun. Menurut gue nggak apa cat tembok rumah sedikit mahal jika hasilnya bisa awet dan tahan lama. Lebih hemat banget justru ketimbang beli cat biasa yang murah tapi mudah kotor sehingga dalam setahun harus berkali-kali dilakukan pengecatan. Rugi tsaayyyy!