Sunday, November 20, 2022

Anak Prematur dan Kesempatan untuk Bisa Berprestasi

 


Tanggal 15 November 2022, Danone Specialized Nutrition Indonesia menggelar Bicara Gizi dengan tema "Peran Orang Tua untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi" dalam rangka memperingati Hari Prematur Sedunia 2022. 



Ada tiga trivia menarik yang disampaikan oleh Arif Mujahidin - Corporate Communication Director Danone Indonesia sebelum membuka talkshow hari itu: 

1. Dari data WHO satu dari sepuluh anak terlahir secara prematur. Saat ini sebanyak 15 juta anak lahir prematur di dunia. 

2. Berdasarkan konvensi PBB tahun 1989 ada sepuluh hak anak yang harus dipenuhi dan didukung. Beberapa relevan dengan konteks Bicara Gizi kali ini. 

- Hak untuk memperoleh makanan dengan kualitas gizi yang baik. 

- Hak atas kesehatan tubuh yang sehat agar anak bisa berkembang optimal. 

- Hak mendapatkan kesamaan. 

Ketiga hak ini termasuk dari sepuluh hak anak. 

3. Menurut Journal of American Medical Assosiation hampir semua anak prematur di semua kategori, mulai dari moderate, late preterm, very preterm, extremely preterm dapat masuk sekolah tepat waktu layaknya anak normal lainnya. 


15 juta kelahiran prematur tentu bukan angka yang sedikit, banyak dari orang tua yang khawatir dengan tumbuh kembang anak prematur. Tentu saja peran orang tua dalam memberikan stimulasi dan nutrisi sangat dibutuhkan. Untuk itulah Danone Indonesia mengajak media, bloger dan juga publik untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran orang tua untuk mendukung anak prematur tumbuh sehat dan berprestasi melalui program rutin Bicara Gizi ini. Dukungan Danone Indonesia untuk membentuk edukasi kepada publik. 


Mengapa Anak Prematur Harus ditangani Secara Khusus? 


Menurut Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmk, SpA(K) - Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi, bayi yang lahir di bawah 37 minggu, berat badan kurang dari 2.500 gram, organ tubuh belum semuanya matang, memerlukan perawatan intensif secara medis dibanding bayi-bayi yang lahir dengan cukup bulan. Masalahnya lebih kompleks dari bayi-bayi lainnya. 


4 luaran yang penting dioptimalkan dan dipantau:

1. Physical health

Pemantauan physical health bisa macam-macam, dari general health, fungsi motorik, pemantauan pertumbuhan dengan grafik. 

2. Learning and cognition

Perkembangan kognitif, kemampuan bahasa, keterampilan pra sekolah, perkembangan akademis. 

3. Mental health

Perilaku, kemampuan bersosialisasi, daily functioning, dan gangguan perilaku lainnya. 

4. Quality of life 

Daily functioning dan self esteem


Anak-anak prematur dipantau sampai kapan? 


Follow up rutin harus terus dilakukan bahkan sesudah pulang dari perawatan. Karena masalah kognitif dan gangguan belajar tidak dapat diprediksi pada beberapa tahun pertama kehidupan. Harus ada pemantauan secara berkala sebelum masuk sekolah. Agar supaya anak-anak ini bisa berkembang menjadi SDM yang unggul. 


Siapa saja yang terlibat dalam pemantauan ini? Ada dokter umum, bidan dan perawat dan juga dokter spesialis tergantung dari indikasi. 


Bagaimana pengasuhan yang terkait isu sosial dalam optimalisasi tumbuh kembang anak prematur? 


Menurut Irma Gustiana Andriani, M, Psi - Psikolog Anak dan Keluarga ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan: 

- Perubahan fisik yang dapat diukur. Misalnya berat badan, tinggi, lingkar kepala, dsb. 

- Pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang kompleks. Misalnya aspek motorik, kemampuan bicara, bahasa, sosial emosional, dan kognitif. 


Beberapa aspek perkembangan yang harus digaris bawahi bahwa semuanya harus berjalan paralel, yaitu:

1. Perkembangan kognitif

2. Perkembangan bahasa

3. Perkembangan motorik halus dan kasar

4. Perkembangan sensori

5. Perkembangan sosial dan emosi


Proses pengasuhan adalah hubungan multidimensi agar orang tua dan anak bisa terus berkembang. Sehingga ada terminologi Mengasuh, Mengasah, Mengasihi. Tujuannya agar anak dapat berkembang secara optimal dan bertahan hidup dengan baik. 


Bagaimana dengan pengasuhan anak-anak prematur dan kondisi psikis orang tua dengan anak prematur? 


Perlu diperhatikan terlebih dahulu kondisi psikologis orang tua:

1. Ketidaksiapan mental

2. Ibu mengalami Postpartum Emotion

3. Ibu mengalami breastfeeding challenge

4. Kurang percaya diri

5. Kelelahan

6. Kekhawatiran tentang jumlah ASI

7. Kemampuan finansial

8. Masalah keluarga

9. Dukungan pasangan

10. Standar sosial kesehatan anak dan stigma tentang anak prematur


Ketika kondisi psikologis orang tua stabil dan adanya support system maka semuanya dapat dijalani dengan lebih mudah. 


Terlahir secara prematur tidak menghalangi anak-anak untuk berprestasi di masa mendatang. Ada 6 stimulasi potensi bagi anak prematur sejak dini:

1. Deteksi dini gangguan kesehatan

2. Meningkatkan imunitas

3. Cari tanda awal potensi anak

4. Menumbuhkan rasa percaya diri

5. Modifikasi kegiatan dan terapi

6. Menjaga kualitas emosi orang tua


Anak prematur adalah anak yang istimewa, mereka bisa tumbuh kembang optimal dan berprestasi seperti anak lain pada umumnya asal nutrisi dan peran orang tua saling melengkapi. 




Wednesday, October 5, 2022

Berdonasi Bersama Berlima di Rumah Singgah Sedekah Rombongan

Orang tua itu terbagi menjadi 2. Yang nggak layak jadi orang tua dan yang rela melakukan apa saja untuk anaknya. Saya melihat sendiri contoh orang tua yang rela berkorban bagi anaknya di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) daerah Jakarta Selatan. 


Adalah Muhamad Alawi yang baru berusia 2 tahun 3 bulan. Anak di usia ini ada di fase lucu-lucunya dan sedang penasaran akan hal-hal baru. Sayangnya, Alawi hanya bisa digendong mamanya karena balita ini tidak berkembang sebagaimana mestinya anak di umur 2 tahun. Sudah setahun lebih Alawi ditemani mama dan kakaknya berada di rumah singgah. Mereka berasal dari Cianjur, Jawa Barat. 

Alawi bersama mama

Alawi menderita Atresia Bilier yang mengharuskan dia bolak-bolak RSCM untuk diperiksa dan diambil sampel cairan. Atresia Bilier termasuk salah satu penyakit langka. Alawi mengalami kondisi di mana terdapat gangguan aliran cairan empedu. Akibatnya, cairan empedu tidak dapat menuju usus dan terakumulasi di dalam hati, sehingga menimbulkan kerusakan hati (sirosis). 


Kata mama Alawi, awal mula kelainan muncul saat Alawi berusia 7 hari. Badan dan matanya tetap menguning padahal normalnya ketika bayi dijemur perlahan-lama kondisi ini akan menghilang. Pada Alawi ternyata tidak badannya justru semakin menguning. Melihat kondisi ini, Alawi dibawa ke rumah sakit di Cianjur. Sayangnya karena keterbatasan perawatan di rumah sakit tersebut, Alawi dirujuk ke RSCM. 


Selain Alawi ada juga Assyfa Naila Zahra. Sama-sama berusia 2 tahun. Bedanya Assyfa bebas berkeliaran ke mana-mana. Sekilas Assyfa terlihat seperti balita pada umumnya tapi ternyata Assyfa mengalami jantung bocor. Assyfa dan ibunya sudah tinggal di rumah singgah selama 4 bulan. Sebelumnya mereka sudah tinggal di situ selama 9 bulan. Setelah Assyfa dioperasi dan menjalani masa pemulihan, Assyfa dan ibunya kembali ke Jambi. Sayangnya, mereka harus kembali karena katup di jantung Assyfa bermasalah. Assyfa harus menunggu giliran untuk dioperasi kembali. 

Assyfa bersama ibu dan para pendamping pasien lainnya

Mendapat perawatan di kota lain tentu saja butuh biaya yang besar. Dari urusan tempat tinggal, logistik dan sebagainya. Baik keluarga Alawi mau pun Assyfa yang keadaan ekonominya pas-pasan ini pasti menjadi beban. Beruntung Alawi dan Assyfa mendapat rekomendasi ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Di tempat ini Alawi dan Assyfa beserta pendamping mereka bisa tinggal dan makan secara gratis selama masa perawatan. 


Saya sempat tanya-tanya ke beberapa pendamping urusan logistik, katanya ada kurir yang mengantar belanjaan setiap seminggu sekali. Para pendamping bebas menggunakan bahan makanan untuk dimasak sesuai selera mereka. Semua tanpa mereka perlu keluar ongkos sama sekali. 


Untuk urusan medical check up, jika ada jadwal pemeriksaan di rumah sakit, ada ambulans yang rutin mengantar jemput pasien dan pendamping setiap pagi dan sore. Ambulans ini merupakan aset dari RSSR hasil dari hibah donatur. 


Rumah Singgah Sedekah Rombongan sudah berdiri selama 11 tahun yang dikelola oleh para relawan. Memiliki 17 rumah singgah dan 1 rumah singgah diperuntukkan bagi ODGJ. 2 di antara rumah singgah tersebut ada di Jakarta. Berlokasi di Jakarta Pusat dengan 5 kamar dan Jakarta Selatan dengan 13 kamar. 


Apa saja fasilitas yang diterima pasien di rumah singgah? Cukup banyak: 

- Makanan bernutrisi dan suplemen makanan (susu, vitamin, madu)

- Kebutuhan pasien non medis (diapers, dll) dan obat non BPJS

- Peralatan kesehatan (tabung oksigen, kursi roda, stroller, kotak P3K, dll)

- Pendampingan moril dan spiritual

- Transportasi ambulans gratis

Daftar nama pasien di RSSR Pejaten


Rumah Singgah yang saya kunjungi ada di Pejaten, Jakarta Selatan. Di dalamnya ada 10 pasien dengan variasi umur mulai dari 2 tahun sampai 58 tahun. Paling banyak pasien adalah anak-anak. Tadinya ada 11 pasien tapi sehari sebelum kedatangan kami, salah seorang pasien yang menderita kanker serviks meninggal. 

Keadaan kamar di Rumah Singgah Sedekah Rombongan


Pada tanggal 2 Oktober 2022 itu, Berlima Enterpreneurwomen memberikan donasi berupa dana bagi Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Pejaten. Ada Ibu Martha Simanjuntak, Julia Warman, dan Fitri Wigati Mumpuni yang memberikan langsung donasi dan diterima oleh Hendi Agus, pengurus di RSSR Pejaten. 

Berlima memberikan donasi


Pengelola dan para pendamping menerima kami dengan hangat sehangat sajian teh panas dan kue basah yang kami makan saat tiba. 


Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk tempat yang bisa memanusiakan manusia lain saat membutuhkan. Semoga ke depannya ada banyak Rumah Singgah yang bisa membantu mereka yang membutuhkan perawatan tanpa memusingkan biaya seperti Alawi dan Assyfa. 



Monday, September 5, 2022

Rencana Bulan Madu dengan Booking Hotel di Traveloka

30 Agustus reminder di kalender gue berbunyi. Ada catatan kecil di bawah tanggalnya. Anniversary. Butuh 5 detik untuk menangkap artinya apa. Ternyata ulang tahun pernikahan. Ya ampun, bisa-bisanya gue lupa tanggal pernikahan sendiri. Beberapa hari sebelumnya pikiran gue memang sedikit terdistraksi karena pekerjaan dan urusan keluarga. 

Sudah 14 tahun ternyata. Kurang lebih sudah 5110 hari hidup bersama. Dikarunia sepasang anak laki-laki dan perempuan yang mulai beranjak remaja. Jujur rasanya aneh. Sampai sekarang gue masih suka heran, kok udah menikah, kok udah lama banget ternyata menikahnya, kok udah punya anak. Padahal rasanya baru kemarin diri ini menjadi anak-anak, tumbuh menjadi remaja, menikmati masa sekolah, mulai bekerja, eh tahu-tahu menikah, tahu-tahu jadi seorang istri, dan tahu-tahu udah jadi ibu. 



Buru-buru gue menelpon suami yang saat itu masih di Jepara. Rencananya dia baru akan balik ke Tangerang tanggal 1 September. 

"Ingat nggak hari ini hari apa?"

"Apa?"

"Masa lupa bulan Agustus itu bulan apa?"

Butuh sekian menit untuk suami gue menangkap maksud istrinya. 

"Oh, anniversary ya?"

"Huum. Udah 14 tahun. Lama juga ya. Lanjut nggak, nih?"

Suami gue tertawa di ujung telepon. "Ingatnya sih pas ngurusin undangan." 

Gantian gue yang tertawa. Pikiran gue terbawa ke kenangan satu hari sebelum menikah. 

Ada nggak sih yang mau menikah, undangannya baru selesai satu hari sebelum hari pernikahan? Kayaknya cuma kejadian di pernikahan gue sama suami deh. Ceritanya kami mempercayakan undangan dibuat dan dicetak sama teman sendiri. Ini karena dia sendiri yang menawarkan secara cuma-cuma. Tahunya pas ditagih ternyata molor melulu. Molornya sampai mepet harinya pula. Kami mesti menunggui undangan dicetak lalu pagi-pagi sekali harus pulang ke rumah masing-masing. 

Mana pas mau pulang nggak ada kendaraan sama sekali kala itu. Yang ada hanya satu tukang ojek. Terpaksa harus bonceng tiga ke terminal. Suami, eh saat itu masih calon, lanjut naik bus ke Tonsea Lama, sementara gue mesti ke Bitung. 

Setelah menikah, suami langsung ditawari kerja oleh om gue. Suami dari adik nyokap yang kebetulan punya jabatan di perusahaannya. Jadi, apa itu bulan madu setelah menikah? Nir. Hidup berjalan cepat setelah punya anak. Di awal-awal mengurus anak nggak ada waktu untuk berdua apalagi untuk diri sendiri. Semua fokus utama gue hanya mengurusi suami dan anak-anak. 

14 tahun. Sudah lebih dari satu dekade setelah almarhum papa mengantarkan gue ke depan mimbar untuk pemberkatan nikah. 14 tahun itu terdiri dari teriakan, amarah, salah paham, tangisan, penyesalan, kupu-kupu dan pelangi, bahkan rasa ingin berpisah. Yang meredam segala ego itu adalah anak. Yang mengajarkan untuk terus belajar juga anak. Nggak ada pernikahan yang sempurna. Yang ada adalah pernikahan yang mau terus belajar dan berjuang bersama.

Di 14 tahun pernikahan ini gue sudah bisa memikirkan, kayaknya nanti kita sudah bisa nonton konser berdua. Atau kencan sambil nonton lalu makan berdua aja. Dulu rasanya ini hal yang mustahil. Apalagi gue dan suami belum pernah bulan madu. Menikah, langsung punya anak, suami langsung pindah kerja ke Tangerang, dan gue yang ikut menyusul empat bulan setelahnya. 

Kalau ditanya pengin ke mana kalau bulan madu, tadinya mau gue jawab ke Bali. Biar bisa jalan-jalan gandengan tangan berduaan di tepi pantai. Tapi ke sini-sini gue justru pengin bulan madu berdua ke Likupang. 

Kredit foto: Stenly Pontolawokang


Alasannya sesederhana:

✅   pengin bulan muda. 

✅sekaligus pulang kampung. Sejak merantau baru 2x gue pulang. 

✅pengin lihat pantai pasir putih. Di Tangerang pantainya jauh bener. 

Semasa tinggal di Bitung, baru sekali gue ke Likupang. Itu pun saat masih kecil. Likupang di kepala gue hanya berisi jalanan rusak dan Pantai Surabaya. Sudah itu saja. 

Tahu-tahu, tahun 2019 dengar kabar kalau Likupang masuk sebagai salah satu destinasi superprioritas (DSP), bersama dengan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Likupang yang gue tahu hanya ada Pantai Surabaya yang biasa aja, ternyata ada pantai pasir putih yang cantik kayak Pantai Paal dan Pantai Pulisan. Belum lagi resor, desa wisata bahari dan hutan mangrove. 

Kalau mau bulan madunya maunya nginap di Bastianos Bangka Dive Resort yang ada di Likupang Timur. Pemandangan di depan resor aja rasanya kayak nginjak kaki di depan surga saking cantiknya. 

Kredit foto: Traveloka


Gue googling kan ya, di Bastianos Bangka Dive Resort ini fokusnya untuk ngasih pengalaman diving terbaik bagi para wisatawan. Ada dive center, kayaknya untuk ngajarin juga ke pengunjung belajar diving bagi pemula. Dari dulu gue kepengin bisa diving biar bisa liat koral dan ikan warna-warni. 

Ada marine life library, bisa pijat tradisional juga, sampai nyobain jetski. Belum lagi ada infinity swimming pool yang ngadep langsung ke lautan. Sama ada minibar-nya. 

Gue langsung bisa membayangkan berduaan di Bastianos Bangka Dive Resort, bisa bebas pakai bikini, bisa belajar diving, bisa snorkling juga, becanda di tepi pantai, menikmati keindahan resor, bahas anniversary tahun berikutnya ngapain. Bisa deep talk dan quality time berdua. I cant ask for more. 

Jaraknya juga nggak terlalu jauh dari Bandara Sam Ratulangi. Hanya 1 jam lebih, trus disambung naik kapal untuk mencapai resor.

Pas buka Traveloka Hotel, harga perkamarnya lagi diskon gede. Dari 3,8 juta jadi 2,9 juta. Dapat sarapan, makan siang dan makan malam pula. Mana kamarnya berasa cozy banget. Betah kayaknya nginap di resor ini. Bisa-bisa kelar bulan madu balik-balik bawa calon anak ketiga. Waduh. 




Kredit foto: Traveloka


Lokasinya juga strategis buat ke mana-mana. Kalau yang baru sekali ke Likupang, bisa jelajah sampai ke Bitung juga. Bisa ke Taman Margasatwa di Tandurusa, lihat air terjun di Kima, nyeberang ke Lembeh, belanja di Manado atau ke daerah Minahasa. Akses jalan tol yang sudah diresmikan mempermudah perjalanan darat dengan lancar. 

Setelah melewati masa pandemi yang perlahan berangsur ke endemi rasanya wajar kalau berharap bisa melihat dunia lagi. Pergi jalan-jalan dan staycation. Nggak perlu jauh-jauh karena di Indonesia aja banyak banget tempat atau daerah yang bisa dikunjungi. Tinggal buka aplikasi Traveloka, cari destinasi tujuan, pesan tiket, pesan hotel, rental kendaraan, sampai pesan bus atau kereta semua mudah.

Berharapnya sih rencana bulan madunya bisa segera terwujud. Biar bisa nginap di resor di Likupang sekaligus bisa mengunjungi keluarga juga. 

Yuk #LihatDuniaLagi dan bikin #StaycationJadi dengan Traveloka!



Wednesday, July 27, 2022

Apakah Benar MLM Menjual Produk Gaib?

Hari terakhir di APLI Exhibition talkshow hari ketiga mengangkat tema: MLM Jual Produk Gaib?


Tapi sebelum mendengar talkshow saya kembali berkeliling di area ekshibisi. Muter-muter melihat beberapa produk dan iseng bertanya ke beberapa penjual walau ada yang malu-malu dalam menjawab. 

Beberapa tenant di bagian belakang nampak sudah tidak hadir. Beberapa booth tampak kosong. Tapi booth dekat panggung utama masih ramai dan cukup banyak dihampiri pengunjung menjelang makan siang. 

Di talkshow hari itu muncul pertanyaan, apakah barang tidak terwujud termasuk obyek yang dapat diperdagangkan di industri penjualan langsung menurut regulasi indonesia? 


Bicara perizinan berbasis risiko BKPM adalah eksekutornya, kata Dendy Apriandi, ST - Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM. Sebagai implementasi Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berbasis risiko, seluruh bidang usaha yang ada itu sebanyak 1790 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) termasuk KBLI dari APLI. Jadi di PP No. 5 sudah dikelompokkan berdasarkan risikonya baru ada 1349 KBLI dari 18 KL dan 16 sektor, salah satunya adalah sektor perdagangan. Dari 1349 itu sudah dikelompokkan mana bidang usaha dengan risiko tinggi, menengah tinggi, menengah rendah atau rendah. Sekarang perizinan usaha itu sudah berbasis risiko, jadi tidak semua bentuknya izin, tergantung tingkatannya. Kalau tingkatannya rendah, cukup daftar Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Dalam penjualan langsung atau direct selling ada ketentuan umum yang berlaku: 

1. Setiap benda, baik berwujud atau tidak berwujud, baik bergerak atau tidak bergerak, baik dapat dihabiskan atau tidak dapat dihabiskan, dan dapat diperdagangkan, dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen atau pelaku usaha.

2. Penjualan langsung dilarang menjual atau memasarkan barang yang tercantum dalam perizinan berusahanya melalui saluran distribusi tidak langsung atau online market place.

3. Pelaku distribusi tidak langsung dilarang mendistribusikan barang yang dipasarkan oleh sistem penjualan langsung yang memiliki hak distribusi eksklusif.

4. Barang yang termasuk produk komoditi berjangka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan atau jasa dilarang dipasarkan melalui sistem penjualan langsung. 


Aldison, SH - Kepala Biro Perundang-undangan & Penindakan Bappebti

Menyikapi fenomena robotrading atau kripto, di mana perannya Bappebti? Bappebti sebagai eselon 1 di Kementerian Perdagangan hanya melaksanakan apa yang sudah diatur sebelumnya oleh peraturan perundang-undangan. 

Bappebti memiliki kewenangan untuk memberikan izin usaha:

1. Bursa berjangka

2. Lembaga kliring berjangka

3. Pialang berjangka

4. Penasehat berjangka

5. Pengelola berjangka 

Produk yang tidak termasuk dalam produk komoditi berjangka misalnya forex, kripto dan juga emas cair. Aset kripto dapat digunakan sebagai alat investasi yang dapat dimasukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka tapi dilarang sebagai alat pembayaran. Karena rata-rata berkedok investasi atau trading di bidang investasi berjangka. Kenapa dianggap gaib? Kebanyakan grafik yang ada di-trading tidak mencerminkan marketnya. Sebagian dibikin sendiri chart-nya untuk mengelabui masyarakat. Inilah yang disebut berkedok produk berjangka komoditi. 


Sementara Ronny Salomo Maresa - Kepala Subdirektorat Distribusi Langsung & Waralaba, berbicara tentang proses perdagangan yang terjadi. Adanya barang dan jasa. Barang sendiri terbagi atas 2; barang berwujud dan barang tidak berwujud. Dan bagaimana peran distribusi baik yang langsung maupun tidak langsung.


Jika dirangkum secara keseluruhan dari pembahasan talkshow hari itu: 

1. Sepanjang mengikuti peraturan dan kriteria berlaku artinya aman melakukan penjualan langsung. 

2. Bisnis berisiko tinggi harus memiliki KBLI. 

3. MLM tidak boleh melakukam penjualan berkaitan dengan komoditi berjangka. 




Benarkah MLM itu Haram?

Hari Minggu, tanggal 24 Juli kemarin saya main ke Pasaraya-Seibu Blok M. Lagi ada APLI Exhibition 2022 yang diadakan di bagian outdoor-nya. Ini kali pertama saya mampir ke APLI Exhibition. Saya jadi tahu apa itu direct selling yang selama ini lebih familier sebagai MLM. Pas nanya-nanya, ada sebanyak 43 perusahaan yang berada di bawah naungan APLI yang turut berpartisipasi di event tersebut.  




APLI Exhibition diisi dengan pameran perusahaan direct selling ternama di Indonesia. Banyak sekali merek dagang MLM yang ada di sana yang saya tahu dan beberapa saya beli produknya. Sebut saja Jafra, Oriflame, Atomy, Herbalife, Nu Skin, sampai Milagros. Ada juga product knowledge, business motivation dan live music. Namun yang paling dinanti adalah talkshow-nya. Di hari pertama itu, talkshow mengangkat bahasan tentang, MLM itu halal apa haram? 



Hadir sebagai narasumber ada Kany V. Soemantoro selaku Ketua Umum APLI dan Dr. Moch Bukhori Muslim, Lc., MA. selaku Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN-MUI. Hadir pula Dr. U. Mulyaharja Sh., SE., MH., MKn.CLA. sebagai moderator. 



Benarkah MLM itu haram? 


Halal haram itu pilihan, begitu kata Dr. Bukhori. Masalah produk itu halal pengakuannya adalah surat seperti sertifikat. Yang punya undang-undang sertifikasi kehalalan adalah DSN MUI. 


MLM jika mempunyai skema ponzi, matahari, atau piramida dan juga sudah berbasis money game sudah pasti haram. Tapi MLM yang tidak mengandung unsur-unsur tersebut juga belum tentu halal. 


Produk itu dikatakan halal kalau sudah tersertifikasi halal. Tapi kalau belum tersertifikasi, bukan berarti haram. Hanya belum tersertifikasi.


DSN-MUI tidak memiliki kekuatan untuk memaksakan sertifikasi halal pada perusahaan penjualan langsung. Regulasi pemerintah menentukan sertifikat halal hanya bersifat sukarela. Tapi bagi perusahaan yang mau, seiring dengan peningkatan gaya hidup halal di masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam, sebaiknya perusahan penjualan langsung mau untuk mengajukan sertifikasi halal. 


Lalu apakah MLM itu termasuk riba? 


Dr. Bukhori memberi ilustrasi, ketika ada yang memberikan pinjaman dalam jangka waktu tertentu dan dikembalikan dengan nominal yang tetap sama, itu utang. Namun ketika diberi pinjaman dengan bunga, maka itu disebut riba. Jika MLM melakukan akad jual beli tanpa bunga maka tidak termasuk riba. 


Bagaimana dengan sistem COD? 


Jual beli barang, kalau barangnya nanti dan uangnya nanti, itu terlarang. Tapi kalau: ada barang ada uang, atau barangnya ada uangnya nanti, atau uangnya ada barangnya nanti, boleh. Artinya COD itu tidak diperbolehkan dalam sistem jual beli. 


Halal dan haram yang perlu dicermati : 

1. Sertifikasi produknya 

2. Sertifikasi sistemnya 

3. Tidak boleh ada money game


Kalau ada yang punya produk, nggak perlu repot-repot atau susah-susah menjelaskan bahwa produk tersebut sudah tersertifikasi halal. Langsung saja tunjukkan sertifikatnya. 





Sunday, July 3, 2022

Kesiapan OYPMK dan Disabilitas Bekerja dan Berdaya di Sektor Formal

Tanggal 30 Juni 2022 kemarin, saya mengikuti bincang dari Ruang Publik KBR yang mengangkat tema Rehabilitas Sosial yang Terintegrasi dalam membentuk OYPMK dan Disabilitas Siap Bekerja dan Berdaya


Sampai saat ini sejujurnya saya belum pernah bertemu dengan penderita kusta atau OYPMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta). Cuma seringkali mendengar stigma dan pelabelan yang tidak baik bagi para penderitanya. Apalagi kecacatan penderita kusta seringkali tampak menyeramkan bagi sebagian orang, sehingga muncul perasaan takut berlebihan terhadap kusta. Jadinya, meskipun penderita kusta telah sembuh secara medis, predikat kusta tetap melekat pada diri mereka seumur hidup. 

Pelabelan ini pastinya menimbulkan permasalahan psikologis bagi OYPMK. Siapa sih yang mau dihakimi karena penampilan atau penyakit yang diderita? Rasa-rasanya nggak ada yang mau. Hanya saja, stigma-stigma yang berkembang justru membuat OYPMK menjadi takut, kecewa, depresi, tidak percaya diri, malu, merasa diri tidak berharga, tidak berguna, dan khawatir. 

Indonesia adalah penyumbang penderita kusta nomor 3 terbesar di dunia, setelah India dan Brasil. Tahun 2012 dilaporkan ada 18.994 penderita kusta baru di Indonesia. 11,2% penderita ditemukan sudah pada cacat yang kelihatan. Sedangkan 11,5% di antaranya adalah anak-anak.

Sampai saat ini orang yang mengalami kusta atau OYPMK dan juga penyandang disabilitas mengalami berbagai kesulitan ketika harus berbaur ke masyarakat. 

Salah satu dampaknya, OYPMK dan disabilitas kesulitan mendapat pekerjaan. Mereka dianggap kelompok yang tidak produktif dan tidak memiliki kemampuan yang layak. Perusahaan dianggap bisa mengalami kerugian materiel dalam menyediakan aksesibilitas bagi OYPMK dan penyandang disabilitas. 

Ini tentu saja menjadi persoalan pelik yang harus dicari jalan keluarnya. Karena selayaknya manusia lainnya, OYPMK dan penyandang disabilitas berhak mendapat perlakuan yang sama di tengah masyarakat. 

Kira-kira apa upaya pemerintah dalam hal ini Kemensos dan sektor swasta dalam mendukung terwujudnya akses pekerjaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas? 

Ada 2 narasumber yang hadir dalam bincang Ruang Publik KBR kemarin. Ada Ibu Sumiatun, S.Sos, M.Si selaku Direktorat Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos dan juga Tety Sianipar selaku Direktur Program Kerjabilitas

Mengapa permasalahan akses pekerjaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas masih terus terjadi dan apa faktor penyebabnya? 

Menurut Ibu Sumiatun banyak paradigma undang-undang yang sudah bergeser. Dulu isunya hanya satu sektor sosial sekarang sudah multisektor dan lintas sektor. Sehingga sudah bukan lagi tanggung jawab dinas sosial tapi juga tanggung jawab lintas kementerian. 

Ada 26 hak disabilitas yang harus dipenuhi salah satunya hak untuk bekerja. Di Kemensos ada program namanya program asistensi rehabilitasi sosial, di mana program ini memberdayakan penyandang disabilitas dalam penanganan dan permasalahan.

Kemensos juga melakukan pelatihan-pelatihan. Ada pelatihan proposional, misalnya pelatihan pembuatan motor roda tiga yang diproduksi sendiri. Kemensos juga bekerja sama dengan BLK setempat. Peserta penyandang disabilitas yang sudah dilatih selama sebulan akhirnya bisa bekerja secara mandiri. 

Apa yang melatarbelakangi Program Kerjabilitas? 

Kerjabilitas adalah inisiatif yang dimunculkan oleh Lembaga Saujana untuk membantu teman-teman penyandang disabilitas masuk ke sektor formal dengan memanfaatkan teknologi. Harapannya agar bisa menjangkau lebih banyak dan menekan biaya. 

Yang melatarbelakangi adalah di tahun 2014, Tety Sianipar bersama 2 founder lain berpikir kalau penyandang disabilitas selalu terlibat di sektor non formal. Penyandang disabilitas memilih itu karena itu opsi satu-satunya. Dari asas keadilan tentu saja itu tidak adil karena penyandang disabilitas memiliki hak yang sama. 

Banyak penyandang disabilitas yang tidak hanya lulusan SMA saja tapi juga perguruan tinggi. Kenapa dengan ilmu yang mereka peroleh mereka tidak bisa bekerja di sektor formal? Kerjabilitas hadir untuk membantu penyandang disabilitas yang punya kompetensi, skill, dan niat untuk bekerja. 

Menurut Tety Sianipar, ketika penyandang disabilitas masuk ke perusahaan tantangan besarnya ada di stigma masyarakat. Di Kerjabilitas ada Disability Employment Training (DET), memberikan pemahaman dan etika interaksi disabilitas di perusahaan-perusahaan. Berdasarkan penelitian, ketika penyandang disabilitas masuk ke dalam dunia kerja tingkat produktivitas naik dan memberikan engagement yang baik ke perusahaan. 

Bincang Ruang Publik KBR ini memberikan insight baru bagi orang awam seperti saya yang lingkungannya belum pernah beririsan dengan OYPMK sebelumnya. Dari sini kita belajar bagaimana seharusnya kita sebagai bagian dari masyarakat tidak lagi memberikan stigma kepada OYPMK dan penyandang disabilitas sebagai masyarakat kelas 2 yang tidak bisa berkontribusi di sektor formal. 

Ke depannya, semoga OYPMK dan penyandang disabilitas semakin bisa diterima bekerja dengan bebas di perusahaan-perusahaan sektor formal dan mendapat hak yang sesuai. Tidak ada diskriminasi dan perbedaan karena sama-sama manusia. 






Saturday, July 2, 2022

Kesiapan Orang Tua dalam Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi

Beberapa minggu lalu, anak-anak saya baru saja menerima rapor. Keduanya menerima hasil yang baik. Bagi saya sih asal mereka bisa mengikuti pelajaran yang diberikan dan berperilaku baik selama di kelas, itu sudah cukup. 

Lalu di grup kelas ada pengumuman kalau di tahun ajaran berikutnya, semua murid sudah harus PTM 100%. Si kakak selama beberapa bulan kemarin sudah uji coba PTM 100%, sementara adiknya masih hybrid. Saya sih tidak begitu khawatir karena selama pandemi mereka berdua cukup disiplin dalam bermasker dan rutin cuci tangan. Ke sekolah juga demikian. Apalagi mereka berdua sudah vaksin dosis ke-2. 

Menyiapkan anak kembali ke rutinitas mula-mula sebelum pandemi bagi sebagian orang tua mungkin agak berat atau repot. Pada hari Selasa, 28 Juni 2022, Danone Indonesia mengadakan acara #bicaragizi tentang Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi. Beberapa narasumber diundang untuk berbagi kiat bagaimana orang tua bisa mempersiapkan si kecil memasuki masa transisi ini. 


Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Kelurga Nasional 2022, pentingnya memperhatikan tumbuh kembang dan perkembangan anak usia dini dalam masa transisi dan pentingnya pola asuh orang tua. Perkembangan emosional merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Hal itu membantu orang tua dalam menstimulasi dan memonitor perkembangan yang baik di masa pandemi ini. 

2 tahun terakhir ini bagi anak balita lebih sering bersama keluarga. Anak-anak terbiasa dengan makanan yang disiapkan keluarga dan keseharian selalu bersama keluarga. Tapi di masa transisi ini mereka mulai keluar rumah lagi. Pastinya banyak hal yang berubah. Nah, apa sih masalah kesehatan yang dapat memengaruhi emosi, mental, dan perkembangan pada anak. Apalagi kita tahu anak usia dini rentan karena selama ini bergantung pada orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. 

Orang tua perlu memastikan kesiapan anak dalam beradaptasi dalam masa transisi ini agar tumbuh kembang tidak terganggu, perkembangan sosial emosional juga harus dipantau dan dimaksimalkan agar tumbuh menjadi anak yang hebat. 

Danone Indonesia sebagai perusahaan family friendly menganggap aspek pengasuhan orang tua dalam pertumbuhan anak sangat penting. Banyak program di Danone yang difasilitasi agar para orang tua dan si kecil tumbuh optimal. Misalnya ada pemberian cuti 6 bulan bagi para ibu dan 10 hari bagi ayah. Program ini sudah berlangsung 5 tahun. Lalu Danone juga memfasilitasi forum-forum untuk saling bertukar pikiran dan memberikan edukasi seperti #bicaragizi. Berharap masyarakat akan menyadari pentingnya kolaborasi orang tua dalam memberikan stimulus yang tepat agar mencapai aspek sosial emosional pada anak.

Kira-kira solusi apa yang bisa dilakukan ortu dalam masa transisi ini secara optimal berkembang sesuai milestone? 

Menurut dr. Irma Ardiana, MAPS - Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, dipastikan dengan siklus dari keluarga sendiri. Swmua itu dipersiapkan sejak masih remaja. Terutama dalam hal kesehatan biologisnya. 

BKKBN juga memastikan program penyiapan kehidupan berkeluarga sejak remaja, disebut dengan trias; tidak free sex, tidak menikah dini, dan menjauhi seks menyimpang. 

Mengusung konsep 8 fungsi keluarga. Dimulai dari balita, remaja dan lansia. Karena diyakini keluarga adalah tempat pertama dan terutama, dalam hal pendidikan maupun pengasuhan. 

8 fungsi keluarga yang dirumuskan BKKBN adalah: fungsi Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan. 

Membentuk sebuah keluarga harus memahami dulu peran yang dijalankan sebagai ayah, ibu, suami dan istri lalu berlanjut ke balita melalui program 1000HPK. 

Sosial emosional anak apa yang harus diperhatikan? 

Kata Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp. A(K), MPH - Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, bicara sosial emosional banyak aspek yang harus diperhatikan karena bukan hanya satu faktor yang berperan tapi multifaktor. 

Bicara tentang anak pasti berbicara tentang perkembangan otaknya. Paling kompleks terjadi di usia 2 tahun. Fungsi melihat dan mendengar sebelum anak lahir. Bahasa juga berperan pada peran emosional. Di bawah 5 tahun peer social skills sudah berkembang dengan pesat. Apa yang diambil otak sangat cepat. Otak dan saluran cerna saling berkesinambungan. 

3 hal utama yang berkaitan dalam tumbuh kembang anak: 

- perkembangan sosial emosional

- kecerdasan otak

- sistem pencernaan yang sehat

Ada Cici Desri - Founder Joyfulparenting101, ikut berbagi tip tentang bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan ekspresi dari anak. Cici dan suami selalu berkomunikasi dua arah dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk berpendapat atau berekspresi. Selain melibatkan ayah, ibu, serta menyertakan anak, keluarga Cici juga melibatkan pihak lain untuk membantu kontrol sosialiasi anak selama di luar rumah. 

Dari semua tip para narasumber, pentingnya pola asuh kolaboratif diterapkan ke anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Terutama menyiapkan anak dalam memasuki masa transisi nanti.