Wednesday, March 3, 2021

Pentingnya Edukasi Gizi Sejak Dini



Beberapa hari lalu pas buka Twitter langsung disuguhi dengan keributan soal diet salah satu selebritas Indonesia. Diklaim dengan diet tersebut dia bisa menurunkan berat badan sebanyak 25kg. Tadinya si selebritas share tentang rutinitas dia rajin jalan kaki 45 menit sebagai bagian dari proses penurunan berat badannya. 


Di sini masih masuk akal sampai akhirnya dia ngeluarin buku yang isinya tentang asupan makanan dia secara keseharian yang kalau ditotal nggak sampai 500kalori/hari. Belum lagi klaim dia nggak makan sayur. Pertama karena dia memang dasarnya nggak suka, lalu yang jadi masalah ketika dalam kutipan dia bilang sayur menghambat penurunan berat badan karena makanan berserat mengganggu bakteri baik dalam tubuh. 


Pantas saja para ahli gizi dan nutrisi meradang. Konsep dari mana yang bisa-bisanya bilang sayuran justru mengganggu? Sayur itu selain penting sebagai serat juga mengandung klorofil, lutein, zeaxanthin, kalsium, folat, vitamin C, dan beta karoten. Yang tentu saja dibutuhkan tubuh untuk membentuk imunitas bahkan memperbaiki sel-sel dalam tubuh. 


Masalah tentang buku diet ini makin ramai sih. Puncaknya sudah sejak 1-2 hari lalu dan mungkin masih akan memanas beberapa hari ke depan.


Saya sebagai netijen tentu lebih setuju dengan statemen para ahli gizi dan nutrisi termasuk beberapa influencer di Instagram yang ikut bersuara. I mean, sebagai orang awam, kita sedari kecil dibiasakan orang tua untuk selalu makan sayur. Masa hanya karena ingin mencapai bentuk tubuh secara ideal tapi mengabaikan kebutuhan harian yang penting? 


Kebayang nggak sih usaha para ahli gizi dan nutrisi yang sudah mengedukasi sana sini tapi netijen dan masyarakat lebih percaya kepada diet ekstrim ala ala selebritas yang efek jangka panjangnya bisa membahayakan hidup sendiri. 


Apalagi yang bakal tersihir dengan iming-iming kurus instan ini para remaja dan ibu-ibu yang insekyur dengan tubuhnya sendiri. Lalu abai dengan masalah kesehatannya di waktu yang akan datang. Semacam siklus setan yang muter-muter di situ aja. 


Sama kayak kasus stunting di Indonesia, muter-muter di situ aja dari ibu hamil yang malnutrisi - bayi malnutrisi - remaja malnutrisi. Akhirnya generasi kita nggak bisa berkembang karena pemahaman dasar soal gizi yang baik aja nggak tahu. Lebih suka dibodohi dengan gimmick marketing yang pseudo. 


Kebayang nggak sih para remaja yang terpengaruh dan menganggap makan yang benar itu hanya di bawah 500kalori/hari dan nggak usah makan sayur lalu ketika mereka beranjak dewasa, hamil, lalu melahirkan, generasi apa yang bakal berkembang? 


Hari Jumat, 26 Februari 2021, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Danone Indonesia dan IPB University mengadakan webinar secara online dengan tema “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini” dengan pembicara profesional:

  • Dr. Rr Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA menjabat sebagai Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan
  • Ir. Harris Iskandar, Ph.D, Widya Prada Ahli Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
  • Vera Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia
  • Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSI, Ahli Gizi dan ketua Tim Ahli Pengembang Modul “|Isi Piringku|
  • Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Devolepment Danone Indonesia
  • Lisnawati, S.Pd, Guru PAUD


Dokter Dhian bilang kalau permasalahan gizi di Indonesia harus mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Indonesia. Anak itu merupakan investasi sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan gizinya sejak lahir, bahkan sejak dari kandungan. Nah lo, kebayang nggak kalau kecukupan gizi diri sendiri aja nggak diperhatikan trus menurun ke anak?


Apalagi masalah gizi pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, terutama di usia 4-6 tahun. Masalah kekurangan gizi pada anak di masa pertumbuhan ini tentu saja berdampak besar pada imunitas, meningkatnya risiko penyakit infeksi, pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal, daya saing rendah serta produktivitas rendah. 


Melalui program Isi Piringku, diharapkan dapat mengedukasi serta memberi informasi seputar gizi seimbang kepada orang tua, dan guru TK tentang makanan pokok, protein hewani dan nabati, buah dan sayuran bagi anak-anak. 


Wednesday, December 23, 2020

Perempuan dan Digitalisasi UMKM




Siapa yang ketika tahu 2020 akan tiba punya segudang resolusi yang dengan optimis bisa terwujud? Apalagi iming-iming ramalan cinta dan keuangan sangat baik di tahun elemen tikus logam ini. 


Saya salah satunya.


Saya punya beberapa resolusi di akhir tahun 2019 karena saya yakin 2020 is my year. Saya benar-benar seoptimis itu sampai akhirnya awal tahun 2020 dibuka dengan banjir hebat se-Jabodetabek. Akhir bulan Januari malah virus outbreak di Wuhan dan pada bulan ketiga sampai juga di negara kita. Dari situ, semua resolusi patah arang. 


Tahu-tahu sekarang sudah mau tiba di penghujung tahun. Baru kali ini saya melewati satu tahun yang terasa sangat lama dan berat. 


Di media sosial saya banyak sekali cuitan yang bergema tentang betapa 2020 meluluhlantakkan semua. Beberapa teman-teman mengeluhkan pekerjaan dan usaha mereka yang bangkrut. Tidak terkecuali para pelaku UMKM. 


UMKM jauh sebelum masa pandemi sudah menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat. Karena paling gampang diimplementasikan bagi siapa saja. Biasanya para ibu rumah tangga yang bergerak di bidang ini. Sebagai bentuk membantu perekonomian keluarga. 


Persentase pelaku usaha perempuan melalui UMKM di Indonesia mencapai 21%, sedangkan rata-rata secara global 8%. Data BPS tahun 2018 UMKM yang dikelola perempuan di Indonesia 64,5% dari total 37 juta UMKM.


Danone ikut memberdayakan UMKM perempuan melalui gerakan ekonomi. Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan bahwa Danone Indonesia memiliki program pemberdayaan perempuan dalam pembinaan UMKM yaitu pemenuhan hidrasi dan nutrisi. Ada AQUA Home Service (AHS) dan Warung Anak Sehat (WAS).


Di masa pandemi ini, 50% UMKM menutup usahanya selama pandemi. 88% UMKM tidak lagi memiliki simpanan, tapi kegiatan belanja online masyarakat meningkat sampai 400% akibat mereka membatasi pergi keluar rumah.


Menurut Jonatan End, Digital and Growth Consultant, kegiatan konsumtif seharusnya bisa diubah menjadi kegiatan produktif. Artinya di masa sekarang ini di mana semua serba digital dan instan, yang demen membeli bisa mengubah mindset menjadi seorang penjual karena peluangnya sangat besar. 


175.4  juta dari 272.1 juta penduduk adalah pengguna internet, 59% di antaranya adalah pengguna media sosial yang pemakaiannya rata rata 3 jam 26 menit perharinya. 64% nya memakai internet dengan durasi 7 jam 59 menit. Dengan kondisi seperti ini seharusnya mampu mempergunakan media sosial sebagai bentuk promosi usaha. 


Digital marketing itu penting karena memperluas jangkauan bisnis ke pasar yang lebih luas. Digital marketing selain lewat situs, juga dapat memanfaatkan marketplace, media sosial, bahkan fitur chat seperti WA.


Danone Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia meyelenggarakan program Women Will untuk memberikan dukungan kepada 700-an perempuan untuk meningkatkan usaha UMKM-nya. Selain itu perempuan juga diajarkan apa itu literasi digital sehingga dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar memperluas usaha yang sedang dikerjakan.


Jadi, kalian memilih tetap konsumtif apa mau menjadi produktif? 

Sunday, December 20, 2020

Peluncuran GESID untuk Remaja Indonesia




Kedua anak saya sudah memasuki masa remaja. Mereka termasuk kelompok penduduk yang jumlahnya cukup besar. Remaja adalah mereka yang berusia 10-24. Di Indonesia penduduk dengan usia tersebut ada 61.484.630 jiwa atau setara dengan 25.63% (BPS, SUPAS 2015). 15-20 tahun mendatang mereka inilah penduduk usia produktif yang akan mendominasi.  


Di usia remaja seperti inilah justru muncul berbagai permasalahan, salah satunya permasalahan gizi pada remaja. Permasalahan gizi yang dihadapi mulai dari; anemia, malnutrisi, body image, perilaku makan yang salah, isi piringku sampai ke pendidikan karakter.


Karena itu penting edukasi gizi dan kesehatan untuk remaja. Maraknya media sosial dengan gambaran dunia dan diri yang sempurna tentu saja memberi efek yang berlebih, khususnya bagi para remaja. 


Sebagai orang tua saya kadang suka berdecak kagum setiap kali membuka Instagram yang muncul adalah remaja-remaja yang cantik dan rupawan. Nggak ada yang jelek. Sampai proporsi tubuh pun tampak sempurna. Seolah-olah saat mereka menginjak usia pubertas langsung glow up. Padahal semua pasti butuh proses. Tapi proses itu ditiadakan sehingga yang tampak adalah kesempurnaan sejak lahir. 


Coba bayangkan efek ini pada anak-anak remaja lain yang tidak mengalami hal serupa. Body imagepada dunia media sosial terbentuk sebagai gambaran yang sempurna tanpa cacat. Bahwa menjadi remaja menarik itu harus cantik rupawan bak remaja Instagram. 


Karena ingin mendapatkan tubuh yang sempurna ujungnya membawa remaja pada perilaku makan yang salah. Berakibat anemia dan malnutrisi. Buruknya bisa menjadi eating disorder.


Danone menginisiasi peluncuran GESID, program yang dirancang sedemikian rupa supaya remaja SMP –SMA memahami kebutuhan gizi.


Kegiatan ini menghadirkan para narasumber; Drg. Kartini Rustandi, M.Kes (Sesditjen Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI), 

Prof. Dr. Ir. Sri Anna Maryati, Msi (Ketua Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB), 

Vera Galuh Sugijanto (VP General Secretary Danone Indonesia), 

Karyanto Wibowo (Sustainable Development Director Danone Indonesia) dan 

Sharla Martiza (Pemenang The Voice Kid 2017, Siswi SMA).


Program yang dibangun bersama FEMA IPB ini memberikan edukasi gizi dan kesehatan kepada sebanyak mungkin remaja usia SMP-SMA dengan meluncurkan edukasi berupa Buku Panduan GESID(Generasi Sehat Indonesia). Panduan Gesid ini dilengkapi dengan modul interaktif sederhana untuk memudahkan dalam mengedukasi remaja.


Prof Dr ir Ujang Sumarwan mewakili sambutan Rektor IPB, Prof Dr Arif Satira mengatakan bahwa GESID sebagai salah satu kegiatan guna mencapai Sustainable Development Goal (SDG). Di mana pencapaian SDG bukan saja tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen masyarakat.


Drg. Kartini Rustandi, M. Kes, menjelaskan bahwa 1 dari 4 remaja mengalami stunting, sementara 1 dari 7 mengalami kelebihan berat badan. Stunting sendiri sudah menjadi permasalahan bertahun-tahun dan sampai sekarang terus dikampanyekan. Masalah lain yang adalah tingginya tingkat kekurangan zat gizi mikro sehingga menyebabkan anemia. 


Buku Panduan GESID sudah diuji ke 5 SMA dan 5 SMP melibatkan 20 guru pendamping dan 60 siswa yang dipilih menjadi Duta GESID. 


Panduan GESID mencakup 3 modul yang berisi; 


Aku Peduli- menyiapkan remaja untuk mengenali tubuhnya, mulai dari ciri-ciri pubertas, merawat kesehatan reproduksi, hingga tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 


Aku Sehat- memberikan remaja pemahaman mengenai peranan gizi bagi kesehatan dan kualitas hidup, serta gizi seimbang. 


Aku Bertanggung Jawab - mengajak remaja memahami permasalahan sosial seperti pernikahan dini dan dampaknya.


Problematika sebagai orang tua itu bukan hanya sekadar punya anak saja tapi bagaimana mengurus dari lahir sampai mereka tumbuh dan berdaya sendiri. Semakin berat di masa serba digital dan instan seperti sekarang ini apalagi usia remaja adalah usia krusial. Dengan adanya program edukasi dan gizi dari pihak-pihak seperti Danone ini tentulah sangat bermanfaat sekali. 


Semoga program GESID ini makin meluas dan memberikan dampak yang baik bagi para remaja di Indonesia.  




Friday, December 18, 2020

3 Keunggulan OPPO A9 2020 dari Sisi Visual yang Cocok dengan Generasi Z


Kesuksesan OPPO dengan produk Reno Series membuatnya semakin PD dengan mengeluarkan seri midrange. OPPO A9 2020 ini menawarkan fitur dan performa kelas atas yang patut diperhatikan. Seri terbaik di kelasnya ini punya harga yang cukup terjangkau, yaitu pada kisaran Rp 3,9 juta.


Hadir dengan fitur kamera yang ciamik, desain mewah, dan baterai yang tahan lama seakan menjawab kebutuhan para generasi Z yang dinamis. Nah, apa saja yang harus kamu tahu tentang kelebihan dari OPPO A9 ini? Simak ulasannya berikut ini!



1. Desain

Desain yang cukup mewah dihadirkan untuk masuk pangsa pasar yang lebih tinggi di kelas midrange. Tercatat ada sepuluh tahun seri A ini masuk di Indonesia, kini OPPO A9 dengan sematan 2020 di belakangnya seakan ingin menunjukkan bahwa ponsel ini akan bertahan lama dengan tampilan yang sangat berkelas.


Dua pilihan dalam warna gradasi marine green dan space purple membuatnya tampil menawan. Signature di bagian belakangnya begitu kuat, dengan fitur sidik jari yang pipih, dengan balutan bezel tipis.


Pada bagian samping terdapat navigasi standar berupa power, dan volume. Sedangkan di bagian bawah terdapat beberapa port, seperti USB dan audio. USB port menggunakan type c yang mendukung fast charging ala VOOC.


2. Display

Bagian ini bakal memuaskan penggunanya karena memiliki luas layar yang cukup besar, yaitu 6,5 inci. Bagi kamu yang suka menonton video, urusan visual ini tidak akan membuat kamu kecewa. Besarnya layar adalah 82,5% dari bodi ponsel, sehingga hanya menyisakan sedikit bezel di berbagai sisi.


Kamera bagian depan terdapat fitur waterdrop khas OPPOPilihan touchscreen sangat nyaman dipakai untuk indoor maupun outdoor, dengan resolusi HD.


Fitur lain di bagian layar ini adalah sunlight screen dan blue shield. Efek yang dihasilkan berbeda sesuai dengan penggunaan. Dimana sunlight screen akan memberikan kenyamanan saat penggunaan di outdoor, sedangkan blue shield akan melindungi mata saat berada di cahaya yang redup.


3. Kamera

Persaingan untuk kamera memang sangat sengit dari masing-masing produsen smartphone. Tak terkecuali dengan OPPO A9 2020 ini yang tidak hanya memberikan fitur lensa bokeh saja. Dilengkapi juga lensa ultra wide dan makro. Kamu akan merasakan kamera dengan resolusi hhingga 48 MP yang pastinya punya kualitas tinggi.


Adanya multi kamera ini mampu dioptimalkan fungsinya hingga menjadi salah satu keunggulan dari smartphone terbaru 2020 ini. Dimana dengan sistem yang terus dikembangkan, hingga mampu membuat multi kamera itu bisa menghasilkan kualitas gambar layaknya fotografer profesional.


Kamu bisa memotret dengan berbagai macam tehnik yang berbeda. Mulai dari trik memfoto dengan obyek yang dekat, jauh, makro, landscape, cahay redup, kecepatan tinggi, dan lain sebagainya.


Meski dibilang punya 4 kamera, namun kamu pasti akan terkecoh karena hanya ada tiga lensa yang terlihat. Ternyata satunya lagi terletak di bawah lampu flash yang letaknya tak simetris.

Kemampuan dari kamera tipe ini berbeda-beda, dimulai dari kamera utama sebesar 48 MP, ultrawide 8 MP, Mono lens 2 MP, dan sensor bokeh sebesar 2 MP. Dengan sistem AI yang sangat canggih, keempatnya mampu dikombinasikan dengan menghasilkan foto terbaik.


Bagian depan kemampuan kameranya sebsar 16 MP. Meski masih sama dengan seri sebelumnya, namun dukungan AI akan membuat hasil selfie-mu layaknya model majalah.


Untuk video, kamu bisa merekam dengan kualitas gambar 4K pada 30 fps. Ditambah lagi gyro-EIS yang akan membuat hasil shoot video tetap stabil.


Kelebihan OPPO A9 2020 dalam fitur visual ini sudah mampu menunjukkan bahwa smartphone ini sangat layak dipilih. Belum lagi membicarakan performanya dengan dukungan RAM 8 GB, dan internalnya mencapai 128 GB. Jadi, tentukan pilihanmu sekarang juga untuk hp berkelas ini.

Sunday, October 4, 2020

Jaga Imun Anak Dengan Nutrisi Seimbang



Selama pandemi ini apakah ibu-ibu sudah pada stres? Semoga nggak ya, stres bisa memicu menurunnya tingkat imunitas tubuh. Kalau ibu-ibu pada stres, dampaknya bisa satu keluarga yang kena. 


Anak apalagi. 


Kondisi seperti itu akan memengaruhi pola makan anak. Padahal ya, asupan nutrisi yang baik adalah sumber pertahanan imun. Apalagi di masa seperti sekarang ini. Untuk itu, perlunya orang tua memantau mood anak dengan baik sambil ikut mengelola stresnya sendiri.


Kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi jika pemenuhan makro nutrisi dan mikro nutrisi terpenuhi. Sayangnya, tidak mudah membuat anak memakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi. 


Anak-anak saya sendiri sejujurnya kebutuhan nutrisinya belum sesuai dengan pemenuhan makro dan mikro nutrisi. Si kakak suka aneka ragam protein hewani dan sedikit sayuran. Sementara si adik, lebih suka protein hewani yang hanya berasal dari telur atau ayam yang digoreng saja. Belum lagi kebiasaan ngemil keduanya. Untungnya mereka berdua masih diimbangi dengan aktivitas di luar rumah yang cukup menguras tenaga. Tapi asupan gizi tidak seimbang takutnya memengaruhi tumbuh kembang anak-anak saya menjadi tidak optimal.


Kata Pak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia, selama masa berkegiatan di rumah, orang tua memiliki peran penuh dalam mengawasi tumbuh kembang anak agar optimal. Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia memberikan edukasi untuk orang tua mengenai cara membiasakan anak untuk menerapkan gizi seimbang selama di rumah saja. 


Sementarakatadr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis, gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya untuk memenuhi berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.Untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal, pastikan sebanyak 12 hingga 15 persen dari porsi makanan hariannya merupakan sumber protein. 


Anak-anak saya memang doyan sekali protein. Di mana protein ini berguna untuk membantu pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan tubuh anak. Sayangnya, kebutuhan nutrisi lainnya mereka masih pemilih. 


Padahal momen selama di rumah saja ini merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan anak pada gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan panduan “Isi Piringku”. 


Memang ya, urusan ngasih makan keluarga ini selalu menjadi dilema terbesar para ibu rumah tangga. Sini ayuk kita pelukn, buibuk. 


Kalau menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi, stres berkepanjangan yang tidak diolah dengan baik dapat memengaruhi perilaku makan anak di rumah. Anak stres, imunitas turun. Padahal asupan nutrisi adalah sumber pertahanan imun untuk saat ini. 


Salah satu cara mengatasi rasa bosan adalah berinteraksi yang menyenangkan bersama anggota keluarga. 


Ibu-ibu suka melibatkan anak nggak? 


Kalau saya sih, si adik senang banget ngeliatin kalau saya lagi menumis atau oseng. Rasa penasaran itu lama-lama membuat dia tertarik untuk ikut serta. Ternyata itu bisa menjadi alternatif kegiatan menyenangkan yang juga edukatif. 


MenurutSoraya Larasati, situasi saat ini membuatnya khawatir si Kecil akan bosan dengan menu makanan sehat di rumah. “Saya belajar untuk kreatif dalam menyajikan makanan maupun menyiapkan berbagai kegiatan agar anak tidak bosan di rumah saja.“


Berat memang ya tugas dan tanggung jawab di rumah ditambah situasi selama masa pandemi ini. Tapi mari sama-sama yakin, pandemi ini akan segera berlalu. 


Yok bisa yok, buibuk! 





Saturday, June 27, 2020

Mendeteksi Alergi si Kecil Sejak Dini



Selama ini saya pikir saya tidak mempunyai alergi sampai ketika saya membersihkan rumah dan bersin tanpa henti seharian. Saya pikir juga ini hal umum karena semua orang nggak suka debu. Nyatanya saat saya punya anak, anak pertama saya selalu bersin-bersin setiap kali dia bangun tidur. 

Oke, ini alergi.

Oke, alergi ternyata diturunkan.

Setiap tahunnya penderita alergi itu meningkat. Dari data WHO,  penduduk dunia yang mengalami alergi berkisar 30-40%. Sebagian besar menderita alergi makanan, sekitar 550 juta orang dari total populasi penduduk di dunia. Rata-rata pemicu alergi adalah susu sapi, telur, dan seafood. Jika tidak diatasi alergi bisa meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung, khususnya bagi anak-anak. 

Apa Itu Alergi?

Alergi adalah disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga bagi orang tua.

Pekan Alergi Dunia

Pekan Alergi Dunia akan diadakan pada tanggal 28 Juni – 4 Juli 2020. Tujuannya untuk memberitahukan kepada dunia bahwa perlu ada kepedulian tentang masalah alergi. 

Sebagai wujud dukungan terhadap Pekan Alergi Dunia Danone Specialized Nutrition menyebarkan edukasi tentang pentingnya deteksi dini risiko alergi pada anak dan metode pengelolaan nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak.

Salah satunya wujud dengan sosialisasi dan edukasi tentang alergi yaitu acara webinar yang diselenggarakan Danone pada Kamis, 25 Juni 2020. Pada seminar Bicara Gizi, para narasumber yaitu Arif Mujahidin, Corporate Communication DirectorDanone Indonesia, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi, dan Chacha Thaib, ibu yang memiliki anak dengan alergi.

Menurut Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes, anak dengan alergi dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Bahkan bisa diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga dan pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik.

ASI (Air Susu Ibu) digabung dengan nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan system imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendudkung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi.

Dampak dari alergi di anak bisa berefek ke keluarga dan lingkungan sekitar. Dampak alergi ini di anak juga ngaruhnya ke kesehatan, gangguan tumbuh kembang, sampai psikologis bahkan masalah ekonomi. 

Menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi. Dari hasil penelitian anak dengan alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan konsentrasi, gangguan data ingat, hiperaktif, kesulitan bicara, dan ada juga yang mudah lemas. Orang tua juga dapat mengalami masalah kecemasan berlebihan hingga depresi. Untuk itu, jika terjadi reaksi alergi pada anak sebaiknya orang tua jangan cepat panik. Diusahakan si kecil tetap tenang dan segera lakukan tindakan penyebab alergi langsung ke ahlinya. 

Dampak alergi ke masalah ekonomi adalah keluarga harus menanggung biaya pengobatan dan biaya tidak langsung seperti biaya transportasi, pemotongan gaji karena sering ijin atau malah sering absen bekerja, dan sebagainya.  Misalnya Chacha Thaib, ibu dengan anak alergi. Dia mendapatkan beban ekonomi yang cukup besar karena masalah tersebut. Selain itu si anak jadi pilih-pilih makanan karena takut.

Orang tua yang memiliki riwayat alergi ada baiknya mulai melakukan pencegahan secara dini. Salah satu cara praktis tinggal akses Allergy Risk Screener by Nutriclub yang beralamat di sini.Toolsini mampu membantu mendeteksi risiko alergi ke anak-anak dan membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini. Hayuk dicoba bapak ibu. 

Karena penting sekali mendeteksi alergi si kecil sejak dini. 


Wednesday, June 17, 2020

Ibadah Paskah, Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta Saat Pandemi Bersama KKK



Pertengahan tahun 2020 Kerukunan Keluarga Kawanua kembali menggelar rangkaian acara dan ibadah dalam rangka memperingati hari ulang tahun KKK yang ke-47 tahun. Dimulai dari  webinar, penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah di Jakarta, aksi sosial dan juga ibadah Peringatan Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus dan Pantekosta. Ibadah yang dilangsungkan secara live dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2020.

Suatu organisasi bisa berdiri dan bertahan selama 47 tahun tentu saja bukan perkara mudah. Menyatukan banyak isi kepala dan tetap bisa eksis merangkul banyak pihak dibutuhkan kerjasama dan kekeluargaan yang erat. KKK sendiri benar-benar mewujudkan slogan kebanggaan warga Kawanua, “Sitou Timou Tumou Tou”. Sejak berdiri sampai sekarang KKK pasti sudah banyak memanusiakan manusia-manusia lain, terkhusus warga Kawanua. Yang sekarang berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH.

Di HUT ke 47, KKK mendapat ucapan selamat dari berbagai pihak dan tokoh-tokoh besar Kawanua. Dari kalangan TNI-Polri ada Marsma TNI Ronny Moningka, ST, MM (Komandan Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru), Irjen Pol Dr. Petrus Golose (Kapolda Bali), Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, MM (Kapolda Sulut), serta Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE.

Aksi bansos yang dilakukan pada tanggal 6 Juni 2020 menjadi contoh kecil dan cerminan KKK sebagai wadah yang mempersatukan dan juga membuktikan falsafah dan kearifan lokal yang dimiliki setiap Kawanua, masawang-sawangan (saling menolong) dan matombo-tomboloan (saling menopang) walau semua sudah berada dirantau. KKK memberikan bantuan bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19 yang ada di Jakarta. Dengan menggunakan tagline #KKKTurnBackCovid19 mendapat dukungan dari seluruh warga Kawanua baik yang ada di Jakarta, seluruh Indonesia bahkan yang ada di luar negeri. Dukungan berupa promosi acara dan juga bantuan yang diterima secara mapalus. Ini menjadi bentuk kegiatan pertama kali di mana semua Kawanua di seluruh dunia ikut terlibat dalam bantuan sosial.

Di peringatan ibadah Paskah, Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta yang dilaksanakan tanpa jemaat. Para peserta bisa ikut melalui media sosial seperti Youtube, Facebook dan Instagram. Yang hadir ada Ketua Umum KKK, Dr. Ronny Sompie, pendeta Jeffrey W Ch. Sompotan, S.Th, serta beberapa pengurus dan panitia. Ibadah ini sendiri diadakan di gedung GPIB Jemaat Paulus di Jakarta Pusat. Ibadah dimulai pada pukul 17.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 15 ribu peserta yang berlangsung hampir selama 2 jam.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dr. Ronny Sompie sangat mengapresiasi kinerja panitia dan suksesnya pelaksanaan kegiatan yang diadakan. Beliau juga menyampaikan legalitas tentang KKK sebagai organisasi berbadan hukum yang diakui resmi oleh pemerintah dan tercatat di Kementerian Hukum dan HAM sejak tahun 2014. Untuk logo organisasi pun sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.  

Lewat ibadah yang serba terbatas akibat pandemi ini, tidak mengurangi rasa antusiasme peserta yang ikut secara virtual. DPP dan DPC di seluruh Indonesia ikut berpartisipasi dalam mengirimkan nyanyian virtual. DPP menyanyikan lagu Opo Wananatase sementara DPC membawakan lagu Oh Minahasa. Yang menarik juga saat prosesi penyalaan lilin. Karena protap Covid-19 tidak diperbolehkan meniup sehingga lilin yang ada dimatikan menggunakan kipas angin. Sungguh pandemi ini membuat segala sesuatu serba berubah.

Namun suasana haru tiba-tiba saja datang ketika kabar duka datang di hari itu. Ibunda dari Ketua Umum KKK, Juliana Punggu Sompie Dungus meninggal dunia. Seluruh peserta, pengurus dan panitia, ikut mengucapkan belasungkawanya bagi keluarga yang ditinggalkan. Apa yang Tuhan buat baik adanya walau kadang manusia tidak pernah bisa menebak kapan kematian akan datang menghampirinya.

Kiranya Kerukunan Keluarga Kawanua bisa terus menjadi berkat bagi siapa, kapan dan di mana pun. Tidak pernah juga meninggalkan semangat Minahasa. Tetap saling bantu dan salin tolong menolong.