Saturday, June 27, 2020

Mendeteksi Alergi si Kecil Sejak Dini



Selama ini saya pikir saya tidak mempunyai alergi sampai ketika saya membersihkan rumah dan bersin tanpa henti seharian. Saya pikir juga ini hal umum karena semua orang nggak suka debu. Nyatanya saat saya punya anak, anak pertama saya selalu bersin-bersin setiap kali dia bangun tidur. 

Oke, ini alergi.

Oke, alergi ternyata diturunkan.

Setiap tahunnya penderita alergi itu meningkat. Dari data WHO,  penduduk dunia yang mengalami alergi berkisar 30-40%. Sebagian besar menderita alergi makanan, sekitar 550 juta orang dari total populasi penduduk di dunia. Rata-rata pemicu alergi adalah susu sapi, telur, dan seafood. Jika tidak diatasi alergi bisa meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung, khususnya bagi anak-anak. 

Apa Itu Alergi?

Alergi adalah disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga bagi orang tua.

Pekan Alergi Dunia

Pekan Alergi Dunia akan diadakan pada tanggal 28 Juni – 4 Juli 2020. Tujuannya untuk memberitahukan kepada dunia bahwa perlu ada kepedulian tentang masalah alergi. 

Sebagai wujud dukungan terhadap Pekan Alergi Dunia Danone Specialized Nutrition menyebarkan edukasi tentang pentingnya deteksi dini risiko alergi pada anak dan metode pengelolaan nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak.

Salah satunya wujud dengan sosialisasi dan edukasi tentang alergi yaitu acara webinar yang diselenggarakan Danone pada Kamis, 25 Juni 2020. Pada seminar Bicara Gizi, para narasumber yaitu Arif Mujahidin, Corporate Communication DirectorDanone Indonesia, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi, dan Chacha Thaib, ibu yang memiliki anak dengan alergi.

Menurut Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes, anak dengan alergi dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Bahkan bisa diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga dan pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik.

ASI (Air Susu Ibu) digabung dengan nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan system imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendudkung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi.

Dampak dari alergi di anak bisa berefek ke keluarga dan lingkungan sekitar. Dampak alergi ini di anak juga ngaruhnya ke kesehatan, gangguan tumbuh kembang, sampai psikologis bahkan masalah ekonomi. 

Menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog dari TigaGenerasi. Dari hasil penelitian anak dengan alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan konsentrasi, gangguan data ingat, hiperaktif, kesulitan bicara, dan ada juga yang mudah lemas. Orang tua juga dapat mengalami masalah kecemasan berlebihan hingga depresi. Untuk itu, jika terjadi reaksi alergi pada anak sebaiknya orang tua jangan cepat panik. Diusahakan si kecil tetap tenang dan segera lakukan tindakan penyebab alergi langsung ke ahlinya. 

Dampak alergi ke masalah ekonomi adalah keluarga harus menanggung biaya pengobatan dan biaya tidak langsung seperti biaya transportasi, pemotongan gaji karena sering ijin atau malah sering absen bekerja, dan sebagainya.  Misalnya Chacha Thaib, ibu dengan anak alergi. Dia mendapatkan beban ekonomi yang cukup besar karena masalah tersebut. Selain itu si anak jadi pilih-pilih makanan karena takut.

Orang tua yang memiliki riwayat alergi ada baiknya mulai melakukan pencegahan secara dini. Salah satu cara praktis tinggal akses Allergy Risk Screener by Nutriclub yang beralamat di sini.Toolsini mampu membantu mendeteksi risiko alergi ke anak-anak dan membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini. Hayuk dicoba bapak ibu. 

Karena penting sekali mendeteksi alergi si kecil sejak dini. 


Wednesday, June 17, 2020

Ibadah Paskah, Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta Saat Pandemi Bersama KKK



Pertengahan tahun 2020 Kerukunan Keluarga Kawanua kembali menggelar rangkaian acara dan ibadah dalam rangka memperingati hari ulang tahun KKK yang ke-47 tahun. Dimulai dari  webinar, penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah di Jakarta, aksi sosial dan juga ibadah Peringatan Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus dan Pantekosta. Ibadah yang dilangsungkan secara live dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2020.

Suatu organisasi bisa berdiri dan bertahan selama 47 tahun tentu saja bukan perkara mudah. Menyatukan banyak isi kepala dan tetap bisa eksis merangkul banyak pihak dibutuhkan kerjasama dan kekeluargaan yang erat. KKK sendiri benar-benar mewujudkan slogan kebanggaan warga Kawanua, “Sitou Timou Tumou Tou”. Sejak berdiri sampai sekarang KKK pasti sudah banyak memanusiakan manusia-manusia lain, terkhusus warga Kawanua. Yang sekarang berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH.

Di HUT ke 47, KKK mendapat ucapan selamat dari berbagai pihak dan tokoh-tokoh besar Kawanua. Dari kalangan TNI-Polri ada Marsma TNI Ronny Moningka, ST, MM (Komandan Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru), Irjen Pol Dr. Petrus Golose (Kapolda Bali), Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, MM (Kapolda Sulut), serta Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE.

Aksi bansos yang dilakukan pada tanggal 6 Juni 2020 menjadi contoh kecil dan cerminan KKK sebagai wadah yang mempersatukan dan juga membuktikan falsafah dan kearifan lokal yang dimiliki setiap Kawanua, masawang-sawangan (saling menolong) dan matombo-tomboloan (saling menopang) walau semua sudah berada dirantau. KKK memberikan bantuan bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19 yang ada di Jakarta. Dengan menggunakan tagline #KKKTurnBackCovid19 mendapat dukungan dari seluruh warga Kawanua baik yang ada di Jakarta, seluruh Indonesia bahkan yang ada di luar negeri. Dukungan berupa promosi acara dan juga bantuan yang diterima secara mapalus. Ini menjadi bentuk kegiatan pertama kali di mana semua Kawanua di seluruh dunia ikut terlibat dalam bantuan sosial.

Di peringatan ibadah Paskah, Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta yang dilaksanakan tanpa jemaat. Para peserta bisa ikut melalui media sosial seperti Youtube, Facebook dan Instagram. Yang hadir ada Ketua Umum KKK, Dr. Ronny Sompie, pendeta Jeffrey W Ch. Sompotan, S.Th, serta beberapa pengurus dan panitia. Ibadah ini sendiri diadakan di gedung GPIB Jemaat Paulus di Jakarta Pusat. Ibadah dimulai pada pukul 17.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 15 ribu peserta yang berlangsung hampir selama 2 jam.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dr. Ronny Sompie sangat mengapresiasi kinerja panitia dan suksesnya pelaksanaan kegiatan yang diadakan. Beliau juga menyampaikan legalitas tentang KKK sebagai organisasi berbadan hukum yang diakui resmi oleh pemerintah dan tercatat di Kementerian Hukum dan HAM sejak tahun 2014. Untuk logo organisasi pun sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.  

Lewat ibadah yang serba terbatas akibat pandemi ini, tidak mengurangi rasa antusiasme peserta yang ikut secara virtual. DPP dan DPC di seluruh Indonesia ikut berpartisipasi dalam mengirimkan nyanyian virtual. DPP menyanyikan lagu Opo Wananatase sementara DPC membawakan lagu Oh Minahasa. Yang menarik juga saat prosesi penyalaan lilin. Karena protap Covid-19 tidak diperbolehkan meniup sehingga lilin yang ada dimatikan menggunakan kipas angin. Sungguh pandemi ini membuat segala sesuatu serba berubah.

Namun suasana haru tiba-tiba saja datang ketika kabar duka datang di hari itu. Ibunda dari Ketua Umum KKK, Juliana Punggu Sompie Dungus meninggal dunia. Seluruh peserta, pengurus dan panitia, ikut mengucapkan belasungkawanya bagi keluarga yang ditinggalkan. Apa yang Tuhan buat baik adanya walau kadang manusia tidak pernah bisa menebak kapan kematian akan datang menghampirinya.

Kiranya Kerukunan Keluarga Kawanua bisa terus menjadi berkat bagi siapa, kapan dan di mana pun. Tidak pernah juga meninggalkan semangat Minahasa. Tetap saling bantu dan salin tolong menolong.    
  


Sunday, May 10, 2020

#DiRumahAja Sambil Berdonasi



Siapa yang kesal karena semalam banyak banget yang datang ke salah satu gerai makanan siap saji di Sarinah karena kabarnya mau ditutup selamanya? Aturan PSBB hanya sebatas aturan nggak penting. Hanya karena meromantisasi kenangan mereka sampai berkerumun di sana dan mengabaikan kesehatan bersama. Padahal banyak yang sudah berkorban nggak ke mana-mana, literally 2 bulan lebih hanya di rumah aja. Saya salah satunya.

Efek penyebaran Covid-19 ini udah kayak film sci-fi yang nggak pernah kita duga. Berawal dari satu kota yang kena, berikutnya satu dunia langsung luluh lantak. Semua itu dalam kurun 3 bulan sejak penyebarannya. Secara nalar dirasa nggak masuk akal tapi beneran kejadian. Sayangnya di kondisi kayak begini superhero dari Marvel Universe or DC Universe nggak muncul. Superhero sesungguhnya adalah para tenaga kesehatan yang bekerja mati-matian bahkan yang beneran kehilangan nyawa karena menjadi penjaga di garda terdepan masalah kesehatan ini. Yang bebal justru sebagian masyarakat yang masih menganggap penyebaran virus Covid-19 sebagai hal sepele bahkan konspirasi elit global.

Banyak sekali yang terkena imbasnya. Dari kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, sampai tutup usaha. Semua terasa berat. Semakin berat karena sekarang adalah bulan puasa. Bulan suci Ramadan yang dipercaya bisa membawa berkah bagi setiap umat Islam. Ujian puasa menjadi semakin double akibat pandemi ini.

Tapi di tengah pandemi ini, banyak juga pihak yang masih mau peduli dan berbagi dengan sesamanya. Dalam kondisi seperti sekarang ini, segala penerapan dari mata pelajaran PKn sepatutnya diberlakukan. Saling bantu dan tolong menolong tanpa melihat siapa yang dibantu atau ditolong. FWD Life ikut melakukan kampanye pencegahan harus tetap berjalan dengan tetap di rumah aja. FWD Life mengajak kita semua melalui Kolaborasi untuk Berbagi lewat #BerbagiBarengFWD. Kita diajak ikut berdonasi kalori melalui tantangan workout setiap minggunya. Tinggal daftar dan ikuti weekly challenge-nya di bit.ly/berbagibarengFWD. Biaya pendaftaran akan dikonversi langsung menjadi donasi untuk adik-adik di SOS Children’s Village. Bonusnya kita akan mendapatkan free jersey dari FWD Life di akhir periode kampanye.       

Pada hari Rabu, 6 Mei 2020, FWD Life live Instagram berkolaborasi dengan Gofit mengajak para follower ngabuburit sambil bakar kalori. Ada Zee Zee Shahab sebagai host sekaligus health influencer dan Sistya Windasari sebagai instruktur. Sambil ngobrol tentang cara berdonasi, Mbak Sistya mengajak para follower untuk ikut berolahraga dengan gerakan-gerakan ringan tapi bikin tubuh mengeluarkan banyak keringat. Satu jam ngabuburit yang berfaedah.


Tanggal 8 Mei 2020, FWD Life kembali mengajak untuk berpartisipasi di Zoom. Masih ada Zee Zee Shahab dan Sistya Windasari juga. Selain itu ada Evelyn Simanjutak sebagai Head of Bancassurance Business at FWD Life Indonesia dan Luthfi Moch. Zaky sebagai Corporate Partnerships at SOS Children’s Villages Indonesia. Mbak Sistya berbagi tips tentang cara hidup sehat, mulai dari olahraga praktis selama puasa sampai makanan yang dimakan saat berbuka. Ibu Evelyn juga ikut berbagi cara dia menjaga healthy lifestyle selama pandemi.


Sistya Windasari

Luthfi Moch. Zaky

Evelyn Simanjuntak

Dari Kolaborasi untuk Berbagi ini, diharapkan para peserta yang ikut bisa membantu menciptakan senyum bagi adik-adik di SOS Children’s Villages. Karena lebih dari 5.500 anak asuh dari 2.400 keluarga berada di desa SOS. Mereka tersebar di seluruh Indonesia yang sangat rentan terdampak pandemi ini. Makanya melalui #BerbagiBarengFWD ini sama-sama mau merangkul kerjasama berbagai pihak agar mau berbagi dengan yang lain.



Monday, February 3, 2020

Natal dan Kunci Taong 2019 Bersama KKK



11 tahun merantau dan tinggal di Tangerang, selama itu saya belum pernah hadir di acara kerukunan yang berasal dari daerah kelahiran saya sendiri, Sulawesi Utara. Bukan karena malas bersosialisasi, hanya saja semakin ke sini prioritas dalam bersosial memang saya kurangi. I think I turn myself from an extrovert into ambivert.

Sampai akhirnya saya pergi ke acara Natal dan Kunci Taong 2019 yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Kawanua. Bagi yang belum tahu, kawanua sebutan bagi sesama warga yang berasal dari Sulawesi Utara. Hadirlah saya di sana, tanggal 1 Februari 2020.




Loh, kok merayakan Natal di awal tahun 2020? Ya karena penyelenggaraannya dibarengi dengan penutupan tahun 2019. Ini sudah menjadi kebiasaan dari masyarakat Sulawesi Utara, baik yang berasal dari suku Minahasa mau pun Sangihe. Kebiasaan tutup tahun sebelumnya memang selalu diadakan di awal tahun berikutnya. Jika di Minahasa disebut Kuncikan maka di Sanger disebut Tulude. Sama-sama prosesnya untuk menutup tahun lalu dan berharap bisa berjalan di tahun yang baru dengan penyertaan Yang Maha Kuasa.

Mungkin karena apa-apa semua selalu disyukuri, masyarakat Sulawesi Utara lekat citranya sebagai masyarakat hedonisme. Senang berpesta dan hura-hura. Menurut saya, we’re just living our best lifes sambil mengucap syukur kepada Sang Pencipta. Nothing’s wrong with that. Selama konsepnya masih mengarah ke hal yang baik kenapa harus dipermasalahkan? 

Acara Natal dan juga Kunci Taong ini ternyata secara umum sudah dilaksanakan sejak lama. Sebuah kegiatan mandatory turun temurun dari para pendiri dan anggota KKK. Agendanya memang pada saat Natal tapi kemudian dirangkaikan dengan Tahun Baru. Acara yang digagas ini tentu saja diharapkan menjadi wadah tolong-menolong bagi semua masyarakat Sulawesi Utara yang ada di perantauan bahkan juga bagi orang lain. Harapannya tentu saja agar masyarakat kawanua bisa menjadi sesuatu bagi bangsa Indonesia.

Tokoh-tokoh kawanua yang hadir hari itu juga terdiri dari para senior KKK bahkan juga tonaas. Ada Theo Sambuaga, AA Mangindaan, Brigadir Marsekal Muda Ronald Kasenda, dan lain sebagainya. Turut hadir juga Ketua Umum KKK, Ronny F. Sompie, didampingi Wakil Ketua KKK, Winston Tommy Watuliu dan Nova Rumondor selaku Bendahara Panitia Natal dan Kunci Taong 2019. Selain tokoh-tokoh besar tersebut para artis dan talent dari kawanua juga turut serta. Semua hadir untuk meneruskan tradisi sejak dulu kala.


Tema yang dipilih adalah “Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang” didasari atas filosofi masyarakat kawanua sebagai masyarakat perantau. Ada baiknya tidak hanya menjadi berkat di tanah kelahiran tapi juga di tanah rantau. 

Yang saya perhatikan, undangan yang hadir bukan hanya masyarakat kawanua saja tapi juga lintas agama dan komunitas. Saat saya tiba di MGK mall saya berpapasan dengan beberapa kelompok tunarungu. Kami berada dalam satu lift. Hanya saja saya terlebih dahulu harus ke ruangan VIP sementara mereka langsung masuk ke ballroom.

Hal yang mungkin terasa aneh bagi saya adalah saat saya tiba di dalam ballroom dan semua berbahasa Manado. Selama ini saya hanya menggunakan bahasa Manado bersama suami di rumah atau ketika main ke rumah gembala gereja. Tapi benar-benar berada satu ruangan dan 90% semua berbahasa Manado rasanya sureal. It feels like you are home but you are not.



Soal konsep acaranya juga. Sejak awal dimulai euforia dan kebanggaan akan Sulawesi Utara begitu kental terasa. Okay, now it really feels like home. I almost cried di bagian para penari masamper muncul dari bagian belakang kemudian berjalan maju sampai ke atas panggung sambil menyanyikan lagu “Bersyukurlah”

I was raised with this tradition since a kid. Warga Bitung yang kebanyakan para masyarakat Nusa Utara dan keluarga saya juga berasal dari sana, terbiasa dengan masamper dalam setiap acaranya. Jadi wajar kalau melihat penampilan apik para penari masamper di atas panggung membuat saya sentimental. 

Walau pun acaranya ngaret dari jadwal yang disebarkan, over all semua yang tergabung di dalam acara hari itu; mulai dari panggung, musik, konsep, sampai para pengisi acara benar-benar tampil totalitas. Kapasitas gedung yang bisa diisi oleh 5000 orang hampir penuh sesak.  

Semoga kedepannya Kerukunan Keluarga Kawanua menjadi wadah yang semakin solid dan terus bersinergi memberikan yang terbaik. Bukan hanya menjadi contoh baik di dalam kerukunan tersebut tapi juga antar kerukunan yang lain. 

Karena masyarakat kawanua adalah masyarakat “sitou timou tumou tou”

Tuesday, January 28, 2020

Mudahnya Menjadi Jutawan dari SOBATKU


Jumat, 24 Januari 2020. Hari masih pagi sekali ketika saya sudah menjadi bagian dari para anker (anak kereta) yang terburu-buru untuk berangkat kerja. Kereta pagi itu cukup padat namun masih menyisakan ruang untuk bergerak leluasa. Palmerah sudah mendung saat kaki saya menginjak stasiun tersebut. Sudah gerimis malah ketika saya menuruni JPO-nya.

Taksi online yang saya pesan untungnya datang dengan segera sebelum baju saya kuyup dan dandanan saya luntur. Saya tiba di Sampoerna Strategic Square kala hujan makin deras. Masih pukul 08.30 dan lalu lalang para pekerja atau pengunjung tak lengang memasuki gedung. Yang saya notis, satpam gedungnya sigap dan ramah.

Pagi itu rencananya saya akan menghadiri acara Kumpul Sahabat Member KSP Sahabat Mitra Sejati dari SOBATKU. Sejujurnya saya baru tahu dengan aplikasi SOBATKU ini. Terlalu banyak aplikasi e-wallet yang bermunculan jadinya saya kurang update. Tapi pas saya tahu soal SOBATKU dan mengunduh aplikasinya. Ternyata aplikasi ini berbeda dengan aplikasi e-wallet kebanyakan.


SOBATKU adalah Tabungan Online Sahabatku dari KSP Sahabat Mitra Sejati. Ini adalah institusi keuangan yang dipimpin oleh pengurus profesional dan terpercaya serta didukung oleh Bank Sahabat Sampoerna. Bedanya aplikasi ini dengan e-wallet yang lain; Sobatku selain bisa untuk menjadi metode pembayaran transaksi digital sehari-hari bisa juga mengarahkan pengguna untuk terus menabung.

Benefit yang disediakan bagi para pengguna juga banyak:

1.      Jika ingin membuka rekening cukup dengan mengunduh aplikasinya tanpa harus ke bank.
2.      Nomor HP sekaligus menjadi nomor rekening pengguna.
3.      Mau menabung atau tarik tunai bisa lewat Loket Sahabat Alfamart.
4.      Tidak ada biaya bulanan atau pun biaya administrasi.
5.      Transaksi untuk bayar dan beli juga lebih mudah dan murah.
6.      Bunga yang ditawarkan saat menabung juga menarik.
7.      Ini yang paling penting: UNDIAN TOTAL MILYARAN RUPIAH. Diundinya setiap bulan sepanjang tahun. 

      Grand Prize yang ditawarkan pertiga bulan ini adalah Undian 100JT dan Paket Umroh.

Nah, hari Jumat itu ketika saya datang pas banget lagi mau pengumuman Grand Prize yang diiming-imingi. Semua pajaknya bahkan ditanggung oleh SOBATKU.

Acara dimulai dengan opening dari MC yang memberikan informasi tambahan tentang undian dari SOBATKU. Kemudian ada sambutan dari perwakilan pengurus KSP SMS dan juga perwakilan dari Kementrian Koperasi dan UKM. Setelahnya ada pembukaan segel undian dari Dinas Sosial dan Kemensos.

Pengumuman pemenang hadiah jutawan dimulai dari pemenang undian 1 juta, 5 juta dan 10 juta. Lalu pengumuman Undian Grand Prize Sobatku Paket Umroh bagi 4 orang pengguna yang beruntung. Hari itu juga sekalian dengan pengumuman pemenang Stand Up Comedy Competition sekaligus penampilan dari para pemenangnya. Dan hadiah yang paling ditunggu adalah pengumuman pemenang Undian Grand Prize Sobatku 100 Juta. 

Pengumuman pemenang Undian 100JT

Bagi kalian yang sudah mendaftar menjadi nasabah tabungan online SOBATKU, jangan lupa juga mendaftar menjadi KSP SMS (Sahabat Mitra Sejati). Menjadi member KSP SMS juga memiliki banyak benefit, antara lain:

1.      Mendapatkan segala layanan yang disediakan oleh KSP SMS
2.      Mengikuti program undian bulanan dan grand prize berhadiah utama uang tunai 100 juta dan 4 paket umroh bagi 4 pemenang.
3.      Program bonus poin undian dan saldo dari SOBATKU.

Bagaimana cara mendaftar KSP SMS membership?
1.      Login aplikasi SOBATKU.
2.      Klik fitur “KSP SMS MEMBERSHIP”
3.      Klik “Daftar KSP SMS MEMBERSHIP”
4.      Klik tick mark konfirmasi telah membaca syarat dan ketentuan Anggota KSP SMS Membership.
5.  Upload foto tanda tangan basah kamu yang telah disiapkan terlebih dahulu di kertas. Klik LANJUTKAN.
6.  Klik OK sebagai konfirmasi pendebetan untuk Simpanan Pokok Rp10.000 dan Simpanan Wajib RP5.000 (Pastikan saldo kamu minimal Rp15.000 agar proses registrasi berjalan lancar)
7.      Kamu akan menerima kode OTP ke Nomor HP, masukan kode OTP tersebut lalu Klik OK.
8.     Kamu akan mendapat notifikasi “Selamat! Kamu sudah terdaftar KSP SMS Membership”
9.    Daftar Member KSP SMS selesai, kamu dapat melihat NOMOR MEMBERSHIP di menu homepage SOBATKU.
1.  Cek menu “MUTASI REKENING” akan mendapat pembayaran membership sebesar Rp15.000.

Undian SOBATKU ini karena diadakan setiap bulan dan sepanjang tahun, kamu bisa mendapat kesempatan menang jika tabungan kamu makin besar. Cara mendapatkan Hadiah Jutawan SOBATKU sangat mudah. Cukup dengan menabung Rp1.000.000. akan mendapat 1 Poin Jutawan untuk diundi, berlaku kelipatan dan bisa menang berkali-kali. Setiap kali kamu menabung Rp1.000.000 bisa mendapat cashback sebesar Rp.100.000.

Bagi setiap kota yang didatangi SOBATKU akan ada hadiah tambahan bagi warga lokal, yaitu 1 Paket Umroh tambahan (setara dengan uang tunai 25 Juta) dan 100 hadiah lainnya dengan total puluhan juta rupiah khusus bagi member KSP SMS yang berdomisili di kota dan provinsi terselenggaranya undian tersebut.

Kalian yakin nggak tertarik untuk mengunduh aplikasi ini? Bisa menabung untuk masa depan sekaligus bisa berpeluang menjadi JUTAWAN. Dan acara hari itu ditutup dengan penampilan manis dari Adera.

Adera


Untuk info lebih lanjut kunjungi:
Facebook: SobatkuID
Instagram: @Sobatku_ID
Twitter: @sobatkuid  
  
   

Sunday, January 26, 2020

Rusuh di Temen Kondangan

Saya tidak mengundang mantan ketika menikah. Pertama karena undangan terbatas. Kedua, nggak kepikiran juga siapa yang mo diundang kala itu karena semua diserahin ke keluarga. I met my husband in January, we’re dating on April, then married on August 2008. Iya, secepat itu hubungan saya sama dia. Padahal saya baru saja lepas dari 2 years toxic relationship with my ex. Seharusnya saya tahan dulu untuk memulai suatu hubungan, but the universe tell otherwise.



Belakangan di medsos selalu muncul video pendek para mantan yang diundang ke nikahan. Ada yang berakhir menangis, ada yang bikin kacau. Saya pikir keputusan saya tidak mengundang mantan itu hal yang tepat. Walau saya tahu mantan (mantan) saya tidak akan sedrama itu. Buktinya saya masih temenan hampir dengan semua mantan saya di media sosial—walau jarang sekali berinteraksi. Ya buat apa juga. I dont wanna give them hope karena sebagian kayaknya susah move on (?) 

Premis nikahan dan mengundang mantan ini menarik. Makanya MNC mengelaborasikannya dalam bentuk visual berjudul Temen Kondangan. Deretan sejumlah nama artis besar macam; Prisia Nasution, Gading Marten, Samuel Rizal, sampai Diah Permatasari bikin gaung film ini terasa menjanjikan.



Jumat, 24 Januari 2020 saya diundang untuk menghadiri press screening film ini. Sebagai pencinta film dan demen ke bioskop sejak masih kanak-kanak. Saya tidak menaruh ekspektasi apa-apa di film ini. Walau tetap ada harapan, semoga menghibur. Karena melihat dari poster film saja kesan komedinya kuat. 



Peran Prisia sebagai Putri adalah gambaran millenial saat ini; seorang influencer yang terlalu mementingkan komentar follower. Menjadikan medsos sebagai kamuflase semu dari kehidupan nyata. Saking terpengaruhnya dengan pendapat orang lain—yang bahkan asing. Sampai-sampai Putri memilih datang ke kondangan mantan. Pakai segala strategi siapa aja yang harus diajak biar terkesan sudah move on. 

Ide mengajak siapa inilah yang menjadi sumber bencana; niatnya mau ngajak siapa eh yang datang siapa. Niat datang salaman, bikin story, foto-foto trus pulang. Ini rencana awal, tapi seperti kata pepatah; manusia berencana mantan pula yang berkehendak. Dari mau ngajak Juna (Kevin Julio), keceplosan ngajak bos sendiri (Gading Marten), sampai akhirnya ketemu teman SMA si Yusuf (Reza Nangin).

Hal yang saya notis, baru kali ini saya menonton film Prisia Nasution yang bergenre komedi. Kesannya? Sumpah lucu. She nailed it. Dari gesture dan logatnya sampai. Lalu Gading yang makin ke sini makin menunjukkan profesionalisme dan pengembangan karakternya. Samuel Rizal sendiri masih terkesan kuat sebagai karakter Adit dari karakter ikoniknya zaman saya masih awal kuliah. Saking ikonik, Samuel jadi crush satu kosan saya di masa itu. 

Ah, ada juga Diah Permatasari, Feby Febiola, bahkan ada cameo dari Lukman Sardi sebagai tamu undangan. Para aktor senior ini nggak usah ditanya ya aktingnya. Diah Permatasari sendiri masih awet banget. Gila ya, Si Manis Jembatan Ancol itu tontonan semasa sekolah and she doesn’t aging at all.

Kalau yang berencana nikah trus ada niatan ngundang mantan, mungkin bisa nonton dulu Temen Kondangan. Tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia tanggal 30 Januari 2020. Ps: sejak awal film sudah bikin penonton tertawa. Ada beberapa adegan di tengah yang cringe tapi diakhiri juga dengan komedi yang manis. 



Harus nonton? Oh harus, ini komedi awal tahun yang sangat menghibur. 


Friday, January 17, 2020

Natal, Kamu, dan Buket Bunga


Desember itu melankolis.
Sesederhana bau kue panggang yang tercium dari jendela rumah tetangga, sedingin semilir angin dalam hujan tipis-tipis yang membuatmu ingin berlindung di dalam selimut seharian, semeriah lampu kelap-kelip yang dinyalakan di pohon cemara setiap kali senja terbenam, dan seriuh lagu-lagu Mariah Carey yang menggugah rasa sentimental.


Dalam bulan Desember kue-kue kering beraneka jenis mulai dipanggang, ditata rapi dalam toples kaca, kemudian tutupnya dilakban, disimpan di lemari yang kuncinya disimpan secara rahasia. Berkerat-kerat botol dan kaleng minuman bersoda menumpuk di salah satu sudut ruangan. Kusen jendela dilepas dan mulai dibersihkan dari ujung satu ke ujung lainnya. Gorden yang sudah berbulan-bulan menggantung dan berdebu diganti gorden baru yang lebih segar dan ceria. Pohon cemara plastik yang masih kokoh yang biasanya disimpan di atas lemari atau di gudang kembali dikeluarkan dari dalam kardus. Dahan-dahannya dirangkai, dihias dengan lampu kelap-kelip dan gantungan lucu aneka bentuk, kemudian dipajang di salah satu sudut ruang tamu sehingga tampak cantik. Sesekali di siang hari lagu kompilasi Natal dari Mariah Carey diputar bergantian dengan lagu rohani.

Tanggal 24 Desember, jam 6 sore kaki-kaki bersepatu melangkah masuk ke dalam gereja. Kursi-kursi kayu panjang di dalam tidak akan terisi penuh tapi juga tidak sepi. Jam 9 malam ibadah selesai lalu semua kembali ke rumah masing-masing.

Tanggal 25 Desember, sejak subuh dapur rumah sudah berbau daging yang disemur, ayam yang digoreng, atau ikan yang dibakar. Tidak lupa sayur, kerupuk, puding, atau sup buah segar. Sebelum jam 9 pagi semua sudah tertata rapi di atas meja makan. Sebelum jam 9 juga semua penghuni rumah sudah selesai berdandan dan siap menuju gereja. Kali ini semua kursi ruah sampai ke luar gedung. Biasanya tenda-tenda dipasang dan berlusin-lusin kursi plastik ditata agar semua yang ingin beribadah hari itu kebagian tempat duduk walau tidak kebagian menonton penampilan dari choir atau vocal group.

Selesai gereja, tangan-tangan bersalaman, cium pipi kiri dan kanan. Bersukacita karena merayakan hari kelahiran sang Messias dan bersyukur karena para sanak saudara dari jauh datang berkunjung. Pulang ke rumah, makan siang dengan hidangan yang sudah disiapkan. Jelang beberapa jam berikutnya teman, tetangga, keluarga mulai berdatangan. Kue-kue kering dalam lemari dikeluarkan dan ditaruh di atas meja. Botol minum dan gelas ikut disajikan. Tamu silih berganti sampai tengah malam tiba.


Tanggal 26 Desember, ibadah hari kedua. Yang datang beribadah masih seramai hari pertama. Ketika pulang biasanya tidak langsung ke rumah, mampir ke rumah sanak saudara terdekat. Menikmati makan siang dan kue-kue keringnya. Lalu kaki akan berpindah ke rumah satu dan lainnya sampai kembali tengah malam menjemput.

Itu memori saya tentang Natal yang selalu saya jalani dalam 24 tahun selama tinggal dan besar di Bitung, Sulawesi Utara. Saya sudah meninggalkan kota kelahiran itu selama 11 tahun lalu. Kadang mengingat memori itu seperti mengeluarkan ingatan yang menyenangkan sekaligus menyesakkan dalam satu tarikan. Membuat saya bahagia namun sedih. Sebuah oksimoron.

Selama tinggal di ibukota hampir tidak ada kesan yang sama seperti kenangan masa lalu saya dalam merayakan Natal. Semua berjalan sangat cepat bahkan tidak berasa kalau itu adalah Natal. Masuk gereja sudah tentu, pulang ke rumah makan siang seperti menu makanan pada hari-hari biasa, tak ada hiasan pohon cemara mengingat space rumah tidak sebesar rumah di kota kelahiran, tak ada kue kering bahkan yang dibeli pun tidak ada karena tahu tidak ada yang akan datang. Tidak ada lantunan lagu Mariah Carey karena tidak ingin menjadi polusi suara bagi sekitar. Jika ada sedikit berbeda palingan kumpul keluarga di rumah tante sendiri, adik mama. Semua keluarga yang saya kenal hadir di sana. Menyanyi dan berdoa sebelum makan. Ngobrol sampai malam tiba. Lalu semua pamit pulang. Kadang jika hari masih dini, mampir ke mall dan melihat apa yang menarik di sana sebelum pulang ke rumah.

Natal tahun kemarin tidak jauh berbeda. Bedanya kali ini dihabiskan di hotel. Tidak pulang kampung tidak mengurangi rasa sukacita walau besar harapan ingin merayakan Natal di kampung saja. Sayangnya juga tidak ada kumpul keluarga karena salah satu ponakan harus diopname di rumah sakit akibat usus buntu.

Yang istimewa ketika sebelum berangkat ke hotel suami nyiapin sesuatu. Sebuah buket bunga berwarna ungu. Kumpulan bunga kering alyssum yang dirangkai ala buket biedermeier. Suami saya bukan tipikal pria romantis dengan aksi remeh seperti ini. Dia juga tidak pintar mengungkap apa yang ada di kepala dan dadanya kepada saya. Kata cinta juga baru sekali terlontar dari mulutnya. Padahal kami sudah menikah lebih dari satu dekade. Ibarat raga saya membutuhkan makanan, tapi jiwa saya juga butuh bunga dan dia menghadirkan itu. Saya menjura.


Hadiah bunga sudah menjadi tradisi lama di Eropa, Amerika bahkan Asia. Dari seni merangkai bunga ala Ikebana Jepang sampai menjadi dekorasi wajib bangsawan Eropa pada abad ke-18. Pada zaman Victoria saja bunga digunakan sebagai bentuk ekspresi menggantikan kata-kata yang tidak bisa terucap. Memberi hadiah bunga sebenarnya adalah sebuah kultur pembuat baper.   

Di setiap perayaan selalu ada bunga sebagai bagian dari selebrasi atau romantisasi sederhana. Bunga bisa menjadi kado istimewa saat ulang tahun, perayaan kelahiran, ucapan syukur, pernikahan, atau Natal.

Perempuan akan merasa istimewa ketika ada yang menghadiahinya bunga. Mau itu sekuntum atau sebuket. Lewat bunga, perasaan yang tidak terungkap bisa terbaca. Pemilihan jenis bunga juga sakral untuk menentukan momen dan perasaan. Satu jenis bunga bisa bermakna banyak hal.    

Tapi mungkin nggak usah menunggu ada yang memberi hadiah bunga bila ingin dianggap spesial. Menyenangkan diri sendiri bisa juga dengan membelikan diri sendiri hadiah sebagai bentuk apresiasi dan self love. Sekali saya pernah membeli buket bunga juga untuk diri sendiri karena saya bangga atas pencapaian saya kala itu. Rasanya tetap bahagia. Karena bahagia kita yang ciptakan bukan menunggu dari orang lain. Bahagia itu sukacita dari diri sendiri bukan barang hibahan.

Kalau kalian pengin menghadiahi diri sendiri, mau kode-kodean ke pasangan, atau mau jadiin parcel Natal dengan bunga, bisa intip dan pesan di Flower Advisor. Toko bunga online terlengkap yang pengirimannya bisa ke seluruh Indonesia. Nggak usah kuatir kalau tinggal di pelosok negeri trus mikir nggak bakal bisa ngasih hadiah buket bunga menarik. Bisa kok. Setiap orang pasti mau menciptakan momen. Dengan Flower Advisor kamu bisa kalian menciptakan momen tersebut. Tinggal pilih bunga yang diinginkan, tulis kata-kata yang menarik, kemudian kirim.
#BridgingtheDistance #FlowerAdvisor