Wednesday, September 26, 2018

Mari Lawan Filariasis dalam Bulan Eliminasi Kaki Gajah

Tidak banyak yang tahu kalau setiap bulan Oktober itu dijadikan sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah. Tahun ini bahkan sudah masuk ke tahun keempat POPM atau Pemberian Obat Pencegahan Massal penyakit kaki gajah. Heu?


Kurangnya berita dan informasi tentang ini makanya tidak ada awareness dari masyarakat, termasuk gue. Gue saja baru tahu info ini kemarin, 24 September 2018, saat diundang Kemenkes RI dalam acara temu blogger. Padahal penyakit kaki gajah ini adalah penyakit menular dan bisa menyebabkan cacat permanen bagi penderitanya. Mana penyebaran penyakitnya juga sangat mudah, lewat nyamuk sebagai vektor.

Yang bikin syok adalah, cacing filaria ini ada di dalam tubuh manusia. Manusia lah inang dari penyakit ini. Yang akan berubah menjadi penyakit kaki gajah karena nyamuk. Jadi, ketika cacing ini bertelur maka telur-telurnya akan masuk ke dalam pembuluh darah, lalu ketika digigit nyamuk, nyamuk akan mengisap darah orang yang mengandung telur cacing ini. Di dalam tubuh nyamuk mikrofilaria berkembang dan ketika transfer ke tubuh orang lain lewat gigitan nyamuk lagi, orang tersebut akan mengalami fase elephantbases 6-12 setelah mikrofilaria masuk ke tubuhnya.

Di Indonesia saja ada 23 jenis nyamuk yang semuanya bisa transfer mikrofilaria dari orang pembawa cacing filaria ke orang sehat. Kaget? Well, you should. We should.

Awareness dari masyarakat terjadi karena tidak banyak yang mendengar tentang penderita kaki gajah di sekitarnya. Padahal Indonesia termasuk negara endemik penyakit ini. Bahkan jika dikerucutkan lagi, ada 236 Kabupaten/Kota endemis Filariasis (penyakit kaki gajah) ini. Itu banyak sekali. Di Jabodetabek saja, beberapa kota termasuk tempat tinggal gue sekarang ini termasuk daerah endemis. Pusat endemis terbesar adanya di daerah Jawa Tengah. Duh.




Para penderita kaki gajah tentu saja lebih banyak memilih tinggal di rumah atau diasingkan keluarga karena stigma sosial yang salah kaprah di masyarakat. Misalnya, penderita kaki gajah stadium III ke atas dianggap masih akan menularkan penyakit ini. Yang sebenarnya adalah, cacing filaria di dalam tubuh mereka justru sudah lama mati seiring perubahan tubuh yang drastis pada penderita.

Bagaimana pencegahan penyakit ini?
1. 
        Menghindari gigitan nyamuk dan memberantas nyamuk penular. Misalnya dengan rajin membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, memakai obat nyamuk, atau tidur menggunakan kelambu.

2.                      POPM atau Pemberian Obat Pencegahan Massal penyakit kaki gajah.

POPM memiliki fungsi ganda, yaitu: mencegah filariasis dan mencegah cacingan. Cacing di sini adalah cacing filaria tentu saja. Karena cacing filaria berbeda dengan cacing yang biasa diderita anak-anak.

Tujuan dari POPM ada dua. Pertama, menurunkan kadar mikrofilaria di dalam darah sehingga tidak ada lagi penularan, walaupun POPM filariasis sudah dihentikan. Kedua, semakin banyak masyarakat yang minum obat, semakin besar peluang untuk memutuskan rantai penularan.

Hanya saja ada beberapa kejadian umum yang akan terjadi usai meminum obat POPM ini, misalnya sakit kepala, mual, muntah dan demam. Yang perlu diketahui adalah, manusia yang meminum POPM dan mengalami gejala efek samping diindikasikan membawa cacing filaria di dalam tubuhnya. Jadi obat itu bereaksi pada cacing. Jika tidak ada reaksi imun maka manusia tersebut bukan inang.

Lalu bagaimana jika sudah tertular filariasis?

Ketika masuk pada Stadium I dan II, jika penderita melakukan pengobatan berkala dengan baik maka penderita akan sembuh. Tapi jika sudah masuk pada Stadium III menuju stadium VII, sangat disayangkan karena penderita akan mengalami cacat permanen seumur hidupnya.



Penyakit kaki gajah ini tidak bisa dioperasi akibat banyaknya jaringan limfe. Oleh karena itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk bisa mengetahui tentang sebab akibat dari penyakit ini. Semakin banyak yang tahu, semakin baik untuk melakukan pencegahan.


Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat mau untuk ikut serta dalam POPM di bulan Oktober nanti. Seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali. Karena kalau hanya setengah-setengah sama saja bohong. Rantai penularan tidak akan terputus. POPM dilakukan satu tahun sekali selama lima tahun. Dengan begitu, diharapkan pada tahun 2025, negara kita ini sudah bebas dari penyakit kaki gajah.

  




No comments:

Post a Comment