Tuesday, November 23, 2021

Upaya Penanganan Bagi Ibu dan Anak Preterm


Dalam satu tahun tuh peringatan hari ternyata banyak banget ya. Semisal tanggal 17 November itu diperingati sebagai Hari Prematur Sedunia. Tepat di hari itu juga, saya mengikuti webinar Bicara Gizi yang diadakan Danone Specialized Nutrition Indonesia mengangkat tema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur.

Yang menarik adalah, salah satu narasumber; dokter Rima Irwinda mengganti penggunaan kata prematur dengan kata preterm. Alasannya berdasarkan maturitasnya. 

Diagnosis prematuritas dapat dilakukan secara prenatal ataupun setelah bayi lahir dengan menilai usia gestasi bayi. Untuk menentukan usia gestasi yang akurat dengan menilai maturitas fisik dan neuromuskularitas bayi. 

Ada 3 karakteristik faktor risiko yang berpotensi menyebabkan kelahiran preterm, yaitu karakteristik ibu, karakteristik nutrisi, dan karakteristik kehamilan.

Karakteristik ibu ini terkait usia, kebiasaan merokok, dan kondisi psikologis ibu. Karakteristik nutrisi terkait indeks massa tubuh, kenaikan berat badan selama kehamilan, kebiasaan makan, kebiasaan minum kopi, dan konsumsi suplementasi. Sedangkan karakteristik kehamilan meliputi riwayat persalinan, riwayat memiliki anak kembar, masalah kesehatan selama kehamilan, dan riwayat pemeriksaan USG.

Sementara itu ada dua hal yang memengaruhi risiko komplikasi kesehatan pada bayi prematur; 

- usia bayi yang muda ketika lahir

- berat badan bayi yang ringan ketika lahir

Untuk usia bayi prematur sendiri, ada tiga kategori:

- Moderate to late preterm yaitu kelahiran bayi di usia 32 minggu sampai kurang dari usia 37 minggu. 

- Very preterm yakni bayi prematur yang lahir di usia 28 minggu sampai kurang dari 32 minggu usia kelahiran bayinya. 

- Extremely preterm adalah usia kurang dari 28 minggu. 

Dokter Putri Maharani sebagai Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi menjelaskan kesulitan utama dalam kasus prematur ialah perawatan anak lahir prematur. Banyak kasus kematian neonatal karena prematuritas, asfiksia dan juga infeksi. Anak lahir prematur mempunyai kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim akibat ketidakmatangan sistem organ tubuhnya. Upaya untuk meminimalkan dampak negatif selama perawatan adalah menjaga agar BBLR berada dalam kondisi yang optimal untuk tumbuh dan berkembang, salah satunya dengan menerapkan developmental care.

Beberapa development care yang disediakan: 

- NICU Gentle Care

- Covering Incubator

- Nesting

- ASI/ASIP ditambah fortifikasi (sesuai indikasi)

- Kangaroo Mother Care

Edukasi persalinan preterm penting diberikan kepada ibu hamil mengenai etiologi, faktor risiko, komplikasi dan gejala yang akan dirasakan saat persalinan terjadi. 

Upaya pencegahan persalinan preterm harus dilakukan:

- saat ibu merencanakan untuk hamil

- adanya konseling yang sangat penting untuk ibu dan keluarga dengan faktor risiko atau memiliki riwayat persalinan preterm sebelumnya. 

- perlunya manajemen waktu untuk meninjau riwayat klinis, data laboratorium dan kondisi patologi pasien sebelum membuat keputusan untuk kembali hamil.




No comments:

Post a Comment