Thursday, August 17, 2017

Psoriasis Itu Apa?



Itu jari siapa? 

Jari gue. Jari telunjuk yang ada di tangan kiri gue kulitnya berubah seperti itu sekarang. Gue lupa kapan tepatnya kulit di jari gue itu jadi kayak gitu. Pokoknya tahu-tahu aja udah begitu bentukannya. 

Karena penebalan kulit dan gatal gue cuma obatin pake salep doang. Gak ada niat ke dokter karena mikirnya cuma segitu doang ngapain diurusin ke dokter, disalepin aja atau dibiarin juga pasti sembuh sendiri. 

Apparently I was wrongMonth after month kulit di jari gue begitu terus. Gampang banget terkelupas tapi abis itu menebal lagi dan kadang kalo rasa gatalnya menyerang, gatal minta ampun.

Dan masih gak niat ke dokter juga?

Oh cencyu~

Pikirannya masih positif. Gak perlu repot ke dokter entar juga sembuh sendiri. 

Ini antara bebal sama kere emang beda tipis. 

Gue juga gak niat nyari tahu sebenarnya kondisi kulit gue itu kenapa bisa jadi kayak gitu. I'm too busy enjoying my life, darling. #lah #siapaelo #ngobatinjariajakagakmampu

Pokoknya gue males aja karena gue tahu keadaan diri gue baik-baik aja. 

Sampai akhirnya gue diundang ke acara kesehatan tentang psoriasis di salah satu hotel di bilangan Kuningan, hari Rabu kemarin. 

Acara dibuka dengan testimoni narasumber yang ditampilkan pada layar ganda di panggung. Dokter gigi bernama Rio Suwandi menceritakan pengalamannya sebagai seorang penyintas penyakit bernama psoriasis.


Gue hanya bisa terbengong-bengong saat dia menceritakan tentang penyakit yang dideritanya itu. Dalam hati langsung ngebatin, kok gejalanya mirip kayak yang gue alami di jari gue, ya? Tapi kayaknya beda kasus, deh. Gue aja kelewat parno, nih. Masa sih gue juga kena psoriasis? Enggak, ah. 

Lalu setelah tayangan video sang dokter selesai, satu persatu para praktisi kesehatan yang menjadi narasumber lainnya maju ke depan. Yang pertama adalah dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK.


"Ada sekitar 20% penderita psoriasis di seluruh dunia," katanya. "Sedangkan di Indonesia berkisar 1-3%." 

Well, 1% aja dari penduduk Indonesia ada sekitar 2,5 juta orang. That's a lot of numbers. Artinya ada cukup banyak penderita psoriasis di negara kita. Tapi gak banyak terekspos.

source: theartchics.com

Gue sendiri baru tahu tentang penyakit psoriasis karena datang ke acara liputan ini. Tahunya penyakit kulit tuh kayak panu, kadas, kurap. Ternyata ada penyakit kulit bernama psoriasis dan termasuk golongan penyakit yang gak bisa disembuhkan. Creepy, huh? 

Nah, mari kita mengenal lebih dalam lagi tentang psoriasis ini.

Tanda-tanda psoriasis adalah kulit menjadi kemerahan, terkadang rasanya gatal atau perih, bersisik, terletak di lokasi tertentu, dan kulit yang menebal.

source: medium.com

Untuk luas area tubuh yang terkena penyakit ini, > 3% termasuk ringan, 3%-10% termasuk sedang, dan < 10% termasuk berat. Untuk kasus Rio Suwandi sudah termasuk berat. Tapi saat di video yang ditayangkan, dia sudah sembuh dari sakitnya.

Tapi katanya penyakit ini gak bisa disembuhkan, kok narasumbernya malah sembuh?

Memang benar gak bisa sembuh, kata dr. Danang, itu hanyalah kondisi remisi. Yaitu kondisi di mana penyakit berada di bawah kontrol sebagai respon dari pengobatan sehingga penyakit hilang parsial atau lengkap. Bukan berarti kesembuhan. Apalagi tidak semua pasien psoriasis cocok dengan jenis pengobatan yang disediakan. 

Penyakit ini sendiri berhubungan dengan genetik tapi tidak selalu diturunkan. Pencetusnya bisa bermacam-macam, mulai dari rokok, obat-obatan, infeksi, sampai stres. 

Iya, stres. 

Akar dari segala penyakit gue percaya asalnya dari pikiran. Karena saat pikiran lagi buruk-buruknya, muncullah gangguan psikosomatis. Gangguan ini melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh sehingga muncul berbagai penyakit atau malah makin memperparah. 

Kemudian gue ingat kalo perubahan kulit di jari telunjuk jadi kayak gitu saat gue berada pada masa stres berat beberapa bulan yang lalu. 

Oke, masih terlalu prematur, sih, untuk bilang kalo gue juga terkena psoriasis. Karena gue gak memeriksakan diri secara langsung ke dokter. Asumsi ini juga ambil dari hasil baca-baca dan tanya om google setelah pulang dari acara.

Mari berharap kalo gue gak kenapa-napa. 

Balik lagi ke penjelasan dari dr. Danang. Katanya, efek berat dari psoriasis bisa menyebabkan kecacatan. Belum lagi terkena diabetes, hiperbolik, dan penyakit lainnya. 

Ngeri, ya. 

Presiden Direktur Novartis Indonesia, Milan Paleja yang ikut menjadi narasumber di acara ini mengatakan kalau pihak mereka berusaha keras untuk membantu para pasien psoriasis agar bisa sembuh.


Di acara ini, pihak Novartis sekaligus meluncurkan program perawatan Cosentyx (secukinumab) yang bisa membantu pasien psoriasis mendapatkan kulit bersih sampai 90-100%. Agar kehidupan pasien bisa kembali normal. Tentu saja dengan harga yang terjangkau.

source: healthcare.com

Novartis sudah berperan banyak dalam bekerjasama dengan pemerintah untuk dunia kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2016-2017 kurang lebih ada 2000 dokter yang dibantu mengikuti pelatihan kesehatan.

Menurut Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, yang menjadi perwakilan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di acara ini,  prioritas utama untuk penanganan penyakit di Indonesia memang berbeda, karena prevalensi penyakit paling tinggi adalah gangguan jantung (21%), diabetes (7%), kanker (5%). Psoriasis hanya berkisar 1%-3% saja. Tapi tidak lantas penyakit ini disepelekan.


Sudah ada beberapa langkah yang diupayakan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit inflamasi kulit ini. 

1. Sudah membuat buku pedoman sebagai panduan untuk diagnosa awal yang disebar sampai ke kecamatan-kecamatan di seluruh Indonesia.
2. Membuat kurikulum dan pelatihan psikis bagi tenaga medis.
3. Melakukan promosi dan edukasi untuk pemberdayaan kepada masyarakat sampai ke tingkat-tingkat kecamatan. 

Karena itu Dr. Lily meminta agar pihak media dan para bloger yang hadir untuk membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat awam agar bisa mendeteksi dini penyakit psoriasis.

 

Semoga ke depannya, semakin banyak pihak yang tahu apa itu psoriasis. Salah satunya lewat tulisan gue ini. 



10 comments:

  1. Saya kena belang putih alergi panas aja sembuhnya lama (pakai salep racikan dari rs), apalagi ini sptnya cukup parah ya. Tapi moga semuanya disehatkan ya ��

    ReplyDelete
  2. Wahh cepet sembuh ya mba. Dan yg memperparah psoriasis tuh sebenernya lingkungan ya mba. Smoga yg baca postingan mba jd tau apa itu psoriasis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba. Makasih ya. Semoga banyak yang aware sama penyakit ini.

      Delete
  3. Saya juga cuma disalepin doang tapi gak sembuh-sembuh. Makasih, doanya Mba.

    ReplyDelete
  4. Dari awal baca artikel ini banyak keluar huruf O. Berarti sebab krn genetic juga bisa ya? Btw, stress itu bukan cuma 1 sebagai pemicu timbulnya penyakit ya. Banyak penyakit malah, salah satunya ya psoriasis

    ReplyDelete
  5. Waaahhh aku baru tau kalo ini ga bisa disembuhkan ato hanya bersifat sementara.. Ngeliat foto2 penderita psoriasis, ngeri mba :( ga kebayang gatalnya sampe mengganggu kerjaan kita :(

    ReplyDelete
  6. Baru tahu juga aku mba penyakit itu.. Aku juga punya masalah kulit di tngan mb. Kambuhnya klo kena bbrp merk detergen. Jadinya mrh, bintik2 brair..dan klo digaruk ya melebar. Kata dokter namanya dermatitis.

    ReplyDelete
  7. Aku pernah kena gejala serupa. Kulit tebal bersisik dan gatal bukan main. Dikasih obat utk gatal, bukannya sembuh malah makin panas. Akhirnya ke dokter kulit. Sembuh. Dan dilarang pakai skincare yg ada di pasaran. Cari yg waterbased dan alami.#mewek #kekepdompet

    ReplyDelete
  8. Huhuhu, aku juga kena psoriasis..tapi obat novartis ini injection ya? Kok aku jadi seram mau nyoba..

    ReplyDelete
  9. Berfaedah banget mba dulu tahunya emang sejenia kurap, panu, dan kaligato aja. Thanks for sharing mba. Salam kenal saya enny yang di grup keb.

    ReplyDelete