Monday, May 14, 2018

Sudah Berolahraga Tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun. Cari Tahu Kesalahannya Di Sini.

Ini gue di bulan Agustus 2017. Seseorang yang mengalami eating disorder akibat stress dan tidak sadar kalau sedang mengalami katabolisme. 



Padahal 1-2 bulan sebelumnya, berat badan gue masih baik-baik saja. 


Kenapa perubahan gue rada drastis? I was so stress that time. I even have an indication to suicide. 

Yup, efek stress itu besar sekali dan  bisa berdampak macam-macam. Salah satunya berpengaruh di pikiran dan badan. Jadi kemarin itu daripada gue memilih jalan singkat, pelarian gue ke makanan. I eat like a pig. 

Then one day it hit me. Ketika gue melihat sendiri diri gue dalam foto. Asli mau ketawa karena selama mengalami stress itu selalu denial kalau pakaian gue mulai sesak dan perut semakin terdepan. 

Gue, yang selama ini berat badan paling mentok hanya di 55kg mendadak nginjak angka 65kg. What the... Dulu pernah menginjak angka begitu. Tapi itu karena gue lagi hamil gede. Lah, sekarang kagak hamil masa berat badannya segitu? Gue langsung malu sama diri sendiri. 

But you know what, itu justru bikin gue termotivasi. Malu karena ngeliat penampakan di foto yang sudah melebar ke mana-mana bikin gue mau kembali ke masa berat badan ideal. 

Perempuan mana yang tidak ingin badannya tetap kece, apalagi setelah menikah dan punya anak. Gue tentu saja masih ingin badan gue sesuai dengan yang gue mau. Biar gak perlu keluar duit mulu demi beli baju baru karena baju lama sudah gak bisa dipakai. 

Dengan kesadaran ini gue menganggap kata-kata, "gpp badan jadi berisi artinya sudah laku dan bahagia" itu bullshit. Itu hanya pembenaran sementara saja demi menyenangkan diri akibat segala daya upaya tidak ada hasilnya. Karena sudah diet tapi selalu gagal. Sudah olahraga tapi tetap bengkak. 

Gue termasuk orang yang gak sabaran. Tapi setiap kali gue sudah bertekad gue bisa menjadi orang yang keras kepala. Karena kalau sudah nyerah duluan gue gak akan pernah melihat hasilnya. Iya, kan. 

Akhirnya, berbekal tekad bulat itu gue mulai mengatur pola makan dan kembali rutin berolahraga. Ini dua cara paling ampuh ketika kita ingin mendapatkan badan ideal jika dilakukan dengan tekun. 

And this me right now after all the struggling. More healthy and stronger. 



Lalu tetap saja ada yang bertanya, apa sih rahasianya? Lah sis, itu tadi gue udah jabarin, atur pola makan dan rutin olahraga secara tekun. Dipraktekkin ngapa jangan dibaca doang. 

Tentu saja jawaban kayak begitu tidak memuaskan dahaga kepo. Alasannya karena sudah diet dan olahraga mati-matian tapi berat badan tetap gitu-gitu aja. 

Anu... Coba ditracking lagi pola makannya. Jangan-jangan bilang sudah olahraga sampai ngos-ngosan tapi setelah itu langsung balas dendam makan banyak. 

Gini ya, sis. Olahraga 30 menit hanya bisa membakar 300-400 kalori, kalau setelah itu porsi makan jadi dobel, ya sama aja bohong, sih. 

Walau sedang diet, tubuh tetap memerlukan makanan dengan gizi seimbang. Kalau asal makan ya sia-sia itu namanya.

Nah, selama diet beberapa bulan lalu, gue mulai menambahkan susu. Selain makan ala-ala makronutrient yang mengutamakan; karbohidrat, protein dan lemak. Maklum gue ngegym soalnya jadi butuh 3 nutrisi utama tersebut untuk membentuk otot. 

Padahal biasanya gue males minum susu. Tapi setelah banyak baca dan cari tahu sana sini, minum susu ini penting karena banyak manfaatnya.


Salah satu susu yang gue minum adalah Slim & Fit. Susu ini cocok buat yang suka berolahraga apalagi yang suka angkat beban kayak gue. Kenyang jadi lebih lama karena kandungan tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa). Protein tinggi ini berguna untuk mengencangkan otot. 


Terus, susu ini rendah lemak & gula (50% lebih rendah dari susu diet sejenis). Berasa kok saat diminum rasa manisnya gak over. Karena mengonsumsi banyak gula itu tidak baik bagi yang sedang diet. 

Manfaat lainnya adalah tinggi Kalsium (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya). Lalu kalori terkontrol 200 kkal/saji. 




Rata-rata perempuan memerlukan asupan sebanyak 2000 kalori perharinya, sedangkan pria rata-rata membutuhkan asupan sebanyak 2500 kalori perhari. Untuk menurunkan berat badan, idealnya kita perlu defisit kalori sekitar 500 kalori setiap hari. Dengan pengurangan 500 kalori per hari, minimal kita dapat mengurangi 0,5-1 kg perminggu. 

Gimana caranya mengukur asupan kalori tubuh perhari? 

Sudah banyak aplikasi yang bisa diunduh di smartphone untuk membantu tracking apa aja yang kita konsumsi setiap hari. 

Contohnya begini. Ini adalah asupan yang gue butuhkan setiap hari yang gue tracking pakai aplikasi. Lihat kan kalau gue setiap hari butuh 1800 kalori. Karena pengin ngurangin berat badan, gue mesti potong juga sekitar 484 kalori. Jadi total sehari gue butuh 1316 kalori. 


Di dalamnya sudah termasuk asupan susu Slim&Fit yang gue minum setelah ngegym dan dibarengi makan malam. 




Sudah banyak testimoni yang bilang kalau setelah minum Slim&Fit bisa turun 1 kg/minggu bahkan 4-6kg sebulan. Kalau gue turun sekitar 2-3kg dong. Ehe he...


Buat yang pengin beli Slim&Fit, produk ini bisa langsung di KALBE store (www.kalbestore.com). Jangan lupa masukin kode anastasye20 biar bisa mendapatkan diskon sebesar 20% untuk pembelian minimal 3 box Slim&Fit varian rasa apa saja.

Jadi, kalau sudah atur pola makan dan olahraga tapi belum kelihatan hasilnya. Ini beberapa tips dari gue:

  1. Jangan langsung patah arang. Keep doin it.
  2. Hasil itu tidak selalu instan.
  3. Tracking lagi asupan makanannya. Hitung kalori yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
  4. Selalu konsumsi Slim&Fit 2x sehari. 
  5. Tetap semangat! 
,




1 comment:

  1. aku kalau stress juga pelariannya ke makanan..jadi endut he he. lam kenal mbak

    ReplyDelete