Wednesday, July 18, 2018

Menghadapi Minggu Pertama Sekolah


Hampir pukul 01.30 pagi baru lah gue bisa masuk ke dalam kamar. Dua krucil sudah lelap sejak pukul 20.00 tadi. Gue mendaratkan ciuman selamat malam di pipi keduanya secara bergantian sebelum merebahkan diri di samping keduanya. Sambil mencoba memejam mata sambil berharap agar jam di dinding berdetak lambat. 

Tubuh gue masih sangat capai tapi beberapa jam lagi harus segera bangun dan menyiapkan dua krucil. Senin pertama masuk sekolah telah datang. 

Sebulan itu rasanya cepat sekali. Si adek rasanya masih bersenang-senang di TK tahu-tahu sudah berseragam putih merah. Si kakak juga tidak terasa sudah naik ke kelas IV. Kenapa waktu cepat sekali membuat anak-anak ini bertumbuh pesat? Sakit selepas lahiran rasanya masih terasa. Kok tahu-tahu sudah sebesar ini? 

Hari pertama sekolah adalah perpaduan antusiasme dan kelelahan. Bahagia karena para krucil ternyata menikmati, terutama si adek yang harus beradaptasi. Turns out, she adapted so well. Apalagi dia tahu, her mom and dad were watching her back at first day. 

Sekarang sudah masuk hari keempat, gue masih loyal pada kebiasaan bangun subuh, siapin bekal, bangunin krucil, let them breakfast, dan ikut berangkat ke sekolah karena si adek pulang cepat selama seminggu ini. 

Pulang ke rumah urusan sekolah berganti urusan rumah. Sore menjelang malam gue menjadi pengawas yang memeriksa agenda dan tugas mereka. Lalu sebelum pukul 20.00 memastikan keduanya tidur tepat waktu agar bangun tidak kesiangan. Gue sendiri baru akan pulas menjelang tengah malam usai segala urusan untuk esok hari selesai dipersiapkan. 

Selama di sekolah gue duduk di kantin sekolah selama 4 jam sambil mendengar ocehan para mahmud yang turut serta menunggu anak mereka. Atau ketika bahasan mereka mulai terdengar membosankan gue memilih menonton Youtube atau streaming drakor di hp. 


So far, kedua anak gue menikmati masa masuk sekolah mereka. Si adek dengan antusiasme murid baru. Si kakak sebagai kakak kelas yang bangga bisa menjadi guardian bagi adeknya.

Dan gue dengan kegiatan itu itu saja. Tidak mudah tapi menyenangkan. 

No comments:

Post a Comment