Thursday, November 14, 2019

Pentingnya Analisa Dini dan Nutrisi Agar Bayi Tidak Lahir Prematur


1 dari 7 bayi yang lahir di Indonesia terlahir prematur. Di seluruh dunia, setiap tahun ada 15 juta bayi terlahir prematur. Kalau pada belum tahu, kelahiran prematur itu penyebab kematian anak baru lahir tertinggi.

Komitmen Danone tidak hanya melalui inovasi produk tapi juga mengenai riset secara ilmiah dan pengembangannya di Indonesia. Salah satunya dengan terus memberikan informasi ke masyarakat tentang nutrisi yang berperan penting pada kesehatan seseorang. Tanggal 14 November kemarin dalam rangka menyambut Hari Prematur Sedunia yang jatuh pada tanggal 17 November nanti, Danone Indonesia menghadirkan diskusi tentang Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal.


Para narasumber yang diundang kemarin ada:
  1.       Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-KFM yang adalah Dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal dari RSCM.
  2.          dr. M. Azharry Rully S, Sp.A yang adalah Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatalogi dari RSCM.
  3.            Chyntia Lamusu yang adalah selebritas.

Terminologi saat ini sudah berubah kata dr. Ali Sungkar, kalau ada bayi yang lahir kurang dari 37 minggu atau 259 hari itu dianggap sebagai preterm.

Preterm sendiri terbagi menjadi tiga bagian:
  • ·         Late preterm
  • ·         Early preterm
  • ·         Postterm


Bayi yang lahir saat late preterm atau early preterm secara psikologis dan metabolisme belum matang dibanding bayi lahir sesuai usia gestasi. Peningkatan risiko kegagalan saluran pernapasan sangat besar di bayi yang lahir secara preterm karena organ dan sistem tubuh yang terganggu. Dampak lainnya bisa terjadi komplikasi, baik secara jangka pendek mau pun jangka panjang.   

Infeksi menjadi salah satu pemicu kelahiran prematur. Para ibu hamil sebaiknya segera memeriksakan diri atau berkonsultasi dengan ginekolog agar mendapat perawatan tepat waktu. Jika terjadi infeksi lalu koloni kuman diketahui maka penyebabnya bisa diobati.

Infeksi yang berhubungan dengan kelahiran preterm:
  • ·         Infeksi menular seksual
  • ·         Vaginosis bakterialis
  • ·         Infeksi saluran kemih
  • ·         Pneumonia
  • ·         Peritonitis
  • ·         Penyakit periodontal (gigi dan mulut)

Contoh lain adalah masalah keputihan, ini kadang sering disepelekan oleh perempuan. Penggunaan cairan pembersih atau pantyliner bisa membuat kondisi vagina lebih lembap dari kondisi normal. Vagina tidak perlu bersih-bersih amat karena kuman di area tersebut membantu menjaga agar kondisi pH tetap terjaga.

Agar tidak terjadi persalinan preterm ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
  • ·         Harus ada analisa faktor risiko untuk deteksi dini
  • ·         Adanya pencegahan kontraksi
  • ·         Penyediaan transportasi ke RS dengan layanan NICU
  • ·         Perawatan bayi di NICU harus 1:1

Tantangan dalam merawat anak prematur sebenarnya sama dengan bayi lain pada umumnya, hanya memang perlu lebih spesifik dan intens. Yang perlu diperhatikan ada tiga hal:
  • 1.      Stabilisasi; bagaimana membuat bayinya tetap bernapas.
  • 2.      Transisi; bagaimana caranya agar bayi tetap tumbuh
  • 3        Lanjutan; ketika bayinya dibawa pulang

Pentingnya kerjasama orang tua dalam merawat bayi prematur sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Hal-hal kecil yang membuat si bayi merasa nyaman dampaknya besar dalam perkembangannya. Sentuhan lembut dari orang tua saja bisa memengaruhi denyut nadi si bayi.

Dokter Azharry menyarankan dalam 6 jam pertama kehidupan baiknya semua bayi, konteksnya ketika dirawat harus mendapatkan kolostrum karena memiliki protein dan antibodi yang tinggi. Yang perlu diketahui, kandungan nutrisi ASI dari ibu yang melahirkan secara prematur mengalami perubahan kandungan. Lemak dan protein menjadi jauh lebih tinggi daripada ASI dari ibu yang melahirkan bayi sesuai usia gestasi.

Semakin kecil bayi, semakin lama pula dia akan dirawat di NICU. Banyak orang tua pada akhirnya akan membandingkan tumbuh kembang anaknya, padahal jangan kuatir jika tumbuh kembang anak prematur terasa lambat dari umumnya karena yang dilihat adalah usia koreksi.

Ada usia gestasi (umur kehamilan), ada usia kronologis (usia kalender), dan usia koreksi (usia gestasi + usia kronologis) – 40 minggu.   


Saya memang tidak merasakan melahirkan kedua anak secara pematur tapi biaya lahiran tanpa BPJS saja sudah mahal. Kelahiran prematur sendiri tidak masuk dalam hitungan BPJS, lalu biaya perawatan bayi baru lahir prematur di NICU tentu saja memakan banyak biaya.

Karena itu menjaga nutrisi itu sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum merencanakan memiliki anak, ini hal yang selalu disepelekan oleh para pasangan menikah. Karena melahirkan satu anak saja sudah berisiko apalagi kalau ternyata pas mengandung tahunya anak kembar. Prosentase melahirkan anak kembar besar sekali menjadi kelahiran prematur. Kebayang dong bagaimana kondisi dan mental orang tuanya untuk menghadapi hal tersebut nantinya.

Jadi sebagai orang tua, persiapkan sedini mungkin ketika berencana ingin memiliki anak. Selalu analisa faktor risiko dan menjaga nutrisi. 1000 HPK itu sangat berpengaruh bukan hanya untuk masa depan anak sendiri tapi juga untuk masa depan bangsa dan negara.
  

No comments:

Post a Comment