Friday, July 1, 2022

Kesiapan Orang Tua dalam Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi

Beberapa minggu lalu, anak-anak saya baru saja menerima rapor. Keduanya menerima hasil yang baik. Bagi saya sih asal mereka bisa mengikuti pelajaran yang diberikan dan berperilaku baik selama di kelas, itu sudah cukup. 

Lalu di grup kelas ada pengumuman kalau di tahun ajaran berikutnya, semua murid sudah harus PTM 100%. Si kakak selama beberapa bulan kemarin sudah uji coba PTM 100%, sementara adiknya masih hybrid. Saya sih tidak begitu khawatir karena selama pandemi mereka berdua cukup disiplin dalam bermasker dan rutin cuci tangan. Ke sekolah juga demikian. Apalagi mereka berdua sudah vaksin dosis ke-2. 

Menyiapkan anak kembali ke rutinitas mula-mula sebelum pandemi bagi sebagian orang tua mungkin agak berat atau repot. Pada hari Selasa, 28 Juni 2022, Danone Indonesia mengadakan acara #bicaragizi tentang Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi. Beberapa narasumber diundang untuk berbagi kiat bagaimana orang tua bisa mempersiapkan si kecil memasuki masa transisi ini. 


Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Kelurga Nasional 2022, pentingnya memperhatikan tumbuh kembang dan perkembangan anak usia dini dalam masa transisi dan pentingnya pola asuh orang tua. Perkembangan emosional merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Hal itu membantu orang tua dalam menstimulasi dan memonitor perkembangan yang baik di masa pandemi ini. 

2 tahun terakhir ini bagi anak balita lebih sering bersama keluarga. Anak-anak terbiasa dengan makanan yang disiapkan keluarga dan keseharian selalu bersama keluarga. Tapi di masa transisi ini mereka mulai keluar rumah lagi. Pastinya banyak hal yang berubah. Nah, apa sih masalah kesehatan yang dapat memengaruhi emosi, mental, dan perkembangan pada anak. Apalagi kita tahu anak usia dini rentan karena selama ini bergantung pada orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. 

Orang tua perlu memastikan kesiapan anak dalam beradaptasi dalam masa transisi ini agar tumbuh kembang tidak terganggu, perkembangan sosial emosional juga harus dipantau dan dimaksimalkan agar tumbuh menjadi anak yang hebat. 

Danone Indonesia sebagai perusahaan family friendly menganggap aspek pengasuhan orang tua dalam pertumbuhan anak sangat penting. Banyak program di Danone yang difasilitasi agar para orang tua dan si kecil tumbuh optimal. Misalnya ada pemberian cuti 6 bulan bagi para ibu dan 10 hari bagi ayah. Program ini sudah berlangsung 5 tahun. Lalu Danone juga memfasilitasi forum-forum untuk saling bertukar pikiran dan memberikan edukasi seperti #bicaragizi. Berharap masyarakat akan menyadari pentingnya kolaborasi orang tua dalam memberikan stimulus yang tepat agar mencapai aspek sosial emosional pada anak.

Kira-kira solusi apa yang bisa dilakukan ortu dalam masa transisi ini secara optimal berkembang sesuai milestone? 

Menurut dr. Irma Ardiana, MAPS - Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, dipastikan dengan siklus dari keluarga sendiri. Swmua itu dipersiapkan sejak masih remaja. Terutama dalam hal kesehatan biologisnya. 

BKKBN juga memastikan program penyiapan kehidupan berkeluarga sejak remaja, disebut dengan trias; tidak free sex, tidak menikah dini, dan menjauhi seks menyimpang. 

Mengusung konsep 8 fungsi keluarga. Dimulai dari balita, remaja dan lansia. Karena diyakini keluarga adalah tempat pertama dan terutama, dalam hal pendidikan maupun pengasuhan. 

8 fungsi keluarga yang dirumuskan BKKBN adalah: fungsi Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan. 

Membentuk sebuah keluarga harus memahami dulu peran yang dijalankan sebagai ayah, ibu, suami dan istri lalu berlanjut ke balita melalui program 1000HPK. 

Sosial emosional anak apa yang harus diperhatikan? 

Kata Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp. A(K), MPH - Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, bicara sosial emosional banyak aspek yang harus diperhatikan karena bukan hanya satu faktor yang berperan tapi multifaktor. 

Bicara tentang anak pasti berbicara tentang perkembangan otaknya. Paling kompleks terjadi di usia 2 tahun. Fungsi melihat dan mendengar sebelum anak lahir. Bahasa juga berperan pada peran emosional. Di bawah 5 tahun peer social skills sudah berkembang dengan pesat. Apa yang diambil otak sangat cepat. Otak dan saluran cerna saling berkesinambungan. 

3 hal utama yang berkaitan dalam tumbuh kembang anak: 

- perkembangan sosial emosional

- kecerdasan otak

- sistem pencernaan yang sehat

Ada Cici Desri - Founder Joyfulparenting101, ikut berbagi tip tentang bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan ekspresi dari anak. Cici dan suami selalu berkomunikasi dua arah dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk berpendapat atau berekspresi. Selain melibatkan ayah, ibu, serta menyertakan anak, keluarga Cici juga melibatkan pihak lain untuk membantu kontrol sosialiasi anak selama di luar rumah. 

Dari semua tip para narasumber, pentingnya pola asuh kolaboratif diterapkan ke anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Terutama menyiapkan anak dalam memasuki masa transisi nanti. 




No comments:

Post a Comment