Wednesday, January 2, 2019

#AksiFlashBunda dalam Memberikan Pertolongan Pertama

Kadang gue suka heran, kenapa anak kecil doyan sekali jatuh?

Ada becek dikit, jatuh.

Lari dikit, jatuh.

Jalan dikit, juga jatuh.

Atuhlah.

Itu anak gue yang pertama. Saking doyan terjatuh gue nggak ingat lagi berapa banyak luka memar yang dia peroleh. Terlampau sering.

Sebut saja anak gue ini terlalu aktif. Sejak masih balita kerjaannya memang lari-larian ke sana kemari. Baru akan diam ketika dia sudah lelap di tempat tidur.

Dari sekian banyak kali dia terjatuh, ada satu kejadian yang bikin gue panik. Dia terjatuh bukan di saat lagi jalan atau lari, tapi karena terjatuh dari motor.

Saat itu suami, gue dan si kakak, sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah membeli pisang. Gue mendadak ngidam kepengin makan pisang goreng di malam hari karena sedang hamil anak kedua. Di depan sebuah rumah sakit yang baru selesai dibangun, suami gue nggak nyadar kalau jalannya ada yang berlubang. Salahkan lampu jalan yang tidak menyala malam itu.

Entah bagaimana, kejadiannya terlalu cepat. Yang gue ingat motor kami roboh akibat disalip angkot, gue langsung loncat dan membiarkan sisir-sisir pisang yang gue pegang terlempar ke jalan. Gue baik baik saja, sedangkan anak gue. Ah, ini salah gue karena nggak cepat mengantisipasi. Tangan gue tadinya penuh dengan pisang sehingga tidak bisa memegang dia. Anak gue terjatuh. Tidak terlalu keras. Tapi sisi kepalanya membentur aspal. Dia langsung menangis. Pasti sakit. Tentu saja.    

Suami langsung mengangkat dan memeluknya erat. Rasa bersalah terpancar jelas dari wajahnya. Mau marah tapi namanya kesialan bisa terjadi kapan saja. Malam itu kami sedang sial saja. Gue membiarkan saja sisir pisang yang sudah jatuh. Ngidamnya bisa dilanjut kapan hari. Anak gue lebih penting. Apalagi samping kiri kepala anak kami sudah bengkak dan mulai membiru. Harus segera mencari pertolongan pertama. Sayangnya dokter sudah tutup praktek karena waktu itu hampir jam sepuluh malam. Opsi yang tersisa hanyalah apotek.

Gue langsung menelepon mama saat kami tiba di depan apotek yang buka 24 jam. Beliau selalu tahu harus membeli obat apa ketika cucunya sakit. Tentu saja beliau memarahiku terlebih dahulu karena sudah membuat cucunya jatuh. Sebagai anak yang baik hanya bisa pasrah tapi ego sebagai seorang ibu ikut tergores. Karena tidak ada ibu yang tega membuat anaknya terluka.  

“Kamu beli Thromboflash. Dulu ponakan kamu selalu mama pakein itu tiap kali dia terjatuh.”



Ah iya, gue juga mempunyai keponakan yang sama aktifnya dengan anak gue ketika dia masih kecil. Sama-sama sering jatuh juga. Dan gue ingat dulu pernah disuruh mama membeli Thromboflash di apotek.

Gue langsung menyudahi percakapan singkat dengan mama dan bergegas membeli obat yang dimaksud.

Ketika sudah memegang Thromboflash di tangan, gue membaca aturan pakainya. Cukup dioleskan pada luka lebam dan memar. Dioles tipis saja.

Gue membiarkan suami yang membayar dan langsung mengaplikasikan obat tersebut di bagian memar kepala anak gue. Dia masih sesegukan. Tapi matanya mulai sayup karena sudah mengantuk.
Rumah kami tidak jauh dari apotek yang kami singgahi sehingga dalam beberapa menit saja sudah kembali ke rumah.

Gue mengoleskan Thromboflash selama tiga hari berturut-turut. Sehari bisa 2-3x pemakaian. Memar yang tadinya berwarna merah lambat laun berubah menjadi kuning kecokelatan. Tanda kalau memar sudah akan memudar dan Thromboflash bekerja dengan baik.

Yang membuat Thromboflash ini istimewa, bahan aktifnya adalah Heparin Sodium 200 IU. Heparin biasanya diekstrak dari dua sumber mucosa hewan; porcine dari mucosa babi dan bovine dari mucosa sapi. Nah, Thromboflash mengandung heparin yang berasal dari mucosa sapi. Makanya Thromboflash ini lebih halal dibanding kompetitor produk serupa. Apalagi sudah ada sertifikasi HALAL dari MUI. Jadinya pengguna bisa merasa aman dan nyaman karena melindungi konsumen. Benar-benar sahabat keluarga banget. 

Fungi heparin sendiri bekerja melarutkan gumpalan darah yang ada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah dalam mempercepat proses penyembuhan memar.

Produknya praktis dan tidak lengket saat diaplikasikan. Thromboflash ini wajib ada di kotak P3K di semua rumah. Dengan Thromboflash, gak takut lebam.

Oh iya, jangan digunakan sebagai obat luka terbuka ya.
   



1 comment:

  1. wah produk baru nih, thanks infonya mba, kebetulan anakku juga lagi aktifnya lari kesana kemari

    ReplyDelete