Tuesday, November 20, 2018

Berawal dari Sebuah Warnet

credit: unsplash.com

Elf, begitu nama warnet yang ada di perempatan jalan yang tidak jauh dari Wakeke. Salah satu warnet yang gue datangi ketika butuh untuk mengintip ada testimoni apa di laman Friendster gue selama sebulan nggak gue buka. Zaman itu datang ke warnet emang jarang-jarang, apalagi Elf ini warnet yang too expensive untuk ukuran mahasiswa yang masih mengandalkan uang mingguan dari ortu yang tidak seberapa. Kalau bablas ketagihan main Friendster atau browsing-browsing manja di warnet ini, duit mingguan bisa ludes sehari dan besoknya gue mesti hidup bagaimana. Ngemis?

Gue ingat, kala itu gue pergi ke Elf berdua dengan teman sekosan sekaligus teman sekampus yang sudah gue kenal dari SMP. Dia sibuk mencari tugas kuliah sedangkan gue sibuk membuat akun di blogspot. It was 2003 or 2004 maybe. Tanpa tedeng aling-aling, tahu-tahu aja bikin blog. Lalu setelah selesai bikin belum gue isi dengan apa-apa. Kembali ke kosan, kembali ke rutinitas sebagai mahasiswa. Sebulan berlalu, kembali bertandang ke Elf. Hal yang gue ingat hanyalah membuka Friendster lalu selama satu jam di sana gue akhirnya pulang ke kos. Blog, apa itu? Gue sama sekali nggak ingat lagi kalau sudah pernah membuat blog.

Tahun berganti, gue menikah, punya anak, merantau, main medsos lagi, mulai demen menulis fiksi, dan kembali gue berkenalan dengan yang namanya blog. Demi bisa menunjukkan eksistensi gue ke orang lain kalau gue sekarang sudah bisa menulis cerpen/flashfiction bahkan novel, terciptalah blog ini. Gue begitu idealis saat itu, bahwa gue bukan blogger melainkan seorang penulis. Blog hanyalah sarana gue mempromosikan fiksi-fiksi gue yang kalau dibaca ulang pengin nangis karena dulu tata bahasanya berantakan. Kayak hati setelah tahu ternyata selama dipacarin seringnya diduain. #ehgimana

2013, masa di mana gue mulai jenuh dengan tujuan gue menulis. Gue butuh pelarian lain, akhirnya bikin blog lagi. Khusus buat ngebacot dan ikutan segala macam lomba blog. Menang? Tentu tidak, yorobun. Tapi ketika suatu waktu gue dihubungi seseorang dan ditawari untuk content placement, huwow, for the first time, blog yang bahkan belum TLD itu bisa menghasilkan duit. Kat-ching!

Laun, blog belum TLD tersebut menang lomba. Bukan hadiah utama, tapi bisa dapat kesempatan jalan-jalan ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu dengan segala fasilitas gratis. Bertemu teman baru sekaligus blogger terkenal. Dapat banyak ilmu dan insight baru tentang dunia blogging. Dari situ motivasi buat seriusin ngeblog mulai tumbuh.

2015 mulai bikin blog baru lagi, khusus buat melampiaskan kehebohan fangirling sebagai penggemar kekoreaan. Menjelang 2016 habis, gue mulai berpikir untuk membeli domain untuk blog tersebut. Siapa tahu bisa menghasilkan rezeki dari situ. Eh, nggak perlu nunggu lama setelah gabung ke beberapa komunitas blogger gue mulai bisa ikut-ikut event. Dari sebulan 1-2x undangan sampai bisa seminggu sekali tergantung gue daftar atau enggak.

Memang sih blog gue masih perlu banyak dibenahi lagi karena dari 140-an postingan, 60% isinya adalah postingan berbayar bukan organik. Umur blog gue bahkan belum juga terbilang 2 tahun. Tapi so far, gue bersyukur bisa tercebur ke dalam dunia blogging. Semoga ke depan gue bisa memberikan tulisan yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi orang-orang yang nyasar ke blog gue.
  

  

No comments:

Post a Comment