Thursday, July 20, 2017

SAYA (PERNAH) INGIN BUNUH DIRI


Bunuh diri belakangan semakin marak. Seperti wabah menular yang gampang menjangkiti siapa saja. Dari Indonesia saja baru kemarin ada kabar kematian dengan cara bunuh diri. Dan hari ini datang kabar kalo vokalis Linkin Park, Chester Bennington bunuh diri.

Sebenarnya apa yang membuat orang memilih untuk bunuh diri? 

Suicide is not chosen; it happens when pain exceeds resources for coping with pain - @bentarabumi. 

Bunuh diri asalnya dari rasa sakit yang melebihi kemampuan tubuh. Rasa sakit ini tentu saja berasal dari dalam diri; pikiran maupun jasmani--sehingga sangat krusial. Untuk mengatasi rasa sakit tersebut, muncullah keinginan suicidal.

Gue pernah mengalami fase suicidal. Fase di mana gue merasa udah gak mampu lagi menahan semua beban yang gue terima. It's complicated. Kalo dijelasin ke orang yang gak mengalami pasti gue dianggap lebay atau caper. No, this is just me being honest about myself. 

Tapi kenapa? 

Itu pertanyaan yang bakal dilontarkan ke orang yang mengalami fase suicidal

Karena sebagian orang gak akan mengerti kenapa ada orang-orang yang bisa sampai berada pada fase ini bahkan sampai mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Dijelasin pake cara apa pun bakal dihakimi salah. 

Bunuh diri bagi mereka dianggap sebagai sebuah dosa besar karena mendahului kehendak Sang Pencipta. Bunuh diri juga dianggap sebagai jalan pintas yang bodoh. Padahal bukan karena bodoh melainkan karena sudah sangat putus asa dan diri tak mampu lagi menahannya.

Iya, some of us, beneran sampe pada titik itu. Titik di mana tubuh beneran gak mampu lagi menahan semua beban. Kami juga tidak bisa melepaskan beban itu semudah kebelet buang air besar di kamar mandi dan ngerasa plong setelahnya. Gak seperti itu.

Kami juga bukan orang yang gak tahu bersyukur atau beriman. O, please. Stop it with all the holier than thou speech. Gue males bahas soal keimanan atau rasa bersyukur. It's just happening and we can't handle the pressure. 

Seseorang juga tidak serta merta bunuh diri tanpa warning sebelumnya. Seperti gue misalnya, pernah beberapa kali menulis status di media sosial tertentu secara tersirat. Itu upaya gue untuk meminta tolong kepada orang lain. Hanya saja saat itu tidak ada yang peduli. Saat itulah gue masuk pada fase suicidal

This was happened few months ago. I almost killed myself karena ngerasa diri gue beneran udah gak ada gunanya. Semua masalah yang datang semua karena gue dan semua salah gue. 

Iya, itu hal paling berat yang dirasakan seseorang yang berada dalam fase suicidal. We blame ourself

Banyak yang ngira karena pencitraan gue sebagai ekstrovert sejati. I look happy and less problem. Wrong, I laugh a lot and cried a lot too. 

Keliatan hepi di luaran gak jaminan kalo di dalamnya gak rusak. 

So, buat di luar sana yang merasa hidup terasa berat dan tak berharga lagi. I feel you. Tapi please, pikiran ulang jika ingin mengakhiri hidup. Tetap bertahan karena fase itu akan berakhir.

Here some tips dari @bentarabumi jika ada dari kita yang masuk pada fase suicidal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

1. SADARI

Ini adalah sebuah fase. Fase pasti berganti, ada batas waktunya. 

2. CARI BANTUAN

Telepon teman, saudara, psikolog, posting di medsos sebebasnya; lakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk menghindari fase. 

3. HAVE A DAY

Pikirkan hal-hal baik yang bisa menjadi penguatan untuk diri sendiri dan tunggu sampai badainya reda. 

Dan bagi yang memiliki teman, saudara, atau kenalan siapa saja yang punya keinginan untuk bunuh diri. Kenali tandanya, jadikan diri sebagai pendengar yang baik tanpa harus menghakimi, dan berikan bantuan semampu yang kalian bisa. 

Dengan begitu, hidup seseorang baru saja terselamatkan.

4 comments:

  1. bunuh diri hanya menimbulkan derita bagi org2 yang ditinggalkan..syukurlah bisa melampauinya ya mak...tulisan yang inspiratif semoga bisa jadi pelajaran...

    ReplyDelete
  2. Walo sbnrnya ga ngerti kenapa orang bisa kepikiran utk bunuh diri, aku ga mau jg menjudge mereka yg melakukan hal itu :( . Krn aku ga tau situasi sbnrnya, ga tau semenderita apa mereka sampe akhirnya memilih mati drpd mengikuti takdir Tuhan :( .. Tp pastinya, trutama utk anak2ku, seberat apapun kesalahan yg mereka lakuin, aku harus tekanin bahwa mereka bisa slalu dtg k aku untuk minta bantuan. Jgn dipendam sendiri sampe akhirnya memilih bunuh diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku karena ingat anak, sih. Ingat efek jangka panjangnya, makanya itu yang bikin aku bisa sadar dan gak ambil keputusan untuk langsung bunuh diri.

      Delete