Sunday, July 30, 2017

Jangan Berani Datang Sendiri ke Bitung



Tenang, ini bukan kota hantu, kok. Kota Pelabuhan yang berjarak 45 km dari Kota Manado ini adalah salah satu surga tersembunyi di Indonesia. Makanya rugi kalau hanya dinikmati seorang diri. 

Duh, iya gitu. Iyalah, kampung halaman gue emang kece badai. *pasang bulu mata incess di setiap sisi kotanya*

Kenapa kok tiba-tiba bahas kampung halaman? Biasalah, homesick kalo bahasa Swissnya. 

Jadi beberapa hari ini emang lagi kangen rumah nyokap, tetangga, sanak saudara, mantan, dan sisi-sisi kota yang pernah dijamah. (((Dijamah))) 

Karena udah banyak yang sering bahas hal-hal umum tentang Bitung, semisal Pulau Lembeh dan Cagar Alam Tangkoko, gue mau bahas hal lainnya. 

Berikut 6 hal menarik yang ada di Kota Bitung:

1. Miniatur Eiffel Tower


Sejak gue lahir tahunya disebut Eiffel Tower juga sama kayak yang di Paris itu. Sebutan lainnya adalah Menara BRI, karena ada Bank BRI yang terletak di persimpangan di sebelah Selatan dari menara ini. Disebut juga sebagai Menara Kota Bitung.

Ide awalnya muncul dari seorang Walikota Bitung di tahun 1980-an. Di ujung menara dipasang jangkar sebagai lambang kalau Bitung adalah Kota Pelabuhan dan Kota Bahari.

2. Patung Ikan Cakalang


O, ini mesti banget dibahas karena patung ikan ini lokasinya dekat banget sama rumah nyokap gue di Bitung. Mwahahaha. 

Patung ini didirikan karena Bitung juga dikenal sebagai kota penghasil ikan cakalang terbesar di Indonesia.

3. Tugu Adipura


Hampir setiap tahun Kota Bitung mendapat penghargaan Adipura. Karena emang kotanya dirawat bersama oleh semua lapisan masyarakat.

Tiap hari Jumat selalu ada kegiatan membersihkan sekitar secara bersama di tiap-tiap kelurahan. Sebagai bentuk apresiasi karena warga sudah merawat kota sehingga Bitung mendapatkan Piala Adipura dan penghargaan Kota Sehat, dibangunlah tugu ini.

O, lokasinya juga dekat banget dengan rumah nyokap gue.

4. Yaki Panta Merah


Yaki panta merah adalah primata yang menarik untuk dilihat karena kelakuannya mirip sama kelakuan manusia. Satwa endemik ini sudah terancam punah. Jadi tolong ya, yang masih suka makan yaki, go educated yourself and love your nature. Udahlah anjing, ular, kelelawar, tikus, biawak dimakan, eh yaki juga. Please deh. #SaveYaki

5. Pengolahan Ikan Cakalang Fufu


Gue baru tahu lokasi pengolahan ikan cakalang fufu ini di Youtube, dong. 24 tahun hidup di sana ngapain aja, sik? 

Lokasinya ada di Kelurahan Girian Atas. Warga setempat memroses ikan cakalang segar menjadi cakalang fufu sebagai mata pencaharian mereka.

6. Lorpo


Gang Dolly di Surabaya. Kalijodo di Jakarta. Lorpo di Bitung. Lorpo atau Lorong Popaya, dulunya lorong kecil di pusat kota ini dikenal sebagai tempat prostitusi yang identik dengan Kota Bitung. Kini, termakan zaman dan persaingan, bisnis ini perlahan mati. 

Kenapa ini gue anggap menarik? Karena selama tinggal dan besar di Bitung, Lorpo itu ikonik banget. Dari joke-joke receh sampe rumah teman sekelas semasa sekolah ada di sana. 

Ah iya, selain 6 hal di atas. Tentu saja kota kelahiran gue terkenal banget dengan pantainya yang cantik.

Sebut saja Pantai Pasir Putih Baturiri, Pantai Batu Angus, dan Pantai Batu Putih Tangkoko. 3 pantai cantik ini termasuk pantai yang masih jarang dikunjungi wisatawan. 

To be honest, gue baru pernah pergi ke salah satu pantai dari 3 pantai di atas. Please dont judge me. Hahaha. Semoga saat pulkam nanti bisa eksplor semua tempat yang belum gue kunjungi. 

Pantai Baturiri

Pantai Batu Putih Tangkoko

Pantai Batu Angus

2 comments:

  1. Mbak, yg yaki panta merah lucu bgd yak, uniiikkk, pantainya jg tsakepppp,
    Dah, gini nih yg bikin banagga sm Alam Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa... Alam Indonesia emang gak ada yang ngalahin. 😍😍

      Delete