Wednesday, August 15, 2018

Drama Menuju Writingthon Asian Games

Apalah hidup tanpa drama, yekan? 

Dua minggu yang lalu gue mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Tadinya ragu mau diangkat atau dibiarkan saja. Untungnya sih gue angkat. Coba kalau enggak, rugi banget. 

Ya gimana, itu telepon dari Bitread Indonesia ternyata. Mereka mengabarkan kalau gue lolos menjadi salah satu peserta Writingthon Asian Games 2018. Hore! *tebar-tebar confetti*


Sebelum gue bakal menginap di Jakarta untuk mengikuti Writingthon Asian Games, gue sudah atur plan bareng suami soal mengurus anak. Yang tahu gue sih pasti sudah tahu juga kalau suami gue selalu ditugaskan keluar kota. 


Suami gue sudah memastikan dia nggak bakal ke mana-mana, jadi gue bisa tenang mengikuti acaranya. Tapi, ehe, pasti akan selalu ada tapi. Twist is my best friend. 

Beberapa hari sebelum gue pergi dia mengabarkan kalau dia ada kerjaan di Bogor. Deket sih, tapi mereka harus nginap di sana selama dua minggu, atau bahkan lebih tergantung kerumitan pekerjaan. Buyar sudah rencana yang sudah disusun. Untungnya ini bukan kali pertama walau gue selalu cranky setiap kali planning yang gue bikin berubah.

Rencana B adalah, nitip krucil ke rumah saudara. Ini adalah kali ketiga gue menitipkan mereka di sana. Dua kali sebelumnya saat gue harus ke Klaten dan Semarang. Setiap kali gue titip di sana, mereka senang dan betah. Itu yang terpenting.

Di hari saat gue harus menuju Millenium Hotel yang akan menjadi tempat menginap di hari pertama Writingthon Asian Games, gue mengantarkan dulu dua krucil ke rumah saudara. Karena masih hari sekolah gue meminta izin di WhatsApp ke wali kelas keduanya. 

Dari rumah saudara gue menuju ke salah satu mal di BSD untuk menghadiri event blogger. Hari masih pagi, gue pikir karena lokasi Writingthon Asian Games "hanya" di Jakarta, gampanglah gue ke sana. Batas akhir registrasi aja pukul 18.00, jadi masih aman. Saat berada di restoran tempat event blogger berlangsung, suami gue nelepon. Bertanya apakah gue menitipkan kunci rumah ke saudara tempat krucil menginap? Karena dia bakalan pulang 1-2 hari ke depan. Tentu saja gue jawab bawa. Karena niatnya pulang gue ke rumah dulu baru jemput dua krucil.

Gue sempat marah marah manja sama suami. Udahlah dia mendadak harus dinas luar sehingga planning berubah eh mendadak mau pulang pula saat kunci rumah gue bawa. Gemes ya. *keluarin tang*

Terpaksa gue harus balik lagi ke rumah untuk menitipkan kunci di pos satpam. Lokasi event blogger ke rumah memang hanya 10 menit gojekan. Masalahnya gue bawa ransel gede dan berat sama totebag yang penuh juga. Kebayang kan, gue bawa ini barang sejak anterin krucil ke rumah saudara. 

Karena planning hari itu, antar krucil ke rumah saudara - menuju event blogger - otw stasiun terdekat - tiba di lokasi. Eh jadi nambah rute dengan gue harus balik ke rumah dulu. 

Gue tiba sekitar pukul 14.00 di Millenium Hotel. Agak suprised karena lokasi hotel hanya selemparan kolor dari Stasiun Tanah Abang. Baru duduk dan pakai helm eh udah nyampe. 

Dari hasil baca-baca info di WAG yang sudah tiba pada ngumpul di lantai 2. Gue langsung ke atas dengan harapan "oh di sana lah kami kumpul dulu untuk registrasi eh ternyata kosong melompong." Hanya ada panitia di meja depan yang iya iya aja saat gue masuk. Tahu-tahu salah seorang panitia mengarahkan gue ke Lobby lagi untuk bertemu dengan panitia lainnya di sana biar gue bisa ambil kunci kamar dan istirahat dulu. 

Teman sekamar gue adalah mahasiswi dari Bandung yang menang dalam kategori blogger juga. Ah, gue lupa. Writingthon ini terbagi menjadi dua kategori, blogger dan mahasiswa/pelajar yang terpilih mewakili 34 provinsi. 

Di kesempatan Writingthon ini pula, untuk pertama kalinya gue ketemu teman virtual gue, namanya Bimo Rafandha. Kami sudah saling kenal circa 2011-2012 di Twitter. Selama itu kami hanya berinteraksi di media sosial. Kemarin baru lah kami face to face in person. 

Kemarin pula gue mulai berkenalan dengan peserta lain yang sangat antusias dengan acara ini. Ada yang baru pertama kali menang lomba menulis, ada yang baru pertama kali menginjak kaki ke Ibukota. Keriaan Writingthon dalam mendukung Asian Games terasa sekali di muka para peserta yang hadir. Wajah-wajah baru dari berbagai daerah yang sebagian besar belum pernah gue kunjungi. Wajah-wajah baru yang datang dengan semangat untuk turut memeriahkan acara Asian Games 2018 ini.


Kalau kalian, apakah sudah dukung bersama Asian Games 2018?

















2 comments:

  1. Sudah dukung lewat kicauan di twitter.
    Ternyata ini baru pemanasan menuju drama asli ya.
    Hahaha...
    Makin kepo tingkat dewa :*

    ReplyDelete